
๐บ hem... ๐บ
* * *
'' kudengar dia menolak dijodohkan ''
'' hem.. '' mengangguk samar.
'' kau masih menjadi tahanannya ? ''
Mengangguk lagi.
'' kenapa gak jujur saja ,sih ? Berterus teranglah kalau kau juga mencintainya ''
'' apa yang kuharapkan jika mengatakan kebenaran padanya ?
Apa dia akan menerima ku apa adanya ?
Tapi bagaimana jika hal sebaliknya terjadi ?
Lebih baik begini.
Toh cepat atau lambat dia juga akan mengetahuinya.
Trima kasih karena mau mengerti keadaan ku .
Aku berhutang banyak pada bantuanmu ini.
Dan aku janji pasti akan membalasnya jika kembali nanti ''
'' kapan kau akan kembali ? ''
Tersenyum singkat sambil mengangkat kedua bahunya sekali.
'' baiklah. Hati-hati dijalan dan sering-seringlah memberi kabar jika sudah disana ''
Percakapan video call itupun berakhir.
Linda berjalan keluar kamar.
Ia menatap sekeliling ruangan.
Sudah seminggu ia tinggal dan tidak diperbolehkan keluar dari apartemen Dino.
Dan selama itu pula hari-hari ia habiskan dengan seharian berada di dalamnya tanpa melakukan aktifitas yang berarti sambil menunggu Dino pulang kerja.
Dan setelah itu mereka akan menghabiskan waktu bersama , makan malam, jalan dan selalu berakhir diranjang. Rutinitas yang seharusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah.
'' aku mencintaimu. Menikahlah denganku, Linda ''
Setiap hari bahkan tak kenal waktu , tak terhitung lagi berapa jumlahnya Dino melontarkan kalimat itu.
Namun Linda masih tak menanggapi.
Dino sudah diujung batas kesabarannya.
Ia pun berusaha dan terus mencoba mencari tau alasannya. Ia juga berencana untuk bertemu orang tuanya. Mungkin saja mereka tau sesuatu.
Namun hal tesebut harus tertunda karena kedua orang tuanya sedang berada diluar negri dan baru akan kembali seminggu lagi.
Semakin bertambah penasaran, ia pun bertanya lewat sambungan telepon internasional. Namun kedua orang tuanya memberi jawaban yang tak membuatnya puas.
Dino diminta menunggu kepulangan mereka, barulah nanti kedua orang tuanya akan menjelaskan secara langsung.
Kembali saat ini.
Linda tengah bersiap membuat makan malam untuk Dino.
Dalam minuman yang ia buat khusus untuk Dino, ia memasukkan obat tidur yang tadi siang diantar orang suruhan Trias.
Dan semua berjalan sesuai rencana.
Ketika Dino datang, pria itu tanpa rasa curiga sedikitpun meneguk habis minuman yang Linda sodorkan.
Setelah memastikan jika obat telah bekerja, Linda pun bergegas keluar dari apartemen yang telah memberinya kenangan manis dan juga hangat, yang pasti akan ia rindukan.
Linda naik taksi menuju Bandara, dimana telah menunggu Trias dan ibunya.
Linda memeluk Trias sesaat sebelum masuk ke gerbang keberangkatan internasional. Ia mengucapkan trima kasih berkali-kali dengan derai air mata.
Setelah itu, Trias pun melepas kepergian sepupu dan tantenya pergi.
__ADS_1
Tak ada yang tau kemana ibu dan anak itu pergi selain dirinya.
* * *
Keesokan harinya.
Dino terbangun disambut kepala yang pusing.
Setelah sadar sepenuhnya, seketika ia teringat pada Linda.
Dimulai dengan memanggil nama wanitanya itu berkali-kali sambil melangkah menyusuri tiap susut ruangan.
Tapi yang dicari tak ada.
Ia lalu menghubungi Chiko, meminta asistennya itu pergi kerumah orang tua Linda.
Tak berselang lama, kabar mengejutkan ia dapat.
Linda tak ada disana , begitupun dengan ibunya. Bahkan rumah tersebut telah kosong . Tak jelas kapan penghuninya pergi.
Dino mulai gelagapan. Ia coba hubungi nomor Linda berkali-kali namun tak sekalipun panggilannya tersambung .
Beberapa hari setelah menghilangnya Linda.
Dino masih berusaha mencari keberadaan Linda, meski tak jelas arah tujuannya.
Hingga sampai dihari yang paling dinanti .
Kedua orang tuanya pulang , Dino pun langsung pergi menemui mereka.
Pasangan suami istri yang telah menikah selamanya tiga puluh lima tahun itu prihatin.
Mereka tak menyangka jika Dino benar-benar mencintai Linda sampai seperti ini.
Dino terlihat berantakan. Dengan wajah yang nampak pucat . Karena seminggu ini tak tentu istirahat mencari Linda.
'' kamu ingat waktu kamu penataran di Bali selama seminggu ? '' sang ibu mulai membuka cerita.
Dino mengangguk. Tentu ia ingat karena itu bersamaan dengan kabar Linda masuk rumah sakit dan harus menjalani operasi kista di rahimnya.
Saat itu ia sebenarnya ingin pulang dan menemani Linda, namun keluarga dan sang tunangan melarangnya.
Terlebih mereka berjanji akan mengurus Linda dengan baik.
Kalau ingatnya tak salah itu tujuh atau delapan bulan yang lalu.
