Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Sebatas Ibu Untuk Anakmu
SIUA 47 Bertemu Orang Tua David


__ADS_3

Sebatas Ibu Untuk Anakmu (47)


David terkejut dengan panggilan Papa. Ia melihat ke arah Rama.


Rama mengaguk. " Ical sudah tahu."


" Papa David ..."


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


David berjongkok merentangkan kedua tangannya dan Faisal langsung memeluk David.


" Ya,, ini Papa. Ini Papanya Ical." David memeluk Faisal dengan erat. Air matanya mulai mengalir. Ia sangat senang akhirnya Faisal memanggilnya dengan sebutan papa.


David terharu akhirnya momen yang ia nantikan terjadi juga. Momen dimana anaknya mau memanggil dirinya dengan sebutan Papa. Sebenarnya ia ingin di panggil ayah. Tapi, mendapat panggilan Papa pun sudah sangat beruntung menurutnya.


Rencana untuk langsung berangkat pun terjeda. David dan Faisal saling berbicara terlebih dahulu. David tidak percaya ia mudah di terima oleh Faisal. Oranga yang baru di kenalnya.


Namun, ia sadar. Ini semua karena andil Rama dan Salma. Keduanya yang pandai memberi pengertian pada Faisal, membuat Faisal mau menerima David.


Berulang kali David berterima kasih.


" Sebenarnya itu bukan sepenuhnya karena kami. Tapi, kamu sendiri." Jawab Rama sambil menyetir mobil.


Rama memberikan David kesempatan untuk lebih dekat dengan Faisal. Karena itu, akhirnya Rama memutuskan untuk menyetir mobil dengan Salma yang duduk di sampingnya.


Sementara David dan Faisal duduk di belakang.


" Maksudnya?," David tidak mengerti.


" Dari awal bertemu kamu menunjukkan rasa sayangmu. Kamu tidak memaksa kehendakmu saat tahu Faisal benar anakmu. Kamu menunjukkan ketulusan dan itu yang Ical rasakan." jelas Rama.


Berbeda dengan Dewi yang haus akan pengakuan. Pengakuan bahwa dia ibu kandung Faisal. Namun, setiap bertemu Faisal, ia tidak menunjukkan bahwa ia benar-benar ingin dekat dengan anak kandungnya. Berbanding terbalik dengan David.


Bahkan,Dewi lebih menunjukkan sikap untuk bisa lebih dekat dengan mantannya. Upayanya mendekati Faisal pun tidak jauh dari tujuannya agar bisa kembali dengan Rama.


Bukankah anak kecil bisa merasakan siapa yang tulus dan tidak? Itulah yang Rama amati dari keduanya.

__ADS_1


" Ya. Aku memang benar-benar menyayanginya saat tahu dia darah dagingku. Apalagi saat tahu Dewi malah mengabaikannya." Jawab David sambil melihat ke arah Faisal yang sudah terlelap.


Tak terasa akhirnya mereka sampai di sebuah Villa yang sangat indah. Letaknya sangat dekat dengan sebuah gunung. Udaranya pun sejuk.


Faisal yang sudah terbangun langsung berlari saat turun dari mobil. Ia langsung berjalan ke arah gazebo dimana di bawahnya terdapat kolam ikan.


Salma mengikuti dari belakang. Ia menemani Faisal yang sepertinya tertarik melihat ikan hias yang beraneka warna yang berenang di dalam kolam.


Dari dalam villa, tampak sepasang laki-laki dan perempuan paruh baya keluar. Dibelakangnya ada seorang perempuan muda yang menggandeng anak perempuan.


Mereka adalah orang tua David dan adiknya. Mendengar suara mobil berhenti namun tidak ada yang masuk membuat mereka penasaran.


" Mereka orang tuaku." jelas David singkat.


Rama berjalan mengikuti David menemui orang tua David.


" Akhirnya kalian sampai," ucap ibu David tersenyum.


" Maaf tidak langsung masuk." David menghampiri ibunya.


" Rama, kenalkan mereka ayahku, ibuku dan adik perempuanku, Naila. Sedangkan gadis kecil ini Celina. Keponakanku." jelas David sambil memangku Celina yang satu tahun lebih muda dari Faisal.


Rama menyalami kedua orang tua David dan hanya menganggukkan kepalanya kepada Naila.


