
🌺 hem... 🌺
* * *
Lisa saat itu baru saja berusia 18 tahun.
Karena hal tak terduga, ia merenggang nyawa di usianya yang terbilang masih sangat muda. Lisa tewas karena penganiayaan yang dilakukan oleh sang suami dan terpaksa ia harus meninggalkan anak semata wayangnya.
Tapi berbeda dengan wanita berusia 28 yang memang memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Risa nekat bunuh diri sebab tak bisa menerima kenyataan, jika impiannya tak bisa terwujud .
* * *
Kemarin, pembicaraan mengenal surat perjanjian pra nikah berakhir dengan dikeluarkannya peraturan pertama oleh Marko .
Dihadapkan pengacara dan Pepen, Marko menegaskan bahwa " Risa tak bole membicarakan , membahas, bahkan menyinggung apapun tentang anak " . Dan itu berlaku sejak hari dimana ia telah sah menjadi istri Marko.
Lisa yang dianggap telah melanggar peraturan pertama harus menerima hukumannya. Ia dilarang keluar dan akan melakukan semua aktivitasnya didalam rumah.
Lisa tak mengerti.
Ia merasa ini tak adil. Namun belum sempat menyuarakannya , Marko dengan cepat langsung mengeluarkan peraturan keduanya.
" tak ada bantahan dan tak boleh menolak apapun peraturan yang telah di tetapkan "
Setelah kesepakatan pra nikah itu di sahkan,Marko pergi tanpa sepatah katapun dan dengan raut muka yang sulit di artikan .
* * *
Hari ini, Lisa sudah diperbolehkan pulang.
Pepen datang menjemputnya karena memang sudah menjadi bagian dari pekerjaan sebagai assisten dari nyonya Marko.
Bukan hanya menemani tapi ia juga berkewajiban melayani istri majikannya itu.
Dalam perjalanan menuju rumah , Pepen menjelaskan apa saja yang harus ia lakukan nanti.
Panjang lebar si assisten berbicara, ada satu hal yang begitu membuat Lisa terkejut.
Pepen yang mengingatkannya tentang peraturan pertama tentang ' anak '.
Pepen mengerti betapa Risa dulu ingin memiliki keluarga utuh. Namun hal tersebut tak bisa terwujud sebab Marko tak ingin punya anak.
Marko menganggap anak hanya akan menjadi penghambat dan yang paling ia tak khawatirkan akan menjadi kelemahannya nanti.
Dan demi mencegah itu semua, ia memutuskan untuk melakukan vasektomi.
Dengan begitu ia tak perlu khawatir akan membuat siapapun wanita yang tidur dengannya hamil.
Terutama wanita yang kini telah berstandar sebagai istrinya.
Pun hal itu untuk mencegah sang istri berani bermain serong di belakangnya.
Kini Lisa tau, alasan sebenarnya Risa bunuh diri.
Sebulan berlalu.
Lisa yang terjebak dalam tubuh Risa tinggal di rumah saat ia pertama kali tersadar .
Tak ada aktivitas berarti yang bisa Lisa lakukan dirumah tersebut . Semua pekerjaan rumah dilakukan oleh para pelayan.
Bahkan untuk melakukan perawatan saja , Pepen yang mengurusnya.
Setiap dua hingga tiga kali seminggu, sang assisten akan memanggil para ahli kecantikan untuk melakukan perawatan pada Lisa dirumah.
" tolong ubah warna rambutku menjadi hitam " pinta Lisa.
Sejak Marko pergi hari itu, pria berstatus suaminya itu tak pernah sekalipun datang mengunjunginya.
Namun Lisa tak perduli. Ia telah terbiasa menghadapi pria yang demikian.
Dulu ia sering ditinggal dan di acuhkan oleh para suaminya.
" bersiaplah, tuan sedang di perjalanan pulang " seru Pepen yang kemudian menariknya untuk bergegas ke ruang ganti.
Ia dandani Lisa dengan pakaian dan riasan terbaik.
Para pelayanan pun tak luput dari perhatiannya.
Ia membagi tugas untuk membersihkan kamar dan juga mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin dibutuhkan untuk sang majikan.
