Setelah Kau Hianati

Setelah Kau Hianati
Eps 05


__ADS_3

"Astaga! Apa yang terjadi, Zaf?" tanya Yudha begitu melihat Zafran, teman masa kuliah dulu, masuk ke kliniknya dengan menggendong wanita yang penuh berlumuran darah.


"Tolong bantu dia, Yud," ucap Zafran, merasa tak penting menceritakan apa yang terjadi sebelum memastikan kondisi wanita itu dulu.


"Oh, oke! Kamu tunggu di luar."


Lalu Zafran meletakkan tubuh Tania pada brangkar dan membiarkan seorang perawat membawa Tania masuk ke ruangan rawat darurat.


Sebelum itu Yudha mengambil jas yang dibuat penutup wajah Tania, lalu menyerahkannya kepada Zafran. Pria itu menatap curiga pada sahabatnya yang sudah duduk di kursi tunggu dengan wajah yang tertunduk dalam. Dilihat dari pakaian yang dikenakan Zafran banyak berlumur darah, sudah di pastikan jika yang menimpa wanita itu ada sangkut pautnya dengan Zafran.


Meski teramat penasaran, tetapi Yudha harus segera melaksanakan tugasnya. Lekas pria itu masuk ke sebuah ruangan di mana Tania di bawa tadi.


Waktu berjalan terasa lebih cepat. Padahal Zafran sendiri masih belum bisa mengendalikan rasa takutnya, tetapi Yudha sudah keluar dari ruang pemeriksaan.


"Bagaimana, Yud?" tanyanya langsung, saat sahabatnya itu sudah berdiri di depannya.


Yudha menghela nafas dalam-dalam. Kabar ini mungkin sedikit berat buat Zafran. Tetapi jika memang menginginkan wanita itu masih hidup, Yudha yakin Zafran tidak akan keberatan melakukannya.


"Kondisinya cukup parah. Beruntung aliran darahnya sudah bisa dihentikan. Telat sedikit bisa fatal. Masalahnya hanya pada kondisi wajahnya. Sepertinya dia mengalami pergeseran rahang gigi yang mengharuskannya menjalani operasi bedah plastik jika ingin dia selamat tanpa cacat apa-apa," jelas Yudha.


"Operasi bedah plastik?" Zafran bertanya kaget.


Yudha hanya mengangguk meyakinkan.


"Tapi itu sih terserah kamu."


Zafran mulai berpikir keras.


"Aku tahu wanita itu korban kecelakaan," bisik Yudha, tetapi sorot matanya menandakan seakan dia tahu kalau Zafran lah pelakunya.


Zafran masih berpikir keras. Tetapi semoga saja keputusan yang diambilnya itu akan menjadi penebus rasa bersalahnya kepada wanita itu.


"Lakukan, Yud. Lakukan apapun itu agar wanita itu selamat," ucap Zafran, sudah bertekad bulat dengan keputusan yang diambilnya.


Yudha tersenyum tipis. Dugaannya tak meleset. Zafran adalah tersangka dari kasus kecelakaan yang menimpa wanita itu. Buktinya saja Zafran masih belum tahu nama wanita itu saat Yudha menanyakan identitasnya.

__ADS_1


"Yakin, Zaf? Biayanya nggak main-main loh." Yudha memperingatkan.


Tetapi Zafran sudah bertekad bulat. Lalu ia pun mengangguk di depan Yudha. Memasrahkan semua keperluan Tania hingga operasinya itu lancar dan memberikan hasil yang bagus bagi Tania.


"Rencananya aku mau rekomin rumah sakit di Korea," ucap Yudha lagi.


"Apa? Korea?" Zafran terkaget-kaget lagi.


"Karena hanya di sana yang bagus."


"Cih!" Zafran berdecih sedikit kesal dengan Yudha yang ketahuan mengerlingkan matanya barusan.


"Kenapa? Tidak mau?" tebak Yudha.


"Apa di Indonesia tidak ada? Kenapa harus jauh-jauh ke sana?"


"Apa kamu mau kasus ini terbongkar, hem?" Yudha balik bertanya yang membuat Zafran kesulitan menjawabnya.


"Oke! Oke!" Zafran akhirnya menyerah.


"Tapi aku minta tolong kamu yang urus semuanya. Aku serahkan sama kamu selama dia di sana. Tolong kabari lagi kalau semuanya sudah selesai."


Yudha mengangguk setuju.


"Beres. Asal transferannya jangan telat saja," selorohnya dengan nada gurauan.


Zafran hanya merespon dengan melirik jengah.


