Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Sugar baby ( selesai )


__ADS_3

๐ŸŒบ hem... ๐ŸŒบ


* * *


Akhir minggu dihabiskan dengan penuh gairah . Setiap waktunya bertemu, Tatiana selalu mempersiapkan diri dan memberikan pelayanan terbaik untuk sang daddy .


Tatiana tak pernah keberatan apalagi menolak setiap kali Lutfi mengutarakan fantasinya dalam bercinta, meski terkadang hal nyeleneh yang Lutfi inginkan.


Bulan berlalu.


Tak terasa hubungan mereka telah di penghujung waktu.


Tatiana telah menyelesaikan skripsi kuliahnya. Dan tinggal menghitung hari ia akan di wisuda.


Karena waktu perpisahan yang sudah semakin dekat, ia dan Lutfi memutuskan berlibur untuk merayakan hari perpisahan mereka.


* * *


Bali.


Di sebuah desa asri dengan kebudayaannya yang kental dan masih terjaga dengan baik.


Dimana wisawatan bukan hanya ditawarkan keindahan alamnya saja, tapi juga berkesempatan mengenal budaya dan tradisi warga yang tinggal di didalamnya .


Di tempat itulah Lutfi membawa Tatiana . Tak seperti akhir minggu yang biasa mereka habiskan di apartemen, kali ini mereka akan menginap selama tiga hari di sebuah homestay bergaya lokal dengan fasilitas standar.


Lagi-lagi hal tersebut adalah kemauan Lutfi menginginkan susana baru .


Mereka melakukan perjalanan dengan penuh semangat.


Keduanya sepakat untuk melupakan rutinitas harian mereka, dan fokus menikmati saat ini saja.


Termaksud hubungan mereka yang sekedar partner memberi dan menerima.


Tatiana dan Lutfi menghabiskan waktu dengan menjelajahi apa yang destinasi wisata itu tawarkan.


Tak mereka hiraukan beberapa orang yang menatap curiga dengan segala penilaian yang hanya mereka saja yang tau.


Sebab mereka sadar jika berjalan sambil berpegang tangan, bergelayut manja, berpelukan dan sesekali saling mengecup, semua hal yang mereka lakukan itu menyulut tanda tanya bagi mereka yang melihatnya.


Apakah mereka benar pasangan ?


Sahabat atau selingkuhan ?


Tatiana dan Lutfi bermasa bodoh.


* * *


Fajar menyingsing. Menandakan hari telah siang.


Sepasang manusia yang telah menghabiskan beberapa ronde semalam, masih terlelap.


Namun tak lama , si pria terjaga.


Ia tersenyum mendapati perempuan yang berbaring di sampingnya.


Rambutnya acak-acakan. Begitupun dengan tempat tidur yang sudah dua malam mereka tempati.


Bahkan letak selimut yang tak beraturan dan hanya menutupi sedikit dari tubuh telanjang mereka.


Lutfi mengukir senyum.


Ia tatap wajah Tatiana yang selalu tampil natural tanpa polesan make up yang berlebihan.


Lutfi kemudian berandai-andai.


Andai usia mereka tak terpaut jauh ,andai tak ada kontrak di antara mereka, andai hubungan mereka bisa dirubah, dan andai saja ia memiliki keberanian untuk menyatakan perasan yang entah sejak kapan muncul dan tumbuh subur untuk Tatiana.


Apakah akan ada kemungkinan mereka berjodoh ?


' cup ' Lutfi mengecup kening Tatiana dengan penuh perasaan.


Ia sadar telah jatuh hati pada sugar baby nya ini.


Namun ia cukup tau diri untuk tidak egois dan harus melepas Tatiana sesuai perjanjian.


Pun Tatiana masih sangat muda. Masih panjang perjalanan dan tak akan pantas jika bersanding dengannya yang sudah lanjut usia.


'' aku mencintaimu '' bisiknya yang kemudian merosotkan tubuh kebalik selimut.

__ADS_1


Tatiana menggeliat . Ia tersenyum . Hanya berselang beberapa detik berubah menjadi tawa sebab geli dengan apa yang tengah Lutfi lakukan .


