Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita
Kutukan selamanya ( selesai )


__ADS_3

๐ŸŒบ hem... ๐ŸŒบ


* * *


Ki Ageng.


Pria yang rambutnya telah memutih semua dan panjang sebahu itu mengetahui dengan jelas apa yang sedang menimpa Saraswat dan siapa Nyi Sukma.


Nyi Sukma adalah seorang ahli ilmu hitam. Tak ada yang tau dari mana ia berasal.


Namun yang jelas, ia adalah seorang wanita yang menguasai hampir seluruh ilmu magis.


Dahulu ia sangat terkenal dan begitu di segani.


Bukan hanya dari kalangan rakyat biasa saja. Bahkan tak sedikit para ningrat dan anggota kerajaan datang untuk meminta bantuannya.


Entah itu untuk mencari kekayaan dengan jalan pintas, menyuruhnya untuk memmbunuh seseorang dengan cara mengirimkan teluh, hingga membuat seseorang jatuh cinta dan tergila-gila. Dan masih banyak hal yang bisa Nyi Sukma lakukan dengan ilmunya.


Tapi semua ada harga yang harus dibayar Nyi Sukma.


Pertama,ia tak boleh melakukan hubungan badan. Dengan kata lain ,ia tak bisa dan tak akan pernah ada yang mencintainya.


Pun dengan keadaannya yang demikian mustahil ada yang mau menjalin dan berhubungan dengannya .


Kedua. Setiap satu tahun sekali, ia harus menyediakan tumbal seorang gadis ningrat yang masih prawan sebagai syarat untuk mempertahankan ilmu dan raganya.


Kedua hal itulah yang membuat orang-orang yang pernah menggunakan jasanya perlahan menjauh dan enggan untuk kembali.


Sebab sudah tak terhitung berapa banyak yang telah menjadi korban atas perbuatannya.


Belum lagi tumbal yang harus disediakan ketika seseorang menggunakan jasanya.


Lambat laun, orang-orang mulai sadar dan tak lagi mencarinya.


Nyi Sukma kemudian diasingkan . Lalu diusir ketika ia pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.


Hingga akhirnya Nyi Sukma benar-benar dilupakan.


Nyi Sukma lantas memilih hidup menyendiri di tengah hutan yang jauh dari pemukiman penduduk . Namun dengan tetap melanjutkan hidupnya sebagai penganut ilmu Hitam.


Seiring berjalannya waktu, raga Nyi Sukma kian melemah. Sebab tak pernah berganti wadah dan mendapatkan energi dari darah perawan ningrat .


Kekuatannya mulai terkikis. Bahkan ia tak lagi bisa berjalan menggunakan kedua kakinya untuk berjalan. Itu karena jika tubuhnya sudah mencapai batas, maka raga Nyi Sukma akan keluar dengan sendirinya.


Lalu apakah itu cara Nyi Sukma mati ?


Tidak. Karena sejak memutuskan menjadi penganut ilmu Hitam, Nyi Sukma telah merelakan jiwanya untuk mengabdi selamanya dan nyak akan pernah pergi dari dunia ini.


- -


Saraswati mengakhiri ceritanya.


Sang Prabu tertegun.


Jadi ki Ageng lah yang mengajarkan bagaimana caranya agar Saraswati bisa bebas sekaligus mengalahkan Nyi Sukma .


Akhirnya terjawab sudah rasa penasarannya.


Sang Prabu tak dapat berkata apa-apa.


Pun untuk menghakimi jika yang dilakukan Saraswati adalah sebuah perbuatan yang tak bisa dibenarkan. Karena bagaimana pun Saraswati juga korban.


Dalam keheningan , sang Prabu memeluk tubuh Saraswati yang mendekap erat anak mereka.


* * *


Tiga hari pun berlalu.


' krrreeettttt ' pintu di tekan dan terbuka.


Seketika bau amis dari darah bercampur aroma tubuh yang terpotong begitu tajam menusuk indra penciuman.


Sang Prabu yang tak tahan, seketika memuntahkan isi perutnya yang kosong.


Berbeda dengan Saraswati yang telah terbiasa dengan bau tersebut.


Saraswati dan sang Prabu keluar secara bersamaan. Dengan hati-hati mereka menapaki satu tanah yang dipenuhi mayat tak utuh.


'' apa yang kau cari, dinda Saraswati ? ''tanya sang Prabu yang sejak tadi memperhatikan Saraswati.


Saraswati tak menjawab , sebab ia terlihat begitu fokus menyadarkan pandanganya ke sekitar. Karena memang ada yang sedang ia cari.


'' itu dia '' Saraswati mempercepat langkahnya. Beberapa kali ia terlihat hampir terpeleset saat menginjak potong kaki dan tangan.


Langkah Saraswati berhenti . Begitupun dengan sang Prabu yang berdiri disampingnya.


