
Sebatas Ibu Untuk Anakmu (75)
Hari berganti hari. Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang kakak, Reina dan Jimmy akhirnya memutuskan untuk kembali melangsungkan pernikahan. Namun, dengan konsep yang sederhana.
Tanpa resepsi mewah yang mudah saja bagi Robi untuk mewujudkannya. Namun kedua calon mempelai merasa itu tidak perlu. Mereka pernah merasakan jadi raja dan ratu sehari dengan pernikahan yang luar biasa. Jadi, di pernikahan kedua ini mereka takingin melakukannya. Lagi pula mereka menikah dengan orang yang sama.
Di sudut lain , Salma dan Rama serta kedua anak mereka pun ada di antara tamu undangan yang mengantri untuk menyampaikan selamat.
" Semoga sakinah warrahmah ma waddah ya." Syifa memeluk Reina dan beralih pada Jimmy.
" Aamiin .Terimakasih,"
" Kak Jimmy juga. Semoga selalu bahagia ya," Ucap Salma sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.
" Aamiin .Terimakasih,Sal. "
Keduanya langsung pergi meninggalkan sepasang pengantin itu.
" Kamu mau di ambilkan apa?," tanya Salma yang terlihat sedang melihat ke arah makanan yang berjajar di atas meja.
" Mau ice cream aja." jawab Salma sambil mengambil Airin dari gendongan Rama.
" Ya, sudah kamu duduk di sana saja. Dengan Faisal dan kak Zayden,"
Tak ingin Salma ikut mengantri karena ia tak ingin Salma terlalu lelah. Sebenarnya,semalam ia tak enak badan. Namun, karena ini pernikahan sahabat kakaknya, rasanya tidak enak jika tidak hadir memenuhi undangan.
" Sini sayang, sama Onti," Aisyah langsung mengambil alih bayi gembul itu da mendudukkannya di pangkuannya.
" Gemes banget sih kamu,"
" Jangan di ciumin terus, Onty. Nanti, nangis," Ujar Faisal yang sudah membiasakan diri memanggil Aisyah dengan panggilan Onty seperti keinginan Aisyah.
__ADS_1
" Hehe. Iya. Gemes soalnya lihat pipi gembulnya."
Alih-alih menangis karena terus di goda dengan ciuman yang bertubi-tubi, Airin malah tertawa.
Zayden merasa senang melihatnya.
" Ini, sayang." Rama membawakan beberapa cup es krim ke hadapan Salma dan memberinya juga pada Faisal.
" Terimakasih, mas,"
" No. No. No. Airin masih belum makan es krim. Ini saja ya, cantik," Aisyah memberikan puding coklat miliknya yang belum ia makan. Lalu mulai menyuapi Airin.
Tidak lama Rama yang tadi pergi sudah kembali duduk bersama mereka dengan dua piring makanan. Untuk Faisal dan untuk Salma.
" Sayang, kamu juga harus makan nasi. Dari pagi belum ada makanan yang kamu makan. Nanti malah tambah sakit."
" Memangnya Salma kenapa?,"
" Kamu masuk angin, Dek?," tanya Zayden perhatian.
Bukannya menjawab, Salma malah menutupi mulutnya karena mencium aroma makanan yang di ambil Rama.
" Mas, ini sanain deh. Aku malah mual," keluh Salma.
Melihat wajah Salma yang memucat, Rama pun menjauhkan piring itu.
Setelah agak jauh, Salma akhirnya bisa kembali bernafas sebanyak-banyaknya.
" Dari sini kita ke rumah sakit, ya" ajak Rama khawatir melihat kondisi sang istri.
" Aku hanya butuh istirahat, Mas." Salma menolak.
__ADS_1
Ia merasa mungkin ia masuk angin karena akhir-akhir ini suaminya seolah tak pernah puas jika tidak membuat dirinya lelah semalaman yang bahkan tidur sebelum sempat mengenakan apapun.
" Turuti kata suami, Dek. Kamu harus memperhatikan kesehatan kamu. Ada anak-anak yang membutuhkan perhatianmu."
Walaupun malas, Salma akhirnya mengangguk setuju.
Aisyah yang dari tadi melihat Salma tiba-tiba tersenyum.
" Sudah datang bulan belum?," tanya Aisyah yang entah kenapa malah terpikirkan kalau Salma tengah mengandung.
Salma berpikir sejenak.
" Sepertinya belum. Bukannya seharusnya dari dia Minggu yang lalu kamu datang bulan?," Salma yang masih berpikir terkejut karena suaminya malah lebih mengingat jadwal datang bulannya.
Aisyah dan Zayden malah tertawa melihat wajah Salma memerah karena kalah cepat menjawab pertanyaan Aisyah.
" Astaghfirullah. Jangan-jangan....." Salma takut firasatnya benar.
" Tapi, Airin masih kecil."
" Yeay,, Alhamdulillah. Airin mau punya adik. Ical mau punya dua adik," seru Aisyah malah membuat Airin kembali tertawa-tawa.
" Mas....."
" Tidak apa-apa kalau memang benar." Rama menenangkan.
" Jadi, Ical mau punya adik lagi? Ical minta adik laki-laki ya, Bun,"
Seru Faisal malah request jenis kela_min adiknya.
TBC
__ADS_1