Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Gendut ( bagian 2 )


__ADS_3

🌺 hem.. 🌺


* * *


Kata orang ' cinta itu buta '.


Sasa menggeleng sambil mengusap lengannya, membayangkan jika ia benar-benar membiarkan dirinya hanyut dan jadi seperti kata pepatah itu.


Ia mungkin atau bahkan pasti rela melakukan apa saja demi membuktikan perasaannya pada Andi, laki-laki berparas tampan .


Meski berat, Sasa meyakinkan diri jika ja harus bisa mengikis perasannya pada Andi sebelum terlambat dan tak terkendali.


Sasa akan melupakan Andi, cinta pertamanya.


* * *


Masa remaja telah di penghujung waktunya.


Usai menamatkan pendidikan menengah atas, kebanyakan mereka yang baru saja lulus dari sekolah tersebut pasti lanjut kuliah di sebuah Universitas yang menjadi pusat berkumpulnya para generasi konglomerat selanjutnya.


Hal tersebut juga berlaku pada Andi, Edo dan kawan-kawan .


Mereka kembali di pertemukan dan dipersatukan lagi di kampus yang sama meski dengan jurusan yang berbeda.


Andi yang diam-diam mulai merindukan si bidadari semok-nya, yakin jika Sasa pun akan melanjutkan pendidikan di sini.


Namun sayang. Harapannya harus terhempas.


Sasa memilih kuliah di luar kota.


Mengetahui itu, Andi kesal bukan main.


Meski harus bersitegang dengan orang tuanya, Andi yang bahkan belum sempat menjalani ospek, nekat memutuskan pindah dan menyusul ke tempat Sasa berada.


* * *


'' hei~semok ''


Sasa tersentak mendapati Andi berdiri di gerbang kampus . Laki-laki itu menatapnya dengan seringaian.


Sasa bergeming.


Ia memang sempat shock. Namun dengan cepat ia menyadarkan diri.


Bagaimana bisa Andi berada dan ternyata juga akan kuliah di kampus ini ? Sasa tak mengerti apa yang sedang terjadi.


Mungkin takdir tengah menguji sampai di mana ia mampu mengontrol hati dan pikirannya yang selalu merindukan dan di penuhi Andi.


Sasa pun sadar. Sepertinya ia tak bisa dan tak boleh lagi pergi untuk menghindari Andi. Ia harus hadapi ini semua. Untuk melihat sampai dimana usahanya lepas dari Andi.


Mereka pun mulai menjalani peran sebagai mahasiswa dan mahasiswi di kampus yang sama.


Hampir setiap hari Andi menyambangi kelas Sasa, hanya untuk menyapa dan melihat wajah imut gadisnya.


Dan dengan penuh percaya diri, Andi bahkan mengklaim Sasa sebagai miliknya pada seluruh penghuni kampus.


Sasa bingung. Apa sebenarnya mau dan tujuan Andi.


Apa segitunya ingin mempermainkannya hingga rela pindah dan menyusulnya kemari ?


Sasa tak habis pikir jika benar demikian.


Tapi jika itu alasannya, kenapa Andi bertahan dan tak pernah bosan melakukan hal yang dulu sering ia lakukan ?


Sasa bertambah bingung.


Waktu terus bergulir. Tak terasa tiga tahun berlalu.


Masa penentuan tiba. Mereka telah diakhir semester.


Andi yang kini tak lagi memiliki gengsi dan malu, masih berusaha mendekati Sasa.


Namun tak pernah atau bahkan sekalipun Sasa mau meladeninya.


Hingga Andi kembali berbuat nekat.


Hari itu, Andi baru saja menerima gelarnya . Ia resmi dan telah dilantik menjadi seorang sarjana .


'' papa bangga sama kamu. Gak nyangka kamu bisa selesain S1 dengan nilai yang semuanya memuaskan.. '' ucap pak Doni sambil menepuk pundak putra bungsunya.


Pria bertubuh tambun itu adalah ayah Andi .


