
Palembang, 15 Januari 2011.
Aku mengirimkan pesan singkat pada Mas Yoki, setelah melaksanakan salat tahajud.
-Mas.
Namun, Mas Yoki baru membalas pesan dari ku.Saat fajar pada pukul 04:03:16
-Ada apa Dek Wulan?.
-Apakah Mas Yoki sudah bangun tidur ?.
-Hmmm.
Memangnya jika mas sudah bangun tidur. Mas nya mau Dek Wulan apain.
-Jika Mas Yoki sudah bangun mau adik apain ya.
Hmmmm.
Mau adik apain ya?.
-Ehem.
Dek Wulan sendiri saja bingung.
Menunggu jika sudah halal saja.
Hehehe.
-Mas Yoki kok tumben sekali sudah bangun jam begini.
Oh ya, Mas Yoki sedang apa sekarang.
-Mas lagi kebangun saja Dek Wulan.
Sebab mas sedang memikirkan bidadarinya mas, sambil menunggu azan subuh berkumandang.
Sekarang mas sedang asyik SMSan dengan Dek Wulan.
Oh iya, Dek Wulan sendiri sedang apa sekarang.
-Adik habis selesai mengerjakan qiyamul lail Mas Yoki.
Sekarang sedang melanjutkan menulis surat balasan untuk Mas Yoki.
Dan asyik SMS an dengan Mas Yoki juga.
Hihihihi.
-Mas ingin tahu, memangnya Dek Wulan menulis suratnya sudah dapat berapa halaman.
-Baru tujuh halaman Mas Yoki.
-Oh ya, Dek Wulan.
Mas ingin bertanya.
Tadi Dek Wulan mengatakan, nanti memangnya kenapa Dek Wulan kalau sudah halal.
-Em... Em.
Rahasia.
-Dek Wulan pakai em... em segala.
Ayo Dek Wulan di jawab.
Masnya mau di apain.
-Penasaran ya Mas Yoki.
Pokoknya tunggu sampai halal.
Hihihihi.
-Oke, Dek Wulan.
Mas akan menunggu sampai hubungan kita berdua halal.
Mas akan menunggu saat -saat itu.
Suatu hari nanti.
-Iya Mas Yoki.
Ya sudah Mas Yoki.
Ayo kita salat subuh dulu mas.
I miss u Mas Yoki.
-Oke, Dek Wulan.
Miss you too my angel.
Obrolan singkat kami pun berakhir untuk segera melaksanakan salat subuh.
Dan selepas pulang bekerja. Aku segera membersihkan tubuh ku dengan mandi, lalu beristirahat sebentar sambil melihat isi pesan masuk di telepon genggam milik ku. Ternyata Mas Yoki belum mengirimkan pesan untuk ku.
Sehingga aku pun langsung mengirimkan pesan singkat untuknya.
-Mas Yoki jangan lupa untuk salat ya.
__ADS_1
Mas Yoki sudah makan belum.
Oh ya, Mas Yoki sedang apa sekarang.
Adzan maghrib berkumandang.
Aku meletakkan telepon genggam milik ku, dan bergegas untuk melaksanakan salat maghrib sekaligus membaca Al-Quran.
Setelah aku selesai melaksanakan kewajiban ku kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aku pun mendengar bunyi pesan masuk dari telepon genggam milik ku.
"Ah, itu pasti pesan balasan dari Mas Yoki, " kata pelan dengan wajah senang.
Dan dugaan ku ternyata benar.
Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku, dan ku lihat jam menunjukkan pukul 18:39:35.
-Iya Dek Wulan.
Alhamdulillah, mas sudah makan tadi Dek Wulan.
Saat ini mas baru saja selesai mencuci baju.
Oh ya, Dek Wulan sendiri sedang apa sekarang.
-Alhamdulillah senang adik mendengarkan nya.
Mas sudah salat kah.
-Mas sudah selesai salat Dek Wulan.
Dek Wulan pasti belum salat ya.
-Alhamdulillah, adik sudah salat Mas Yoki.
Oh ya, apakah Mas Yoki sudah membeli Al-Quran.
-Mas belum membeli Al-Qur'an Dek Wulan.
Tetapi tadi mas sudah menemukan
Al-Qur'an kecil milik teman mas yang sudah berhenti bekerja.
-Alhamdulillah iya Mas Yoki.
Berarti mas bisa langsung mulai mengaji untuk membaca Al-Quran ya mas.
-Iya Dek Wulan, siap.
Mas Yoki lalu menghubungi ku sebentar dan kami berdua pun mengobrol, kurang lebih sekitar sepuluh menit.
Aku harus mengakhiri pembicaraan kami melalui sambungan telepon.
Karena aku sedang tidak enak badan, dimana kepala ku terasa pusing.
-Dek Wulan jangan lupa makan ya.
Dan aku pun langsung membalas pesan darinya.
-Iya Mas Yoki, nanti saja.
Mas Yoki sedang apa sekarang.
-Hmmm.
Dek Wulan masak dari tadi belum makan.
Ehem.
Dek Wulan pasti begitu.
Lebih baik adik makan sedikit-sedikit saja dulu.
Mas jadi kepikiran Dek Wulan.
Mas khawatir dan cemas akan kondisi Dek Wulan.
-Iya Mas Yoki.
