Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
Malam penghujung tahun.


__ADS_3

Aku lahir dari keluarga yang sederhana dan tinggal bersama dengan ibu ku dan kakak perempuan ku.Ayah ku sudah lama meninggal dunia, sejak diri ku terlahir di dunia ini.Begitu cerita ibu dan kakak perempuan ku.


Namun, setelah kakak perempuan ku sudah menikah. Aku pun hanya tinggal bersama ibu ku saja.


Ibu ku menjadi orang tua tinggal bagi diri ku. Semua ia lakukan untuk dapat membesarkan diri ku, dan menghidupi ku dengan kehidupan yang layak.Termasuk dengan menghalalkan segala cara apa pun, agar kami dapat bertahan hidup.


Besar perjuangannya dalam berikhtiar, untuk membuat ku tumbuh menjadi sosok anak perempuan yang dapat membanggakannya.


Beban hidup dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun, membuat tubuhnya yang semakin berumur pun sering mengalami jatuh sakit.Dan menjadi hal yang membuat ku sangat mengkhawatirkan keadaannya.


Hal ini juga yang membuat diri ku, untuk segera mendapatkan pekerjaan.


Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas. Kondisi ibu ku yang sering sakit-sakitan dan hutangnya yang menumpuk. Harus membuat diri ku mengubur impian ku, dengan tidak meneruskan pendidikan ku lagi di bangku perguruan tinggi.


Padahal aku termasuk siswi yang berprestasi selama menempuh pendidikan Sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.Sehingga ada beberapa beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ku,baik tawaran kuliah di kota tempat ku tinggal atau di luar kota pada universitas ternama.


Tetapi aku tetap tidak dapat mengambilnya, sebab sungguh tidak kuasa diri ku. Meninggalkan ibu ku seorang diri di tanah perantauan tanpa seorang pun saudara. Hanya demi mengejar impian ku saja.


Tidak hanya faktor itu saja.


Dimana alasan ekonomi yang menjadi alasan krusial,untuk ku agar dapat segera mendapatkan pekerjaan.


Sakit dan sedih memang rasanya , harus melepaskan mimpi dan keinginan padahal diri ini mampu untuk menjalaninya.


Kakak perempuan ku sudah menikah dan memiliki kehidupannya sendiri. Dia pun tidak bekerja dan hanya menggantungkan kehidupan rumah tangganya pada suami saja. Dimana hanya kakak ipar ku saja yang mencari nafkah bagi keluarga kecilnya.


Akh... Tentu diri ku tidak ingin membebani dan merepotkan kakak perempuan ku.


Maka jalan terbaik bagi ku adalah dengan segera bekerja dan melupakan impian ku untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi lagi.


Dua minggu lamanya aku terpuruk dan jatuh sakit.Dimana hati dan pikiran ku masih belum dapat menerima kenyataan yang ada.


Jika mimpi ku untuk menjadi seorang dokter sudah pupus dan mati sebelum berkembang.


Tetapi, perlahan demi perlahan aku mulai dapat menerima kenyataan dan tegar atas takdir yang sudah Tuhan gariskan pada ku.


Karena hanya dengan perasaan ikhlas dan tawakkallah yang menjadi salah satu pilihan terakhir dan hal terbaik yang dapat diri ku lakukan.


Tidak butuh waktu lama, bagi ku untuk mendapatkan pekerjaan.


Meskipun pekerjaan yang ku dapatkan belum sesuai dengan harapan ku. Tetapi aku tetap bersyukur dan menjalaninya, sembari terus berikhtiar agar dapat memperoleh pekerjaan yang ku sukai dan nyaman untuk ku.


Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan cepat menjawab do'a ku.


Dimana setelah hampir setengah tahun lebih menjalani pekerjaan yang nyaman bagi ku.


Akhirnya aku mendapatkan tawaran pekerjaan yaitu dengan mengajar bimbingan belajar.

__ADS_1


Sesuatu pekerjaan yang sebenarnya jauh dari ketertarikan diri ku, tetapi dengan berjalannya waktu.


Aku pun menemukan kenyamanan dalam pekerjaan yang ku jalani.


Yah, bertemu dengan anak-anak dan terus membuat otak ku kembali merefresh semua pelajaran terdahulu yang ku pelajari selama bersekolah.


Secara tidak langsung hal ini semakin membuat ku berada di zona pekerjaan yang nyaman dan mulai ku senangi.


Hal ini semakin pula membuat diri ku terbenam dalam kesendirian dan terus fokus dalam menjalani pekerjaan ku.


Berangkat pagi dan pulang sore menjelang maghrib, begitulah rutinas ku setiap hari dari senin hingga sabtu.


Dan tanpa terasa sudah hampir satu tahun, aku menjalani pekerjaan yang awal mulanya hanya ku anggap sementara.


Yang semulanya hanya ingin ku jadikan sebagai batu loncatan sambil mencari pekerjaan lain.