'' makasih, pah.. ''


'' terus, habis ini apa rencanamu ? ''


'' lanjut S2, dong .. Kan nanti bakalan jadi penerus papa '' Andi berucap manja sebab ia memiliki niat terselubung.


Andi memang telah di minta sangat ayah untuk menggantikannya menjadi penanggung sekolah yang ia kepalai selama ini.


Sebab anak pertama dan keduanya telah menikah dan memilih jalan masing-masing .


Mereka semua berkarier dan menetap di luar negeri.


'' ya, ya kamu benar sekali.

__ADS_1


Kalau begitu kamu mau lanjut S2 di mana ? ''


'' emmmm... kalau itu Andi belum bisa mutusin pah. Soalnya ada sesuatu yang pengen Andi lakuin dulu.


Ttlapi sebelum itu, bole dong Andi minta sesuatu sebagai hadiah kelulusan..''


'' oh, iya. Papa sampai lupa.


Kamu mau apa ? Mobil baru ? Tambahan uang saku ?


Sebut saja kamu apa yang kamu inginkan.


Kalau papa sanggup , papa pasti kabulin '' Pak Doni berucap dengan penuh semangat.


'' eng... anu pah... '' Andi senyum-senyum sambil melirik papanya.


'' apaan,sih kamu. Kok kaya ragu gitu nyebutinnya . Bikin papa penasaran aja ''


'' emmm.... ''


'' An, papa kan uda janji bakal ngabulin .


Jadi, apapun itu. Selagi memang papa mampu ,papa pasti usahain kasi buat kamu ''


'' Andi pengen nikah, pa ''


'' ... ?!!! " wajah yang tadinya dihiasi senyum seketika menjadi datar.


Pak Doni shock.


" pah... "


" kamu ngamilin anak orang ? ".


" apaan sih, pa.


Pacar aja Andi gak punya, gimana ceritanya ada yang hamil "


" terus ? "


" jadi gini, pah.


Sebenarnya ada cewek yang uda lama Andi suka .


Tapi dia nolak Andi terus .


Andi gak tahan, pa. Andi pengen dia jadi milik Andi. Andi cinta mati sama dia "


Sang papa berekspresi ngeri.


'' An- An... '' pak Doni berusaha mengubah air muka-nya. Ia mencoba tenang menghadapi permintaan anaknya yang sama sekali tak diluar perkiraannya.


Andi yang tadinya bersemangat terlihat muram.


Ia palingkan wajahnya ke lain.


Ia sendiri tak mengerti kenapa ia bisa seperti ini.


Selama ini, ia sudah mencoba untuk melupakan Sasa dan menyadarkan diri bahwa masih banyak perempuan ataupun hal yang lebih baiknia prioritaskan untuk masa depannya.


Namun sekeras apapun ia mencoba, dan semakin ia berusaha, ia justru semakin tak bisa menepis Sasa yang telah menguasai hati dan pikirannya.


Andi sadar jika telah jatuh cinta pada si gadis bertubuh gemuk itu. Dan ia tak bisa menjalani harinya dengan tenang jika Sasa belum menjadi miliknya.


Apalagi jika ia teringat kejadian sebulan lalu.


Dimana sejak tiga bukan belakangan, Sasa rutin melakukan olahraga di sebuah pusat kebugaran.


Andi yang senantiasa membuntuti dan mengikuti apapun aktifitas yang tengah Sasa lakukan, suatu ketika mendapati Sasa terisak di pojokan basemen.


Dalam persembunyiannya, ia mendengar Sasa yang ternyata tengah berteleponan dengan orang tuanya.


'' mami... uda tiga bulan diet dan olahraga ..tapi bkok cuma turun sekilo,ya ?


Kalau kaya gini terus, kapan kurusnya ?... Hiks.. hiks.. ''


Andi yang menguping pembicaraan itu hampir saja ketahuan sebab geli menggelitik . Untung ia segera membekap mulutnya dengan telapak sendiri.


'' mana si Andi jelek itu terus gangguin aku..


Aku jadi gak bisa konsen kuliah.


