Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 21. Keinginan Ilham


__ADS_3

Minggu pagi


Di rumah keluarga Wiraguna.


Terlihat kedua orangtuanya Ilham sedang menikmati sarapan pagi mereka tanpa Ilham dan adiknya.


" Ngapain aja sih anak-anak ini, setiap minggu pagi nggak ada yang mau sarapan bareng kita di sini". ujar pak Wiraguna, ayahnya Ilham.


" Biasalah pa, mereka masih betah dengan tempat tidur". ujar mama Ilham.


Keduanya pun melanjutkan sarapan pagi mereka.


Sepuluh menit kemudian, Ilham turun dari lantai atas. Raut wajahnya terlihat tak bersemangat.


" Pagi-pagi udah cemberut aja nih anak


mimpi buruk ya semalam?" tanya mamanya sengaja menggoda Ilham.


" Nggak ma, cuma lagi bete aja". jawab Ilham malas seraya duduk di kursi yang bersebelahan dengan mamanya.


Ayahnya meliriknya sekilas.

__ADS_1


" Bete kenapa emangnya?" tanya papanya dengan raut muka menyelidik.


Sejenak Ilham terdiam. Berusaha mencari kata yang tepat untuk mengutarakan semuanya.


Semoga saja ini waktu yang tepat, ucap Ilham dalam hati.


" Em, gini pa bisa nggak pertunangan aku dengan Nayla dibatalin aja?" Ilham mulai bertanya dengan hati-hati.


Sontak papanya menghentikan suapannya. Kemudian memandang Ilham dengan seksama seolah ingin secepatnya menemukan alasan di sana.


Mamanya juga ikut terdiam, mendengar pertanyaan dari anak sulungnya itu.


" Tapi aku nggak suka pa. Papa mau nantinya aku punya istri yang angkuh seperti itu? baru tunangan aja udah sok-sok ngatur hidup aku. Gimana nanti kalau udah menikah?" Ilham mulai mengeluarkan uneg-unegnya.


" Itu urusan nanti, sudahlah. Pokoknya papa nggak mau dengar apa-apa lagi. Apapun yang terjadi kamu harus menikah dengan Nayla setelah selesai pendidikan kamu di perguruan tinggi nanti !" tegas papanya dengan raut wajah yang mulai emosi.


" Papa egois! yang papa pikirin tuh hanya perusahaan, perusahaan dan perusahan terus. Papa nggak pernah peduli dengan perasaanku. Papa nggak pernah mau tahu dengan apa yang aku inginkan !" ujar Ilham marah seraya berlalu berjalan menuju ke kamarnya.


" Ngomong apa kamu barusan?!" tanya papanya hendak berdiri menyusulnya tapi keburu ditahan mamanya.


" Udah pa, biarin aja dulu bentar mama yang bakal ngomong sama Ilham. Papa tenang aja dulu biar darah tinggi papa nggak kumat lagi ". bujuk mamanya lembut.

__ADS_1


Papanya Ilham membuang napas dengan gusar. Memikirkan akibatnya saja sudah bikin pusing. Akhirnya papanya duduk kembali.


Sedangkan Ilham masuk kembali ke kamarnya. Ia sangat kesal dengan sikap orang tuanya yang hanya memikirkan kepentingan perusahaan daripada anak mereka. Di sisi lain, ia tidak ingin keluarga mereka terpuruk lagi. Tapi bagaimana nanti nasib cintanya kalau ia harus melanjutkan pertunangan itu? Keduanya adalah pilihan yang sulit.


Masih teringat jelas raut wajah Tiara saat di ruang UKS kemarin. Sepertinya ia menyalahkan aku atas semua yang dilakuin Nayla dan teman-temannya. Maafkan aku Ra, tapi aku belum bisa menjauh dari kamu. Aku juga tidak ingin Nayla nyakitin kamu terus. Keluh Ilham dalam hati.


Tok tok tok


" Ilham mama boleh masuk nggak?" suara mama di depan pintu kamarnya menyadarkan ia dari lamunannya.


" Masuk aja ma, nggak dikunci". jawab Ilham.


Tak lama pintu kamarnya terbuka. Mamanya melangkah masuk lalu duduk di kursi belajarnya.


" Ilham mama mau bicara soal yang tadi kamu dan papa ributkan di bawah". ucap mamanya pelan. Sekilas memandang wajah anak lelakinya. Kemudian melanjutkan lagi perkataannya.


" Mama tahu dari awal kamu nggak suka dijodohkan dengan Nayla. Tapi mama dan papa berharap kamu bisa mengerti dengan keadaan keluarga kita. Hingga saat ini perusahaan kita belum sepenuhnya stabil keuangannya. Kamu mau keluarga Nayla memutuskan bantuan kerjasama mereka di perusahaan papa? Kamu tega melihat keluarga kita hancur demi keinginan kamu? coba deh kamu pikirkan baik-baik dulu". ucap mamanya panjang lebar.


Ilham hanya terdiam mendengarkan. Ia tidak tahu lagi harus bicara apa. Rasanya percuma karena keputusan orang tuanya sudah tak bisa diubah lagi. Dengan lemah ia pandangi mamanya yang beranjak pergi dari kamarnya.


\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2