Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Entah dimana bagian 2


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


Pangeran Leordes. Atau disingkat dengan panggilan Pangeran Leo.


Pria 25 tahun dengan tinggi 190 cm, tubuhnya tegap ditambah parasnya yang tampan meski dingin dan datar adalah ekspresi yang sering ia tunjukkan . Namun justru hal itu yang membuatnya begitu menarik dimana para lady bangsawan.


Ia adalah anak salah satu dari lima selir yang dimiliki raja.


Sementara permaisuri tak bisa memberikan satupun keturunan untuk sang raja.


Dan dari 10 orang anak yang dimiliki raja, Pangeran Leo adalah dua dari anak laki-laki yang lahir pertama.


Karena itulah, ia mendapatkan posisi putra mahkota sekaligus calon penerus tahta berikutnya.


Bukan hanya ditentukan berdasarkan urutannya saja, namun karena memang kemampuannya yang tak perlu diragukan lagi.


Sejak usia 5 tahun , pangeran Leo sudah unggul dan menguasai pembelajaran dalam banyak bidang .


Dan diusia 17 tahun , untuk pertama kalinya ia dipercaya memimpin pasukan ke medan perang .


Hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk membuktikan kemampuannya dalam bertarung sekaligus untuk memperkuat kelayakannya sebagai raja yang akan datang.


Ia pun semakin disegani saat pulang dengan kemenangan .


Setelah itu, raja memutuskan untuk mulai mempersiapkan masa depannya. Dan dimulailah kompetensi untuk mencari pasangan yang cocok dan ideal baginya.


Tahun berlalu, silih berganti para Lady dari banyak keluarga bangsawan ikut serta mencalonkan diri dalam kompetisi tersebut.


Sekalipun tak lolos seleksi, banyak dari para bangsawan yang berambisi untuk menjadi bagian dari keluarga kerjaan dengan menawarkan anak gadis mereka untuk dijadikan selir.


Hingga takdir mempertemukannya dengan Merdian, gadis yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut m


Wajahnya cukup cantik, namun tubuhnya sama sekali tak menarik. Karena itu, kesan pertama yang pangeran Leordes dapat adalah ' dia bukan tipeku '.


Ia pun semakin bertambah kesal ketika mengetahui jika ' Meri ' begitu gadis itu ingin dipanggil agar terkesan akrab, begitu terobsesi dan juga tergila-gila padanya.


Meri selalu menempelinya, menemuinya setiap kali ada kesempatan dan tanpa malu selalu menyatakan cinta padanya.


Pangeran Leordes jengah .


Dan tak lama setelah resmi bertunangan, ia ditugaskan untuk meninjau wilayah perbatasan selama tiga bulan lamanya.


Awalnya ia senang. Karena untuk sementara waktu bisa terhindar dari Meri si serangga pengganggu. Begitu julukan yang ia beri pada tunangannya itu.


Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ia mulai merasa ada yang aneh terjadi padanya.


Seperti ada hal yang kurang. Harinya terasa hampa.


Tapi ia tak tau apa dan kenapa.


Hingga perlahan iapun mulai menyadari, jika hal tersebut karena ia tak pernah mendapat kabar dari Meri.


Tunangannya itu tak sekalipun mengiriminya surat, bahkan sampai ia menyelesaikan tugasnya dan kembali pulang, tak juga ada sambutan dari Meri.


Entah mengapa ia jadi kesal. Padahal sebelumnya ia tak pernah perduli.


Apalagi saat rumor tentang Meri yang berselingkuh selama ia tinggal pergi.


" mana mungkin ! Memangnya ada pria yang mau dengan gadis bertubuh jelek sepertinya ? " berpikir dengan angkuhnya.


Namun kesombongannya itu luluh lantak saat melihat sendiri Meri yang tengah bersama seorang pria. Ia pun menjadi semakin kesal .


Rasa tak terima kian mencuat saat menyadari gadisnya kini terlihat berbeda. Ia tak mengerti apa yang sudah tunangannya itu lakukan hingga kini Meri menjelma menjadi sosok yang sangat menarik.