Tubuh Nyi Sukma kini tepat di depan ujung kaki mereka berdua .


Kondisinya begitu mengenaskan.


Tubuh tuanya seperti meleleh dan menyatu dengan tanah. Namun mata dan bibir nya masih bergerak. Pertanda jika jiwanya akan segera meninggalkan raganya.


'' khau - khau menipuku Saraswati '' suara Nyi Sukma dengan mata melotot pada wanita yang menggendong bayinya.

__ADS_1


'' kaulah yang terlalu tamak hingga memaksaku melakukan ini semua.


Dan sekarang riwayatmu sudah tamat Nyi '' suara Saraswati bergetar.


Ia balas tatapan Nyi Sukma dengan tak kalah bengis.


'' aha. haha. haha.. HAHAHAHAHA '' tawa Nyi Sukma melengking.


Betapa mengerikannya. Bahkan dengan keadaannya yang sudah seperti itupun ia masih mampu tertawa dengan begitu kerasanya.


Sang Prabu merapat. Ia dekap pundak Saraswati, berjaga-jaga untuk memberi perlindungan pada anak dan istrinya.


'' kau pikir aku bisa mati dengan, Hah ?


Raga ku mungkin binasa !


Tapi tidak dengan jiwaku ! "


" ... "


" menurut mu bagaimana dengan anak yang baru saja kau lahirkan itu ?


Kau tentu tau jika dia bukan hanya terbuat dari darah dan daging kalian saja. Tapi ada campur tangan ku juga . Dia telah ku warisi separuh kekuatanku...


Jadi, dia juga sama seperti ku...


Ahahahahahah "


" kau - kau " Saraswati geram lalu -


' trak. trak. trak. trak. trak' Saraswati menginjak kepala Nyi Sukma hingga hancur tak berbentuk lagi.


Air mata Saraswati jatuh bercucuran.


Perih menusuk relung hatinya. Ia rengkuh anaknya erat. Anak yang begitu ia sayangi dan tak rela jika harus ia berikan pada Nyi Sukma.


" kau pikir ini sudah berakhir, Saraswati ? "


' deg ' Saraswati tersentak.


Bagaimana mungkin suara Nyi Sukma kembali menggema. Bukankah raganya telah binasa ?


Saraswati mendongak , berputar sembari mengedarkan penglihatannya ke segala penjuru hutan.


Namun tak ia temukan apapun.


Tak ada wujud , hanya suara saja. Itu berarti yang berbicara adalah jiwa Nyi Sukma yang telah terlepas dari raganya.


'' Kau, dia dan anak itu. Kalian semua tak akan pernah bisa lepas dariku begitu saja .


Aku mengutuk kalian... ahahaha ''


Gema suara itu perlahan mulai hilang dan tak terdengar lagi.


Saraswati menunduk, menatap tubuh Nyi Sukma yang tak lagi bergerak.


Masih dengan anak dalam gendongannya, Saraswati berjongkok dan ' sreekkkkkk '. Ia menarik jarik usang yang membalut tubuh renta itu hingga sobek.


'' apa yang kau lakukan, dinda ? ''


'' menurut ki Ageng. Nyi Sukma memiliki sebuah tanda ditubuhnya.


Karena ia tak bisa mati, maka cepat atau lambat ia pasti akan menemukan raga baru untuk ia rasuki ''


Saraswati menatap lekat tubuh yang dipenuhi urat-urat biru kehitaman yang menjalar di seluruh permukiman kulit.


Sebuah simbol terlihat di sisi kanan pangkal paha. Berbentuk sebuah lingkaran dengan tanda segitiga menyatu didalamnya .


Saraswati menatap simbol itu dan akan selalu ia ingat dengan baik. Sebab tujuannya sekarang adalah memburu Nyi Sukma agar dapat menyegelnya untuk selama-lamanya.


Tak berselang lama, suara krasak-kruduk diiringi panggilan dari suara berbeda-beda terdengar.


Para prajurit dari kedaton datang. Mereka di utus menyusul sebab rombongan Sang Prabu dan permaisurinya yang tak kunjung kembali setelah berbulan-bulan pergi.


Berbulan-bulan ? Bukankah mereka baru empat hari meninggalkan kedaton ?


Sang Prabu bertanya dalam hati.


Ternyata, hutan tempat tinggal Nyi Sukma ini berada diantara dua alam. Tak sembarang manusia biasa bisa memasukinya. Terkecuali jika mereka memang di undang dengan sengaja oleh penghunian.


Karena itu, para utusan kedaton pun butuh waktu berbulan-bulan hingga akhirnya bisa menemukan rombongan Sang Prabu. Itupun atas bantuan Ki Ageng.


* * *


Saat ini.


Sang Prabu tersentak dari lamunannya.


Sepuluh tahun telah berlalu. Sejak hari di mana Saraswati dan anaknya menghilang dan tak pernah ada kabarnya.


