Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Sugar baby ( bagian 3 )


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


Entah apa yang menggerakkannya, hingga Tatiana sekarang ada disini, duduk berhadapan dengan Lutfi.


'' kenapa waktu itu kau menolak tawaran ku ? ''


Tatiana menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


'' karena saya tidak berniat meneruskannya ''


...


Lutfi tergelak.


'' jadi kenapa kau datang ke mari ? ''


'' bukankah anda menyuruh ajudan anda untuk mengatakan pada saya bahwa anda ingin bertemu dan bicara dengan saya ? ''


'' apa kau sedang berlaga bodoh atau kau memang bodoh ?


Kau pasti tau apa maksud kuminta datang kemari ,kan ? ''


Tatiana mengangguk.


' tak ' sebuah map di hempaskan di atas meja.


Tatiana melihat sekilas pada map , lalu beralih pada pria yang duduk dihadapannya dengan kaki disilangkan.


'' apa ini perjanjian yang sama dengan yang waktu itu ? '' tanya Tatiana. Ia tau tengah disodorkan surat perjanjian yang pernah dan sangat ia hapal isinya.


Perjanjian kontrak :


* pihak A akan memberikan jatah bulanan dan memberikan tunjangan kesehatan . Serta akan bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pokok lainnya.


* Pihak B akan dan harus menuruti semua perintah pihak A tanpa terkecuali *


Begitulah yang tertulis di dalamnya kira-kira.


Jadi, bagaimana mungkin bisa ia lupa perjanjian yang hanya berisi dua poin Saja.Dimana pihak A begitu mendominasi. Sedangkan pihak B tak lebih dari sekedar kacung yang harus patuh pada majikannya .


'' isinya tidak sama seperti yang dulu.


Ada beberapa poin yang sudah ubah ''


Tatiana bergeming. Paling juga di ubah berdasarkan kemauannya. Begitu pikirnya.


'' tidak tertarik ? ''


Tatiana menggeleng.


'' saya datang kemari untuk meluruskan apa yang pernah terjadi di antara kita.


Saya minta maaf karena telah mengacuhkan telpon dan menolak tawaran anda tanpa memberikan penjelasan.


Dan saya juga ingin menegaskan, jika saya tidak berniat menjalin kontrak apapun dengan anda.


Saya akan tetap dengan keputusan saya untuk cuti kuliah. Atau mungkin tidak akan meneruskan kuliah saya lagi ''


Tatiana berdiri. Namun belum sempat melangkah Lutfi dengan cepat berdiri, mendekat dan langsung mencekal lengannya.


'' kau pikir bisa pergi begitu saja '' Lutfi menatap lekat Tatiana. Sorot matanya tajam. Rahangnya terlihat mengeras . Lutfi kesal karena mendapat penolakan dan kembali di acuhkan .


'' ... ''


Tak mendapat perlawanan , perlahan pegangan itu mengendur.


Lutfi melepaskannya.


'' duduklah. Kita bicarakan lagi dari awal ''


Tatiana menatap tak percaya.


Ia sudah dengan tegas menolak , namun pria ini seolah mengabaikan dan justru memintanya kembali duduk .


'' kau tak akan bisa keluar dari sini sebelum membuat kesepakatan dengan ku ''


Tatiana memejamkan matanya kuat-kuat.


Rasa sesal memenuhi hati dan pikirannya .


Kenapa tadi ia memutuskan datang tanpa pikir panjang.


Pun ia tak menyangka jika lutfi adalah pribadi pemaksa seperti ini.


Tatiana menurut dan kembali duduk .


' srak. srak. srak ' Lutfi menyobek map berserta isinya hingga menjadi potongan tak sama.


'' katakan kau mau kontrak yang seperti apa ?


Atau sebutkan saja berapa nominal yang kau inginkan '' Lutfi menyandarkan duduk . Raut wajahnya kembali seperti tadi. Datar.


Untuk beberapa saat diam melanda.


Hingga akhirnya Tatiana yang tak punya pilihan pun memutuskan untuk meladeni apa mau pria yang masih sabar menunggu mulutnya terbuka.