InsyaAllah sebentar lagi.
Nanggung nih, adik sedang melanjutkan menulis surat balasan untuk Mas Yoki.
-Sekarang mas sedang melipat pakaian.
Dek Wulan kalau adik sedang sakit, tolong jangan di paksakan dan di forsir nulisnya.
Mas takut Dek Wulan tambah pusing.
-Iya Mas Yoki.
Ini adik sudah berhenti menulis suratnya kok Mas Yoki.
Adik sedang tidur-tiduran di kasur.
Oh ya, Apakah Mas Yoki jadi bermain futsal setelah ini?.
-InsyaAllah jadi Dek Wulan.
Soalnya mas sudah janjian sama teman-teman kerja.
Dek Wulan tidak apa-apa kan kalau mas tinggal, untuk bermain futsal sebentar.
-Iya Mas Yoki tidak apa-apa.
__ADS_1
Ya sudah Mas Yoki siap-siap dulu saja.
Wulan juga mau rebahan dulu.
-Oke, Dek Wulan.
Obrolan kami pun berakhir.
Aku segera meletakkan telepon genggam milik ku di atas meja. Dan kembali beristirahat untuk tidur.
Namun, sebelum kembali merebahkan diri di tempat tidur.
Aku mengambil segelas air putih, lalu duduk dan meminumnya hingga habis.
"Sepertinya badan ku kurang enak, kepala ku terasa sangat pusing sekali, " kata ku pelan sambil memegangi kening ku.
"Oh ya mungkin karena aku belum makan. Sehingga tubuh ku terasa tidak enak, "ucap ku lagi pelan.
Maka aku pun bergegas dengan segera menuju ke dapur, untuk mengambil piring dan sendok. Lalu kembali lagi ke meja makan untuk mengambil lauk makan.
Lidah ku terasa pahit saat mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulut ku.
Rasanya mual dan ingin muntah, tetapi aku tetap memaksakan untuk makan.
Sebab setelah ini aku harus minum obat.
Telepon genggam ku berbunyi lagi.
" Sepertinya ada pesan masuk dari Mas Yoki , "batin ku.
Tetapi aku belum beranjak untuk membuka pesan dari Mas Yoki, karena kepala ku terasa sangat pusing.
Setelah aku membawa tubuh ku untuk tidur, kurang lebih tiga puluh menit.
Tetapi rasa pusing di kepala ku tetap semakin bertambah dan tidak menghilang,
Akhirnya, aku pun mengajak ibu ku.
Untuk menemani diri ku memeriksakan diri ke praktek dokter di dekat rumah.
Aku dan ibu ku pun segera bergegas, karena takut praktek dokternya akan tutup.
Sebab sebentar lagi waktu akan menunjukkan pukul sembilan malam.
Tetapi Alhamdulillah, ternyata tempat praktek dokternya masih buka.
Dan aku menjadi pasien terakhir.
Setelah dokter memeriksa keadaan ku.
Barulah dokter memberikan obat untuk ku.
Sekaligus menerangkan kepada ibu ku tentang penyakit ku.
" Ibu, putrinya ini terkena maag dan tekanan darahnya sangat rendah. Maka dari itu kepala putri ibu terasa pusing. Ini saya sudah resepkan obat dan di minum sampai habis. Selain itu, jaga pola makan putri ibu dan harus banyak beristirahat, "ucap dokter menjelaskan kepada ibu ku.
" Baik dok. Terima kasih, "jawab ibu ku.
Tidak lama kemudian, aku dan ibu ki pun sudah tiba di rumah. Setelah menaikki becak.
Ibu ku segera meminta ku untuk makan bubur ayam, yang sudah di belikannya. Setelah pulang memeriksakan diri ku dari tempat praktek dokter.
Meskipun aku tidak berselera untuk makan, tetap saja aku memaksakan diri ku untuk makan.
Agar aku dapat minum obat setelah ini dan segera sehat kembali.
Telepon genggam milik ku berbunyi dan menandakan ada pesan masuk.
" Ah, itu mungkin pesan dari Mas Yoki, "kata ku pelan.
Sambil menahan rasa pusing yang menyerang di kepala ku.
Aku berusaha mengambil telepon genggam milik ku.
Lalu membawanya bersama ku ,untuk merebahkan diri di atas ranjang tempat tidur.
Sambil tiduran aku pun membuka banyak pesan masuk dari Mas Yoki.
-Dek Wulan, mas berangkat bermain futsal dulu ya.
Namun, baru satu pesan yang ku baca.
Aku sudah tidak kuat untuk meneruskan membacanya lagi, karena kepala ku terasa berputar.
Namun, sebelum aku meletakkan telepon genggam milik ku.
Aku berusaha mengirim pesan pada Mas Yoki, supaya ia tidak khawatir.
-Mas Yoki maaf.
Wulan baru bisa balas SMS nya.
Wulan tidur dulu ya Mas Yoki.
Soalnya Wulan baru pulang berobat dari tempat dokter.
Wulan sedang tidak enak badan mas.
Ya sudah Mas Yoki.
Hati-hati saat pulang bermain futsal nya.
Aku pun langsung menonaktifkan telepon genggam milik ku dan meletakkan nya di samping ku.
__ADS_1
Dengan segera aku pun memejamkan kedua mata ku, dan tidur.