Pukul 10 malam ,nampak Lisa duduk di sofa ruang utama rumah . Ia tengah bersiap menyambut kedatangan sang suami. Dan telah menunggu sejak jam 4 sore tadi.
Lisa lelah. Ia merasa bokongnya kebas dan perutnya lapar.
Beberapa kali ia meminta agar dibawakan makanan. Namun Pepen tak mengijinkan satu pelayan pun melakukan perintahnya.
Pepen mengatakan jika ia harus bisa menahan n rasa laparnya.
Sebab ini akan menjadi makan malam. pertama setelah ia resmi menyandang status sebagai nyonya Marko.
Lisa pasrah. Pun ini tak akan seberapa dengan apa yang pernah ia alami di kehidupan sebelumnya.
Ia pernah merasakan kelaparan lebih dari ini.
Hingga menjelang tengah malam Marko akhirnya datang.
Tiga buah mobil memasuki halaman rumah .
Marko turun dari mobil kedua.
__ADS_1
Sedangkan mobil yang pertama dan yang terakhir berisi para pengawalnya.
Sebagai pemimpin dengan sejuta kemungkinan bahayanya, wajar jika ia selalu menempatkan banyak anak buah di sekelilingnya.
'' kau belum tidur ? '' tanya Marko mendapati Lisa menyambutnya di mulut pintu.
Lisa bergeming.
Ia dan Marko sempat saling tatap.
Kemudian Marko berjalan melewatinya begitu saja.
Lisa memutar tubuh lalu mengikuti langkah sang suami .
Di kamar, Marko terlihat membuka satu persatu pakaiannya dan melemparkan begitu saja .
Lisa yang baru saja masuk menghentikan langkahnya tak jauh dari pintu yang sengaja ia biarkan tak tertutup rapat.
'' ka-kau tak akan makan malam ? '' tanya Lisa dengan memalingkan pandangannya.
Ia sedikit tertunduk .
'' kenapa kau berdiri di situ ? '' Marko balik bertanya dengan suara khasnya yang dingin.
Lisa hendak melangkah, namun Marko menyuruhnya untuk menutup pintu terlebih dahulu.
' cklek ' baru saja pintu ia tutup. Marko sudah memberi perintah baru. Ia diminta untuk membuka seluruh pakaiannya dan menyusul ke kamar mandi.
Marko lebih dulu masuk.
Lisa sempat tertegun . Ia teringat terakhir kali bagaimana menyakitkannya ia merenggang nyawa.
Beberapa saat kemudian, Lisa yang sudah melucuti pakaian yang membalut tubuhnya tadi masuk ke kamar mandi.
Ia berjalan ke arah bathtub, di mana tubuh Marko terendam separuh.
'' kemari, dan masuklah '' kini suaranya terdengar lembut.
Lisa menurut. Ia masuk dan duduk berhadapan dengan pria yang tubuhnya di penuhi seni ukir .
'' mendekatlah ''
Lisa tertunduk sambil menyeret tubuhnya .
'' berbalik dan bersandar padaku ''
Lisa melakukan seperti yang di perintahkan.
'' apa yang kau lakukan selama dirumah, em ? '' kedua tangan Marko melingkar di perut Lisa.
Lisa tersentak hingga air yang memenuhi bathup bergelombang dan tumpah membanjiri lantai.
Marko mendaratkan bibirnya dan menyeretnya hingga ke balik leher.
'' kau ingat saat pertama kali kita melakukannya ? '' berbisik tepat di telinga Lisa, kemudian mengecupnya.
Geli. Lisa reflek ingin menarik diri. Namun Marko menahan dengan mempererat pelukan.
" jadi ini bukan malam pertama mereka " Lisa bergumam dalam hati. Tapi tak sedikitpun ia heran. Sebab *** bukanlah hal tabu bagi sebagai orang dewasa untuk melakukannya. Bahkan yang belum menikah sekalipun.
Diam beberapa saat. Apa yang baru saja akan Marko mulai pun berhenti.
Pun Lisa yang juga sama sekali tak bergerak.
Marko berdecak kesal sambil mengendurkan pelukannya.
Ia beranjak berdiri dan keluar dari bhatup dan segera mengenakan kamer jas yang selalu ada di rak penyimpanan.