Lalu tawanya redam, berganti eluhan saat merasa sapuan bibir di ujung dadanya.


'' daddy '' suara khasnya yang manja .


Dua tahun menjadi gadis simpanan Lutfi, bukan hanya limpahan materi saja yang ia peroleh.


Tapi juga kenyamanan.


Hanya saat bersama Lutfi saja Tatiana bisa mengekspresikan diri.


Ia tak ragu untuk mengatakan apapun yang ia inginkan. Dan tak pernah terlihat canggung untuk menunjukkan sisi-sisi dari pribadinya yang lain.


Seperti saat tengah di gagahi prianya ini.


'' ssstttt '' terdengar seperti desiran ular dan berakhir dengan ******* panjang yang saling bersahutan ketika mereka mencapai puncak secara bersamaan.


Beberapa saat setelah sesi morning *** selesai.


Lutfi merapatkan diri, memeluk dengan kepala bersandar di dada terbuka Tatiana .


'' lusa kau wisuda ? '' suara itu terdengar serak sebab terkandung kesedihan didalamnya .


Tatiana menunduk. Mencoba melihat wajah yang terlihat nyaman di antara kedua bukit kembarnya.


Sama seperti Lutfi. Tatiana pun ngerasa sedih karena hubungan mereka yang akan segera berakhir.


Kedua tangan Lutfi yang sejak tadi melingkar, kini semakin erat memeluk tubuh Tatiana.


Terasa begitu berat dan tak rela. Namun ia sudah terlanjur menyetujui kontrak seperti yang Tatiana syaratkan sebelum mereka mulai menjalaninya.


'' aku harap setelah ini kita tidak pernah bertemu lagi.


Dan jika terjadi sebuah kebetulan, berjanjilah untuk berpura-pura tidak saling kenal '' ucap Tatiana sambil membelai kepala Lutfi.


'' tidak bisakah kita tetap seperti ini ? ''


''... ''


Tatiana menarik diri. Membelai lembut wajah Lutfi.


Hatinya berdenyut nyeri. Membuat air matanya mengalir begitu saja.


'' tidak. Kita tidak boleh melanjutkannya.


Cukup saja sampai disini.


Atau kalau tidak,maka kita akan semakin tamak ''


Tatiana menggeleng beberapa kali, lalu dengan di iringi isak ia mengecup bibir Lutfi berkali-kali.


Pada akhirnya, hari itupun sampai.


Hari dimana mereka harus merelakan satu sama lain dengan tetap memendam rasa yang akan menjadi rahasia mereka saja.


Setelah menerima gelar sebagai sarjana , saat itulah kali terakhir Tatiana melihat Lutfi.


Tatiana menatap dari kejauhan pada pria yang berada didalam mobil di sebarang jalan kampusnya.


Lutfi duduk di kursi penumpang dengan kaca jendela dibuka lebar.


Lalu sang ajudan menghampirinya. Memberikan buket dan boneka sebagai bentuk ucapan selamat karena telah berhasil menyelesaikan pendidikannya.


Terlihat sebuah amplop terselip di antara rangkaian bunga.


Tatiana tersenyum,namun hatinya perih saat mengetahui jika isinya adalah selembar cek dengan jumlah besar .


Sebelum melangkah meninggalkannya, Tatian menitipkan ucapan terima kasih pada si ajudan bdengan linangan air mata.


Meski sedih melanda, tapi ia bahagia.


Karena setidaknya , di hari bersejarahnya ini ada seseorang yang mengucapkan selamat dan memberikan hadiah kelulusan.


Tak berselang lama, mobil melaju pergi.


Tatiana sempat melambai. Namun Lutfi tak membalasnya.


Pria itu pergi begitu saja tanpa mau menolehnya sekalipun.

__ADS_1


Tatiana bersedekap. Ia semakin sedih.


Padahal tadi ia sempat berpikir ingin menghampiri mantan pria yang selama dua tahun ia panggil daddy itu untuk mengucapkan sesuatu.


Di tengah kesedihannya, Tatiana pun mulai berandai-andai .


