Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 109. Isi hati Rey


__ADS_3

Seminggu kemudian


" Tumben jemput, pasti ada maunya nih !" ujar Hesti saat Rey menjemputnya di bandara.


" Hehehe, lo harusnya bilang makasih udah dijemput bukannya mikir yang aneh-aneh ". balas Rey seraya memasukkan koper Hesti ke dalam bagasinya.


Hesti memutar bola matanya tak percaya, masih teringat jelas semalam sepupunya itu memaksa untuk menjemputnya.


" Terserah deh ". ucapnya acuh tak acuh.


" Yuk, buruan dah laper banget gue, tadi pagi nggak sempat sarapan soalnya !" Rey bergegas masuk ke dalam mobil diikuti oleh Hesti yang hanya bisa memanyunkan bibirnya dongkol.


Rey mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia memang tipe orang yang selalu berhati-hati dalam hal apapun.


" Kita singgah makan dulu ya my sister ". ucap Rey seraya memarkir mobilnya di halaman depan sebuah warung makan. Maklumlah di kota ini belum ada restoran yang besar seperti di kota lainnya.


Tapi lumayan bagus juga dan yang paling penting, bersih banget tempatnya.


Hesti hanya bisa menuruti kemauan Rey.


" Mau makan apa, Hes ?"


" Minum aja, belum lapar soalnya".


" Oke, mas !" panggil Rey ketika melihat seorang cowok yang hampir seumuran dengannya berdiri tak jauh dari tempat mereka.

__ADS_1


Cowok itu buru-buru mendekat dan pergi lagi setelah Rey selesai menyampaikan pesanan mereka.


" Ada apa sih sebenarnya Rey ?"


" Hem . . . masalah itu ? sebenarnya gue mau tahu semua tentang Tiara ". jawab Rey blak-blakan. Ia tak mau membuang waktu lagi.


" Kamu kan sudah tahu, Tiara cinta banget sama kak Zian ?"


" Tapi Zian mengabaikan dia. Apa salahnya kalau gue coba deketin dia?"


" Yang kita tahu yah seperti itu. Tapi kan nggak tahu gimana isi hatinya Tiara sekarang ini. Aku nggak mau dia terluka terus seperti itu ".


" Gue juga serius sama dia, nggak ada niat buat nyakitin dia. Please bantu gue buat deketin dia ya, Hes ". Rey memasang wajah memelas.


" Bukannya aku nggak mau bantuin Rey, tapi basic kalian aja udah beda. Coba pikir baik-baik dulu deh. Ujung-ujungnya nggak bisa nyatu juga kan?".


Karena Tiara juga sampai ia rela menunda kuliahnya. Demi bisa menghirup udara yang sama dengan gadis itu.


" Jadi, lo mau nggak bantuin gue ?"


" Baiklah, tapi lo harus janji. Seandainya lo berhasil jadian sama Ara, lo nggak boleh nyakitin dia sedikitpun !" ucap Hesti tegas.


" Lo tenang aja Hes, gue bakal buat dia menjadi ratu yang paling beruntung di dunia ini".


" Dih gombal !" ledek Hesti yang baru mengetahui sisi lain sepupunya.

__ADS_1


Hesti lalu menceritakan awal mula ia bertemu dengan Tiara dan kehidupannya.


Rey mendengarkan dengan penuh perhatian.


" Ia memang gadis yang baik, limited edition pokoknya ". tak henti Rey memuji karakter Tiara.


" Ckckck, nih orang memang udah nggak waras deh kayaknya ". Hesti dibuat heran dengan tingkah sepupunya.


" Apaan sih kayak nggak pernah jatuh cinta aja. Oh iya gimana hubungan lo dengan si Rio ?"


" Baik-baik aja tuh, lusa do'i balik dari


Bandung ".


" Cieee . . . yang lagi LDRan ".


" Biasa aja kali' oh iya bentar sore aku mau ke tempat kerjanya Ara, mau bareng nggak?"


" Boleh juga tuh, jam berapa kesana biar gue jemput ?"


" Rencananya sekitar jam empat gitu ".


" Oke, fix ya ".


" Hehehe iya bawel !" Hesti gemas dengan tingkah Rey.

__ADS_1


Keduanya tersenyum senang sambil menikmati menu yang kini terhidang di meja.


\*\*\*\*\*


__ADS_2