Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Sang Mantan ( bagian 2 )


__ADS_3

🌺 hem.. 🌺


* * *


Linda menghapus keringat yang mengalir dari di pelipisnya. Ia dan sang ibu baru saja menyelesaikan urusan pindah rumah dari apartemen yang selama enam bulan dibayar oleh Dino , ke sebuah kontrak sederhana yang ada di kawasan padat penduduk.


'' kamu uda ngajuin resign ?'' tanya sang ibu.


Linda mengangguk. Kemarin ia sudah menyerah surat pengunduran diri dan sudah di setujui.


Jadi hanya menunggu akhir bulan ini saja masa kerjanya.


'' o, ya bu. Malam ini ada acara perusahaan di hotel. Semua karyawan diminta datang kesana '' Linda sibuk menata barang pribadinya yang bisa dihitung dengan jari di atas meja kecil kamarnya.


Sang ibu mendekat, menarik tangan putri semata wayangnya untuk duduk di tepian tempat tidur.


'' Lin '' menumpuk tangan mereka jadi satu, lalu menarik salah satu untuk menyeka air matanya.


'' ibu apaaan, sih '' Linda tersenyum kecil. Ia tau apa yang menyebabkan air mata itu mengalir.


Ia sudah sering melihat sang ibu menangis sejak sang ayah meninggal dunia.


'' ibu harap.. setelah ini kita bisa hidup dengan baik ''


'' tentu, bu. Itu harus ''


- -


Malamnya, Linda pergi ke hotel tempat acara kantornya diselenggarakan.


Di saat bersamaan. Dino sedang di perjalanan ke apartemen yang ia kira masih ditinggali Linda dan ibunya .


Dino tak langsung ke tempat acara , padahal ia adalah salah satunya yang paling dinanti kedatangannya.


Tadinya ia bermaksud menjemput Linda untuk pergi ke sana bersama. Setelah la. bergelut dengan pikirannya, Dino memutuskan mengalah.


Ia berniat menemui dan membujuk Linda agar hubungan mereka bisa kembali seperti dulu lagi.


Tapi nyatanya hunian yang terletak dilantai 5 salah satu gedung bertingkat tinggi itu kosong.


Mood yang tadinya baik kini berubah kesal.


Hal tersebut terlihat dari pecahan kaca yang berserakan dilantai. Kebiasaan buruk Dino jika kesal adalah melempar barang yang ada disekitarnya.


Tampak Chiko, sang asisten yang senantiasa menemaninya. Ia tau bosnya sedang frustasi. Dan ia juga tau dengan pasti apa penyebabnya. Belakangan Dino sangat sensitif.


Ia sering memarahi bawahan yang kedapatan melakukan kesalahan dalam bekerja, bahkan yang kecil sekalipun tak luput dari amukannya.


Setelah mencoba membujuk dengan beberapa kali mendapat sorotan, Dino akhirnya mau menceritakan apa yang menyebabkan sikapnya demikian.


Dan Chiko menyimpulkan jika Dino tengah melampiaskan kekesalannya karena tak terima diputuskan begitu saja oleh Linda.


Dino mencintai Linda .


Hanya saja, pria berusia matang itu terlalu gengsi mengakui perasaannya.


'' dia bahkan gak membawa satupun barang pemberian ku '' Dino menyapu lagi sekelilingnya .


Saat ia masuk tadi, ruang yang pertama kali ia masuki adalah kamar Linda.


Lemari tiga pintu itu masih dipenuhi pakaian yang yang ia belikan saat mereka masih menjadi sepasang kekasih. Begitupun dengan yang ada diatas meja rias.


Hampir utuh seperti tak ada yang dibawa.


Bahkan di rak sepatu pun masih tersusun rapi,dua pasangan heels dan tiga pasang sepatu yang juga pemberiannya.


'' apa segitunya dia ingin lepas dari ku.. ? '' bergumam dengan geramnya.


Dino mengepalkan kedua tangannya.


Menyuruh Chiko mencari seseorang untuk membuntuti sang mantan.


Ia ingin tau semua kegiatan dan apa saja yang dilakukan Linda.


Dino menatap kosong pada ruangan yang dulu sering ia kunjungi.