Belum selesai dengan itu, kekesalannya bertambah lagi saat Meri meminta agar pertunangan mereka dibatalkan.


Meri bahkan mengatakan dengan tegas jika telah berpaling hati.


Harga dirinya yang seperti diinjak-injak, rasa tak terima yang muncul tak beralasan.


Ia berniat untuk memberi Meri pelajaran. Akan ia tunjukkan siapa dirinya agar gadis itu tak bisa meremehkannya.


Pun ia yakin, jika ini hanya lah akal-akalan Meri saja untuk menggodanya. Ia tak semudah itu percaya jika Meri tak mencintainya lagi.


* * *


Sore itu, ia sudah bersiap menjemput sang tunangan dengan kereta kuda terbaiknya.


Saat sampai di kediaman Duke, ia dibuat terpana ketika Meri keluar dengan tampilan yang begitu memukau.


Tak seperti tiga bulan lalu, dimana penampilannya terkesan polos dan sederhana.


Meri yang ada di hadapannya saat ini terlihat anggun dan mempesona, layaknya seorang Lady .


Di sepanjang perjalanan menuju istana, terlihat pangeran Leo mencuri pandang pada gadis yang duduk di hadapannya.


Ia mengatur air mukanya seperti biasa , agar tak terlihat jika ia tengah menikmati setiap hal yang ada pada Meri.


Ia suka. Dan tak bisa lagi memungkirinya.


Mungkin terlambat untuk mengakuinya. Tapi hatinya telah terpaut jauh sebelum hari ini. Hanya saja saat itu ia belum menyadarinya.


Sesampainya di Istana, tangan Meri menggantung di lengan kekar tunangannya.Menujukan status mereka sebagai pasangan.


Namun saat pangeran Leo akan mengajak Meri untuk berdansa , Meri dengan jelas menghindarinya.


Gadisnya itu masuk ke ruangan khusus yang memang diperuntukkan untuk para tamu yang ingin beristirahat sejenak.


Kecewa dan kesal. Pangeran Leo memilih untuk mengalah dan menahan diri.


Ia biarkan apa yang ingin Meri lakukan.


Hingga akhirnya pesta memasuki acara inti. Saat dimana pangeran Leo akan mengumumkan sesuatu pada semua orang yang hadir dipesta penyambutannya itu.


" yang mulia raja , ratu, seluruh anggota keluarga yang hamba cintai, dan juga para bangsawan terhormat sekalian.


Ijinkan saya mengumumkan suatu hal yang sangat penting "


Seketika seluruh mata tertuju padanya yang berdiri di tengah-tengah kerumunan , dengan Meri di sampingnya.


" saya dan Meri akan segera menikah "


' deg ' Meri shock seketika.


Tidak, bukan ini yang seharusnya ia katakan.


Bukankah seharusnya ia bilang kami telah memutuskan untuk berpisah dan tak jadi menikah ?


Tapi kenapa jadi seperti ini ?


Meri mendadak lemas.


Bahkan sampai kehilangan kata-kata saat silih berganti ucapan selamat dilontarkan padanya.


* * *


'' hei, apa kau menangis ?" pangeran Leo terkejut melihat air mata yang mengalir di pipi Meri.


Tangannya terulur untuk menyentuh , namun Meri menepisnya dengan kasar.


" jangan menyentuhku " Meri menghapus air mata yang tak berhenti keluar. Bahasa yang ia gunakan menjadi formal dan terkesan kasar mengingat status sosial diantara mereka .

__ADS_1


Ia kesal, marah dan sangat benci dengan pria yang duduk di hadapannya itu.


" jadi kau benar-benar ingin putus dengan ku ?" setengah tak percaya karena sepertinya memang itulah yang terlihat saat ini.


Jadi benar Meri tak mencintainya lagi ?


Memikirkan itu hatinya sakit seperti tersayat.


Meri memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela.


