Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Sang Mantan


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


'' pst. pst. '' Diana menyenggol lengan gadis yang berjalan disebelahnya.


'' a' ?! " tersentak karena sejak tadi melamun.


" aku gak ikutan, ya "


" Maksudnya ? " bertanya dengan polosnya.


" Tuh, tunanganmu "


Diana menunjuk dengan ekor matanya pada dua pria yang berjalan semakin dekat ke arah mereka.


" eh " hendak meraih tangan rekan kerjanya itu, namun Diana dengan cepat sudah meninggalkannya.


" kenapa nomormu dari kemarin gak aktif ?!" Dino membuat gadis berkemeja navy dipadu dengan rok spam hitam itu sontak berhenti berjalan.


' tunanganmu 'begitu tadi Diana menyebut status pria tampan yang menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan tempat mereka bekerja.


Linda namanya. Gadis dengan rambut gelombangnya itu mengulum dalam bibirnya.


" mana hp-mu ? " Dino menadahkan tangan.


Gadis yang sudah setahun menjadi tunangannya itu menggeleng .


" ikut aku keruangan " Dino menyambar jemari kanan Linda dan menariknya masuk ke lift.


Tak ia hiraukan tatapan para karyawan yang melihat tadi. Karena hubungan mereka sudah bukan rahasia lagi .


Dino adalah anak pemilik perusahaan yang bergerak di sektor industri keuangan, dalam bidang pembiayaan modal kerja .


Posisi direktur utama masih diduduki oleh sang ayah. Sementara Dino baru setahun ini dipercaya sebagai wakilnya. Tepatnya setelah ia menerima perjodohan dengan Linda.


Linda sendiri adalah anak seorang pengusaha yang juga memiliki nama besar .


Setahun lalu kedua perusahaan itu menjalin kerja sama kontrak yang cukup besar.


Lalu pemimpinnya yang merupakan ayah Linda dan ayah Dino, sepakat mempererat hubungan tersebut dengan menjodohkan anak semata wayang mereka.


Dari situlah hubungan Dino dan Linda yang didasari karena tuntutan orang tua mereka dimulai.


Pun tak ada alasan bagi keduanya untuk menolak.


Selain Dino yang saat itu sudah menginjak usia 28 tahun dan Linda yang sudah berusia 25 tahun, mereka juga tidak sedang terikat dalam hubungan apapun. Alias sama-sama jomblo.


Karena itu, baik Linda maupun Dino menerima perjodohan itu begitu saja dan menjadi pasangan kekasih .


Dino pria yang kaku, tak banyak bicara yang lebih kepada mengekspresikan diri pada tindakan.


Begitupun dengan Linda yang juga tak banyak bicara dan juga tak pandai bergaul. Mungkin karena ia terlalu dimanja.


Sejak kecil kedua orangtuanya terlalu over protective dalam menjaganya.


Tapi mereka benar-benar menjalani hubungan tersebut dengan serius. Meski tak pernah ada kata sayang apalagi cinta. Tapi keduanya saling perhatian satu sama lain.


Enam bulan yang lalu , sesuatu telah terjadi dan hal tersebut berdampak pada hubungan mereka.


Saat itu kontrak kerja dengan perusahaan ayah Dino baru saja berakhir.


Dan tak lama setelah itu, perusahaan ayah Linda mengalami masalah keuangan serius, hingga akhirnya bangkrut .


Namun yang lebih parahnya lagi adalah, sang ayah meninggal dunia karena serangan jantung.


Semua aset perusahaan dan kekayaan yang disita bank.


Linda dan sang ibu kini hidup apa adanya. Bahkan tempat tinggal pun Dino yang membayarnya.


Linda yang seumur hidupnya hampir tak pernah melakukan apapun, terpaksa bekerja.


Meski sebenarnya Dino melarang. Namun karena ia kekeh, Dino pun menyerah dengan syarat.


Linda harus bekerja dibawah pengawasannya.