Zafran dan Yudha adalah pasangan sahabat yang fenomenal selama di kampus dulu. Parasnya yang tampan yang juga didukung dengan latar belakang dari keluarga terpandang, membuat banyak ciwi-ciwi berusaha menarik perhatiannya saat masa kuliah dulu. Meski berbeda jurusan saat kuliah, tetapi hingga sekarang jalinan persahabatan antara keduanya tetap baik.


Maka dari itu sudah lumrah jika keduanya saling membantu jika sedang mengalami masalah. Meski akhirnya Yudha harus bolak-balik dari Indonesia ke Korea karena pekerjaan yang di sini juga tidak bisa ditinggalkan, tetapi demi sahabat terbaik, Yudha rela membantunya. Termasuk ikut merahasiakan kasus ini dari siapapun nanti.


Zafran bukannya mau menyembunyikan diri dari wanita itu, tetapi ia masih harus mencari cara agar kedua orang tuanya tidak curiga bila ia tiba-tiba pamit pergi ke Korea. Apalagi malam ini dirinya juga baru datang dari negeri tetangga untuk mewakili ayahnya terkait bisnis yang dikelola oleh keluarganya.


Zafran adalah anak tunggal dari pasangan bapak Lukman dan ibu Diana. Hidup dalam keadaan serba ada, tetapi tidak menjadikannya pribadi yang sombong. Untuk masalah karier, pria itu baru memulai ikut membantu perjalanan bisnis keluarganya beberapa bulan belakangan ini. Setelah sebelumnya hanya diam mengurung diri, tiba-tiba menjadi sosok yang introvert selama tiga tahun, karena putus Cinta.

__ADS_1


Kisah asmara pria tampan itu tidak semulus wajahnya. Di saat rencana pernikahan sudah di depan mata, hanya tinggal menyebarkan undangan, tiba-tiba saja seseorang yang menjadi tambatan hatinya saat itu menghilang entah kemana. Bahkan hingga detik ini pun wanita yang begitu sulit Zafran lupakan sosoknya, masih belum tahu di mana kabarnya.


Selama tiga tahun pria itu berusaha terlepas dari jeratan masa lalunya, tetapi rupanya masih sulit untuk Zafran membuang rasa cinta yang terlalu dalam pada wanita itu. Sedangkan kedua orang tua Zafran sudah sering berusaha menjodohkannya dengan beberapa anak gadis kenalan bisnisnya, tetapi selalu gagal. Karena sikap Zafran yang terlalu dingin kepada wanita, membuat siapapun yang akan dijodohkan dengannya memilih mundur dan tak tahan dengan sikap dinginnya.


Saat ini Zafran sudah berada dalam perjalanan pulang. Sebelum itu ia sudah mengganti pakaiannya yang berlumur darah itu dengan meminjam pakaian milik Yudha. Tepat saat tengah malam pria itu tiba di rumahnya. Karena menganggap kedua orang tuanya sudah pasti tidur, maka ia pun masuk ke rumah itu lebih santai. Tanpa harus melewati serentetan pertanyaan dari ibunya yang sering mencurigai dirinya masih mencari sang mantan kekasih.


"Ehem!"


Suara dehaman keras terdengar dari ruang keluarga. Spontan Zafran menghentikan langkah kakinya yang saat itu sudah bersiap menaiki undakan tangga menuju kamarnya.


"Sudah jam berapa? Ini sudah lewat dari biasanya kamu sampai di rumah?" cerca ibu Diana kepada Zafran.


Pria itu hanya menoleh ke ibunya sembari tersenyum manis. Walau hatinya sedang kalut, sebisa mungkin ia harus pandai menyembunyikannya.


"Ibu," sapanya sembari meraih tangan sangat ibu lalu menyalimnya takdzim.


"Apa yang terjadi di jalan?" tanya ibu Diana, seolah terasa jika ada sesuatu yang menimpa kepada anak semata wayangnya itu.


"E... Tidak ada apa-apa," dustanya.


"Maaf, Ibu. Semoga Ibu tidak akan pernah tahu apa yang terjadi barusan," batin Zafran berdoa.


"Kenapa ibu masih belum tidur?"


Zafran merangkul pundak sang ibu, menuntunnya masuk ke kamar ibunya.


"Menunggu kamu. Ibu sangat khawatir sama kamu."


"Aku sudah dewasa, Bu."


"Belum. Selama kamu tidak mau menikah, ibu akan menganggapmu anak kecil."


Selalu seperti itu yang dikatakan ibu Diana kepada Zafran.


*

__ADS_1


__ADS_2