" Linda bukan menjalani operasi miom biasa.
Tapi operasi ooferoktomi .
Terdapat tumor disalah satu indung telurnya yang ternyata telah menyebar ke indung telur satunya.
Satu-satunya cara untuk menyelamatkannya adalah dengan mengangkat kedua indung telurnya.
Kamu tau apa itu artinya ? Itu artinya Linda tak akan pernah bisa hamil "
' deg ' apa maksudnya ? Kenapa mereka tak mengatakan hal itu padanya. Dino menatap penuh tanya pada kedua orang tuanya.
" bukannya kami tak ingin memberitahumu.
Tapi Linda yang memohon agar diberi kesempatan untuk bersama denganmu sebentar lagi.
Linda bilang dia sangat mencintaimu.
Tapi dia juga bilang,kalau dia pun cukup tau diri.
Dia berjanji akan memutuskan hubungan kalian "
Setelah mendengar penjelasan kedua orang tuanya, Dino pulang dengan perasaan berantakan.
Jadi inilah alasan Linda menolak menikah dengannya.
Dino menangis dalam diam.
Jika ditanya sedalam apa cintanya pada Linda, bisa ia buktikan dan akan ia tunjukkan dengan akan menerima apapun keadaan Linda.
Asal bisa hidup bersama sang pujaan hati, ia berniat tak akan pernah mengungkit apalagi mempermasalahkan hal itu.
Satu sisi ia sangat mencintai Linda. Tapi disisi lain -
" kami tau kalian saling mencintai, tapi sulit bagi kami menerima Linda sebagai menantu jika kondisinya demikian.
__ADS_1
Kamu anak kami satu-satunya.
Jadi sudah sewajarnya kami menginginkanmu menikah dengan perempuan yang bisa memberikanmu keturunan ''
ucapan sang ayah membuatnya terbebani.
Perlahan Dino pun sadar, jika ia tak bisa menjadi egois.
Pun Linda sendiri yang mundur dan melepaskannya.
Dino akan mencoba melupakannya, belajar membuka hati dan memulai lembaran barunya tanpa Linda.
Tak butuh waktu lama, Dino menikah dengan anak seorang kerabat sang ayah.
Rumah tangganya berjalan baik tanpa menemui hambatan yang berarti. Dimana tahun kedua pernikahan, ia dikaruniai anak laki-laki yang melengkapi kebahagiaan pernikahannya.
Meskipun hidupnya terlihat berjalan dengan cukup baik, nyatanya ia tak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Linda.
Cintanya pun tak pernah bisa ia berikan pada istri sekaligus wanita yang telah memberinya buah hati.
Tapi Dino tetap berusaha membahagiakan sang istri dengan berbagai cara.
Meski ia sendiri harus menahan derita karena merindukan wanita yang dicintainya.
* * *
5 tahun kemudian.
" hei... " Trias melambai pada sosok yang muncul dari balik gerbang selamat datang.
Wanita yang kini sudah berusia kepala tiga itu tersenyum sumringah.
Ia senang karena akhirnya bisa kembali pulang ke tanah air meski tanpa sang ibu yang dua tahun lalu telah berpulang akibat kecelakaan lalu lintas.
Kini Linda benar-benar sebatang kara. Sebab itulah Trias berusaha membujuknya pulang.
Awalnya Linda menolak, karena khawatir akan bertemu dengan Dino.
Namun saat mendengar kabar bahwa pria itu telah menikah dan memiliki anak, ia pun memberanikan diri pulang. Namun ia hanya akan sementara saja tinggal bersama Trias.
Ia sudah menyusun rencana masa depan dengan menetap tinggal diluar kota.
Tapi siapa sangka jika Trias telah menyiapkan kejutan untuknya.
Sepertinya Linda harus mengubur rancangannya itu.
Karena saat ini ia tengah berhadapan dengan sosok yang lama tak ia lihat dan sangat ia rindukan.
Pria itu semakin terlihat tampan diusianya yang semakin matang.
Dino ternyata ikut menyambut kedatangannya.
Dino juga telah mengetahui mengetahui jika Linda dan Trias adalah keluarga.
Dino kini berstatus sebagai seorang duda.
Setahun lalu sang istri meninggal dunia saat menjalani proses lahiran anak kedua mereka. Bahkan calon anak kedua yang berjenis kelamin perempuan juga tak selamat.
" Linda, maukah kau menikah denganku ? " itulah kalimat pertama yang yang Dino ucapkan saat berhadapan dengan Linda.
Linda nampak ragu. Ia palingkan wajahnya sesaat pada Trias .
Sepupu cantiknya mengangguk. Seolah mengatakan jika tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.
Kalian pantas bersama dan mungkin memang sudah ditakdirkan berjodoh, makin harus melewati hal yang telah lalu.
'' Linda.. '' Dino meraih kedua tangan wanita dihadapannya ini.
Menatap lekat-lekat dengan binar penuh harapan.
Linda mengangguk sekali ,lalu berkali-kali seiring dengan jatuhnya air mata bahagia dan harunya .
Mungkin benar jika mereka telah ditakdirkan bersama meski harus melewati beberapa tahun perpisahan.
Tapi tak mengapa, karena setelah ini Dino akan memastikan jika Linda akan menjadi tahanan dirumahnya hingga akhir hayatnya.
๐selesai๐
Hayo, di-like ya
Di komen juga sekalian
__ADS_1