Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
Surat Mas Yoki:part 5


__ADS_3

Kalau tidak melihat ibu dan nenek yang shock berat. Mungkin aku akan menangis sejadi-jadinya.


Tapi aku cepat mengurus administrasi biaya jenazah, supaya jenazahnya bapak bisa cepat di bawa pulang.


Beruntung banyak saudara datang dan membantu.


Sehingga semua prosesnya dapat berjalan cepat tanpa kendala.


Setelah tujuh hari kepergian almarhum bapak. Aku merenung.


Dimana lengkap sudah cobaan di awal tahun 2010 ini.


Mulai dari di tinggalkan seseorang dan di tinggalkan sosok yang selama ini aku anggap sebagai guru atau pemimpin dalam keluarga yaitu almarhum bapak ku.


Tidak dapat aku pungkiri perasaan ku down berat.


Terlintas di pikiran ku saat itu, untuk berhenti bekerja dan menjaga ibu di rumah.


Tetapi nenek menasehati ku, agar aku kembali bekerja demi masa depan ku.


"Biarlah ibu mu di kampung bersama nenek dan saudara-saudaranya almarhum bapak mu," ucap nenek ku saat itu.


Akhirnya, aku pun berangkat juga ke Solo untuk bekerja kembali.


Tidak mudah untuk mengembalikan keadaan ku seperti semula.


Sambil bekerja sedikit demi sedikit.


Aku terus mencoba bangkit.


Meskipun terkadang aku rindu sekali dengan almarhum bapak.


Karena aku belum bisa membahagiakan dirinya, selagi almarhum bapak masih hidup di dunia ini.


Kini hanya tinggal sosok ibu yang aku miliki di dunia ini.


Maka sebisa mungkin.


Aku tidak akan pernah membuat kecewa beliau.


Alhamdulillah.


Sekarang ibu mempunyai kesibukan baru, yaitu berjualan sembako di pasar.


Lumayan penghasilan nya dan juga untuk menghilangkan rasa kejenuhannya.


Balik lagi ke pekerjaan ku.


Empat bulan kerja di Solo, membuat rasa kepercayaan di riku kembali lagi.


Meskipun masih berhati-hati dalam urusan hati.


Bukan karena trauma, tetapi hanya sedikit selektif agar tidak terjatuh dan sakit hati lagi. Meskipun aku sudah sering merasakan jatuh bangun dalam urusan asmara.


Tetapi aku yakin suatu saat nanti.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mempertemukan diri ku dengan seseorang yang terbaik buat ku, keluarga dan agama ku.


Akhirnya aku pun di mutasi ke Jogja.


Tetapi sekarang dengan tantangan yang baru, yaitu aku harus menjadi kepala cabang yang tugasnya agak komplek banget.


Di sini aku harus bekerja lebih keras lagi.


Meskipun terkadang mendapat teguran dari atasan. Jika di akhir bulan penghasilan dan penjualan tidak mencapai target yang sudah di tetapkan.


Rasa kesal ,capek dan merasa pekerjaan kita tidak di hargai, sempat muncul di dalam hati ku.


Tetapi aku mencoba untuk tetap sabar dan ikhlas saja.


Karena yang terpenting bagi ku.

__ADS_1


Aku sudah sekuat tenaga dan berpikiran untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.


Ke depannya aku ingin berwirausaha sendiri.


Maka dari itu, mulai sekarang jika ada waktu senggang.


Aku pun belajar tentang cara atau tips-tips berwirausaha dari orang-orang di sekitar tempat ku bekerja.


Ya, mudah-mudahan saja.


Suatu hari nanti, cita-cita ku di kabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.


Aamin ya robbal'alamiin.


Aku tahu cerita hidup ku belum berhenti sampai di sini.


Karena masih banyak tantangan di masa depan,yang pasti lebih berat lagi.


Maka dari itu di awal tahun 2011 ini, selain ingin menjadi orang yang lebih baik lagi.


Aku meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Agar aku segera di pertemukan dengan sosok wanita yang bisa membawa perubahan bagi di riku.


Sekaligus menjadi teman seumur hidup ku, baik itu dalam suka atau pun duka.


Aamiin ya rabbal'alamiin.


Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.


Bye:


Yoki Manunggal Soewarno.


 ----


Akhirnya aku selesai membaca surat dari Mas Yoki.


Kemudian surat tersebut aku masukkan lagi ke dalam amplop.


Sejenak mata ku melihat alamat yang tertera pada amplop yang bertuliskan:


Yoki Manunggal Soewarno.


"Jaya MARMER"


Jalan Raya Solo KM. 11,7 (Utara Bandara Adi Sucipto).


