Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Gendut


__ADS_3

🌺 Hem... 🌺


* * *


Di sebuah sekolah swasta yang merupakan pusat pendidikan bertaraf Internasional paling populer di kalangan atas.


Dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan terbilang mewah , semua murid yang ada di tempat ini adalah oleh anak - anak dari para pengusaha konglomerat , pejabat tinggi yang memiliki duduk di kursi pemerintah, dan para artis tersohor.


Tak sembarangan dari mereka yang bisa ataupun mampu mengeyam pendidikan dasar, menengah, hingga menengah ke atas disekolah ini.


Hari ini, kelas 12 A kedatangan murid baru.


Pindahan dari Filipina, Salsabila atau yang biasa dipanggil Sasa. Ia merupakan anak tunggal seorang pengusaha restoran bintang lima yang memiliki cabang usaha di kota-kota besar.


Gadis yang lahir dari ayah berdarah Tionghoa dan ibu suku asli borneo , Sasa memiliki rupa yang jelita sebab mewarisi perpaduan gen dari kedua orang tuanya.


Maniknya hitam pekat, bulat sempurna dengan bulu mata panjang dan lentik. Kulitnya seputih susu.


Ditambah dengan hidungnya pas dengan bentuk wajahnya yang bulat.


Tak butuh waktu lama udah Sasa beradaptasi dan membaur dilingkungan baru sekolahnya karena pribadinya yang ramah ,murah senyum dan sangat percaya diri.


Bidadari semok. Begitu ia sering dipanggil oleh para teman sekelas dan hampir semua murid di sekolahnya. Itu karena tingginya yang hanya 150 cm tak seimbang dengan berat badan yang mencapai 60 kg.


Tapi, meskipun sering dibully karena bentuk tubuhnya yang melebihi porsi remaja seusianya, Sasa tak pernah mengambil hati apalagi mau memperdulikan julukan yang di sematkan padanya itu.


Sasa dengan optimistis menjalani harinya sebagai seorang murid yang tak mau diremehkan .


Terbukti setelah pra semester ,ia berhasil menyabet gelar murid dengan nilai tertinggi di antara semua murid kelas 12 .


Sasa pun semakin percaya diri.


* * *


Pagi seperti biasanya.


Sasa melenggang dengan langkah ringan menuju kantin.


Ia tersenyum lebar ketika melihat kumpulan murid laki-laki yang memenuhi salah satu jejeran bangku kantin.


'' A~ an~di.. '' Sasa dengan suara khasnya yang manja sambil meletakkan botol minuman berisi jus jeruk.


Sasa mengembangkan senyum manisnya yang ia tujukan pada anak laki-laki yang paling tampan di antara kumpulan itu.


Andi Wira Pratama,namanya. Murid kelas 12 dari kelas yang berbeda . Laki-laki yang mendapat predikat sebagai penaklukan siswi di sekolahnya ini memang sangat populer dan selalu digandrungi para murid perempuan.


Para siswi yang menggilainya bahkan rela dijadikan pacar kedua , selingkuhan, TTM , atau bahkan mainan sementara. Semua perempuan yang pernah menjalin hubungan tak jelas dengannya tak keberatan mau dijadikan apapun, asalkan bisa berdekatan dengan Andi si anak pemilik sekolah ini.


Dan Sasa salah satu yang terpikat oleh pesonanya.


Hampir setiap hari, ia membawa sesuatu untuk diberikan pada Andi. Mulai dari makanan rumah, dari restoran milik ayahnya, hingga buatan tangannya sendiri.


Semua demi membuktikan bahwa ia sungguh-sungguh menyukai Andi.


Tapi tak pernah sekalipun ia menyatakan perasannya dan hanya menunjukkannya saja .


Sebab itu satu sekolah tau tentangnya yang tergila-gila dan mengejar-ngejar Andi .


Namun , Sasa tak pernah perduli tentang apapun yang mereka bicarakan tentangnya.


Dan Andi. Meski berulang kali menolak pemberian dan perhatian Sasa, lambat lainnya mulai terbiasa dan membiarkan saja apa yang ingin dilakukan Sasa untuknya.


Terkadang ia menerima pemberian Sasa. Namun tak jarang jika itu bukan sesuatu yang ia sukai maka akan ia buang saat itu juga di hadapan Sasa .


Dan sering pula ia mengusir Sasa ketika merasa gusar sebab gadis itu selalu mendatanginya.


Namun, seperti apapun Andi memperlakukannya, Sasa tak pernah patah semangat apalagi putus asa .


