Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Sebatas Ibu Untuk Anakmu
SIUA 68 S2. Menyambut Tamu


__ADS_3

" Bolehkah?,"


Reina masih mencerna perkataan Jimmy. Apa yang sudah terjadi pada laki-laki yang pernah menjadi suaminya itu. Ia merasakan perbedaan yang luar biasa.


"Soal itu ..."


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Jimmy merebahkan tubuhnya di atas kasur. Di kamar hotel yang di sediakan bagi tamu undangan.


Aku tidak akan melarangmu menjalankan tugasmu sebagai ayahnya. Karena Raja berhak menerimanya. Namun, untuk menemuinya, tunggu kabar dariku selanjutnya.


Jimmy tersenyum karena akhirnya memiliki nomor kontak Reina. Walaupun ia tak bisa menghubungi Reina duluan.


...******...


Resepsi pernikahan Zayden dan Aisyah sudah di gelar. Banyak tamu yang mulai berdatangan.


Dari atas pelaminan, terlihat sepasang suami istri yang menghampiri sebuah meja bundar. Dimana keluarga mempelai berada.


" Terimakasih sudah mau datang," Rama menyambut kedatangan David dan Istrinya.


( Disini, David udah nikah ya. Waktu mereka akad kan Faisal belum masuk SD Faisal seusia Reza. Yang belum baca bisa di lihat di karya author yang masih on Going juga, "Pemilik Hati"). 😉


" Tentu. Mana mungkin kami tidak datang jika di undang." jawab David.


Jika para suami hanya saling berjabat tangan. Maka, para istri saling berpelukan cipika-cipiki.


" Papa," panggil Faisal mencium tangan David.


David mengusap kepala Faisal. " Bagaimana sekolahnya?," tenya David mengingat sudah beberapa bulan ini Faisal duduk di bangku SD.


" Ical suka. Teman-teman Ical baik-baik."


Faisal menghampiri Syifa yang sedang berbicara dengan Salma. Ia pun melakukan hal yang sama. Mencium tangan Syifa.

__ADS_1


" Adik bayi apa kabar, Ma?," tanya Faisal mengusap perut Syifa yang masih belum terlihat membuncit.


" Alhamdulillah baik, kakak." jawab Syifa menirukan suara anak kecil


Faisal pun di buat tertawa mendengarnya. " Liburan sekolah nanti jadi menginap di rumah Mama dan Papa?,"


Faisal pernah mengutarakan keinginannya berlibur bersama David dan Syifa.


" Insya Allah, Ma." Syifa tersenyum merangkul pundak Faisal.


" Terimakasih sudah mengizinkan Ical berlibur bersama kami." David berbicara pada Rama.


" Tentu. Kalian juga orang tuanya. Oh ya, aku tinggal sebentar ya. Sayang, aku mau lihat Airin dulu."


" Iya."


" Memang Airin dimana?,"


" Airin di kamar dengan Mama. Tadi tidur." kamar yang di maksud adalah kamar hotel yang mereka tempati.


Syifana yang memang lelah berdiri langsung duduk.


" Sayang, aku ambil makanan dulu, ya," pamit David.


" Papa, aku ikut. Mau ambil ice cream."


" Ayo." David menuntun Faisal menuju stand Ice cream.


" Bagaimana ngidamnya?," tanya Salma saat mereka hanya berdua.


" Mas David yang ngidam."jawab Syifa sambil tersenyum mengingat kelakuan aneh sang suami.


" Kehamilan simpatik?,"


" Iya."

__ADS_1


" Morning sick juga di alami David?,"


" Iya. Aku malah banyak makan. Tidak mual."


" Setidaknya kamu dan janin jadi tidak kekurangan nutrisi ."


" Iya, Alhamdulillah. Mas David juga bilang begitu. Dia justru senang aku tidak mengalami morning sick seperti kebanyakan ibu hamil. Tapi, aku yang malah kasihan. Karena setiap hari jadinya harus ke kantor lebih siang. Akhirnya jadi lembur,"


Salma manggut-manggut.


David kembali dengan membawa sepiring makanan.


" Mas, ini kebanyakan." bisik Syifa melihat isi piring yang menggunung.


" Tidak apa-apa. Bumil kan makannya berdua."


" iya benar. Kalau tidak habis nanti aku habiskan," timpal David.


Tidak jauh dari sana Rama kembali dengan membawa Airin dalam gendongannya. Airin memang sudah bangun dari tidurnya.


" Maaf," ucap seseorang saat tidak sengaja menabrak Rama.


Rama yang terkejut memegang erat Airin agar tidak jatuh.


" Iya tidak apa-apa."


" Rama," panggil orang yang menabraknya brusan.


" Siapa ya?," Rama mengerutkan keningnya.


" Jimmy,"


Deg


TBC

__ADS_1


__ADS_2