Andai ia dan Lutfi tak bertemu dengan cara seperti itu, andai perbedaan status dan usia mereka tak terlalu mencolok, atau andai saja ia punya cukup keberanian untuk menyatakan perasannya - -


Mungkinkah ada kesempatan untuk mereka berjodoh ?


'' aku mencintaimu, daddy '' lirih Tatiana tertahan di ujung bibirnya . Matanya tetap melihat ke arah mobil yang sudah hilang di antara tumpukan kendaraan yang memenuhi jalan.


* * *


10 tahun kemudian.


Langit senja begitu elok, membuat siapa pun yang melihatnya pasti enggan berpaling. Sepanjang mata memandang, hamparan air laut terpampang di depan dan di ujung sana sang fajar mulai tenggelam. Sungguh sebuah lukisan indah sebagai penutup hari ini.


'' Lutfi... '' seru seorang wanita pada anak laki-laki yang berlari dengan kaki telanjang.


Wanita berterusan selutut tanpa lengan itu pun berlari mengikuti langkah kaki yang tengah menghindar dari kejarannya.


' grep ' sang wanita berhasil meraih bocah yang tadi ia panggil Lutfi.


'' dapat, kamu ! '' menyunggingkan senyum penuh kemenangan.


'' ah, mamaaaaa.. '' merengek minta di lepas sebab tinggal sedikit lagi kakinya menjamah air laut.


'' uda waktunya pulang, sayang.. ini uda sore.


Tuh papa. nungguin sama adek '' tunjuk si wanita pada dua orang yang sedang melambai .


Seorang pria dan balita perempuan dalam gendongannya.


Dialah Tatiana yang telah menjadi sosok wanita seutuhnya .


Tatiana kini telah menikah dan memiliki dua orang anak.


Hidupnya sekarang sangat bahagia.


Tak berkekurangan dan yang lebih penting adalah ia bertemu seseorang yang mencintainya dengan menerima segala hal yang ada padanya.


Begitupun dengan Tatiana. Ia dan sang suami saling melengkapi kekurangan masing-masing.


'' ayo, buruan nanti keburu malam kita sampai di rumah '' ajak sang suami pada Tatiana yang tengah berjalan menggandeng Lutfi.


Sang suami kemudian naik ke atas N- max hitam dan menghidupkan mesinnya. Di susul kemudian Lutfi yang duduk didepan. Sementara Tatiana dan si kecil menjatuhkan bokong di boncengan belakang.


Keluarga kecil itupun berlalu dari pantai, meninggalkan seseorang yang tak mereka sadari sama sekali jika sejak tadi terus memperhatikan.


Pria yang rambutnya telah memutih semua itu masih berdiri dan enggan berpaling dari pandangannya.


Lutfi, seorang pria yang terjebak cinta dengan sugar baby - nya dan tak pernah bisa move on walau sepuluh tahun telah berlalu.


Sejak hari dimana hubungannya dan Tatiana berakhir, Lutfi ternyata diam - diam mengikut setiap langkah kaki Tatiana


Sulit baginya untuk merelakan apalagi melupakan kenangan di antara mereka.


Namun ia tak bisa mengingkari janjinya pada Tatiana. Dan sebagai gantinya maka ia pun seolah menjadi bayangan yang tak pernah disadari Tatiana.


Ia ingin tau apa saja yang dilakukan si mantan gadisnya.


Namun ada saat dimana Lutfi hampir tak bisa mengontrol dirinya.


Adalah ketika ia mengetahui Tatiana hamil, melahirkan dan menamai hasil buah cinta mereka dengan namanya .


Tatiana menjalani dan menghadapinya seorang diri dengan tegar.


Dan Tatiana sama sekali tak menghubungi. Wanita itu ternyata benar-benar tak ingin berhubungan dengannya lagi.


Lutfi yang tadinya berniat muncul dan mendekati Tatiana , akhirnya memilih mengurungkannya.


Lutfi sadar, ia hanya lah bagian dari masa lalu yang tak akan pernah bisa menjadi masa depan Tatiana.


Biarlah ia menjadi penonton, mengawasi dan menjaga Tatiana dari kejauhan.


๐Ÿ“selesai๐Ÿ“


Hayo, di-like ya

__ADS_1


Di komen juga sekalian


__ADS_2