__ADS_1


'' anda pasti tau jika saya ini yatim piatu '' Tatiana memulai.


'' hem '' Lutfi mengangguk sekali.


'' sejak kecil saya hidup dengan segala keterbatasan atau bahkan sering kekurangan.


Tapi saya selalu mengingatkan diri untuk tidak terlena saat memperoleh sesuatu secara berlebihan.


Dan tak pernah sekalipun terbesit keinginan saya menjadi seperti itu.


Meski pada kenyataannya saya lakukan juga ''


Jeda sejenak. Tatiana tengah mengatur nafas untuk kembali bicara.


'' saat itu, setelah melihat berapa yang anda berikan. Saya merasakan sesuatu yang tak belum pernah saya bayangkan sebelumnya.


Entah bagaimana awalnya, tapi saya mulai berpikir.


Ternyata cukup mudah memperoleh uang banyak dalam waktu singkat.


Itu manusiawi, bukan ?


Tapi kemudian saya sadar.


Jika saya tidak berhenti maka saya akan benar-benar menjadi tamak.


Jujur saya menyesal.


Dan yang saya sesali itu bukan hal yang telah saya lakukan. Tapi niat yang ingin melakukannya lagi.


Karena itu, sebelum terlambat saya memutuskan untuk tidak melanjutkannya ''


'' kau ingin, tapi juga tak ingin ''


'' hem.. '' Tatiana mengangguk. Lalu lanjut bicara.


'' tadinya saya berniat untuk bekerja dan menjalani hidup dengan mengandalkan kemampuan yang saya punya .


Sebab keadaan saya tidaklah sesulit yang mengharuskan saya untuk menjadi seperti yang anda inginkan .


Tapi kemudian anda muncul. Dan menghadapkan saya dengan sebuah tawaran.


Saya kini dilema.


Karena sebenarnya, alasan saya menolak kontrak anda waktu itu adalah karena isinya ''


'' ... '' dahi Lutfi mengernyit.


'' saya tinggal di panti asuhan dengan begitu banyak peraturan dan tekanan.


Saya tidak pernah di beri kebebasan.


'' memangnya apa yang kamu inginkan ? ''


'' uang.. dan teman '' Tatiana mengukir senyum simpul .


Lutfi terperangah.


Baru ini ia melihat gadis itu tersenyum. Sebuah senyuman langka karena sepertinya jarang dilakukan.


'' sepanjang hidup saya, saya tidak punya teman yang bisa diajak bicara .


Saya selalu sendirian .


Saya ingin seseorang yang mau menjadi tempat saya bersandar dan - ''


'' katakan saja apa syarat mu agar kau bersedia menjadi gadisku ?'' Lutfi agaknya sudah tak bisa sabar lagi .


Tatiana beranjak, melangkah mendekat .Lalu mendudukkan diri dipangkuan Lutfi.


'' pertama. Bisakah kita bicara secara formal ?'' Tatiana mendekatkan wajahnya.


Lutfi mengangguk .


Ia seolah terhipnotis pesona seorang Tatiana.


'' jika kau benar-benar menginginkan ku ,maka kau harus setuju jika kita hanya akan bertemu setiap akhir minggu. Jumat - sabtu - dan minggu.


Selebihnya, di luar itu kita tidak boleh melakukan kontak apapun.


Kau dengan kehidupanmu dan aku akan menjalani kehidupan ku seperti biasa.


Dan hubungan kita berakhir setelah aku menamatkan kuliahku ''


'' ada lagi ? '' Lutfi melingkarkan tangannya di pinggang Tatiana.


Tatiana menggeleng.


'' kau yakin tak mau menambah apa-apa lagi ?


Karena jika kontrak kita sudah berjalan nanti, kau tak bisa menambah atau menguranginya lagi ''


Tatiana berpikir sejenak.


'' jika boleh , aku ingin tau siapa kau dan ceritakan semua hal tentangmu.


Aku ingin mengenalmu ''

__ADS_1


'' ... ''


'' sepertinya kau keberatan ?


Baiklah, tak apa.


Mungkin ada baiknya juga jika kita tidak terlalu saling kenal ''


Tatiana hendak beranjak namun Lutfi memegang kuat pinggangnya.


