Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Butuh Logika


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


Tak terasa sudah di minggu kedua, hari ke empat belas puasa di bulan Ramadhan.


Ada begitu banyak tradisi yang selalu di lakukan dan selalu menjadi saat yang paling di tunggu-tunggu.


Salah satunya adalah buka puasa bersama teman yang telah lama tak bertemu dan menjadikannya sebagai ajang reunian.


Hal itu yang saat ini sedang di nantikan Rianti. Dua hari lalu, notif dari WA grup teman SMA nya tak berhenti berbunyi. Saling sapa, bertanya kabar satu sama lain, hingga akhirnya diusulkan mengadakan acara buka puasa bersama untuk menjalin kembali tali silaturahmi , yang mana ada diantara mereka telah lama putus.


Rianti yang sekarang berprofesi seorang guru tk menyambut antusias dan tanpa ragu menyatakan akan hadir di acara tersebut.


Namun hal tak terduga terjadi. Tepat di saat ia akan berangkat, sang kekasih menelpon. Mengatakan bahwa ia telah berada di perjalanan untuk menjemputnya.


Perlu diketahui, sudah tiga tahun Rianti menjalin hubungan jarak jauh dengan seorang lelaki bernama Andi.


'' Maaf, sayang. Kita ketemuannya besok aja ya.


Aku gak bisa.. Gak enak karena uda janji sama teman-teman aku '' Ucap Rianti bernada memelas dalam sambung telpon.


Tak ada suara. Andi pasti marah. Pikirnya. Ah, masa bodo. Siapa suruh datang gak ngabarin. Rianti acuh dan tetap pada rencananya .


Malam itu, meski hatinya tak tenang karena terus kepikiran Andi , Rianti tetap datang ke acara buka bersama bahkan sampai acara tersebut selesai.


Pukul 11 malam, Rianti sampai di rumah dan alangkah kagetnya ia sebab kedua orang tuanya menyambut di muka pintu dengan raut wajah tak bersahabat.


Perasaan Rianti menjadi tak nyaman . Feeling mengatakan ada sesuatu yang telah terjadi .


Dan ternyata benar.


Selepas maghrib tadi, tak lama setelah ia sampai ditempat acara buka bersama, Andi datang ke rumahnya. Tapi Andi tak datang sendiri. Andi datang bersama kedua orang tuanya yang ternyata secara khusus ingin memberi kejutan. Mereka datang untuk melamar Rianti.


Namun semuanya menjadi sia-sia sebab Rianti lebih memilih tetap ke acara kumpulan bersama teman-teman aluminya.


Dan malam itu Rianti pun harus menerima ceramah dari kedua orang tuanya. Ia dimarah habis-habisan oleh kedua orang taunya yang merasa tak nyaman pada Andi dan kedua orang taunya.


Keesokan paginya.


Rianti datang ke hotel tempat di mana Andi dan kedua orang tuanya menginap.

__ADS_1


Bersyukur kedua orang tua Andi sangat baik dan ramah. Mereka berbesar hati memaafkan dan mau mengerti . Toh mereka pikir Rianti bukannya sengaja sebab memang tak mengetahui jika ternyata mereka juga datang kemarin.


Tapi hal berbanding terbalik Andi.


Lelaki berparas tampan dengan bentuk tubuhnya yang kekar itu terlihat sangat kesal dan marah pada Rianti.


" Sayang, Maaf " Ucap Rianti untuk yang kesekian kalinya .


Hanya itu. Hanya itu kata yang keluar dari mulutnya. Apa tak bisa membujuk atau apa ?


Andi masih diam dengan ekspresi seolah menunjukan betapa fatal nya kesalahan Rianti.


Lelaki 25 tahun itu memalingkan pandangannya . Sungguh ia kecewa pada perempuan yang telah menjadi kekasihnya selama tiga tahun ini.


Rianti menghela nafas. Beginilah Andi jika sedang marah. Tak akan mau bicara dan acuh .Membuatnya sungguh merasa tak nyaman dan tak tahan lagi. Hatinya jadi sakit.


Rianti tatap Andi yang sejak tadi enggan menatapnya. Apa segitu besar kesalahannya hingga Andi mengacuhkannya seperti ini.


Baiklah. Rianti menyentak nafas. Sabar pun ada batasnya . Ia sudah meminta maaf, bahkan sudah berkali-kali dan tetap saja Andi bergeming , tak mau menanggapinya.


Rianti tiba-tiba berdiri . Membuat lelaki yang duduk berhadapan dengannya seketika menoleh.


'' Aku pulang '' Pamit Rianti datar.


'' Kam-Kamu.. '' Ucap Andi tertahan. Entah apa yang sebenarnya mau ia katakan hingga tak jadi.


