Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Bab 114_Aku ingin pulang


__ADS_3

Setelah tahu yang menjadi tujuan Yuna adalah kantor Vano, Leo membelokkan mobilnya, menjauh dari gedung yang dimasuki oleh istrinya. Membawa luka dalam hatinya, membawa penyesalan yang teramat dalam pada dirinya.


Beberapa hari yang lalu, dia merasa sangat bahagia lebih dari siapapun. Namun, saat ini kebahagiaan itu sirna, sirna dengan cepat dan memberinya kesedihan yang berlipat.


"Adakah waktu yang tidak terbatas untuk merasa bahagia?" dia kembali dengan luka dalam hatinya. Dia pulang ke rumah dan langsung masuk ke ruang belajarnya.


Jika berakhir sama seperti kemarin, untuk apa dia menyembuhkan lukanya. Jika, pada akhirnya dia kembali terluka, lalu untuk apa dia berusaha untuk bahagia. Rasa bahagia yang seolah mempermainkannya. Dia berfikir bahwa seharusnya dia tidak perlu terlalu bahagia kemarin, agar perpisahan tidak begitu menyiksanya.


_Di kantor Vano.


Yuna tidak pernah datang ke kantor Vano pagi-pagi seperti ini. Namun, dia tidak ingin menundanya. Leo telah memukulnya.


"Selamat pagi, Nona Yuna...," Resepsionis menyapanya ramah.


"Pagi, maaf, apa Vano sudah datang?"


"Beliau sudah ada di ruangannya, Nona...,"


"Terima kasih," ucap Yuna ramah dan langsung melangkah ke ruangan Vano. Dia mengetuk pintu ruangan Vano, dan kemudian membukanya pelan setelah Vano memberinya izin untuk masuk. Dengan canggung, Yuna berdiri di depan Vano dan sedikit membungkukkan badannya.


"Selamat pagi, Vano," sapanya pelan. Vano segera berdiri dan menghampirinya.


"Leo tidak menyakiti mu bukan?" Vano bertanya dengan cemas, ia memegang pundak Yuna.


Yuna menggeleng dan mendongak untuk menatap wajah Vano, ujung bibirnya masih memar.


"Bagaimana dengan mu Vano? Kau terluka karena dia. Aku minta maaf."


"Ini bukan apa-apa, tidak masalah Yuna."


"Emm... aku akan mengobati mu."


Vano mempersilahkan Yuna duduk. Mereka duduk di sofa seperti dulu. Vano membiarkan Yuna mengompres ujung bibirnya, dia senang dengan ini.

__ADS_1


"Yunaa...,"


"Hmm."


"Aku mencintai mu," Vano dengan jelas mengucapkannya. Tepat di depan wajah cantik Yuna, tepat ketika matanya memandang wajah yang selalu dia rindukan. Dia sudah cukup sabar dengan gadis satu ini, dan ketika dia melihat gadis ini terluka, maka dia tidak ragu lagi untuk mengambilnya dari seseorang yang membuatnya terluka. Dia sudah mendeklarasikan perang pada Leo, jadi dia tidak akan sembunyi-sembunyi lagi mengejar Yuna.


Yuna menghentikan tangannya setelah mendengar ucapan Vano, dia membalas tatapan mata Vano dari jarak yang dekat.


"Tutup mulut mu Vano, atau aku akan pergi sekarang juga."


"Ahhh, kau mengancam ku."


***@***


Yuna segera berlari setelah menyadari ada mobil Leo terparkir di garasi. Dia masuk ke kamar namun tak ada Leo, lalu dia berlari menuruni tangga dan menuju ruang makan namun tak ada Leo, dia berlari ke dapur... dan dia hanya menemukan Bi sri.


"Bi... jam berapa dia kembali ke rumah?" tanya Yuna dengan cemas. Kenapa Leo kembali kerumah?


