
Palembang, 13 Januari 2011.
Setelah selesai membaca surat dari Mas Yoki dan selesai melaksanakan sholat Isya.
Pada hari ini, aku yang mengirimkan pesan SMS pertama kali untuk Mas Yoki pada pukul 19:27:24.
-Mas Yoki jangan lupa makan dan solat ya.
- Iya terima kasih ya Dek Wulan.
Suratnya mas sudah sampai atau belum Dek Wulan.
- Alhamdulillah Mas Yoki.
Surat dari mas, sudah sampai tadi siang.
Suratnya tebal dan panjang sekali.
- Alhamdulillah ya Allah.
Akhirnya sampai juga.
Lho kan katanya Dek Wulan.
Mas harus menulis suratnya minimal tiga ribu kata.
Maaf ya Dek Wulan.
Tulisan dan fotonya mas jelek.
- Iya Mas Yoki.
Ya sudah mas, Dek Wulan akan melanjutkan membaca surat dari mas dulu ya.
Soalnya adik belum selesai membacanya.
-Oke.
Dek Wulan.
Obrolan kami pun terhenti pada pukul 19:36:30.
Dan pada pukul 21:04:52 Mas Yoki mengirimkan pesan SMS pada ku.
-Sudah Dek Wulan.
Apakah Dek Wulan sudah selesai membaca surat dari mas.
-Alhamdulillah Mas Yoki.
Adik sudah selesai membaca surat yang Mas Yoki kirimkan untuk adik.
-Terus bagaimana pendapat nya Dek Wulan.
Setelah membaca surat dari mas.
-Wonderfull.
-Apanya yang wonderfull Dek Wulan?.
-Coba Mas Yoki tebak saja.
-Loh kok Dek Wulan balik bertanya kepada mas sih.
Mas serius Dek Wulan.
-Tidak apa-apa Mas Yoki.
Adik hanya ingin tahu saja.
Apakah Mas Yoki bisa mengetahui tidak. Apa yang adik pikirin saat ini.
Jujur aku bangga akan perjuangan kehidupan Mas Yoki, yang tahan banting dan tidak mudah menyerah.
Dan yang paling penting buat adik.
Mas Yoki selalu dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berada di jalan lurusNya.
Meskipun Mas Yoki pernah melakukan kesalahan.
Tetapi Mas Yoki dengan cepat menyadari kesalahan itu ,dan segera memperbaikinya.
-Oalah, begitu ya Dek Wulan.
Tetapi mungkin itu hanya perasaan Dek Wulan saja.
Lagi pula mas sangat ikhlas menceritakan semua proses kehidupan yang mas jalani. Terus jika mas boleh tahu.
Bagian mananya yang wonderfull.
-Semua kisah Mas Yoki wonderfull.
Dimana setiap babak kehidupan Mas Yoki ada hikmah tersendiri.
Dan aku menjadi ikut belajar dari surat yang Mas Yoki tulis.
-Alhamdulillah.
Lucu ya Dek Wulan.
-Tidak ada yang lucu kok Mas Yoki.
-Terus kapan Dek Wulan membalas surat dari masnya.
-InsyaAllah secepatnya.
Kan surat dari Mas Yoki saja baru sampai hari ini.
-Oke.
Berarti tiga ribu kata juga kan Dek Wulan.
-Seribu kata saja ya Mas Yoki
Hehehe.
-Loh kok hanya seribu kata Dek Wulan.
Terus Dek Wulan jangan lupa memberikan foto nya ya.
-Lho yang meminta tiga ribu kata kan adik. Mas Yoki kan tidak.
InsyaAllah untuk fotonya.
-Oke,biasanya kalau setiap harinya mengajar.
Menulisnya pasti cepat sekali.
-Tidak juga Mas Yoki.
Bagaimana perasaan Mas Yoki sekarang?.
-Seneng sekali Dek Wulan.
Soalnya suratnya mas sudah sampai ke Dek Wulan.
-Adik sampai membaca surat dari Mas Yoki dua kali lho.
-Terus Dek Wulan membaca suratnya sampai dua kali.