Diam beberapa saat hingga akhirnya Lisa menyusul keluar .
Di kamar dilihatnya Marko sudah duduk selonjoran di sofa dengan tangan memegang gelas berisi alkohol.
Lisa enggan mendekat.
Ia teringat bagaimana dulu suami keduanya yang dalam keadaan mabuk melakukan hal yang tak manusiawi terhadapnya.
" Risa "
Lisa tersentak. Ia seolah terbiasa di panggil dengan nama itu. Toh namanya dan pemilik tubuh sebelumnya juga mirip.
Pria itu menatapnya sambil meneguk minuman keras.
'' kemarilah "
Lisa menggeleng.
" apa kau lupa dengan isi peraturan yang pertama ?
Apa masa hukumanmu mau ditambah ? "
" jadi, setiap kali aku melanggar peraturan maka aku menerima hukum satu bulan dikurung dirumah ? ''
'' ... '' menatap Lisa dengan kening mengkerut.
'' sejak peraturan pertama kau buat dan aku tak sengaja melanggarnya . Bukan hanya tak diperbolehkan keluar rumah. Kau juga tak pulang.
Apa itu juga bagian dari hukuman ku ? ''
'' kalau iya ,kenapa ? ''
__ADS_1
'' kalau begitu , aku akan selalu melanggar peraturan yang kau buat.
Bagiku tak masalah tak keluar rumah. Walau seumur hidup sekalipun ''
'' apa itu berarti kau juga tak mau melihat ku selamanya ? ''
'' ... ''
'' kenapa ? katakan alasannya.. Bukankah dulu kau bilang mencintaiku ?
Lalu kenapa sikapmu mendadak dingin seperti ini ?
Apa karena masalah anak ? ''
Lisa mengangguk.
'' kau tak ingin punya anak. Tapi kau juga tak mengizinkan ku untuk mengadopsi.
Apa segitunya kau tak menyukai anak-anak ? ''
Marko berdiri. Ia mendekat dan berhenti tepat di hadapan Lisa.
'' kau sadar jika telah melanggar peraturan yang sama lagi ? ! ''
Lisa mengangguk.
'' lakukanlah apapun yang mau kau lakukan.
Tapi aku tak akan pernah mau menuruti mu lagi''
'' kau - beraninya kau .. ''
'' iya, aku berani.
Kenapa ? Apa kau mau membuat peraturan baru lagi ?
Kali ini tentang apa ?
Cara ku bersikap ? Caraku bicara ?
Kau mau mengatur semua yang ada padaku ,begitu ? ''
'' ... ''
'' itu tidak akan pernah terjadi.
Aku lebih baik mati daripada menuruti semua kemauan mu itu ''
'' ... ''
'' kau bilang aku hanya perlu berdiam diri di rumah.
Tapi nyatanya, aku di atur untuk begini dan begitu.
Hari ini.
Sejak pagi, aku diminta bersiap dan menunggu mu .
Aku duduk sejak jam 4 sore hingga jam 12 malam.
Kau tau seberapa penatnya pantat ku ?
Aku bahkan tak di perbolehkan makan.
Kata mereka aku harus menunggu untuk makan malam bersama mu.
Tapi nyatanya ?
Kau tidak menjawab saat ku tanya makan malam.
Jangan kan menyapa atau saling bertanya kabar, kau justru langsung memberi perintah ini itu padaku.
Apa kau tau seberapa kesalnya aku padamu dan betapa laparnya aku sekarang ? ''
'' ka-kau menunggu ku sampai segitunya ? ''
Semburat senyum terukir diwajahnya. Marko nampak senang mendengar pernyataan barusan.
'' aku sama sekali tak berniat apalagi mau melakukan itu. Aku terpaksa. Aku dipaksa.
Dan aku lelah.
Aku tidak mau lagi.
Jadi terserah mau kau apakan aku. Aku tak perduli.
Bahkan jika kau bunuh aku sekalipun.
Silahkan ''
Lisa berbalik, mengambil langkah menuju ruang ganti.
* * *
bersumbang - -
Jangan lupa like-nya ya
kritik dan sarannya juga
__ADS_1
makasi 🤗