Yuna segera berlari menuju ruang belajar. Dia yakin Leo pasti ada di dalam. Dia membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuknya.


Leo menyambutnya dengan wajah yang kecewa, menatap Yuna yang melangkah pelan ke arahnya dengan pandangan sedih dan patah hati. Istrinya yang menemui laki-laki lain di belakangnya. Hahh... mungkin ini karma untuknya karena dia sering meninggalkan Yuna untuk Kiara, dia berpikir dan akan menerima semua luka yang diakibatkan oleh dirinya sendiri.


"Kau tidak ke Kantor?" tanya Yuna setelah dia duduk di depan meja Leo. Mereka saling menatap, mencoba melawan emosi kesedihan yang mendalam dalam hati masing-masing.


"Tidak," jawab Leo singkat.


"Aku...," Yuna menarik nafasnya dalam dan dengan berat dia berkata. "Aku ingin pulang."


Leo menahan nafasnya mendengar kata itu, sakit, dia menunduk sebentar memikirkan banyak hal dan kembali menatap mata Yuna lagi. pandangan matanya dipenuhi kesedihan.


"Aku akan mengantar mu."


"Terima kasih, tapi tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri."

__ADS_1


"Aku sudah tahu kau pasti akan membantah ku."


"Bagus... jadi aku tidak perlu menjelaskan apapun. Aku permisi Leo," Yuna segera berdiri dan keluar dari ruang belajar. Hatinya hancur, hatinya teramat sedih, sejujurnya dia berat dengan ini, namun dia tidak punya pilihan lain.


Dia menyandarkan punggungnya di pintu dan menangis, dia membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara apapun.


"Leo... aku mencintai mu, dengan cinta yang sebenarnya. Namun, kau tidak pernah melihatnya, kau tidak pernah merasakannya, kau tidak pernah menghargai perasaan ku. Jangan salahkan aku jika pada akhirnya aku menyerah pada harapan ku. Jangan pernah tanyakan bahwa aku tidak berusaha untuk mempertahan mu, pada kenyataannya... kamu yang tidak ingin ku pertahankan. Aku tidak bisa terus bersama mu, jika kau masih saja mengharapkan dia. Aku kalah dan aku menerimanya. Kamu terlalu menyakitkan untuk ku miliki. Berpisah... mungkin ini jalan yang terbaik buat kita. Maafkan aku.'


Yuna hanya membawa tas punggungnya, dia tidak membawa apapun.


"Bi... aku titip Tuan muda. Tolong perhatikan pola makannya. Dia harus selalu sarapan, dia tidak boleh tidak sarapan," Yuna menahan tangisnya, dia mencoba tersenyum di depan Bi sri.


"Nona jangan pergi...,"


"Aku lelah Bi... aku tidak bisa lagi disini, aku telah kalah."


Bi sri langsung memeluk Yuna dengan erat dan menangis. Bi sri menyayangi Yuna.


"Bi... kau harus janji pada ku untuk membuatnya selalu sarapan. Jika nanti dia mulai uring-uringan lagi seperti dulu... telfon saja Kiara," Yuna menahan sakit ketika mengucapkan kalimat terakhirnya.


"Tidak Nona... jangan pergi. Tuan muda mencintai mu, Bi sri yakin."


"Dia tidak pernah benar-benar mencintai ku Bi...," Yuna akhirnya menyerah pada sesuatu yang ingin dia tahan. Dia menangis dalam pelukan Bi sri.


_____


Catatan Penulis πŸ₯°


Novel ini terikat kontrak dengan pihak MT (MangaToon)/NT (NovelToon) jadi jika ada yang berniat untuk menjiplak nya, siap aja kena pasal. Semua karya kontrak dilindungi undang-undang. 😑😀🀬


Makin ngeri aja ama tukang nyuri karya orang lain 😀


Klo nggak bisa nulis nggak usah nulis dari pada ngambil punya orang lain. πŸ™„

__ADS_1


__ADS_2