
Vano datang bersama dengan keluarga besarnya. Dia berjalan di apit oleh kedua orangtuanya. Wajah tampannya berseri, dengan seuntai senyum yang tak lepas dari bibir. Pakaian adat membalut tubuhnya dengan sempurna, untaian bunga jasmin menggantung di lehernya, menambah aura bahagia yang terpancar dari kedua matanya. Jantungnya berdegup menemani setiap langkah kakinya.
Keluarga Nugraha menyambutnya dengan hangat. Ya, acara akad nikah ini dilangsungkan di kediaman keluarga Nugraha. Ini adalah permintaan Nyonya besar Nugraha. Beliau ingin mengabadikan momen pernikahan putri tercintanya di rumah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka. Rumah yang menyaksikan putrinya lahir, berjalan dan kini menikah dengan laki-laki pilihannya.
Perwakilan mempersilahkan rombongan untuk duduk lalu dengan mengucap syukur pada Tuhan acara sakral hari ini dimulai. Perwakilan dari keluarga Mahaeswara menyampaikan beberapa kata sebagai sambutan. Kemudian, kini Vano yang berdiri untuk meminta restu pada Papa Nugraha.
Vano berdiri dengan gagah dan dengan santun dia mengucapkan niatannya.
"Papa, saya De Vano Mahaeswara meminta izin pada Papa untuk meminta putri tercinta Papa, Neva Di`isha Nugraha untuk menjadi istri saya, menjadi belahan jiwa saya, menjadi pasangan saya, di dunia maupun hingga akhirat nanti," tutur Vano dengan santun teratur. Jantungnya tak henti-hentinya berdegup kencang. Hatinya bahkan sangat mengharu. Pun dengan Mama Nugraha dan Mama Mahaeswara, mereka sudah sesenggukan mendenger itu.
Vano menunduk sebentar untuk menguasai hatinya. Kemudian, ia kembali menatap Tuan besar Nugraha lagi, "Papa, saya meminta restu untuk menikah dengan Neva Di`isha Nugraha yang saya cintai. Saya berjanji, akan selalu membuatnya bahagia, akan selalu mencintainya sepanjang hidup saya dan saya akan selalu menjaganya dengan baik," lanjut Vano mengakhiri permintaan restunya pada Tuan besar Nugraha.
Tuan besar Nugraha menatap Vano dengan senyum. Hatinya mengharu tetapi terasa begitu hangat. De Vano adalah laki-laki yang akan membawa putrinya dari rumah ini.
Pelan, Tuan besar Nugraha mulai membawa mic ke mulutnya untuk menjawab Vano.
"De Vano Mahaeswara," ujar Tuan besar Nugraha dengan senyum. "Kamu adalah laki-laki yang dengan izin Tuhan melangkah kemari untuk mempersunting putri kami. Kamu adalah laki-laki yang putri kami pilih dalam hidupnya. Papa dan Mama sebagai orang tua tidak bisa memberikan apa-apa selain restu tulus dari kami," tutur Papa. Beliau kembali menitikkan air mata.
"De Vano Mahaeswara, Papa memberimu restu untuk menikah dengan putri Papa Neva Di`isha Nugraha. Papa meminta padamu untuk selalu menjaganya, mencintainya, membimbingnya, menggantikan tanggung jawab Papa. Berbahagialah Nak," ujar Papa penuh haru. Kemudian, mereka berdua berpelukan. Papa membisikkan kata-kata bijak dan pesan pada Vano.
Vano mengangguk, "Aku pasti akan selalu membuatnya bahagia, Pa," ucap Vano.
Kemudian, perwakilan keluarga Mahaeswara meletakkan mahar di atas meja yang telah disiapkan. Mahar yang sangat sederhana, mahar umum sebagaimana orang-orang kebanyakan.
Vano duduk di bangku di depan Tuan besar Nugraha. Di sampingnya ada beberapa saksi dari kedua belah pihak. Tidak ada Neva disana, gadis itu masih di simpan dan belum boleh keluar. Kemudian, dengan tangannya sendiri. Tuan besar Nugraha menyerahkan putri tercintanya.
__ADS_1
SAH. SAAAAH.
Dengan mengucap syukur kepada Sang Pencipta acara ini berjalan dengan lancar.
Disana, di atas lantai dua. Neva yang menyaksikan itu secara langsung menangis dalam pelukan kakaknya. Sah. Ya, mulai detik ini dia adalah milik Vano. Mulai detik ini, kisah rumit ini telah berakhir dan akan menjadi kisah yang penuh dengan kebahagiaan. Leo mengusap punggungnya dan mencium kening adiknya.
Dengan perhatian, dia menyeka air mata Neva. Kemudian, ia berdiri dan menggandeng adiknya untuk menuruni tangga menuju seseorang yang telah beberapa detik yang lalu mengikrarkan janji pada Tuhan.