Linda terpaksa menyetujui dan bekerja di perusahaan Dino sebagai karyawan biasa. Karena memang kemampuan dan latar pendidikan Linda yang sebenarnya tak sesuai dengan bidang perusahaan tersebut.


Kembali ke saat ini, Linda kini berada di ruangan Dino , duduk bersebelahan dengan sang tunangan.


Sedangkan Chiko, assisten Dino berdiri di hadapan mereka.


" mana hp- mu " masih menagih hal yang tadi.


Dino terlihat geram karena sejak kemarin gadisnya ini tak memberinya kabar.


Linda tak mengakatan telponnya, bahkan pesannya pun tak masuk.


" ... '' Linda ragu, Namun melihat tatapan Dino yang mengintimidasi, ia pun menyerah dan mengeluarkan ponsel dari saku tas jinjingnya.


" Ku kira kamu gak masuk kerja, makanya tadi aku telpon ibumu karena kamu gak bisa dihubungi " memegang ponsel yang layarnya retak, namun masih menyala.


" kemarin sore waktu pulang kerja gak sengaja jatuh dijalan.


Masih bisa nyala cuma agak eror " bernada rendah sambil melirik Dino sekilas.


Meski sudah sering berduaan, berpegang tangan, duduk merapat, bahkan sudah beberapa kali berciuman, nyatanya Linda masih saja canggung pada pria pemilik hatinya ini.


Ya, Linda menyukai Dino. Atau lebih tepatnya siapa perempuan yang tak jatuh hati pada sosok sepertinya.


Wajahnya rupawan, bentuk tubuhnya ideal, dan diperlakukan dengan sangat baik. Ditambah lagi Dino bukanlah tipe pria banyak nuntut.


Linda pun merasa beruntung bisa menjadi tunangannya. Meski ia tak pernah tau apakah Dino memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak.


Atau mungkin saja yang Dino lakukan selama ini karena sudah terlanjur dijodohkan atau bahkan karena kasihan pada keadaannya sekarang.


" Kho, kamu keluar sekarang. Beliin hp baru untuk Linda " printah Dino yang langsung dilakukan Chiko.


Pria berkacamata minus itu keluar. Meninggalkan sejoli itu diruangan tersebut.


Dino meletakkan ponsel rusak itu diatas meja lalu beralih untuk menggengam jemari Linda sembari mendekatkan wajahnya .


Dino meraup bibir Linda yang dipoles lipstik berwarna oranye . Sedang satu tangannya menekan pinggang agar tubuh itu merapat padanya.


" Din.. " Linda menarik diri.


Namun pinggangnya ditekan dan kembali lagi bibirnya di taut oleh Dino. Bukannya ia tak suka, Hanya saja ini adalah jam dimana seharusnya para karyawan yang baru datang harus bergegas mengisi absen kehadiran .


" aku belum absen " menarik diri untuk kedua kalinya.


Dino tak perduli. Kali ini ia menekan lebih kuat lagi. Hingga Linda tak bisa berkutik dibuatnya.


Entah mengapa belakangan ini Dino menjadi agresif sering mendekat, memeluk dan menciumnya. Bahkan tangan Dino mulai nakal menggerayangi bagian tubuhnya.


" Dino, stop !!! " Linda tersentak saat telapak yang membalut jemarinya kini berpindah ke dada dan meremas ***********.


" Lin...plis jangan tolak aku lagi.


Ijinkan aku melakukannya " samar terdengar suara Dino yang berat.

__ADS_1


Linda reflex berdiri. Dilihatnya Dino yang menunjukkan ekspresi serius pada ucapannya barusan.


" kenapa ? " tanyanya datar.


Linda menggeleng tegas .


" kalau begitu akan ku atur pernikahan kita.


Kurasa waktu setahun sudah lebih dari cukup untuk kita saling mengenal satu sama lain " mencoba meraih tangan Linda tapi gadisnya itu mengambil beberapa langkah ke samping, menjauhkan diri darinya.