" Saya Rama." Rama memperkenalkan dirinya.


" Akhirnya Om bisa bertemu denganmu." Ayah David tersenyum ramah.


Ayah David pada dasarnya adalah pribadi yang hangat. Namun,saat tahu sang anak melakukan kesalahan yang fatal menurutnya, Ayah David pun tidak bisa menahan emosinya.


" Cucu kami mana?," tanya ayah David kemudian.


"Dia disana." tunjuk David ke arah Faisal yang sedang tengkurap di pinggir kolam ikan. Tangannya dimasukkan ke dalam kolam mencoba meraih ikan-ikan yang berenang kesana-kemari.


Mereka pun menghampiri Faisal dan Salma. Salma yang menyadari kedatangan orang-orang yang ia yakini sebagai keluarga David pun segera menghampiri dan memperkenalkan diri.


" Ical, sayang. Ini Salim dulu sama Opa dan Oma." panggil Salma.

__ADS_1


Faisal pun segera berdiri dan berlari menghampiri semuanya.


Kedua orang tua David tertegun. Cucunya benar-benar mirip David saat kecil.


" Pantas David langsung yakin pada pandangan pertama," lirih ibu David pelan.


Salma mengeluarkan sapu tangan handuk dari tas selempangnya lalu berjongkok mengeringkan tangan Faisal yang basah. Setelah kering,Faisal langsung menyalami keluarga ayahnya.


Apa yang Salma lakukan tidak luput dari pandangan keluarga David. Mereka salut atas sikap Salma.


Setelah menyalami semuanya, Faisal kembali ke samping Bundanya.


" Om, mau Salim sama kakak." pinta Celin yang masih ada di gendongan David.


David menurunkan Celin. Celin pun mengulurkan tangannya. Faisal langsung menyambut uluran tangan itu.


" Sebelumnya, saya sebagai ayah dari David meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan David yang telah melakukan perbuatan yang terlarang dengan mantan istrimu beberapa tahun lalu sampai menghadirkan Faisal. "Ayah David memulai pembicaraan.


Mereka kini sedang duduk di dalam gazebo. Ada Rama dan Salma juga. Sementara Faisal di temani Naila dan Celina melihat ikan di pinggir kolam. Awalnya Faisal enggan namun, setelah di bujuk oleh Naila, Faisal pun bersedia hanya di temani Tante nya itu.


Rama hanya menggenggam tangan Salma. Namun, Salma hanya tersenyum. Sampai kapanpun nama Dewi akan senantiasa ia dengar. Sebagai mantan dari suaminya juga ibu dari anak sambungnya.


" Maaf kalau menyinggung masa lalu. Namun, Om benar-benar merasa malu dan bersalah atas apa yang David lakukan. Apalagi ia melakukan dengan perempuan yang berstatus istri seseorang." Tambah Ayah David.


" Saya sudah memaafkan David, Om. Sekalipun saya sebenarnya dulu bercerai bukan karena David. Namun, saat tahu ternyata mantan istri saya ternyata sudah mengkhianati saya jauh sebelum perselingkuhannya terkuak, saya merasa bodoh. Namun, di sisi lain saya bersyukur saya dan dia sudah berpisah."


" Sekalipun apa yang David lakukan salah, namun Faisal bukanlah kesalahan. Saya tetap mengakuinya sebagai cucu saya sekalipun ia hadir di luar pernikahan."


Rama tersenyum merasa bersyukur Faisal di akui oleh keluarga ayah kandungnya.


" Terimakasih karena sudah mau menerima Ical."


" Kamu justru yang harusnya berterima kasih. Padahal kamu tahu dalam diri Faisal tidak ada darahmu yang mengalir, namun kamu tetap merawatnya sepenuh hati. Kamu tidak menelantarkan dia. Padahal, dari yang saya dengar, ibu kandungnya saja meninggalkan dia bersamamu. Tanpa memikirkan bagaimana nasibnya."


" Mungkin karena ia berpikir Ical adalah anak kandung saya. Dia juga sepertinya tidak tahu bahwa Ical bukan anak kandung saya."


Ayah David mengangguk. " Sejujurnya, jika saya boleh egois, saya sangat ingin Faisal tinggal bersama kami..."

__ADS_1


Deg


TBC


__ADS_2