Semuanya berdiri, saat Neva dengan di gandeng Leo menuruni tangga dengan langkah anggun. Tiara cantik pemberian keluaga Mahaeswara masih ada di atas kepalanya. Di belakang mereka ada Yuna yang berjalan membawa cincin pernikahan.
Leo mengenggam erat tangan adiknya. Hatinya juga mengharu.
Neva dengan langkah anggun dan senyum seindah bidadari menuju Vano. Mata mereka bertemu, saling menatap dengan keindahan, dengan degup jantung yang tidak beraturan.
Kini ... mereka saling berhadapan. Leo menoleh sebentar ke arah Neva lalu dengan perlahan membawa tangan yang ia genggam pada Vano. Ada genangan air mata di pelupuk matanya.
"Aku hanya memiliki satu permintaan padamu," ucap Leo dengan tercekat. Dia dengan sekuat tenaga menahan air matanya. Vano mengangguk. Ia menatap Leo dengan tulus. "Ku serahkan dia padamu, jangan pernah sekalipun kau menyakitinya," pada akhirnya ia meneteskan air mata. Leo segera menunduk dan menyekanya.
"Aku akan menjaganya dengan sangat baik," jawab Vano. Kemudian dua laki-laki itu berpelukan dalam rasa haru yang luar biasa. Dua laki-laki yang sempat saling membenci. Mereka telah berdamai dengan keadaan dan semua yang pernah terjadi di masa lalu. Begitu indahnya takdir ini.
Setelah saling berpelukan, Vano menyambut tangan Neva dari Leo. Ketika kedua tangan itu bertemu, ada sesuatu yang begitu indah dalam hati keduanya. Senyum penuh syukur dan cinta menghiasi bibir mereka. Pelan, Neva membawa tangan Vano pada bibirnya, ia menunduk mencium tangan Vano untuk yang pertama kalinya mereka sah menjadi suami istri. Keharuan mengisi hatinya lagi, tetapi dia tidak ingin menangis lagi saat ini. Neva memejamkan matanya, mengucap syukur dalam hati dan berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Vano. Setelah itu, ia mengangkat wajahnya dan menatap Vano. Vano menyambutnya dengan senyum dan kemudian membuat kecupan manis di keningnya. Mengucapkan do'a dalam hati. Lalu Vano mengenggam kedua tangan Neva.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Neva Di`isha Nugraha istriku," ucapnya dengan hati yang berbunga. Ucapan yang membuat Neva berseri-seri dalam senyum malu di bibirnya.
Siulan dan tepuk tangan langsung terdengar mengikuti. Keluarga yang awalnya masih menangis haru langsung tersenyum lebar dan ikut bertepuk tangan. Leo yang berdiri di samping Yuna juga ikut tersenyum dengan lebar. Yuna menoleh ke arahnya dan kemudian Leo juga menoleh kearah Yuna mereka berdua bertukar pandangan dengan senyum.
Kemudian, acara selanjutnya adalah bertukar cincin pernikahan. Yuna dengan senyum melangkah maju untuk lebih dekat pada Vano dan Neva. Ia menyerahkan cincin itu.
Setelah Vano selesai memakaikan cincin pernikahannya pada Neva, ia mencium halus tangan Neva. Kemudian, mereka berdua menghadap ke semua keluarga yang hadir dan mengangkat tangan yang telah terpasang cincin. Setelah itu, mereka berdua menghampiri Papa Mahaeswara dan Mama Mahaeswara. Menghaturkan terima kasih. Lalu pada Papa dan Mama Nugraha.
Berjejer hadiah dibarisan kotak seserahan. Ada dua kunci dalam kotak kaca. Satu kunci mobil mewah, dan satu kunci Villa mewah di kota B atas nama Neva, dan hadiah-hadiah mewah lainnya.
Acara pagi ini berjalan dengan lancar. Lalu ... acara resepsi malam nanti di sebuah gedung megah di pusat Ibu Kota. Menghadirkan host artis dan penyanyi papan atas Ibu Kota. Rekan bisnis, beberapa pejabat, sahabat dan pastinya seseorang yang spesial.
__________________________
Catatan Penulis.
SELAMAT ABANG VANO π₯Ίπ₯Ί AKU PATAH HATI πππ
Jangan lupa like komen vote ya kawan tersayang π₯° padamu π₯°π
Yang punya poin, poin, poin, yuukk... Kuy, Vote ya. Terima kasih. Ilupyu.
Bersambung. Nantikan Up selanjutnya ya. π₯°ππ€.
PLAGIAT JANGAN DEKAT-DEKAT. KALAU TIDAK BISA MENULIS DENGAN OTAKMU JANGAN AMBIL PUNYA ORANG.
__ADS_1