" kenapa lagi ? Apa kau takut aku benar-benar akan melakukannya sekarang ? "


Linda menggeleng. Ia tau Dino tak akan senafsu itu hingga akan menjadi ruang kerja ini sebagai tempat melakukan ' itu ' pertama kali dengannya.


" apa karena ibuku ? " suara Dino merendah.


" ... "


Keduanya terdiam.


Sebenarnya pertunangan ini begitu dianggap lagi. Terutama oleh keluarga Dino. Kedua orang tuanya bahkan telah menawarkan gadis dari keluarga lain yang mereka anggap lebih layak untuk menjadi pendamping hidup Dino.


Begitupun dengan keluarga Linda yang tak lagi yakin apakah anaknya akan diterima dengan baik oleh keluarga Dino.


Sebagai orang tua satu-satunya, sang ibu tak mau jika pernikahan anak semata wayangnya didasari oleh rasa kasihan.


Pun Linda dan Dino sama-sama tak pernah menyatakan bagaimana perasaan mereka satu sama lain. Membuat Linda ragu untuk meneruskan hubungan ini. Tapi tidak pada Dino yang tak pernah mempermasalahkan keadaan tunangannya itu.


" usiaku tahun ini 30, Lin.


Aku gak punya waktu lagi untuk mengenal dan menjalin hubungan dengan perempuan lain.


Karena itu, gak ada alasan bagiku untuk tidak menjadikanmu sebagai istri.


Nanti aku akan bicara pada ibuku .


Jadi ,kemarilah " menepuk tempat yang tadi Linda duduki.


Linda menggeleng lagi. Pria ini selalu saja bicara semaunya. Tak pernah mempertimbangkannya terlebih dahulu. Dino memang tak peka terhadap perasaannya.


" kau mengajakku menikah hanya karena desakan umur ? "


" memang kau mau aku beralasan apa ? Cinta ?


Baiklah, aku mencintaimu Linda. Jadi maukah kau menikah denganku ?


Sudah puas sekarang ? " terdengar asal dan tak tulus.


Linda kecewa. Tanpa sepatah kata lagi, Linda keluar dari ruangan tersebut.


' prang ' Doni melempar asbak rokok ke dinding .


Ia kesal karena seperti ditolak Linda. Padahal gadis itu bukan lagi siapa-siapa. Tak punya apa-apa. Bahkan selama ini pun ia sudah mengeluarkan banyak uang untuk biaya hidup Linda dan ibunya.


Apa kurangnya ia sampai gadis itu tak bisa ia taklukkan ? Ia bahkan sampai menyatakan perasannya meski dengan cara yang terkesan asal.


Tapi ia benar-benar tulus mengatakannya.


Sejak itu, Linda memutus komunikasi dengan Dino.


Ponsel baru yang dibelikan dan diberi melalui perantara Chiko pun Linda tolak.


Ini kali pertama mereka perang dingin.


Tak saling bicara dan bertegur sapa saat berpapasan dikantor.


Membuat banyak yang mempertanyakan apakah hubungan diantara mereka masih terjalin atau tidak.


Perempuan cantik bernama Trias ,yang merupakan anak seorang konglomerat ternama adalah perwakilan itu.


Dan selama kerja sama terjalin, Trias sepertinya akan sering berkunjung .


Rumor pun semakin santer berkembang dan menyebar dengan cepat dikalangan perusahaan.


Tak lama setelah kabar putusnya hubungan Dino dan Linda, kabar lainnya pun mulai menyeruak.


Dino akan dijodohkan dengan Trias.


Tentu saja Linda sakit hati mendengarnya.


Namun sebisa mungkin ia tetap bersikap tenang dengan melakukan tugas dan pekerjaannya seperti biasa.


" keliatan kok, Dino itu terpaksa bertunangan dengan Linda.


Liat aja tampang Linda itu kaya apa ?


Mukanya biasa aja, bodynya juga standar.


