Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Sebatas Ibu Untuk Anakmu
SIUA 59 Ingin Menghancurkannya


__ADS_3

Sebatas Ibu Untuk Anakmu (59)


Entah sebuah kebetulan atau apa, ternyata Dewi adalah orang yang ia cari. Mangsa yang datang sendiri tanpa harus bersusah payah mencari. Ini awal dari hukuman yang akan ia berikan.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


" Apa yang akan kamu lakukan pada perempuan itu?," tanya seseorang pada laki-laki yang berdiri di ambang pintu.


Anton adalah sahabat dari orang yang membantu Dewi melarikan diri dari kejaran polisi. Mengetahui Sanga sahabat sudah menemukan wanita itu, Anton penasaran apalagi ia sampai di minta datang.


" Aku akan mencari tahu dulu informasi tentangnya sebelum memulai rencanaku." jelas Robi sambil melihat ke arah perempuan yang sedang duduk di ayunan bersama seorang anak kecil. Mereka terlihat bahagia, tersenyum bersama.


" Lalu, untuk apa kamu menyuruhku kesini?," tanya Dokter Anton.


" Bukankah orang yang sering bergunta-ganti pasangan bisa saja tertular HIV?," tanya Robi malah bertanya.


" Iya. Kenapa?,"


" Aku ingin kamu memeriksa perempuan itu. Awalnya aku ingin membuat dia hancur dengan apa yang selalu ia banggakan. Tapi, melihat kehidupan yang ia jalani, aku rasa kehancuran sudah menghampirinya." ucap Robi sedikit menarik sudut bibirnya melihat tawa kedua orang yang ia cintai.


Robi adalah kakak kandung dari perempuan yang suaminya berselingkuh dengan Dewi. Dimana saat itu Dewi masih berstatus istri Rama.


Reina harus merasakan sakit hati karena di selingkuhi hanya karena ia bukanlah istri yang diinginkan oleh Jimmy, suaminya. Mereka hanya menikah karena perjodohan. Menikah karena bisnis yang akan memberi keuntungan keluarga Jimmy.


Namun, perasaan cintanya pada sang suami membuatnya tutup mata dan telinga dengan apapun yang suaminya lakukan. Hingga ia berselingkuh salah satunya dengan Dewi yang bahkan hampir menjadi madunya.


Berbagai upaya dilakukan Reina agar Jimmy melihat keberadaannya. Hingga karena mabuk, suaminya menidurinya namun dengan mengganggap bahwa dia meniduri perempuan lain.


Reina sakit hati, namun cintanya membuatnya buta. Ia masih tetap bertahan di sisi Jimmy.


Hingga karena pendarahan, Rheina harus dilarikan ke rumah sakit dan disana lah Robi akhirnya tahu bahwa pernikahan adiknya tidak baik-baik saja.


Dengan kebohongan bahwa Jimmy harus mengurusi masalah perusahaan, Robi membawa pergi Reina tanpa adanya Jimmy. Dia menyembunyikan Rheina dari suaminya. Bahkan meretas Cctv di rumah Rheina untuk mencari tahu semuanya.


Flashback on


Robi berdiam diri di hadapan komputernya. Jari-jarinya menari dengan indah di atas keyboard. Mencoba meretas Cctv di kediaman adiknya.


Amarahnya memuncak saat mendapati adiknya pendarahan sedang ia hanya seorang diri di rumah. Robi di buat heran dengan kondisi rumah yang kosong tanpa seorang pelayan pun selain satpam di depan rumah. Padahal rumah itu sangat besar.


Ia mengecek Cctv untuk melihat apa yang sudah ia lewatkan. Berpikir adiknya baik-baik saja dengan suaminya saat ia yang sibuk mengurusi perusahaan.

__ADS_1


" Dasar laki-laki br3ngsekkkk!!," Geram Robi saat melihat layar dimana menunjukkan Jimmy yang dengan santainya membawa perempuan ke dalam rumahnya.


Mereka pergi ke kamar utama di rumah itu. Tidak hanya satu, beberapa kali ia terlihat membawa perempuan yang berbeda.


Namun,satu perempuan yang sering ia bawa, tidak lain adalah Dewi.


Hati Robi bahkan tersayat saat melihat bagaimana adiknya di jadikan babu di saat ia selalu menjadikannya ratu.


Robi terus menontin hingga ia melihat bagaimana Dewi bersikap kejam pada adiknya. Bahkan kata-katanya sangat menyakitkan.


Sebentar lagi aku akan menjadi madumu, menjadi istri dari suamimu. Tapi, istri yang diharapkan bukan seperti mu yang di abaikan. Aku bisa membuatnya puas dan hanya menjeritkan namaku.