Kini Rianti yang kesal . Selalu saja seperti ini. Setiap kali ada masalah, Andi selalu saja diam seolah menunggunya mengaku salah dan meminta maaf.


'' Yang - '' Andi ikut berdiri ketika melihat Rianti meraih tas dan menggantungnya di pundak.


'' Aku tau aku salah. Aku uda ngakuinya dan aku juga uda minta maaf.


Tapi karena itu belum cukup buat kamu puas. Jadi sebaiknya aku pergi.


Seperti biasa, An. Aku akan tunggu sampai kamu mau maafin aku ''


Andi terhenyak. ' An ' ? Rianti bilang 'An ' ? Apa ia tak salah dengar ? Barusan Rianti menyebutnya dengan nama ?


'' Yank '' Andi coba tuk menahan dan memegang lengan Rianti . Namun Rianti langsung menepisnya.


''Dari dulu.. Setiap kali ada masalah, selalu aku yang salah.Selaku aku yang minta maaf. Dan kemarin. Mana aku tau kamu mau kasi kejutan ? Tapi kamu gak mau tau. Seolah-olah aku sengaja.

__ADS_1


Orang tuamu aja uda gak mempermasalahkannya , tapi kamu.. Kamu.. ''


Sesak. Rasanya sesak. Air mata Rianti luruh. Ia tatap lekat-lekat wajah Andi. Siapa yang tak jatuh hati pada lelaki yang terlihat nyaris sempurna ini ?


Benar. Rianti dulu begitu tergila-gila pada Andi. Mengejar-ngejarnya seperti orang yang tak punya harga diri. Ia pula lah yang menyatakan cinta pada Andi. Beruntung ia tak ditolak hingga akhirnya mereka pacaran.


Semua itu kini tengah berputar di kepalanya. Sungguh. Rianti menyesal. Kenapa ia bisa sebuta ini oleh cinta. Cinta pada lelaki yang bahkan tak pernah sekalipun mengatakan cinta padanya. Selalu , setiap hari, disetiap pesan yang ia kirim ataupun di penghujung obrolan dalam sambungan telepon, Rianti lah yang selalu mengatakan ' aku cinta padamu ' dan juga ' aku kangen ,yank. Gak sabar pengen ketemu kamu '


Rianti menyentak nafas. Menatap Andi lekat-lekat sambil menghapus air matanya .


'' Aku nyerah,An. Aku capek sama kamu '' Cetus Rianti , lalu berlalu.


' Deg ' Andi tercekat. Apa maksud nya 'nyerah ' ? Apa maksudnya ' capek ' ?


Andi menggeleng. Ini diluar dugaan. Pun tak pernah ia bayangkan Rianti akan mengucapkan kalimat bermakna putus.


'' Yank.. Yank.. '' Panggil Andi yang menyusul langkah kekasihnya.


Namun Rianti tak menggubris dan justru mempercepat langkah. Hingga akhirnya Rianti berhasil pergi usai menghentikan sebuah taksi dan masuk kedalamnya. Sekejap mata, Rianti sudah tak terlihat lagi.


Keesokan harinya, Rianti menerima telpon dari orang tua Andi.


Mereka di minta Andi agar Rianti mau mengangkat telpon dan bertemu karena sejak semalam Rianti mengabaikan puluhan panggilan dan pesan dari Andi.


'' Maaf, Tan. Tapi saya dan Andi uda putus.


Saya minta maaf kalau uda ngecewain Tante sama om '' Ucap Rianti di penghujung obrolannya pada ibu Andi.


Hari berikutnya.


Sebuah pesan masuk. Dari Andi '' Yank, aku sama orang tuaku pulang . Penerbangan jam 3 sore.


Aku harap kamu bisa datang ngantar.


Nanti setelah urusan kerjaan ku kelar, aku bakal cuti dan datang lagi buat nyelesain masalah kita ''


Hati Rianti berdenyut nyeri. Jujur ia cinta , sangat mencintai Andi. Tapi hatinya juga telah terlanjur sakit akan sikap ego Andi. Ia tak tahan dan tak mau lagi menghadapi seseorang seperti Andi. Apalagi menaruh harapan masa depan dengannya. Ia kini sadar. Cinta tak akan bisa membuatnya mampu bertahan menghadapi seseorang dengan sikap seperti Andi.


'' Sori, An .Aku gak bisa ngantar. Dan jangan lagi datang buat nemuin aku. Karena hubungan kita uda berakhir.


Juga plis ! Jangan lagi telpon atau kirim pesan ke aku. Lebih baik lagi, kalau kamu hapus nomor aku. Karena setelah inipun, nomor kamu bakal aku black list ''

__ADS_1


Benar. Beginilah seharusnya.


Hubungan yang sehat bukan hanya berlandaskan perasaan saja. Tapi juga butuh logika.


__ADS_2