Tapi yang aku gak habis pikir, prestasi kerjanya yang gak banget.


Katanya dia sering melakukan kesalahan.


Maklum lah, mantan anak papi yang terbiasa hidup enak dan gak pernah dikasi kerja apa-apa ,sekarang harus kerja kaya kuda sampai lembur diperusahaan tunangannya sendiri.


Miris banget gak sih hidupnya ? "


" berarti gak pernah ada cinta dong, ya diantara mereka.


Lagian mereka berdua tu sama sekali gak serasi.


Mau diliat dari sudut mana pun, mereka itu gak cocok jadi pasangan "


Begitulah desas desus yang santer terdengar.


Dan kali ini Linda mendengarnya sendiri ketika tiga orang karyawan perempuan tengah bergosip ria tentangnya. Tanpa mengetahui jika yang sedang mereka gibah ada di balik pintu toilet.


Linda menghela nafas.


Tak lama setelah suara pintu terbuka, dan langkah kaki bersusulan pergi, Linda pun keluar dari tempat persembunyiannya.


Begitupun dengan pintu sebelahnya. Diana ternyata juga ada dan mendengar semuanya.


" jadi beneran kalian putus ?" Diana menatap gadis yang tengah berhadapan dengan cermin.


Tampilan Linda yang sederhana berbanding terbalik dari Dino yang selalu tampil necis dengan stelan berkelas dari brand ternama .


" aku duluan, ya " Linda terdengar tak bersemangat.


" Lin " memegang tangan Linda dan memeluknya.


" aku tau, aku gak bisa maksa kamu buat cerita .


Dan aku juga gak tau apa yang uda terjadi sama hubungan kalian.Tapi jangan bersikap seperti baik-baik saja " mengelus pundak Linda.


Gadis itu luluh. Air matanya pun jatuh.


Linda sesenggukan dalam dekapan teman sekantornya itu.


* * *

__ADS_1


Malam setelah lembur kerja, Linda tak langsung pulang ke rumah .


Ia memutuskan untuk menyambangi apartemen Dino.


Memang sejak bertunangan, Dino memilih untuk tinggal sendri. Ia beralasan ingin belajar mandiri sebelum menikah nanti.


Disinilah Linda sekarang. Berdiri didepan pintu hunian mewah yang hanya mampu dibeli oleh mereka yang berdompet tebal.


Tangannya sudah menggantung , kemudian mulai memencet tombol pembuka. Ia tau kodenya. Karena nomor yang digunakan sebagai sandi adalah tanggal ulang tahunnya.


Ia pun pernah beberapa kali diajak masuk kedalamnya.


' cklek ' pintu terbuka.


Linda melangkah perlahan.


Ketika akan membuka heels hitamnya, tampak sepasang heels berwarna merah tersusun rapi di rak penyimpanan sepatu.


Linda melanjutkan langkah.


Semakin masuk kedalam, terdengar jelas suara dua orang diiringi tawa yang saling bersahutan.


" lihatlah betapa bodohnya kau karena mengkhawatirkannya. Kau pikir dia punya perasaan yang sama denganmu, Linda ?


Dia baik-baik saja, bahkan tak pernah terdengar tertawa seperti itu ketika bersama mu.


Betapa menyedihkannya dirimu ''


Linda berhenti saat dua orang keluar dari ruang tengah.


Dino dan Trias.


Mereka tampak terkejut, tapi tidak pada Linda.


Diam beberapa detik hingga akhirnya Trias pamit pergi meninggalkan sepasang kekasih itu.


Dino dan Linda tak beranjak dari tempat mereka berdiri.


" dia cuma mampir ngantar dokumen yang tadi lupa diserahkan " Dino memulai. Ia rasa perlu menjelaskan karena tak mau Linda salah paham.


" ... "


Diam lagi.


Linda bergeming sementara Dino mulai gusar pada sikap Linda yang bungkam.


" ap-apa karena aku gak kasi.. Jadinya kamu cari perempuan lain untuk melakukan itu ?"