Jauh dilubuk hatinya, Dino menyimpan banyak harap jika Linda akan kembali padanya.


Setelah itu, dua pria yang merupakan atasan dan bawahan itupun pergi.


* * *


" kamu buat aku jadi perempuan jahat yang merusak pertunangan seseorang " Trias, gadis yang sedang digosipkan menjadi pengganti Linda itu menghela nafas .


Di tatapnya gadis berterusan biru muda yang berdiri disebelahnya.


Linda. Ya, semua adalah rencananya. Ia sengaja meminta Trias mendekati Dino untuk menimbulkan ke salah pahaman .


Linda butuh alasan agar bisa putus dari Dino.


Trias adalah sepupu dari pihak ibu yang paling akrab dengannya .Meski sedari kecil Trias dikirim untuk bersekolah diluar negeri, tapi hampir setiap tahun Linda pasti mengunjunginya.


Kedekatan mereka itu hanya keluarga mereka saja yang tau.


'' nih '' Trias merogoh tas yang ia letakkan diatas meja .


Linda dengan cepat mengambil barang yang Trias sodorkan itu dan memasukkannya kedalam tas miliknya.


Ia sempat melihat ke sekitar yang dipenuhi oleh para karyawan kantor.


Ia lega, karena sepertinya tak ada yang memperhatikan. Dan sejak datang tadi sosok sang mantan juga belum menunjukan batang hidungnya.


Linda merasa aman.


'' aku pulang, ya '' pamit Linda yang langsung beranjak pergi dari tempat yang dirundung keramaian .

__ADS_1


Tanpa mereka sadari , ada seorang pelayan wanita yang sejak tadi berdiri di dekat mereka.


Dia adalah orang suruhan Chiko .


Wanita tersebut berhasil mencuri dan merekam apa yang Linda dan Trias bicarakan tadi.


Dan itu langsung didengar Dino yang sedang dalam perjalanan menuju hotel.


Dino mengeram geram.


Merasa tertipu dan tak terima.Karena ternyata Linda sudah lama ingin putus darinya. Tapi apa sebabnya ? Apakah Linda tak mencintainya ?


- -


Linda yang baru saja melangkah keluar dari hotel berpapasan dengan Dino yang baru saja turun dari mobil.


Tapi tujuan Dino bukanlah untuk masuk dan menghadiri acara yang ada didalam sana, tapi ia memang ingin mencari sang mantan untuk bicara. Ada yang sangat ingin ia tanyakan pada Linda.


Melihat tatapan Dino yang begitu lekat, Linda bermaksud untuk memutar langkah ke lain arah. Namun ia kalah cepat.


' tap ' Dino menyambar tangan Linda,membuat gadis yang sudah membalikkan tubuhnya itu seketika menoleh dengan kedua mata melebar.


Dino menariknya menuju lift.


Tak ingin menimbulkan masalah dan keributan, Linda pun terpaksa menurut saat Dino menyeretnya masuk.


Sementara Chiko disuruh menunggu , berjaga-jaga jika ada yang mencarinya.


' bruk ' Dino melepas dan menghempaskan pegangan tangannya hingga tubuh Linda terjerembab di atas tempat tidur.


Dino membawanya ke kamar hotel yang sudah di booking oleh Chiko. Asisten itu memang sigap dan selalu tau apa yang ia butuhkan.


Dino merampas tas dan menghamburkan semua isinya dilantai.


Passpor dan tiket pesawat ke Hongkong ? Ia menatap Linda penuh selidik. Bukan hanya berhenti kerja, Linda ternyata akan pergi keluar negri dan benar-benar akan meninggalkannya.


Sedang Linda bergeming. Apa Dino tau semuanya ?


Rasa was-was menyelimuti hatinya.


'' apa sebenarnya alasan kau mau putus dariku, hem !? '' Dino yang berdiri di hadapannya menatap murka.


Linda bermaksud bangun, namun tak berkutik karena Dino dengan tiba-tiba menindihnya. Ia bahkan tak bisa bergerak karena Dino menyelipkan jemari disela-sela jemarinya , erat Dino menyatukan telapak tangan mereka.


'' Din '' Linda mencoba memberontak namun tertahan saat melihat binar sendu pria yang ia cintai itu.


