Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Sugar baby


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


Siang yang panas.


Suasana dibsalah satu kampus ternama terlihat seperti biasa. Beberapa kelas masih sibuk dengan aktivitas belajar mengajar.


Sementara perpustakaan dan kantin nampak senggang. Begitupun dengan beberapa bagian lainnya.


Hanya beberapa saja yang terlihat berkeliaran di sekitaran dengan masing-masing keperluan.


Nampak dua orang mahasiswi baru saja mendudukkan diri di bangku kantin dengan raut wajah masam.


Mereka baru saja keluar dari ruang kepala dosen usai di beri peringatan karena ketahuan menjadi sugar baby.


Ely dan Damatria, adalah mahasiswi tingkat akhir yang cukup populer .


Dua orang yang sudah menjalani pertemanan sejak di bangku SMA itu nampak frustasi.


Padahal baru dua bulan menjadi simpanan lelaki beristri dan menikmati uang para pria yang mereka panggil daddy.


Karena tak sengaja berpapasan dengan seorang dosen di sebuah hotel saat bersama si daddy , keesokan harinya mereka pun dipanggil untuk menghadap.


Dosen yamg memergoki mereka kemarin telah mengadukan hal tersebut pada pihak kampus.


Mereka pun di sidang sebab apa yang mereka lakukan bisa mencemarkan nama baik kampus.


Mereka di ancam akan di DO . Yang itu berarti mereka tak akan bisa melanjutkan pendidikan mereka di kampus manapun.


Maka dengan terpaksa mereka pun menyanggupi udah berhenti .


' celoteh. celoteh. celoteh. '


Keduanya berkeluh kesah karena tak ada pemasukan untuk berfoya-foya.


Tepat dibelakang duduknya mereka, terlihat seorang gadis berkacamata minus yang menundukkan dengan kedua tangan sibuk menulis dan membolak-balikan buku tebal .Ia tengah menyalin isinya.


Tatiana, mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun yang dikenal pendiam dan tak pernah bersosialisasi dengan siapapun.


Dan tergolong murid berotak standar.


Hampir tak ada yang istimewa darinya. Sebab itu tak ada yang tertarik berteman apalagi mendekatinya sebagai lawan jenis.


Parasnya sederhana


Begitupun dengan tampilannya yang natural. Ia juga selalu berpakaian sopan dengan kacamata bulat yang menjadi ciri khasnya.


Karena memang jumlah mahasiswi berkacamata bisa hanya sedikit.


Puas menggerutu, Ely dan Damatria beranjak dari kantin.


' tlak ' pulpen terlepas dari sela jemari Tatiana dan tergeletak di atas buku tulisnya.


Tatiana menenggak kepala dan menghela nafas . Tatapannya terlihat kosong.


Entah apa yang ia pikirkan setelah mendengar pembicaraan dua orang tadi.


Sekali lagi ia menghela nafas .


Karena tak ada lagi jam perkuliahan, Tatiana lalu berkemas dan memutuskan untuk pulang.


Menggunakan kendaraan matic roda dua, tak butuh waktu lama Tatiana sudah sampai di kosannya yang sederhana.


Jarak antara tempat tinggal dan kampus memang takkan begitu jauh.


'' Iana ada paket tu '' ibu kosnya berseru saat Tatiana batu saja melewati pagar .


Tatiana mengangguk.


Ia lalu menapaki langkah menuju kamar kosannya.


Nampak beberapa kardus tersusun di depan pintu.


Paket dari ekspedisi yang berisi barang dagangannya .


Tatiana membuka pintu dan terlebih dahulu memasukan kardus-kardus kedalam.

__ADS_1


* * *


Sore menjelang. Tatiana baru saja terjaga dari tidur siangnya.


Rasa lapar menghampiri, memaksa Tatiana untuk bangun .


' tak ' sebuah mangkok berisi mi instan ia letakan di atas meja kecil yang biasa ia gunakan untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


Beberapa saat setelah selesai makan, hujan deras tiba-tiba datang mengguyur semua yang ada di luar sana.


Tatiana bergeser ke arah jendela.


Kebetulan kamarnya merupakan satu diantara dua kamar memiliki jendela hingga ada sumber penerangan dari luar.


Tatiana tersenyum.


Ia sangat suka hujan.


Karena cuaca ini mampu membuat aktivitas terhambat . Atau bahkan tak bisa dilakukan.


Tatiana senang tak melakukan apa-apa.


Ia jadi teringat masa kanak-kanaknya yang penuh dengan keterbatasan.


Tatiana adalah anak dari sebuah panti asuhan. Sejak kecil ,ia bukan hanya harus dengan mematuhi segudang peraturan yang ketat . Namun juga berkewajiban membantu mencari tambahan untuk tempat tinggalnya itu.


Karena itu , begitu ia tamat dari bangku SMA , ia memutuskan keluar karena sudah tak tahan lagi dengan tekanan dan perlakuan kasar pengurusnya.


Bukan hanya di kekang. Namun hak untuk memilih kebebasannya juga di rampas.


Ia di haruskan bekerja dan upah yang ia peroleh nanti semuanya harus di serahkan pada pengurus panti.


Ia wajib dan tak boleh membantah.


Mereka selalu mengatakan jika ia harus tau diri untuk balas budi.