Sang Prabu berusaha melupakan dan menata kembali hidupnya .


Namun kini ia sudah diambang batasnya. Ia sudah tak sanggup lagi .

__ADS_1


Setelah Saraswati dinyatakannya menghilang tanpa jejak dalam kejadian itu, Sang Prabu telah menikah dua kali . Dan dua kali pula ia kehilangan istri dan calon anak yang tak satupun berhasil dilahirkan.


Apakah ini kutukan Nyi Sukma waktu itu ?


Sang Prabu lelah. Ia frustasi karena semua orang di kasihinya pergi meninggalkannya seorang diri.


Ia yang sudah tak tahan lagi ,lantas memilih bunuh diri dengan terjun ke sebuah jurang yang dalam.


* * *


Seratus tahun kemudian.


Hari dimana bangsa Kompeni telah menginjak kaki di bumi ibu Pertiwi dan mulai menguasai tanah Pribumi.


Ini adalah saat dimana era penjajahan Belanda di mulai.


Satu persatu kerajaan yang dulu berdiri kokoh, tumbang dalam peperangan melawan senapan laras panjang milik prajurit Kompeni.


Para penduduk dipaksa bekerja untuk kemudian si bangsa asing mengambil dan menguasai hasilnya .


Dan diantar pria pribumi yang dijadikan budak , ada seorang pemuda berusia tiga puluhan yang tampilannya begitu mencolok.


Tubuhnya tegap berisi. Dengan otot-otot yang terbentuk padat dan kulit sawo matangnya yang mengkilap . Ditambah wajah khas pribuminya yang rupawan.


Tak seperti budak yang jarang di beri makan dan sering dipaksa kerja berlebihan.


Dia adalah Sang Prabu .


Yang jangankan mati, ia bahkan tak mengalami cedera meski telah terjun bebas dari jurang setinggi ratusan meter.


Selain selamat dari maut, Sang Prabu yang kini menamai dirinya Agam juga tak menua sedikitpun.


Waktu pun terus berjalan hingga tahun-tahun kembali berlalu.


* * *


Tahun 1620, Batavia.


Ini adalah jaman dimana ratusan tahun yang telah Agam lewati.


Agam sekarang beridentitas sebagai saudagar yang baru saja menjajakan kaki di pusat para Kompeni dan ningrat bekerja sama dalam berbagai bidang.


Suatu ketika, saat ia sedang melakukan transaksi jual beli dagangannya , ia berkenalan dengan seorang ningrat yang paling kaya dan juga memiliki banyak istri.


Untuk meresmikan kerja sama yang akan mulai terjalin di antara mereka, Agam kemudian diundang jamuan makan di kediaman Sang ningrat bertubuh tambun itu.


Namun ternyata Agam tak hanya diundang makan.


Ia juga di perkenalkan pada ke dua belas istri dan dua puluh lima anak sang ningrat.


Sang ningrat lalu mengutarakan maksud tujuan yang sebenarnya.


Ia ingin Agam menjadi menantunya. Dengan demikian ikatan di antara mereka akan menjadi erat dan pasti akan lebih menguntungkan lagi.


Tanpa basa - basi lagi, ia pun mempersilahkan Agam memilih sendiri satu di antara sepuluh anak perempuannya yang usianya berkisar 14 hingga 18 tahun.


'' maaf, kang mas saya terlambat '' seorang wanita masuk dengan langkah terburu-buru.


' deg ' Agam seketika terpaku padanya.


Saraswati. Wanita itupun membeku ketika menyadari siapa yang ada di hadapannya.


Jadi inilah yang kutukan Nyi Sukma waktu itu.


Tak menua dan hidup selamanya.


Saraswati adalah satu diantara 12 istri sang ningrat.


Bukan tanpa sebab Saraswati mau menjadi budak nafsu pria yang terkenal kebringasannya diranjang itu.


Saraswati masih memburu Nyi Sukma.


Untuk itu, ia masuk dalam lingkungan para ningrat dan memeriksa satu persatu anak gadis mereka.


Sebab jiwa Nyi Sukma hanya mencari dan akan merasuki perawan dari keluarga bangsawan saja.


Sejak pertemuan itu, Agan dan Saraswati kembali bersatu demi menemukan dimana jiwa Nyi Sukma bersemayam.


Bertahun-tahun lagi mereka lewati.


Mereka tetap hidup sampai di tahun 2020.


Tak ada yang berubah dari fisik mereka selain hanya perlu bergonta ganti indentitas.


Agam dan Saraswati tak sedikitpun menua.


Begitupun dengan anak semata wayang mereka yang bernama Dimas.


Tak pasti sampai kapan mereka akan berkelana di dunia ini.


๐Ÿ“Selesai๐Ÿ“


Jangan lupa like-nya ya...

__ADS_1


Kritik dan sarannya juga.


Makasih ๐Ÿค—


__ADS_2