Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Sebatas Ibu Untuk Anakmu
SIUA 50 Menyusun Rencana


__ADS_3

Sebatas Ibu Untuk Anakmu (50)


" Kamu kenapa? Mulai gi_la?" tanya David heran. Tadi Dewi tersenyum sendiri lalu sekarang ekspresinya berubah seketika. David tidak tahu apa yang ada di pikiran Dewi.


" Salma beneran hamil?," tanya Dewi kemudian.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Dewi mengingat-ingat ucapan ibunya yang mengatakan Salma sedang mengandung anak Rama.


" Memang kenapa?," David tak ingin langsung menjawab.


" Anak itu ..." ucapan Dewi terjeda. Ia hampir keceplosan mengatakan apa yang akan ia lakukan.


" Ehem.. Tidak apa-apa. "


David hanya mengangguk berpura-pura percaya.


" Soal tadi bagaimana? Kamu mau kan bekerja sama denganku?"


" Apa untungnya untukku?" tanya David. "Kamu bilang aku bisa menghabiskan waktu dua puluh empat jam dengan Ical. Tapi, kamu malah akan menyuruh ibumu untuk mengasuh Ical. Lalu, saat kamu bisa kembali dengan Rama, malah Salma yang mengasuhnya."


David tidak merasa di untungkan jika itu bekerja sama.


" Itu bisa di atur. Yang penting, hak asuh Ical bisa kita ambil. Untuk kedepannya serahkan padaku. Aku pastikan kamu bisa bersama Ical dan aku bersama Rama."


David diam. Entah apa yang di rencanakan perempuan di depannya ini.


" Terserah kata mu," ucap David akhirnya.


Melihat Dewi sekarang, ia khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Menghalalkan berbagai cara agar bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.


" Jadi, kau setuju?," tanya Dewi senang.


" Hmm." hanya deheman yang menjadi jawaban.


Dewi sangat senang semua sesuai rencana. Dan memang harusnya seperti itu.


" Ok deal!," Dewi mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Disambut oleh David dan keduanya saling berjabat tangan.


David merasa ia akan lebih baik jika berpura-pura setuju dengan rencana Dewi. Jika menentang, ia tidak akan tahu apa yang akan dilakukan oleh Dewi. Ya, berpura-pura jadi kawan, padahal ia ada di kubu lawan.


" Oh iya, soal Salma. Dia benar hamil tidak?," Dewi akhirnya percaya pada David setelah David setuju bekerja sama.


"Aku kurang tahu. Memang kenapa?," David memilih berbohong. Firasatnya buruk.


" Kalau dia hamil, anak itu akan jadi ancaman." jawabnya jujur.

__ADS_1


Lagi-lagi hanya karena David mau di ajak bekerja sama, Dewi merasa kalau David adalah sekutunya. Bisa ia percayai.


" Ancaman?,"


" Ya. Dia tidak mempunyai anak saja membuat Rama tidak bisa berpaling. Apalagi jika mempunyai anak dimana itu darah daging Rama. Akan tambah sulit bagiku."


David mengangguk. Ia merasa sudah benar dengan dengan berpura-pura jadi kawan bagi Dewi. Dengan mudahnya ia mengatakan apapun tanpa khawatir. Tidak seperti tadi saat ia belum mengatakan setuju bekerjasama.


" Ah, jika terlalu sulit. Mungkin aku bisa menggunakan jalan lain."


Dewi tertawa. Ia baru terpikirkan satu cara yang jarang terlintas di benak para orang-orang yang hidup di zaman modern. Dimana makhluk astral malah jadi sebuah guyonan.


" Jalan lain?,"


" Du_kun." jawabnya menyeringai.


" Hah! Maksudnya?,"


" Aku akan membuat Rama hanya melihat ke arahku saja. Tidak pada orang lain termasuk Salma."


David menggelengkan kepalanya. Merasa Dewi sudah hilang akal sampai mau bersekutu dengan Sye_tan.


David memang bukan orang yang taat beragama. Namun, ia pun enggan berurusan dengan yang demikian. Merasa hanya akan memperburuk keadaan. Sebatas firasat buruk. Bukan masalah dosa dan neraka.


...******...


" Soal Dewi..."


Tadi, David mengatakan bahwa Dewi mengajaknya bekerja sama untuk mengambil hak asuh Faisal dari tangan Rama dan Salma.


Salma yang tahu jadi merasa khawatir. Melihat betapa berambisinya Dewi.


Bahkan, David mengirimkan sebuah rekaman suara yang tentu tidak langsung Rama dengar. Rama juga tidak memberitahu Salma adanya rekaman itu.