Reina hanya tampak diam. Hingga beberapa hari berlalu dimana Jimmy kembali dengan keadaan mabuk dan menyeret Reina ke kamar. Entah apa yang mereka lakukan karena kamar adalah area pribadi yang sengaja tidak di pasang Cctv.


Setelah hari itu, CCTV masih menunjukkan kebiasaan Reina seperti biasa. Membereskan rumah dan memasak. Hingga hari dimana Reina mengalami pendarahan.


" Kalian harus mendapatkan balasan atas apa yang kalian lakukan pada adikku."


Robi akan membalaskan dendam pada adik ipar dan selingkuhannya.


Apalagi terlihat bahwa Jimmy dan Dewi pergi dengan mesra sebelum akhirnya Reina mengalami pendarahan.


Flashback end


Anton hanya diam. Haruskah dia mengaminkan doa sang sahabat?


...******...


" Kak Zayden pulang dua Minggu lagi. Katanya dia di pindahkan lagi ke kota ini." jelas Salma saat ia memijat kaki sang suami.


Rama sebenarnya sudah melarang Salma melakukan itu karena ia pun tahu bahwa sang istri pun sama-sama lelah sepertinya.


" Kapan rencana menikahi Bu Aisyah?,"


" Setelah pulang nanti, katanya mau di obrolkan lagi. Kak Zayden inginnya sih cepat-cepat." Rama menganggukkan kepalanya.


" Sudah cukup. Ayo tidur." ajak Rama karena ia sudah mengantuk.


Salma menurut dan langsung ikut berbaring di samping suaminya.


" Masih sakit?," tanya Rama teringat luka bekas operasi.

__ADS_1


" Sedikit."


" Kalau nanti ingin punya lagi? Apa nanti harus operasi lagi?,"


" Setahuku tidak, mas. Kalau tidak ada masalah, bisa melahirkan secara normal." jelas Salma.


Karena masih masa pemulihan, Salma dilarang melakukan aktivitas berat. Itu cukup membuatnya bosan tapi, demi kesembuhannya ia tidak ingin memaksakan diri.


Bahkan Bu Marisa menginap di rumah selama masa pemulihan, untuk membantu Salma merawat Baby Airin.


" Berapa jaraknya jika ingin merencanakan kehamilan berikutnya?,"


" Paling cepat satu tahun." jawab Salma. " Jangan bilang mas ingin aku cepat hamil lagi." Salma mencebik.


Rasa sakit yang ia rasakan pasca operasi sedikit membuatnya takut. Kalaupun harus hamil lagi, ia ingin melahirkan secara normal. Orang bilang, pasca melahirkan normal bisa melakukan aktivitas seperti biasa lebih cepat.


Rama terkekeh. Ia menciumi pipi sang istri. Sejujurnya ia ingin memiliki banyak anak. Namun, tidak akan memaksakan kehendak juga.


" Aku ingin rumah ini penuh dengan suara anak-anak kita kelak. Tapi, tentu tidak dalam waktu dekat." jelas Rama.


"Hmm. Mas benar. Kita harus bisa membagi waktu juga. Faisal masih butuh kita. Jangan sampai dia merasa di abaikan atau tersisihkan karena keberadaan Airin."


Rama tersenyum. Ia memeluk tubuh istrinya dengan erat.


" Terimakasih telah bertahan di sisiku. Aku sangat mencintaimu." Rama mencium pipi Salma.


" Aku juga mencintaimu, Mas."


Malam itu keduanya mulai terlelap dengan saling memeluk.


Keesokan paginya, Bu Marisa sedang berada di dapur dengan di temani seorang ART. Semenjak Salma melahirkan, Rama memang mulai mempekerjakan seorang ART.


" Gulai ayamnya sudah matang, Bi?," tanya Bu Marisa pada Bi Inah yang baru mematikan kompornya.


" Alhamdulillah, sudah Bu." jawab Bi Inah perempuan paruh baya yang kini bekerja di rumah Salma.


Bu Marisa merasa senang karena merasa ada teman. Apalagi usianya hany beberapa tahun lebih muda darinya.


" Kamu mau mengajak Airin berjemur, Ram?," tanya Bu Marisa melihat Rama menggendong Airin.


" Iya, Ma." jawab Rama singkat sambil duduk dulu di kursi melihat ibunya dan Bu Inah memasak.

__ADS_1


" Ada acara apa, Ma? Pagi-pagi sudah sibuk masak. Banyak juga masaknya?" Rama heran karena menu masakannya beragam dan porsinya banyak


TBC


__ADS_2