
Sebatas Ibu Untuk Anakmu (74)
" Jemput Raja. Ia pasti senang di jemput oleh kalian berdua. Aku akan langsung pergi karena ada meeting," alih-alih kata restu,Robi malah meminta keduanya menjemput Raja.
Reina tersenyum. Kakaknya terlalu gengsi untuk mengakui ia kalah saat berdebat dengan Jimmy tadi. Hingga tak mau mengatakan kata 'restu'. Walaupun pada kenyataannya, kita yang terucap adalah restu darinya.
" Terimakasih, Kak." Ucap Reina sangat senang kakaknya sudah bisa berdamai dengan masa lalu. Membiarkan Jimmy kembali dengannya.
Robi tak menghentikan kembali langkahnya. Namun, ia tersenyum.Ada perasaan lega di hatinya. Sekian lama menaruh dendam dan benci pada seseorang akhirnya ia bisa melepasnya. Semua terasa lebih ringan sekarang.
" Ayo kita jemput Raja. Dia sangat antusias bertemu kak Jimmy dari semalam. Bahkan sepanjang perjalanan ke sekolah ia terus bercerita betapa senangnya ia yang akan bertemu denganmu,"
Sejenak Jimmy terpana. Senyum ceria itu sangat mempesona.
" Aku mencintaimu," perkataan Jimmy membuat Reina terdiam.
" Kak..."
__ADS_1
" Maaf baru menyadarinya. Bagaimana aku bisa bodoh dan tidak melihat ke arahmu. Di saat kamu mencintaiku dengan tulus."
Reina hanya tersenyum. "Aku yang salah. Memaksamu untuk mencintaiku disaat kamu mencintai perempuan lain." Reina tersenyum.
Mendengar Reina malah menyalahkan dirinya sendiri, Jimmy langsung merengkuh tubuh Reina dan memeluknya erat.
" Bagaimana bisa kamu hanya menyalahkan dirimu sendiri. Padahal kesalahanku sangat besar. Bencilah aku sedikit saja. Atau pukul aku. Rasanya ini lebih menyakitkan daripada apa yang kakakmu lakukan." Air mata Jimmy mengalir. Tangisnya pecah.
Tak pernah terlintas akan dicintai sedalam itu oleh seorang perempuan yang bahkan hatinya telah ia lukai sedalam-dalamnya. Bahkan fisiknya pun sama.
Tapi, tak pernah ada makian dan juga sumpah serapah atas apa yang ia lakukan.
" Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku sadar saat kita mulai tak bertemu. Saat Robi mulai melakukan aksi balas dendamnya.
Di saat itu, orang tuaku malah mengatakan ini memang pantas mereka dapatkan karena aku telah melukaimu. Mereka menyayangimu karena kamu tulus walaupun melakukan pemaksaan di awal."
Tubuh Jimmy bergetar mengingat kenangan terakhir dengan orang tuanya. Awalnya ia mengira keduanya hanya menginginkan perusahaan mereka lebih maju. Namun, pikirannya salah.
__ADS_1
Kami menerima perjodohanmu dengan Reina bukan semata-mata karena keuntungan bisnis yang akan kami dapatkan. Tapi, kami melihat bahwa Reina benar-benar tulus. Dia mencintaimu. Tidak seperti wanita yang kini kamu cintai. Harusnya kamu sadar itu.
Kami rela kehilangan semuanya karena itu memang pantas kamu dapatkan setelah menyakitinya begitu dalam.
Perkataan sang ayah di akhir sebelum nafasnya berhenti.
Semuanya benar. Reina sangat tulus. Namun ketulusannya tak ia lihat karena kebenciannya yang membuat ia dan sang kekasih tidak bisa bersatu. Bahkan meninggalkannya dengan alasan Jimmy telah mengkhianatinya karena memilih perjodohan itu.
" Maaf. Aku rasa mencintainya juga adalah sebuah kesalahan. Sehingga aku buta dan tidak bisa membedakan mana yang tulus dan tidak."
Reina diam. " Jadi, Kak Jimmy sudah tahu dia seperti apa?" tanyanya
Jimmy melerai pelukannya. " Kamu tahu?,"Jimmy terkejut bahwa Reina tahu.
Reina hanya mengangguk. Itu pula yang melatarbelakangi ia untuk meminta ayahnya yang saat itu masih ada untuk melakukan perjodohan bisnis sebelum akhirnya meninggal tanpa bisa menjadi wali nikahnya.
" Aku tahu dia hanya mencintai apa yang kamu miliki saat itu."
__ADS_1
TBC