'' baiklah . Aku sanggupi semua yang kau katakan tadi. Sekarang sebutkan berapa yang kau inginkan ''


Tatiana menggeleng.


'' sudah kubilang aku tidak ingin menjadi tamak.


Tapi aku tak akan menolak berapapun yang kau berikan.


Asal kau mencukupi kebutuhan dan membiayai kuliahku .


Kurasa itu sudah lebih dari cukup ''


'' kau yakin ? '' tangannya kini mulai berpindah, menyusup ke dalam bajuTatiana .


'' hem.. '' Tatiana mengangguk dengan tatapan sendu saat merasa sentuhan jemari di permukaan kulitnya.


'' kalau begitu, sekarang giliranku.


Masih sama dengan isi kontrak yang sebelumnya ''


'' ... ''


'' kenapa ? Kau keberatan ?


Aku saja menyanggupi semua syaratmu.


Sedangkan aku cuma satu syarat saja.


Kau cuma turuti apapun yang ku perintahkan ''


Tatiana mengangguk seraya tersenyum tanda setuju.


'' tapi itu berlaku hanya ketika waktu yang telah di tetapkan saja ''


Lutfi mengangguk. Tanda kesepakatan diantara mereka akan mulai terjalin.


Tangan Lutfi lalu naik ke tengkuk Tatiana dan menekannya hingga wajah mereka tak lagi berjarak.


Tatiana tak menolak. Ia sambut bibir Lutfi dan ia biarkan tangan itu menggerayangi tubuhnya.


******* demi ******* lolos dari bibir ranumnya ketika Lutfi telah membaringkan tubuhnya di ranjang dan melakukan penyatuan.


Siapapun tak akan menyangka. Jika gadis yang dari tampilan luarnya terlihat lugu dan polos , rela memberikan semua hal pertama dalam hidupnya pada pria asing yang usianya terpaut 30 tahun lebih tua darinya.


Namun tak Tatiana tak menyesal.


Cuman pertama, sentuhan pertama , semua itu ia relakan bukan semata-mata demi uang. Tapi karena ia pun sangat menikmatinya.


Sejak itulah kehidupan Tatiana sebagai sugar baby resmi di mulai.


* * *


Lutfi Candrakirawan. Seorang pengusaha ternama yang berdomisili di luar kota.


Ia sering berpergian karena tuntutan pekerjaan.


Dan kota tempat tinggal Tatiana adalah yang paling sering ia sambangi.


Sebab Lutfi adalah seorang yang memiliki andil besar dalam berdirinya sekaligus donatur di kampus Tatiana.


Pria berusia 52 tahun itu berstatus duda dengan seorang anak laki-laki seusia Tatiana.


Lima tahun lalu, Lutfi bercerai sebab mendapati sang istri berselingkuh.


Sang istri beralasan mengapa ia tega melakukannya adalah merasa kesepian sebab sering ditinggal dan Lutfi yang jarang menghabiskan waktu bersamanya.


Lutfi yang seakan trauma dan tak percaya wanita, urung tuk menikah lagi.


Namun ia tetaplah pria normal yang masih memiliki hasrat dan kebutuhan seksual .


Namun sekali lagi. Ia tak ingin menikah.


Hingga suatu ketika, ia tak sengaja memergoki teman baiknya tengah berduaan dengan gadis muda.


Tau seperti apa sakit dan kecewanya karena pernah dikhianati pasangan, Lutfi sempat mengecam perbuatan teman yang seumurannya itu.


Pasalnya ia tau betul jika sang teman masih memiliki keluarga yang utuh.


Panjang lebar menjelaskan dan dibujuk, dari situlah Lutfi akhirnya diperkenalkan dengan dunia sugar baby.


Sebuah hubungan kontrak antar di pemberi dan penerima jasa . Antar gadis muda dan pria om-om seperti mereka.


Awalnya Lutfi ragu. Namun akhirnya ia putuskan untuk mencobanya.


Dan kali pertama itulah ia bertemu dengan Tatiana.


Bersumbang - -

__ADS_1


Hayo, di-like ya


Di komen juga sekalian


__ADS_2