Tatiana tak mau.


Ia kabur dari panti dan mulai mencari kehidupannya sendiri.


' ting ' suara notif dari ponsel seketika membuyarkan lamunannya .


* * *


Pukul 5.45, Tatiana keluar kosan dengan membawa dua buah kardus.


'' mau keliling ngantar pesanan neng ? '' sapa pemilik kos saat Tatiana meletakkan kardus di bagian depan motornya .


Tatiana mengangguk seraya mengiyakan.


'' hati-hati,ya.nSemoga jualannya lancar '' senyum mengiri doa dari ucapan ibu pemilik kosan saat Tatiana pamit pergi.


Ya, sebagian orang yang ada disekitarnya tau apa dan seperti apa pekerjaannya.


Selain menjual barang yang dijual secara online .


Tatiana juga menjadi penyuplai barang dagangan pada pengecer hingga keluar kota.


Dan biasanya akan ia antar langsung saat hari libur seperti di penghujung minggu seperti ini.


Karena itu, setiap jumat sore Tatiana akan pergi membawa barang dagangannya dan akan kembali pada minggu malam atau bahkan senin pagi.


Kerasanya kehidupan, memaksanya harus bisa mengurus dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.


Motor Tatiana pacu santai .


Keluar dari jalan utama kota, Tatiana terlihat berbelok memasuki kawasan apartemen elite.


Sang penjaga yang sudah hapal siapa Tatiana membuka plang masuk.


Kembali Tatiana menancap gas melaju ke basemen dan berhenti di area parkir khusus .


Usai memarkirkan kendaraannya, Tatiana pun melenggang menuju lift dan menekan tombol angka .


Lantai yang ia adalah lantai tertinggi. Sebuah hunian eksklusif yang hanya ada satu-satunya.


' cklek ' Tatiana membuka pintu apartemen setelah memasukkan kodenya.

__ADS_1


Langkah gadis itu nampak santai menapaki tiap lantai dari hunian dengan segala fasilitas mewahnya.


Ia lewati ruang utama dan berjalan menuju ruang tidur.


Tatiana seperti sudah biasa.


' srek ' pintu lemari ia buka .


Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri sering dengan tangannya yang memilah pakaian yang bergelantungan.


Setelah beberapa saat sibuk memilih, akhirnya ia menarik sehelai pakaian berwarna putih.


Tatiana berbalik dan kembali berjalan menuju bilik kamar mandi.


' syuuuuuuurrrrr ' suara guyuran air shower terdengar.


Cukup lama ia habiskan waktunya di dalam sana.


Hingga tak menyadari jika ada seseorang yang baru saja masuk dan kini tengah berada di kamar.


Sosok pria berstelan khas kantoran bertubuh tinggi nan tegap itu berdiri di depan kamar mandi yang hanya di sekat kaca buram.


Samar terlihat siluet tubuh telanjang yang sedang melakukan ritual membersihkan tubuh.


Si pria terlihat mulai melucuti satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya .


Setelah tak ada lagi yang menempel di tubuhnya, ia pun mengambil langkah maju .


Pintu kamar mandi ia geser perlahan dan ia pun masuk .


'' kenapa tak menungguku '' ucapnya membuat Tatiana tersentak karena sama sekali tak menyadari kehadirannya.


'' diamlah ! Biar aku yang melakukannya '' ucapnya bernada perintah.


'' ... '' Tatiana bergeming. Ia hentikan aktifitas tangannya dan membiarkan pria itu mengambil alih apa yang tadi sedang ia lakukan.


Tatiana memejamkan matanya ketika merasa sentuhan licin di permukaan kulitnya.


Pria itu tengah menyabuninya.


'' berbalik lah '' perintahnya lagi.


Tatiana menurut. Dengan perlahan ia berbalik .


Pria itu mengurangi semirik.


Kedua telapak tangannya kini beralih menyabuni bagian depan tubuh yang sudah tak terhitung berapa banyak ia sentuh dan ia nikmati.


Tatiana mengulum senyum. Tangannya terangkat dan mendarat dipundak pria dengan tinggi 178 cm.


'' aku merindukanmu '' ucapnya.


Tatiana mengangguk dan mengatakan jika ia pun merasakan hal yang sama.


Pria berambut cepak itu membungkukkan sedikit tubuhnya dan mendekatkan wajahnya pada Tatiana.


Tatiana menyambutnya dengan menempelkan bibir mereka.


Ciuman singkat itu berhasil menaikan hasrat pria tersebut .


Dengan kasar, ia balik tubuh Tatiana dan ia tekan ke dinding.


Kemudian tanpa aba-aba lagi, ia lakukan apa yang selalu ingin dan akan ia lakukan ketika bersama wanita bayarannya ini.


Inilah pekerjaan Tatiana yang sebenarnya .


Seorang sugar baby.


Dan menjadi penjual barang via online hanya lah kedoknya saja.


Jumat - sabtu - minggu adalah harinya ia bertemu sang daddy .


Sudah dua tahun ia menjadi gadis pemuas nafsu seorang pria paruh baya tanpa seorang pun tau apalagi mencurigai apa yang ia lakukan ini.


bersumbang - -


Hayo, di-like ya

__ADS_1


Di komen juga sekalian


__ADS_2