Dino menatapnya lekat-lekat, lalu perlahan menjatuhkan kepalanya dipundak Linda.


'' tetaplah disisisku.. Jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Aku bisa gila tanpamu, sayang '' ia kesampingkan wajahnya, hingga tepat berada di ceruk gadis yang sudah ingin sekali ia miliki.


Linda terisak. Ini pernyataan cinta yang selama ini ia nantikan. Seharusnya ia senang, tapi kenapa justru perih yang ia rasa .


Dino mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman dibibir Linda.


Gadis itu memejam kedua matanya dan berusaha untuk tidak merespon, meski hatinya merindu dan juga menginginkannya.


Jadi kumohon tetaplah jadi kekasihku, em ?


Kita menikah, ya ? " suaranya lembut membujuk.


Linda masih bergeming dengan air mata yang terus mengalir.


Dino menghapus dengan menyeret bibirnya secara bergantian dikedua sisi sudut mata itu.


Gadis itu terenyuh .


" katakan kalau kau juga mencintaiku " lembut mengusap wajah Linda yang terasa sembab .


Linda menggeleng. Hal yang bertolak belakang dengan isi hati yang sebenarnya. Karena sejak pertama kali bertemu Dino, ia sudah jatuh hati.


Dan ia pun inginkan bisa menjadi pasangan sehidup semati bagi Dino. Tapi itu tak bisa ia lakukan karena suatu alasan. Kondisinya yang tak memungkinkan.


Bukan karena keluarganya yang kini berstatus biasa saja, atau karena ia yang selalu dianggap tak serasi dan sering dibanding-bandingkan saat bersama Dino.


Alasan Ia tak bisa meneruskan hubungannya dengan Dino adalah karena ia yang tak akan pernah bisa menjadi perempuan sempurna bagi Dino.


" bohong ! Aku tau kau mencintaiku " di tautnya lagi bibir Linda , ia gigit dan ia tarik bagian bawahnya hingga gadis itu memekik sakit.


" apa karena orang tuaku , hem ?


Kalau begitu kita buat mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk memisahkan kita.


Kalau kau hamil , memangnya mereka bisa apa ?


Aku tak peduli penilaian orang jika nanti kita menikah karena kau hamil duluan.


Apalagi soal dosa , itu urusan ku dan Tuhan.


Tak ada satupun yang berhak menghakimi kita untuk melakukannya "


Dino tak bisa lagi menahan hasrat terpendamnya selama ini. Malam itu ia benar-benar melakukannya, mencumbu penuh nafsu dengan landasan cinta yang menggebu-gebu pada sang pujaan hati.


Meski rintihan terdengar saat ia menerobos masuk untuk pertama kalinya, ia tetap melanjutkan hingga pekikan keras itu berubah menjadi ******* yang ia sahut dengan menyebut nama Linda berkali-kali.


Keesokan harinya.


Jam sudah menujukan pukul 10 , dan Linda sejak sejam yang lalu sudah terjaga.


Hanya saja ia kesulitan bangun karena tubuhnya yang terasa remuk.


Semalam Dino melakukannya dua kali dan tadi pagi setelah room servis mengantarkan sarapan, pria itu mengulanginya lagi . Bahkan saat ia mandi untuk membersihkan diri pun Dino menyelinap masuk dan melakukannya lagi.


Meski ia menolak dan memohon, namun pria itu tak menghiraukannya. Dino beralasan , jika semakin banyak yang ia keluarkan didalam sana, maka semakin besar pula peluang untuk menghamili Linda.


Dino mengatakan hal itu saat ia mencapai puncak untuk ke empat kalinya.

__ADS_1


Pria itu benar-benar tak memberinya ampun.Linda tak berdaya dibuatnya.


Linda mencoba bangun dengan perlahan hingga berhasil mendudukkan diri.


Dilihatnya bercak merah yang mencoret sprei dan juga bedcover putih yang menjadi alas tidurnya.


Lalu beralih menatap pria yang membelakanginya.


Nafasnya terlihat masih teratur menandakan jika Dino masih tertidur dengan pulas. Tentu ia sangat lelah.


Linda berjalan tertatih, memungut pakaiannya, kemudian masuk ke kamar mandi.