Nilai-nilai aku pada anjlok semua... hueeeee... '' tangis Sasa terdengar menggema.


Andi pun seketika mengedarkan pandangannya ke sekeliling yang ternyata sepi. Hanya ada mereka berdua saja di tempat parkir kendaraan itu.


Andi menghela lega.


Sambil menahan tawa, ia lanjutkan lagi mencuri dengar .


'' mami... nanti aku lanjutin S2 di Filipina aja, ya..


Sekalian nemenin nenek di sana ''


' deg ' Andi tersentak.

__ADS_1


Seketika panas tubuhnya naik.


Sasa akan pergi demi menghindarinya lagi.


'' mana bisa aku lupain dia, kalau terus-terusan ketemu dia.


Aku gak kuat mami.


Aku takut nanti aku... '' suara Sasa tertahan sebab isaknya melanda lagi.


Diam beberapa detik hingga terdengar suara ingus yang ditarik kasar.


Lagi-lagi Andi harus menahan gelaknya.


'' aku takut kalau nanti gak bisa nahan diri dan rela jadi mainannya , mami..


Aku gak mau di rusak, mami.


Aku kan anak satu-satunya.


Kalau aku gak bisa jaga diri gimana masa depan ku nanti.


Aku juga gak mau sampai ngecewain dan mencoreng nama keluarga.. ''


Andi terhenyak.


Sasa ternyata masih menyimpan rasa padanya. Hanya saja Sasa takut jika dipermainkan seperti yang ia lakukan pada perempuan yang dulu pernah dekat dengannya.


Karenanya ,nilai - nilai mata pelajaran Sasa turun.


Karenanya pula Sasa sampai rela berpisah dari orang tuanya lagi demi bisa menghindarinya dan menghapus perasaan padanya.


Sedang bergumul dengan pikirannya , suara Sasa kembali terdengar lagi.


'' kata nenek ada kenalannya yang lagi nyari calon istri buat cucunya. Kalau gak salah namanya Antonio.


Aku kenal laki-laki itu . Dulu kami sempat satu sekolah.


Mungkin gak ada salahnya aku coba kali, ya mi.


Mana tau berjodoh. Dia itu fisiknya sama kaya aku.


Gapapa kan mi, kalau aku nikah dengan orang yang sama-sama gendut kaya aku ? ''


Andi terkesiap.


Tidak. Tidak. Batinnya menjerit.


Setelah apa yang ia dengar itu, Andi mantapmemutuskan hal yang sama sekali tak pernah terbesit di benaknya.


Ia akan menikahi Sasa. Apapun dan bagaimana pun caranya.


Akan ia lakukan demi membuktikan kesungguhannya .


- -


'' An '' pak Doni menggoyang bahu anaknya.


Dan seketika itu pula Andi membuyarkan lamunannya.


'' ya, pah ''


'' An, papa bukan gak mau ngabulin.


Papa hanya minta kamu untuk pikirkan lagi.


Kamu baru 21. Masih terlalu muda dan terlalu cepat untuk mengambil keputusan menikah.


Selesaikan aja dulu pendidikan mu. Tata dulu masa depanmu.


Setelah kamu mapan dan layak, baru kamu temuin perempuan yang kamu sukai itu dan langsung minta sama keluarganya untuk menikahi dia ''


Andi menggeleng perlahan.


Ia tatap sang papa dengan sorot mata sendu.


'' ya, uda la pa. Anggap aja Andi gak ngomong apa-apa.


Memang permintaan Andi gak masuk akal '' Andi hendak beranjak, namun terhenti saat pak Doni menyebut namanya.


'' kalau nunggu, dua , tiga, atau mungkin setahun lagi.


Andi sudah pasti kehilangan dia, pa.


Sekarang aja dia uda siap-siap mau pergi ke luar negeri. Dan rencananya bakal di jodohin sama laki-laki pilihan keluarganya di sana '' ucap Andi terdengar pilu.


* * *


bersumbang.


Jangan lupa like-nya ya..


Komennya juga sekalian.


Makasih🤗

__ADS_1


__ADS_2