Sorogenen-Sleman


Jogjakarta.


Telepon: +6285712345679.


Aku terdiam larut dalam pikiran ku.


Setelah membaca surat dari Mas Yoki, yang ku baca hingga dua kali.


Sengaja aku melakukannya, untuk membuat hati ku yakin.


Apakah aku akan meneruskan hubungan ini dengannya atau tidak.


Pertimbangan-pertimbangan yang terus berusaha aku upayakan.


Agar diri ku tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.


Apalagi menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak pernah ku kenal, bahkan ku temui sebelumnya.


Sambil memandang foto Mas Yoki.


Aku terus berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk terus membimbing ku.

__ADS_1


Dengan surat yang ia kirimkan pada ku. Setidaknya Mas Yoki sudah benar-benar menunjukkan awal keseriusan nya dengan diri ku.


Dimana pada zaman modern seperti ini, jarang-jarang ada laki-laki yang masih mau menulis surat dengan tangannya sendiri dan sangat panjang seperti itu.


Saat aku sedang larut dalam pikiran ku, tanpa sepengetahuan ku rupanya ibu ku terus mengawasi diri ku.


Mungkin sudah lama dan aku tidak menyadari nya.


Dengan perlahan Ibu ku duduk di hadapan ku dan menanyakan kepada diri ku.


Tentang surat itu.


Yah, karena ibu ku lah yang menerima surat itu.


Aku sedikit ragu untuk menjelaskan dan menceritakan semuanya kepada Ibu ku. Karena semuanya masih terlalu dini dan belum jelas.


Apalagi aku tahu betul, sosok seperti apa yang di inginkan dan di harapkan oleh Ibu ku, untuk menjadi pendamping hidup ku.


Setelah di desak oleh ibu ku.


Akhirnya aku pun menceritakan semuanya kepadanya.


Mulai dari awal pertemuan kami hingga kedekatan kami.


Ku lihat raut wajah ibu ku.


Dmana beliau menunjukkan ekspresi wajah tidak suka dan tidak setuju akan hubungan maya, yang sedang ku jalani saat ini.


Apalagi saat ibu ku melihat foto dari Mas Yoki.


Dimana fisiknya yang tidak sesuai dengan ekspektasi ibu ku.


Dengan spontan ibu ku pun mengungkapkan perasaan dan kegundahan nya.


Dimana ia tidak suka.


Jika diri ku menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak ku kenal dan tidak pernah ku temui.


"Zaman sekarang orang jahat itu banyak nduk. Kamu harus hati-hati. Ibu lebih suka jika kamu memiliki hubungan dengan orang yang sudah jelas keberadaannya, bukan secara seperti ini karena salah sambung. Kamu kan tidak bisa tahu bagaimana watak dan perangainya yang sesungguhnya.


Ibu takut kalau laki-laki ini menipu diri mu dan mempunyai niat yang tidak baik, " tutur Ibu ku.


Aku pun hanya diam mendengarkan apa yang ibu ku katakan, tanpa membantahnya sedikit pun.


Karena aku mengerti akan kecemasan yang ia rasakan pada ku.Sebab ia menginginkan hal yang terbaik bagi kehidupan ku.


Tetapi, entah mengapa hati ku merasa yakin dan mantap untuk terus melanjutkan hubungan dengan Mas Yoki.


Meskipun melalui hubungan jarak jauh.


Yang hanya bermodal keyakinan dan kepercayaan serta bimbingan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala saja.


Yah, dan secara diam-diam.


Aku pun terus melanjutkan hubungan ku dengan Mas Yoki.


Tentunya dengan terus meminta Allah Subhanahu Wa Ta'ala menuntun setiap langkah dan keputusan yang aku ambil. Karena hubungan ku dan Mas Yoki terjalin atas kehendak Nya.


Meskipun ibu ku terus berusaha menggoyahkan pikiran ku.


Akan fisik dan rupa Mas Yoki yang terhitung biasa.


Tetapi, aku tidak mempermasalahkan akan hal itu.


Sebab bagi ku fisik dan materi tidak akan pernah menjamin kapasitas attitude keluhuran sikap seseorang.


Cinta itu anugerah yang lahir di hati, tanpa mempedulikan bentuk, rupa, kedudukan, harta seseorang.


Karena bagi ku keimanan dan ketulusan seseorang terhadap keistiqomahannya. Dalam menjalani semua perintah dan larangan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala,menjadi poin utama bagi ku untuk mencintai nya.


Karena aku ingin mencintai dirinya berlandaskan cinta ku kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

__ADS_1


Begitu pula keinginan ku akan cintanya pada ku.


__ADS_2