
Sebatas Ibu Untuk Anakmu (45)
Sejak kapan kamu ada di sini, Sayang? Bukankah tadi ayah bilang agar Ical masuk duluan ke kamar?,"
" Sebelum Bu Dewi pulang." jawab Faisal jujur.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Rama dan Salma saling pandang. Mereka khawatir Faisal mendengar pembicaraan mereka.
" Kenapa Ical menyusul kesini?," tanya Rama lembut.
" Karena Ayah dan Bunda lama, jadi Ical susul."
" Ya sudah ayo, kita masuk."
Mereka pun masuk ke dalam rumah. Tidak bertanya lebih mengenai apa saja yang sempat di dengar oleh Faisal. Namun, keduanya tetap memperhatikan apakah ada perubahan sikap pada Faisal.
Sore harinya, David datang sesuai dengan janjinya. Dia datang dengan membawa banyak mainan.
" Bilang apa sama Om David?"
" Terimakasih, Om. Ical suka mainannya." seru Faisal sambil antusias membongkar paper bag yang di berikan.
" Sama-sama."David mengusap kepala Faisal. Perasaannya campur aduk. Sekalipun bahagia karena tahu ia memiliki anak, namun ia pun sedih karena belum bisa di panggil ayah.
David pun sadar diri. Ia tidak boleh memaksa. Anak sekecil Faisal belum mengerti.
Rama sebenarnya kurang setuju jika David selalu datang dengan membawa banyak mainan seperti ini. Ia khawatir Faisal jadi terbiasa dan ia akan kecewa jika David datang dengan tangan kosong.
Namun, Rama tidak ingin membuat David tidak nyaman jika ia melarangnya. Rama yakin, David hanya berusaha memberikan yang terbaik karena ia sudah melewatkan tumbuh kembang Faisal.
" Wajah Om kenapa?," tanya Faisal melihat wajah David yang lebam.
" Ough, ini karena jatuh " dustanya. Walaupun sudah membaik, tetap wajahnya terlihat berbeda.
" Om harus lebih berhati-hati saat berjalan." Faisal selalu mengingat perkataan ayahnya jika ia terjatuh.
" Iya. Om akan lebih berhati-hati. Mau main sama Om?," tawar David.
" Mau, Om." ucapnya bahagia. David tersenyum melihatnya.
Mereka pun duduk di atas karpet bulu tebal. Menyusun Lego bersama.
Salma datang menghampiri mereka dengan minuman yang ia bawa juga cemilan. Lalu ia duduk di samping suaminya di atas kursi setelah menyimpan nampan di atas meja.
" Apa kita bisa minta bantuan David agar Dewi tidak mengambil Faisal dari kita?," tanya Salma sambil memperhatikan interaksi ayah dan anak itu.
Rama menggenggam tangan Salma. Menariknya dan meletakkannya di atas pahanya.
__ADS_1
" Aku akan berbicara padanya."
"David dan Dewi punya kedudukan yang sama. Sama-sama orang tua Faisal." Tambah Salma.
David langsung berinteraksi dengan Faisal sebelum berbicara dengan Rama. Karena itu belum ada obrolan sedikit pun antara keduanya.
Setelah puas menemani Faisal bermain. David beranjak dari duduknya.
" Om mau bicara dengan ayah Ical dulu ya,"
Faisal hanya melihat dan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu kembali sibuk dengan mainannya lagi.
Melihat David yang beranjak dan berjalan ke arahnya, Salma memilih menemani Faisal. Membiarkan dua laki-laki itu berbicara.
" Wajahmu kenapa? Tidak mungkin karena jatuh kan?," tanya Rama. Jika Faisal bisa di bohongi, maka tidak dengannya.
" Ini hanya hukuman atas apa yang aku lakukan. Ini tidak seberapa." jelasnya.
Flashback on
Suasana di ruang keluarga begitu hening. David meminta untuk bisa berbicara dengan keluarganya. Memberanikan diri mengatakan kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu.
" Apa yang ingin kamu katakan?," tanya Ayah David.
" Aku ingin mengakui satu hal." jawabnya dengan dada berdebar-debar.
" Katakan!,"
Bukkk
Tubuh David terjatuh ke lantai. Bahkan pukulan demi pukulan kembali ia dapatkan. Tanpa mau mendengar penjelasan selanjutnya, Ayah David memukulinya dengan membabi buta.
Bagi Ayah David, kata 'menghamili perempuan ' sudah cukup membuatnya marah.