Ingin rasanya ia melompat. Siapa tau ia mati .


Dan dengan begitu ia bisa kembali ke kehidupannya semula.


Meri mulai kehilangan akal sehatnya.


Pria itu berpindah duduk di sampingnya , membuat Meri reflek bergeser hingga menempel pada dinding kereta. Ia tak sudi berdekatan dengan pangeran Leo.


" sebenarnya apa alasanmu ingin putus diriku ?


Kenapa perasanmu bisa tiba-tiba berubah ?


Apa yang sebenarnya telah terjadi ketika aku pergi ? !!! " pangeran Leo mencekal lengannya, memaksa agar Meri melihatnya.


Meri enggan. Ia tetap memalingkan wajahnya ke samping. Ia tak mau,tak mau bertatapan apalagi melihat wajah menyebalkan itu.


"jawab aku, Meri !!"


"... "


" Meri, kau dengar aku ?!! lihat, aku Meri !!"


Meri bergeming.


' hup ' pria itu dengan paksa meraup wajah dan mencium bibirnya dengan rakus.


Meri berusaha memberontak.


Di dekati, melihatnya, dan kini disentuh, ia benar-benar tak sudi.


Tapi sekuat apapun ia mencoba melepaskan diri , usahanya itu sia-sia saja.


Tenaga pria itu terlalu kuat untuk ia lawan.


" kau milikku ! Sampai kapanpun kau tetap milikku. Tak ada yang bisa merubah hal itu.


Bukankah itu yang kau inginkan sejak awal ?


Dan aku akan mengabulkannya. Kau akan tetap menikah denganku "


" tidak ! Aku tidak mau !


Aku tak sudi jadi istri pria penguasa yang nanti harus berbagai cinta dengan banyak wanita "


Pangeran Leo melepasnya. Ia tersenyum.


Ternyata dia mencemaskan hal itu. Jadi dia cemburu pada hal yang belum terjadi. Menggemaskan.


" sudah kuduga kau masih mencintaiku.Kalau tidak tak mungkin kau berkata seperti itu.


Jadi, apa itu alasanmu yang sebenarnya , em ? "mengelus wajah Meri dengan lembut.


Meri merasa heran. Tak pernah sebelumnya pria itu memperlakukan Meri terdahulu seperti ini. Cara bicaranya pun berbeda. Lebih halus terdengar.


Jika saja yang ada diposisi saat ini adalah Meri terdahulu, tentu saja Meri akan senang.


Tapi lain cerita karena Meri yang sekarang sama sekali tak menyukai dan kini malah membenci pria arogan ini.


"jadi kau cuma mau aku milikmu seorang, em ? "pria itu menarik tubuhnya masuk kedalam dekapan.


Sekarang yang ada dipikirnya adalah bagaimana caranya agar ia bisa kabur.


Ya, kabur. Hanya itu satu-satunya jalan keluar agar terlepas dari pria ini.


Tapi entah dimana ia tempat yang bisa ia jadikan pelarian ?


Tidak. Ia tak boleh menyerah. Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Meri teringat kata -kata penyemangat dari pelatih nya .


Ia biarkan pria ini memeluknya disepanjang jalan hingga sampai ke rumah.


* * *


Hari berganti dan terus berganti.


Pangeran Leo kini semakin sering mengunjungi dengan bertandang ke kediaman Duke.


Membuat ruang gerak Meri terbatas. Meri pun tak bisa lagi bertemu Delikh.


Hingga tersiar kabar yang mengatakan jika di daerah perbatasan sedang terjadi ketegangan antar prajurit yang bertugas menjaga jalur perbatasan dengan pasukan dari kerajaan tetangga.


Karena pangeran Leo baru saja kembali dan sedang mempersiapkan pernikahannya, maka diutuslah pasukan khusus yang sudah terlatih dengan membawa prajurit tambahan.


Meri yang mengetahui hal tersebut, segera menyusun rencana. Ini adalah kesempatannya.