Kalau Dek Wulan sendiri, apa alasan nya melakukan hal itu.
__ADS_1
-Supaya adik lebih benar-benar memahami karakter dan pribadi Mas Yoki yang sebenarnya.
Khusus nya melalui surat yang Mas Yoki kirim buat adek, dengan tulisan tangan Mas Yoki sendiri.
-Ayo bagaimana pendapat Dek Wulan tentang hidup mas.
-Sosok yang kompleks menurut ku.
-Terus Dek Wulan bisa menggambarkan tidakk. Bagaimana sosok mas?.
Kira-kira seperti apa, setelah Dek Wulan membaca surat dari Mas.
-Mas itu sosok laki-laki yang berusaha keras, untuk dapat membuktikan kepada semua orang, akan kegigihan dan keseriusan nya dalam hal apa pun.
Sayang dan peduli dengan keluarga.
Dimana sebisa mungkin ingin senantiasa memberikan hal yang terbaik untuk orang-orang yang Mas Yoki cintai.
Tentunya sesuai dengan kemampuan yang Mas Yoki miliki.
Dan Mas Yoki juga termasuk seseorang yang selalu menjaga komitmen nya.
-Wow.
Jelas sekali ya Dek Wulan.
Mudah-mudahan Dek Wulan tidak menyesal kenal dan dekat mas.
-InsyaAllah tidak Mas Yoki.
Mengapa Mas Yoki berbicara seperti itu.
-Yup.
Aku hanya berusaha jujur menceritakan tentang hidup ku, kepada diri mu Dek Wulan.
Karena aku yakin sesuatu yang di awali dengan kejujuran.
InsyaAllah akan happy ending.
-Iya benar sekali Mas Yoki.
Apa yang menjadi ketakutan Mas Yoki sekarang?.
-Yang aku takutin sekarang adalah jika Dek Wulan berubah pikiran, khususnya setelah membaca dan melihat foto ku.
-Kenapa seperti itu Mas Yoki berpikirnya.
InsyaAllah, adik tidak berpikiran seperti itu Mas Yoki.
Hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang dapat mengubah pikiran dan juga hati ku.
-Alhamdulillah.
Terima kasih ya Dek Wulan atas semuanya. InsyaAllah, rasa ini akan mas jaga dan rawat hingga waktu yang akan memisahkan kita.
I love you Dek Wulan.
-Aamiin ya rabbal'alamiin.
Terima kasih Mas Yoki.
Adek akan pegang perkataan yang Mas Yoki ucapkam.
Saat ini adik sedang menulis surat balasan untuk Mas Yoki.
-Wuiiihhh.
Dek Wulan serius sekali ya menulis suratnya.
-Iya dong Mas Yoki.
Menulis suratnya di lanjutkan besok saja Dek Wulan.
-Adik tidak capek Mas Yoki.
Mas Yoki sedang apa.
-Ini mas sedang tidur-tiduran.
Kalau Dek Wulan capek.
Tidur saja ya Dek Wulan.
-Oh, Mas Yoki tidak sedang ingin mengobrol dengan adik ya mas.
-Bukan begitu.
Maksudnya mas, Dek Wulan.
Mas takut kalau Dek Wulan sampai kecapek'an.
-Oh.
Tadi Mas Yoki kerjanya di kantor saja kah.
-Ya Dek Wulan.
Kebetulan mas tadi kerjanya di kantor saja.
-Apa yang Mas Yoki pikirkan sekarang?.
-Karena mas kangen sama Dek Wulan.
Memang Dek Wulan sudah selesai kah menulis suratnya.
-Kok Mas Yoki bisa kangen.
Adik belum selesai menulis suratnya Mas Yoki.
Sama Mas Yoki.
Adek juga kangen Mas Yoki.
-Alhamdulillah.
Semoga semua ini bisa mempertebal rasa sayang kita ya Dek Wulan.
Aamiin ya rabbal'alamiin.
By the Way.
Dek Wulan sendiri kok belum tidur.
-Aamiin ya rabbal'alamiin.