Saat David mengatakan itu rekaman yang ia ambil saat berbicara dengan Dewi, Rama tidak ingin sampai Salma mendengar isinya sebelum ia tahu isi dari rekaman itu.


" Apa mungkin David akan berubah pikiran?"


" Tidak. Dia seperti keluarganya. Ada di pihak kita. Bersama mengasuh Ical tanpa mempermasalahkan hak asuh. Memilih mementingkan psikologisnya. Bukan sibuk saling berebut siapa yang berhak atas Ical."


Rama tak ingin Salma berpikiran buruk. Membuat ia memikirkan sesuatu yang tidak perlu ia pikirkan.


" Aku akan ke ruang kerja dulu." Rama beranjak dari tempat tidur. Ia penasaran isi dari rekaman yang di kirimkan David.


Salma mende_sah. " Kamu ingin mendengarnya sendiri?" tanya Salma.


Salma bukan tidak tahu David mengirim sebuah audio. Entah apa isinya. Ia sempat mengintip ponsel sang suami. Menunggu suaminya sendiri yang mengatakan apa yang di kirimkan David.

__ADS_1


" Aku tahu David mengirimkan audio. Entah apa isinya. Apa mas ingin menyembunyikannya dariku?," jawab Salma melihat keterkejutan Rama.


" Aku hanya tidak ingin kamu kepikiran."


" Aku sudah tahu dan penasaran isinya. Justru membuatku penasaran malah makin membuatku kepikiran."


" Masalah ini biar aku yang menyelesaikan." jawab Rama khawatir.


" Dan mengabaikan peranku sebagai istrimu, mas?,"


Rama mende_sah. Ia menyerah. Tak ingin ada lagi salah paham apalagi istrinya juga terlanjur tahu. Hanya bisa berharap, tidak ada yang aneh dalam rekaman yang di kirim David .


Akhirnya mereka duduk bersandar di atas ranjang. Keduanya mendengar rekaman suara. Ajakan Dewi mengajak David bekerjasama.


Rama mengepalkan tangannya. Wajahnya memerah menahan amarah saat ternyata sebelum mengandung Faisal, Dewi juga sempat mengandung namun, menggugurkannya.


Salma yang menyadari amarah merasuki suaminya menggenggam kepalan tangan itu. Membuat Rama menoleh. Hatinya seketika tenang saat melihat senyum istrinya. Ia kemudian mengusap perut buncit Salma. Bersyukur akan menjadi ayah dari anak kandungnya sendiri.


Mereka pun akhirnya tahu rencana setelah hak asuh Faisal mereka ambil.


Tak menyangka Dewi seburuk itu. Di saat banyak seorang istri yang sulit untuk mengandung bahkan harus menggelontorkan uang yang tidak sedikit hanya agar bisa hamil dan memiliki keturunan, Dewi yang di beri kemudahan justru tanpa hati menggugurkan janin yang ia kandung. Hanya karena tidak ingin mengurus anak.


" Aku bersyukur terlepas dari perempuan menakutkan seperti dia."


" Perempuan yang awalnya tidak bisa di lupakan." sindir Salma.


Rama yang merasa tersindir hanya diam. Dia akui memang itu kenyataannya. Namun, saat sedikit demi sedikit wujud asli dari mantan istrinya itu terlihat. Ia sangat bersyukur dan berterima kasih pada putra kecilnya.


" Ya. Tapi, itu dulu." Ucap Rama sambil menarik pinggang Salma agar semakin mendekat ke arahnya.


" Jangan cemburu."


" Tidak" jawab Salma singkat.


...******...


" Untuk apa kamu menyewa pengacara, Wi?," tanya Bu Ana setelah Dewi mengantarkan seorang laki-laki yang ternyata seorang pengacara ke depan rumah.


" Aku akan mengambil hak asuh Ical, Bu." jawab Dewi sambil duduk di samping ibunya.


" Kenapa?,"


" Ibu tak perlu tahu apa alasanku. Yang pasti, saat aku berhasil mengambil hak asuh Ical, Ical akan aku serahkan pada ibu " jawabnya sambil pergi meninggalkan ibunya yang masing bingung.


Bu Ana mengerutkan keningnya. Untuk apa Dewi mengambil hak asuh Faisal jika pada akhirnya memberikan pengasuhan itu padanya.


Dewi sendiri takkan menceritakan rencananya. Ibunya pasti orang pertama yang menentang apa yang ia rencanakan jika diberi tahu.

__ADS_1


Bu Ana mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang.


TBC


__ADS_2