Tetapi lambat laun aku pun semakin jatuh cinta dengan dunia mengajar, yang secara tidak langsung membuat ku merasa bahagia dan membawa ku untuk terus belajar dan belajar.


Sehingga aku pun menyadari.


Jika pekerjaan ini menjadi jati diri ku yang gemar dengan buku dan membahas soal.


Malam ini adalah akhir malam di penghujung tahun. Hal yang sama selalu ku lakukan jika semua orang sedang menikmati pergantian malam tahun baru bersama keluarga atau orang terkasih.


Maka seperti biasa aku akan di rumah bersama ibu ku sambil menonton televisi dengan menikmati masakan ibu ku lalu akhirnya tidur karena kelelahan.


Ku lihat ibu ku sudah terlelap tidur dengan pulasnya.


Padahal waktu baru menunjukkan pukul 19.35 WIB. Aku berpikir mungkin ibu ku sangat kelelahan hari ini.


Aku pun segera mematikan televisi yang menyala dan menutup tubuh ibu ku dengan selimut sampai ke dadanya.


Kemudian lampu utama pun ku matikan dan menyalakan lampu tidur yang sangat redup.


Aku pun ingin ikut tidur tetapi mata ku belum dapat terpejam.


Maka dengan pelan jemari tangan ku pun meraih telepon genggam milik ku.


Entah mengapa malam ini.


Aku memiliki keinginan untuk mengirimkan pesan ucapan selamat tahun baru pada kakak sepupu ku yang berada di Solo.


Sesuatu hal yang hampir tidak pernah ku lakukan sebelumnya.


Dan malam ini sesuatu seperti mendorong ku untuk segera melakukannya.


Padahal aku dan kakak sepupu ku jarang berkomunikasi, karena kesibukan dan jarak yang memisahkan kami.

__ADS_1


Aku pun mulai mengerti pesan ucapan selamat tahun baru pada kakak sepupu ku.


- New Year to you and your family, Mas Bowo. 2010 sudah lewat, dan 2011 sudah menanti. Mari bangun semangat dan harapan untuk tahun yang baru.


Semoga tahun 2011 menjadi tahun terbaik untuk kita semua. Detik demi detik, hari demi hari hingga bulan demi bulan telah mengusung banyak cerita dan berlalu pergi. Dimana suka dan duka menjadi warna nyata dalam hidup kita.


Tetapi biarkan semua menjadi kenangan yang terpahat di dalam hati.Sebab kini tahun baru telah datang menyambut kita.


Maka saatnya kita mengemas kegagalan menjadi kesuksesan dan kita buka lembar kisah baru dengan semangat dan keceriaan.


Selamat tahun baru 2011 Mas Bimo.


Dari :Wulan di Palembang.


Aku lalu mengambil buku telepon untuk mengirim pesan SMS pada kakak sepupu ku. Dimana nomornya baru saja aku dapat beberapa hari yang lalu.


Saat ibu ku menelpon bude ku.


Dengan pelan dalam remang cahaya lampu. Aku pun menekan satu persatu nomor kakak sepupu ku.


Setelah selesai aku pun mengirimnya. Dengan perasaan berdebar aneh yang menjalar pada diri ku.


Ughhh.


Aku menarik napas panjang dan dalam. Kemudian aku pun langsung ikut berbaring di samping ibuku yang sedang tertidur pulas.


Tanpa terasa mata ku yang menerawang menatap langit-langit kamar membuat diri ku ikut terpejam dan akhirnya tertidur.


Malam yang penuh dengan dentuman meriahnya suara letusan kembang api. Membuat tidur ku malam itu begitu sangat nyenyak dan membawa diri ku terbenam dalam bunga tidur yang aneh.


Akhir penghujung tahun akan segera berganti.


Dimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah membuat takdir kisah cinta ku akan segera dimulai.


Tanpa ku sadari dan ku mengerti semuanya telah di gariskan oleh Sang Maha Pencipta.


Raga ku lunglai dalam keletihan yang menjerat ku malam itu.


Dimana kisah dari dua insan yang terpisah oleh jarak yaitu diri ku dan dirinya akan segera dimulai karena pesan singkat itu.


Sebuah pesan singkat yang membawa perubahan besar di dalam kehidupan ku dan juga kehidupan ibu ku.


Dimana setelah kepedihan dan kesepian panjang, dalam mengarungi perjalanan kehidupan ku yang sangat melelahkan.


Akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghadirkan dirinya untuk menjadi sandaran sekaligus menjadi imam kehidupan ku.


Diluar penafsiran logika ku sebagai manusia biasa, dan dengan cara yang tidak biasa pula Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempertemukan dan menyatukan kami. Setelah melalui kerinduan panjang dalam jarak yang memisahkan ke dua raga yang tak pernah berjumpa sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2