Dengan alasan mencari perlengkapan untuk mempersiapkan pernikahannya, ia keluar ke pusat kota.


Seorang yang ia bayar khusus untuk mencari siapa saja yang terpilih menjadi prajurit tambahan.


Dan ditemukanlah seorang anak dari kalangan rakyat jelata yang terpilih menjadi salah satu yang akan diberangkatkan ke perbatasan.


Meri menukar identitas anak laki-laki itu dengan sekantong uang.


Dokumen perintah yang dikeluarkan istana kini ada di genggamannya, yang berisi berupa perintah penugasan ,lengkap dari dari kapan waktunya dan juga dimana nanti para prajurit akan berkumpul .


Meri mencium bau kebebasan.


Di hari yang sudah ditentukan untuk para prajurit berkumpul, di pagi buta , saat semua orang rumahnya masih tertidur, Meri menyelinap keluar untuk melarikan diri.


Dengan berbekal memanipulasi identitas dan menyamar sebagai seorang pria, ia pergi dengan menunggang kuda menuju pelabuhan dimana terlihat semua prajurit sedang diperiksa satu persatu.


Saat giliran Meri diperintah maju. Ia terlihat gugup karena takut dicurigai dan ketahuan.


Tapi takdir berpihak padanya.


Ia berhasil naik ke kapal dan berangkat menuju perbatasan.


Sementara itu di kediaman Duke sedang terjadi kehebohan.


Meri yang memiliki jadwal untuk mencoba baju pengantin bersama pangeran Leo ,tiba-tiba menghilang.


Pangeran Leo pun meradang mengetahui jika calon istrinya telah melarikan diri.


Padahal tinggal seminggu lagi pernikahan mereka akan digelar.


Ia kerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Meri.


Selang beberapa waktu menunggu, seorang pengawal datang melapor. Ia menemukan kuda milik keluarga Duke di dermaga.


Mereka menduga-duga jika Meri menyelinap kedalam kapal yang sudah berangkat pagi tadi.


Apalagi saat laporan pendataan prajurit tambahan diselidiki, diketahui jika seorang anak laki-laki yang seharusnya ikut ternyata masih berada dirumahnya.


Pasangan suami istri Duke panik, begitupun dengan Pangeran Leo. Mereka tak menyangka, jika Meri nekat kabur dengan menyamar dan ikut sebagai prajurit tambahan ke perbatasan.

__ADS_1


Tak mau membuang waktu, pangeran Leo memerintahkan untuk segera menyiapkan kapal dan bersiap menyusul kesana.


Ia tak mau sesuatu terjadi pada gadisnya.


" Kuharap kau baik-baik saja.


Jangan sampai sesuatu terjadi padamu.


Aku janji jika kita masih diberi kesempatan bertemu lagi, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan asal, kau tetap mau menikah denganku.


Aku mencintaimu, Meri "


* * *


Pangeran Leo menghela nafas lega karena ternyata keadaan perbatasan tak seperti yang ia dengar saat utusan melaporkannya ke istana.


Ketegangan tak begitu terasa .


Yang berbeda dari keadaan sebelumnya hanya terlihat dari dipenuhi jejeran prajurit yang berpatroli disepanjang tembok perbatasan antara dua kerjaan .


Pangeran Leo datang bersama tiga puluh pasukan khusus yang berada dibawah kepemimpinannya.


Tak mau membuang waktu, ia menyuruh semua anak buahnya menyebar ke penjuru tempat untuk menemukan sang pujaan hati.


Setelah cukup lama menunggu, Meri akhirnya ditemukan diantara para prajurit yang sedang bertugas mencari kayu bakar di hutan.


Meri yang mengenakan pakaian khusus prajurit itupun dibawa ke tenda yang khusus diperuntukkan pemimpin pasukan.


" keluar ,kalian " pangeran Leo mengibas sekali tangannya.


Tinggallah ia berdua dengan Meri yang tertunduk , tak mau menatapnya. Bukan karena takut.


Tapi kesal. karena usaha melarikan dirinya yang gagal.