Adik belum tidur, karena masih menyambung menulis surat untuk Mas Yoki.
Mas.
-Apa Dek Wulan?.
-Ternyata kangen itu berat dan sesak ya Mas Yoki.
-Iya Dek Wulan.
Terus.
-Kapan Mas Yoki akan main ke Palembang?.
-Iya nanti ya Dek Wulan.
__ADS_1
InsyaAllah, jika ada waktu dan rezeki.
Mas akan bersilaturahmi ke sana.
Tetapi untuk mengobati rasa penasarannya Mas.
Tolong terusin dong kata-katanya tadi.
-Maksudnya kata-kata yang mana Mas Yoki.
-Tentang kangen.
-Yah, adek berharap saja sosok Mas Yoki hadir dan berada dekat adek saat ini.
-Ehmmm.
Terus.
Kalau sudah dekat.
Apa yang akan Dek Wulan lakukan?.
-Adik akan melihat Mas Yoki secara dengan seksama.
Menggunakani kaca pembesar.
Hehehe.
-Masak sih.
Padahal mas ingin bukan hanya rohnya saja yang ada di dekat mas.
Tetapi raganya Dek Wulan.
Mas ingub selalu dekat dan menjaga Dek Wulan.
-Benarkah itu Mas Yoki
Adek juga begitu.
-Alhamdulillah.
Mas Sayang sekali dengan Dek Wulan.
-Adek juga sayang Mas Yoki.
Mas.
-Ya Dek Wulan.
-Pengen!.
-Pengen apa Dek Wulan.
-Pengen bisa melihat Mas secara langsung.
-Aamiin ya rabbal'alamiin.
Bukan hanya itu saja.
Mas juga ingin Dek Wulan itu sebagai orang pertama yang mas lihat, di pagi hari waktu bangun tidur.
-Jangan bercanda Mas Yoki.
-Mas sangat serius sekali Dek Wulan.
-Hmmm.
Apa iya Mas Yoki?.
-Jiwa raga pun mas siap ,untuk bisa menemani Dek Wulan dalam mengarungi kehidupan ini.
Pokoknya mas sayang Dek Wulan titik.
-Aamiin ya rabbal'alamiin.
Mas!.
-Ada apa Dek Wulan?.
Ehem.
Kenapa Dek Wulan.
Apakah pelukan nya mas kurang kenceng ya. Hehehe.
-Tidak apa-apa Mas Yoki.
Wulan hanya memanggil Mas Yoki saja.
Hehehehe.
Iya kali.
Hihihihi.
-Ya sini, Dek Wulan agak deketan ke masnya.
Supaya Dek Wulan tidur nyenyak sampai pagi.
-Adek sayang Mas Yoki.
-Mas juga sama Dek.
Mas sayang sekali dengan Dek Wulan.
Malah mas ingin menjadi yang halal buat Dek Wulan.
-Aamiinn ya rabbal'alamiin.
Oh ya.
Terus.
-Terus Dek Wulan tidur di pelukan mas.
Ya, kita berdo'a semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala cepat mengabulkan semua keinginan di hati kita.
Ya sudah kita tidur yuk Dek Wulan.
-Iya Mas Yoki.
Adek juga sudah mengantuk ini.
-Ya sudah sini mas peluk.
Sambil mas bisikin lembut tentang isi hati mas sampai Dek Wulan tertidur.
I love you Dek Wulan.
Obrolan ku dan Mas Yoki berakhir pada pukul 02:28:23.
Dimana kami berdua sudah sangat mengantuk dan membuat diri masing-masing terlelap tidur dalam selimut malam yang hangat.
Tidak ada yang pernah tahu akan rencana dan takdir yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala persiapkan untuk diri ku dan Mas Yoki.
Semua berjalan mengalir, sesuai kehendak Nya.
Dan terus tiada henti masing-masing lisan kami, terus melantunkan do'a-do'a atas keinginan hati yang ingin dapat bertemu.
Setelah selalu menumpahkan semua rasa rindu yang bersemi dan terus tumbuh di dalam hati dan pikiran,melalui kata.
__ADS_1