Ia pergi, namun pasti datang lagi di keesokan harinya.


Hingga sesuatu merubah segalanya.


Pengumuman tentang acara persiapan baru saja di beritahukan .


Para murid kelas 12 yang telah selesai mengikuti ujian Nasional, bersiap menyambut pesta dengan ikut berpartisipasi dalam acara yang akan di langsungkan di aula sekolah pada malam hari.


* * *


Sore pukul 5, Sasa dan beberapa teman sekelasnya terlihat keluar bersamaan dari ruang kelas. Mereka baru saja menyelesaikan latihan drama yang akan tampil di acara perpisahan nanti.


Tepat di saat akan menuruni tangga , seorang teman menyenggol lengan Sasa. Ia menujukan pada Andi yang sedang berjalan sendiri di lorong ujung kelas.


Sontak Sasa pun berlonjak girang.


Ia lantas memisahkan diri dan menyuruh teman-temanya pergi duluan .


Ia akan menghampiri dan menyapa sang pujaan hati.


Dengan langkah mengendap-endap, Sasa membuntuti Andi .

__ADS_1


Dan berhenti saat Andi berbelok dan masuk ke toilet .


Sasa yang tak mungkin masuk, memilih menunggu di balik dinding pemisah.


'' uda selesai latihan band nya ? '' suara lain terdengar dari dalam sana.


Andi ternyata tak sendiri .


Mereka adalah teman kumpulnya.


Dan yang mereka lakukan saat ini adalah rehat sejenak usai latihan . Mereka nanti pun akan mengisi acara perpisahan dengan unjuk kebolehan dalam keterampilan bermusik.


'' terus , habis acara nanti kita mau ngapain ? '' tanya Andi mengedarkan pandang pada teman-temannya.


'' gini. Papi gue kan punya vila di puncak.


Dan gue uda minta ijin buat kita nginep di sana.


Gimana menurut kalian ? em ? '' ujar Edo , anak tunggal seorang pengusaha ternama . Di antara mereka, ia keluarganya adalah yang paling kaya.


'' kita buat acara perpisahan seperti apa yang kalian mau


Terserah mau ajak pacar, atau bawa cewek manapun yang kalian mau ? em? em ? pasti seru gak sih ? '' Edo menyerukan lagi dengan yang menawarkan sebuah ide kegembiraan.


Usulannya disambut suara riuh tawa yang saling bersahut-sahutan.


Mereka semua setuju dan terlihat sangat antusias .


'' asek.. oh, ya An. Loe kan paling banyak fans perempuan nih.


Bawa dong beberapa buat kita '' pinta dua orang temannya yang berstatus jomblo . Atau lebih tepatnya belum pernah pacaran karena tampang mereka yang di bawah standar.


'' tenang aja, itu semua bisa diatur..


Kalau Andi gak bawain kalian cewek, nanti gue yang sediain buat kalian '' kembali Edo memberi tawaran.


Tawa kembali menggema.


'' terus An, cewek mana yang rencananya bakal loe bawa nanti ? ''


'' emmm.... '' Andi nampak berpikir. Sebab terlalu banyak perempuan dan ia sulit memilih yang benar-benar ia inginkan.


Karena sebenarnya mereka semua tak lebih sekedar mainannya saja.


'' bawa Sasa, aja An '' ucap Edo dengan mengerlingkan matanya.


'' pffftt.. HAHAHHAHAHAHA '' tawa menggelegar.


'' eh, diem kalian ! Dengeri ni , ya.


Terutama buat kalian yang gak tau apa-apa soal cewek "


Mereka semua menurut dan seketika rawa tadipun redam.


" terkadang, kita sebagai cowok tu butuh sesuatu yang berbeda.


Ibarat tiap hari makan ayam. Sesekali bole dong nyobain makan tempe ? ''


'' maksud lo apaan sih ? Gak paham gue ''.


'' berdasarkan pengalaman gue yang uda pernah nyobain beberapa cewek berbody yahut, rata-rata mereka semua uda pada jebol .


Nyari yang masih ting-ting tu sekarang susah.


Tapi pernah sekali gue iseng deketin cewek yang bentuknya kaya Sasa. Semok.


Teteknya, pantatnya, wiuhhh... asoy gemoy...


Di situ gue dapet sensasi yang berbeda.


Selain tau gimana sulitnya merawanin, gue juga dapat rasa yang alin daripada yang lain.


Ah, sulit diungkapkan dengan kata-kata deh.


Pokonya gue dukung loe , An. Loe harus bawa Sasa dan harus bisa taklukin dia '' Edo menepuk pundak Andi.