" beraninya kau kabur dariku " berjalan mendekat hingga sampai berhadapan dengan Meri.


Meri masih memalingkan wajahnya.


Tak sudi bertatapan dengan calon suaminya itu.


" lihat aku !"


" ... "


' srek ' menarik paksa pakaian yang biasa dikenakan laki-laki itu hingga robek.


Tangan Meri spontan menutupi bagian depan bajunya yang kini terbuka.


" buka pakaian mu !"


Meri menatap tak percaya.


Karena dibaliknya ia hanya melilitkan kain untuk menekan *********** demi menyempurnakan samarannya.


Meri menggeleng samar.


" lihatlah betapa kotornya dirimu. Mandi dan bersihkan tubuhmu"


Meri bergeming.


" kenapa ? "


apa kau malu ? "


Wajah Meri bersemu.


" hah' lucu sekali kau ini.


Bukanlah jika sudah menikah nanti, semua yang ada dibalik itu akan menjadi milikku ?


Dan itu berarti aku juga akan melihat dan menikmatinya, bukan ?


Apa aku salah, em ? "


Meri masih bergeming. Menahan getar karena pikirannya sudah tak karuan kemana-mana.


' hup ' Meri sempat tersentak namun tak berdaya untuk melawan saat pria itu mengangkatnya kedalam gendong kemudian membawanya menuju sisi tenda dimana sebuah bak berisi yang ukurannya cukup besar.


Satu persatu pakaiannya dibuka hingga tak menyisahkan satupun.


" teriaklah jika kau mau . Tapi jangan harap akan ada yang berani masuk kemari untuk membantumu " berbisik dengan dekat ditelinga Meri.


Gadis itu bergidik geli.


Dilihatnya pangeran Leo yang juga menanggalkan semua pakaiannya.


Meri mengepalkan kedua tangannya.


Menahan geram karena pria ini tengah melecehkannya.


' deg ' jantungnya hampir copot saat pangeran Leo menariknya masuk kedalam bak dan duduk dengan membelakangi .


Ia bersandar . Dapat ia rasakannya kulit mereka yang saling bergesekan karena sama-sama dalam keadaan telanjang.


" engh...kenapa kau lakukan ini padaku ?" geli menjalar saat jemari itu menyusup ke bawah sana.


" kau yang memaksaku... Karena kalau tidak, kau pasti akan memikirkan cara lain untuk bisa kabur lagi dariku.


Tapi jika aku sudah menandaimu seperti ini, apa kau pikir akan ada pria yang mau menikah denganmu selain aku, hem ? "


Meri spontan berbalik.


" kau salah. Sekalipun kau lakukan ini, itu tak akan merubah apapun.


Aku tetap ingin berpisah.


Aku tak sudi menikah dengan pria sepertimu !"


Pangeran Leo menyeringai. Melihat wajah Meri yang cetus , membuatnya gemas.


Ia raup bibir ranum itu, lalu menariknya masuk kedalam bak hingga tubuh mereka tenggelam sepenuhnya.


Ciuman itupun menjadi media untuk mereka saling bertukar nafas .


' haauuuppp ' Meri terengah-engah saat ciuman itu terlepas dan tubuhnya diangkat kepermukaan.


Pangeran Leo kembali menyeringai.


Melihat ada kesempatan, Meri berdiri dan hendak meraih baju yang tergeletak dilantai.


Tapi belum sempat ia mengenakkanya, pangeran Leo menahan dengan mencekal lengannya


" aku akan membuatmu membutuhkan ku seperti tadi.


Dimana kita saling bertukar nafas karena saling membutuhkan.


Ya, seperti itulah hubungan yang akan kita jalani mulai saat ini "


Sekali pagi diangkatnya tubuh itu ,kali ini menuju ranjang dan menjatuhkannya dengan perlahan.


" kau milikku, sampai kapanpun hanya milikku "


bersumbang - -

__ADS_1


Hayo, di-like ya


Di komen juga sekalian


__ADS_2