Linda membersihkan tubuhnya dengan guyuran air yang menyapu semua permukaan kulitnya .


Dan salah satu yang utama ia perhatian adalah kewanitaannya.


Ia heran melihat masih ada darah saat jemarinya menyentuh aset berharganya itu.


Bukankah hanya saat pertama kalinya saja darah itu


keluar? Tapi kenapa sudah ke empat kalinya darah itu masih ada ?


Tak mau berlama-lama, Linda pun bergegas.


Namun alangkah terkejutnya ia ketika keluar dari kamar mandi melihat Dino sudah bangun dan duduk ditepian ranjang .


'' mau kemana kau? " bertanya karena melihat Linda yang sudah rapi.


Linda tak menggubrisnya.


Ia teruskan langkah untuk mengambil tas yang isinya berhamburan dilantai. Ia pungut dan ia masukan kedalam tas.


Dino beranjak dengan hanya mengenakan boxer dan menghampirinya.


Ia cekal lengan Linda sebelum sempat memungut semua barang pribadinya itu.


" aku mau pulang.


Ibu mungkin nyariin aku.Dia pasti khawatir karena aku gak pulang dan gak ngasi kabar "


Dino kembali menariknya hingga tas jatuh dari pegangannya.


" Din " Linda mencoba melepaskan diri, namun sia-sia .


' buk ' ia hempaskan tubuh Linda disofa.


" duduk dan diam disitu. Aku akan mengantarmu pulang . Aku harus bertemu dan bicara dengan Ibumu tentang pernikahan kita !"


Linda tak berdaya. Ia duduk seperti yang diperintahkan ,menunggu Dino membersihkan diri dan berpakaian.


Sejam kemudian, mereka sudah berada di rumah kontrakan Linda.


Dan tanpa basa basi lagi, Dino langsung menyatakan niatnya yang datang untuk melamar.


Ibu Linda menanggapinya dengan senyuman dan mengiyakan. Ia menerima lamaran Dino.


Dino lega. Tak menyangka akan semudah ini.


Padahal tadi ia sempat ragu dan pesimis jika akan menemui kendala atau bahkan ditolak oleh Ibu Linda.


Dino senang bukan main. Sekarang ia hanya perlu meyakinkan kedua orang tuanya saja.


Malamnya ia mengajak Linda untuk pergi ke kediaman orang tuanya.


Namun Linda menolak. Sekalipun mereka semua setuju, Linda tetap tak akan mau menikah dengannya.


Dino meradang mendengar itu.


Ia tanyakan lagi alasan sebenarnya Linda yang begitu ingin putus hingga tak mau menikah dengannya.


Karena sejak kemarin pun Linda tak memberi jawaban apa-apa.


Linda kembali menolak dengan tegas.


Dan seketika itu pula Dino menghentikan laju kendaraannya.


Ia tak mengerti apa yang membuat Linda tak mau kembali dan menikah dengannya.


Karena kesal, Dino melampiaskannya dengan mencumbu Linda didalam mobil yang memang ia tepikan dijalan yang sepi.


" kau tanyakan saja pada orang tuamu.. tapi jangan bawa aku kesana. Aku gak mau mendengarnya lagi "


Dino mengernyit. Bingung sekaligus penasaran.


Apa ada hal yang ia lewatkan ? Apa ada sesuatu yang tak ia ketahui ?


Karena sepertinya hanya dia saja yang tidak mengetahuinya.


" oke kalau itu maumu.


Jika kau tak mau kerumah orang tuaku, maka untuk sementara kau akan tinggal bersamaku.


Sampai kau setuju untuk menikah denganku ?''


kecam Dino usai menuntaskan hasratnya dengan tatapan yang kian tajam pada Linda yang duduk di sisi kemudi.


Gadis itu memalingkan wajahnya , merapikan pakaiannya yang berantakan karena perbuatan sang mantan.


Mau seperti apapun Dino memaksanya, Linda tak akan mau merubah status mereka seperti yang pria itu inginkan.


Baginya, ' mantan ' akan selamanya menjadi sebutan untuk Dino.


bersumbang - -


Hayo, di-like ya

__ADS_1


Di komen juga sekalian


__ADS_2