Andi hanya menyunggingkan senyum menanggapi perkataan temannya yang memang terkenal sering gonta ganti pasangan . Termasuk hubungan *** yang tak terhitung sudah kali dilakukannya.


Sementara itu , Sasa yang mendengar semuanya terkesiap.


Ia perlahan mengambil langkah menjauh dan pergi meninggalkan sekolah yang telah mulai dikuasai gelap.


* * *


Dimulai keesokan harinya.


Sasa berubah. Ia tak seceria biasanya.


Dan perubahan yang paling menonjol adalah ia tak keluar kelas .

__ADS_1


Andi yang diam-diam menantikan kedatangannya nampak gelisah .


Padahal tadi pagi, ia sempat melihat saat Sasa turun dari mobil . Tapi kemana ? Kenapa tak muncul dan menyambanginya ?


Hingga jam sekolah pun berakhir. Bel tanda pulang berbunyi.


Para murid berbondong-bondong melangkah keluar dari area sekolah.


Begitupun dengan Sasa.


Namun langkahnya terhenti ketika akan melewati kelas Andi .


Itu karena Andi dan teman-temannya tengah berkumpul di depan kelas tersebut.


Sasa berbalik, dan memilih memutar jalan menuju gerbang sekolah.


Andi yang melihat dan menyadari jika Sasa seperti menghindarinya pun heran. Terbesit penasaran dan rasa gusar berkecamuk di benaknya.


Ia seperti tak terima pada sikap Sasa yang tiba-tiba demikian terhadapnya.


* * *


Dan hal itu terus berlangsung dari hari ke hari hingga sampai di hari perpisahan .


Tak perduli seberapa pun Andi berusaha menarik perhatian Sasa, gadis itu bergeming dan mengacuhkannya.


Membuat Andi mulai geram dan tak tahan lagi.


Namun ia bingung harus bagaimana.


Pun saat acara kelulusan. Diantara banyak anak siswi yang minta untuk di coret seragamnya, hanya Sasa yang jangankan mendekat, melihatnya saja Sasa tak mau.


Andi tak mengerti. Apa yang membuat Sasa berubah seperti itu.


Acara perpisahan itupun ditutup dengan seruan para murid setelah dinyatakan lulus semuanya.


Jika kebanyakan para murid pulang dengan seragam penuh goresan spidol warna warni, seragam Sasa justru terlihat hampir bersih. Hanya terdapat beberapa coretan saja di bagian bawah bajunya.


'' hei, semok '' panggil Andi pada Sasa yang sedang menuju gerbang sekolah. Sepertinya Sasa berniat pulang lebih dulu.


Sasa menoleh sesaat lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Andi yang tak tahan lagi lantas mengejar dan langsung mencekal lengan Sasa.


Langkah gadis itu pun berhenti seketika saat Andi menarik dan memaksanya berbalik.


'' kam-kamu kenapa sih An ? '' Sasa tergagap.


Wajahnya yang putih nampak merona. Menandakan jika ia gugup sebab malu berhadapan dengan laki-laki yang ia sukai.


Melihat ekspresi Sasa, Andi tersenyum penuh kemenangan.


Sudah ia duga jik Sasa masih menyukainya. Namun ia belum tau dan akan mencari tau penyebab Sasa yang belakangan menjauhinya.


Andi melepas pegangannya lalu menepuk-nepuk kedua telapaknya. Memasang tampang angkuh, ia menatap Sasa .


'' gak pengen tanda tangan gue, nih ? '' goda Andi seraya mengangkat tangan yang entah sejak kapan sudah memegang spidol merah.


Sasa menggeleng.


'' yakin ? Gue tau loe pasti mau. Tapi gak bisa deketin gue karena tadi banyak yang mengerumuni gue kan ? ''


Sasa mundur selangkah dengan kepala sedikit tertunduk.


Senyum menyeringai Andi luntur. Berganti dengan kerutan di keningnya.


Heran dan penasarannya memuncak.


Ada apa ?


Kenapa dengan bidadari semok ini ?


Apa yang menyebabkan Sasa berubah jadi seperti ini ?


Andi benar-benar tak terima.


Namun ia masih sadar dan harus menjaga gengsinya.


Ia coba untuk tenang namun gagal.


Sasa berbalik dan pergi meninggalkannya begitu saja.


" Sasa "


Bersumbang - -


Jangan lupa like-nya ya


Komentarnya juga sekalian

__ADS_1


Makasih 🤗


__ADS_2