David hanya diam. Ia pasrah atas apa yang ayahnya lakukan padanya.
" Ayah sudah, David bisa mati!!," teriak Ibu David yang menghampiri David setelah ayahnya berhenti.
Sementara adik perempuan David yang terkejut melihat kemarahan ayahnya hanya diam mematung.
" Kau tahu, kau sudah mencoreng nama baik keluarga kita?,"
Keluarga David adalah keluarga kaya yang cukup terpandang di kotanya. Bisa dikatakan keluarga kaya yang tanpa skandal. Tapi, kini David justru mengatakan sesuatu yang menjatuhkan reputasi keluarganya.
" Maafkan aku, ayah aku tahu aku salah." ucap David lirih merasakan perih di wajahnya.
" Bagaimana keadaan anak dan ibunya?" Ayah David tidak menghiraukan perkataan David.
" Faisal tinggal bersama ayah dan ibu sambungnya."
__ADS_1
" Apa maksudmu? Ayah dan ibu sambungnya? Bukan ayah sambung dan ibu kandungnya?," Ayah David mengerutkan keningnya tidak mengerti.
David menghela nafas. Ia bersiap akan pukulan berikutnya yang akan ia dapatkan.
" Aku menghamili istri orang. Dan sekarang anak itu bersama dengan mantan suaminya yang sudah menikah lagi."
Plakkk
Bukan ayah David, tapi kini ibunya pun merasa tak mampu menahan amarahnya.
" Apa yang kamu pikirkan sampai melakukan hal menjijikan itu dengan istri orang, David?,"
Teriakan Ibu David menggema.
" Maaf." tak ingin mencari alasan, David hanya meminta maaf.
David pun menceritakan semuanya. Tentang Dewi yang adalah teman dekatnya SMA. Dewi dan Dafid saat itu saling memberi tantangan untuk bisa memacari Rama dan Salma. Jika Dewi berhasil, berbeda dengan David yang tidak berhasil.
Hubungan yang awalnya hanya tantangan berakhir dengan cinta. Dewi yang merasa baru sekali ini di tolak oleh pria akhirnya bersemangat untuk mengejar cinta Rama. Hingga akhirnya, perjuangannya berakhir.
David yang sebenarnya merasa tidak suka atas hubungan keduanya tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal, dia mencintai Dewi. Hingga akhirnya, dia selalu mencuri kesempatan bertemu Dewi. Dengan dalih ketidaksengajaan. Padahal di rencanakan.
Lambat laun hubungan mereka cukup dekat. Teman Tapi Mesra. Dewi nyaman dengan David namun, ia enggan meninggalkan Rama.
Hingga malam itu, saat Rama ada tugas ke luar kota, mereka bertemu dan berakhir menghabiskan malam bersama. Merasa ketagihan, mereka kembali melakukan jika ada kesempatan.
Sampai kondisi ekonomi Rama terpuruk, Dewi yang terbiasa bermain dengan selain suaminya juga melakukan dengan pria lain. Dengan di iming-imingi harta, Dewi luluh dan memilih berpisah dan pergi bersama selingkuhannya.
Dengan David? Dia hanya nyaman. David yang kecewa akhirnya tidak pernah lagi menemui Dewi. Ia pun tak tahu jika anak yang di kandung Dewi saat itu adalah anaknya. Ia merasa bermain aman kecuali pertama kali melakukannya.
" Jadi, bagaimana kau yakin dia anakmu?,"
" Saat pertama kali bertemu dengannya. Wajahnya mengingatkanku pada diriku sendiri saat seusianya."diam sejenak. " Aku juga sudah melakukan tes DNA dan hasilnya cocok. Dia darah dagingku."
Pembicaraan itu terus berlanjut. Hingga akhirnya ibu David memintanya melakukan satu hal.
" Bawa cucu kami kesini. Pertemukan kami dengannya."
Flashback end
" Setelah itu, seminggu lebih aku di rawat di rumah sakit. Aku pun menunggu agar lukaku tidak terlalu kentara. Karena itu aku tidak menemuinya."
Rama menganggukkan kepalanya. Ia kini tahu apa yang menyebabkan David tidak menemui Faisal.
" Soal permintaan ibuku, apakah kamu mengizinkan Ical menemui mereka?," tanya David penuh harap.
Rama diam sejenak. Memikirkan baik dan buruknya. Juga alasan agar Faisal mau ikut dengan David.
" Tapi, dengan satu syarat."
__ADS_1
TBC