" apa ? Kamu bilang apa? kamu pikir aku laki-laki seperti itu?


Asal kamu tau !


Kalau aku mau, mungkin sudah lama aku melakukannya. Aku berusaha nahan diri karena aku gak mau memaksamu !! "


" kalau begitu masuk akal kan, kalau karena gak bisa menahannya, kamu lalu cari pelampiasan "


" pelampiasan? Aku gak butuh pelampiasan, Lin.


Dan asal kamu tau ! Aku gak perlu repot-repot nyari..


Karena perempuan bisa datang sendiri menawarkan diri padaku "


Linda mengepal kedua tangannya. Ini sakit. Lebih sakit dari yang ia bayangkan.


Apa harus Dino berkata sampai seperti itu ?


Linda tak kuat.


Ini sama sekali diluar persiapannya.


" ak-ak aku mau kita putus " Linda terbata. Ia sedikit menundukkan kepala, tak berani menatap Dino yang mulai murka.


" putus ? Kamu bilang putus ?!


Kamu pikir siapa kamu sampai berani mencampakkan ku seperti ini, HAH ?!!" suara Dino memenuhi seisi ruangan. Ia benci dan marah mendengar kata putus keluar begitu gamblang nya dari mulut Linda.


Bibir Linda bergetar, air matanya mulai berurai.


Melihat gadisnya mulai ketakutan, Dino pun meredam amarahnya. Ia menari nafas panjang berkali-kali untuk menyurutkan emosi.


" dengar, Lin. Aku nggak ada hubungan apa-apa dengan dia. Kami cuma partner dan dia tadi cuma lima menit disini " Dino mencoba meraihnya, tapi Linda menghindar dengan mundur beberapa langkah kebelakang.


" argghhh " Dino frustasi.


Linda menolaknya. Lagi ? Kenapa ?


" kamu pikir kamu bisa apa kalau putus dari ku, Hah ? !! " Dino tak bisa lagi mengontrol diri.


Linda menegakkan kepalanya.


Menatap kedua bola mata yang memancarkan marah. Belum pernah ia melihat Dino semarah ini.


" kamu pikir ada yang mau sama perempuan membosankan kaya kamu ? "


Marahnya Dino membuatnya tak sadar telah melukai harga diri Linda.


Gadis itu mengangguk, seakan pasrah jika ucapan pria yang akan menjadi mantan tunangannya itu mungkin saja benar terjadi.


Seperti penilaian yang selama ini sering ia dengar.


Ia tak cantik, tubuhnya pun biasa saja. Apalagi sekarang ia tak lagi selevel dengan status sosial Dino. Linda bukanlah seorang yang memiliki keistimewaan.


" maaf uda ganggu kamu. Aku pergi " pamit Linda sambil menghapus air matanya.


Dino mencegah dengan mencekal lengannya. Lalu menekan tubuh itu hingga bersandar didinding.


" kalau kamu pergi sekarang, akan kupastikan kalau kamu akan menyesal "


" lepas Din.. aku mau pulang " Linda berusaha memberontak dari kungkungan Dino.


" jadi kau benar-benar mau putus ?!!"


Linda mengangguk dengan wajah yang ia palingkan,


enggan bertatapan dengan Dino.


" oke, baiklah.. kita lihat siapa yang pada akhirnya akan memohon untuk kembali " Dino melepasnya.


Linda dengan cepat keluar .


Saat sudah keluar dari gedung pencakar langit itu, Linda terlihat sempat menoleh kebelakang sebelum masuk kedalam taksi. Ini akan menjadi terakhir kalinya ia menginjakkan kakinya di tempat ini.


Linda memantapkan hatinya.


Puas-puas ia pandangi hunian bertingkat tinggi itu.


Hunian pria yang kini telah menjadi sang mantan.


bersumbang - -

__ADS_1


Hayo, di-like ya


Di komen juga sekalian


__ADS_2