Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
Di rumah bersalin.


__ADS_3

Palembang, 4 Januari 2011.


Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku. Setelah kemarin malam percakapan kami melalui SMS terputus dengan mengantung. Waktu menunjukkan pukul 17:01:31.


Dimana aku belum pulang bekerja.


-Sore adek.


Apakah adek sudah pulang bekerja saat ini?.


Selepas pulang mengajar dan mandi lalu makan. Aku pun mengambil telepon genggam ku yang tidak pernah ku bawa saat bekerja.


Kemudian aku segera memeriksa pesan masuk darinya.


-Alhamdulillah adik baru saja pulang dari bekerja dan adik sudah selesai mandi juga makan mas.


Dan Mas Yoki sendiri apakah sudah pulang bekerja.


-Ini mas baru pulang meeting dengan bos.


Mas baru mau mandi dan salat dek.


Oh ya nanti adek kursus jam berapa?.


-Adik berangkat dari rumah pukul 18.10 mas.


Apakah Mas Yoki sudah makan?.


Jangan lupa untuk menjaga kesehatan ya Mas Yoki.


-Oke.


Kalau makannya mas sih sudah barusan. Karena meetingnya di restoran jadi sekalian makan di sana dek.


Terima kasih ya adek karena sudah perhatian dengan mas.


Selepas pulang kursus pukul 21:32:12.


Aku pun memeriksa telepon genggam milik ku lagi .


Dan aku melihat tidak ada pesan dari Mas Yoki. Sehingga aku pun memberanikan diri untuk mengirimkan SMS pada dirinya terlebih dahulu.


-Selamat malam Mas Yoki.


Apakah mas sudah makan lagi dan salat?.


Aku lalu meletakkan telepon genggam milik ku dan bergegas berganti pakaian lalu melaksanakan salat Isya.


Tiga puluh menit kemudian.


Mas Yoki pun membalas pesan dari ku. Dimana aku pun sudah selesai dengan aktivitas ku.


Kemudian aku pun merebahkan tubuh ku di atas ranjang tempat tidur.


Tetapi tiba-tiba tetangga di samping rumah ku meminta tolong kepada ibu ku untuk menemani istrinya yang berada di tempat bidan karena akan segera melahirkan.


Aku pun turut ikut serta menemani ibu ku dan menunggui tetangga ku itu.


Hal ini aku lakukan karena tetangga ku itu memiliki hubungan baik dengan ibu ku.


Yang sudah seperti layaknya anak sendiri.


- Wah malam juga adek.


Mas masih kenyan sehingga makannya nanti saja


Alhamdulillah mas juga sudah menunaikan salat.


Lho memangnya adek sudah pulang dari kursus?.


Aku pun bergegas mengambil sweater ku dan membawa telepon genggam milik ku.


Karena pesan dari Mas Yoki belum sempat ku balas sehingga aku pun membawa telepon genggam milik ku.


Setelah tiba di rumah bersalin.


Ibu ku dan diri ku langsung menemui tetangga ku yang sedang merintih kesakitan dan menangis luar biasa.


Mungkin karena merasakan kontraksi yang sangat hebat dan menyakitkan mendekati persalinan nya.


Aku syok dan bergetar dengan tubuh merinding saat menyaksikan perjuangan tetangga ku untuk melahirkan anak keduanya itu.


Dengan penuh kasih sayang dan sabar.


Ibu ku terus mengusap lembut kepala tetangga ku sambil beberapa kali memberikannya minum dari sedotan. Sekaligus mengingatkannya untuk bersikap tenang supaya tenaga nya tidak terkuras habis ketika bayinya siap untuk di lahirkan.


Ibu ku yang melihat ketakutan pada diri ku. Dengan segera meminta ku untuk keluar dari ruang persalinan agar aku tidak merasa takut.


Aku pun dengan segera keluar dari ruang persalinan dan menunggu di luar bersama beberapa tetangga ku lainnya


Dimana mereka juga turut mengantar menemani tetangga ku yang hendak bersalin.


Sudah cukup lama aku termenung.


Setelah menyaksikan tetangga ku yang menahan akan rasa sakit menjelang proses persalinannya. Sebuah hal yang begitu membuat ku tak mampu untuk berkata-kata dan menyadari betapa luar biasanya perjuangan seorang wanita untuk menjadi seorang ibu.


Dan beberapa saat kemudian.


Aku pun teringat akan pesan dari Mas Yoki yang belum ku balas. Maka dengan segera ku ambil telepon genggam dari dalam tas selempang kecil ku dan mulai mengetik pesan balasan untuk dirinya.


-Adik sudah pulang Mas Yoki.


Maaf pesan dari Mas Yoki baru sempat adik balas sebab sekarang adik sedang menunggui tetangga Wulan yang sedang sakit.


-Memang siapa yang sedang sakit Dek Wulan?.


-Eh maaf bukan sakit Mas. Tetapi mau melahirkan.


-Loh bayinya apakah belum lahir dek?.


Prosesnya persalinan nya normal atau lewat operasi caesar.


-Bayinya belum keluar mas.


Proses persalinannya normal Mas Yoki.


-Wow.


Adek berani sekali melihat prosesnya.


Ke rumah sakit sama Ibu atau sendirian dek.


-Wulan bersama ibu dan beberapa tetangga di sekitar rumah mas.


Melihat tetangga Wulan yang begitu sangat kesakitan.Sungguh membuat Wulan jadi takut melahirkan mas.


Rasanya saat melihatnya seram dan nyeri sekujur tubuh Wulan.


- Mengapa adik berkata seperti itu.


Itu kan sudah kodratnya wanita dek.


Makanya ada ungkapan jika surga itu berada di bawah telapak kaki Ibu.


Dimana hal ini juga sekalian menjadi bukti jika adek memang benar-benar akan menjadi wanita seutuhnya.


Betul atau tidak adek?.


- Iya juga sih mas.


Tetapi melihat tangisan tetangga Wulan. Perasaan Wulan jadi lemas dan takut sekali.


-Karena kesakitan dan perjuangannya yang berat seperti itu dek sampai -sampai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut sampai tiga kali nama ibu itu.


Ketika ditanya siapa orang yang wajib dihormati di dunia ini.


-Wah, sepertinya Mas Yoki jika nanti memiliki istri terlihat akan sayang sekali dengan istrinya.


Sebab Mas Yoki menunjukkan rasa sayang dan peduli kepada ibu dan mengerti akan kebaktian pada perjuangan seorang ibu.


-InsyaAllah bukan hanya aku sayangin saja. Sebisa mungkin aku akan berusaha agar dia selalu bahagia dan tidak akan pernah berpaling ke yang lain


Hehehe.


Apakah adik sudah makan?.


-Selepas pulang kursus Wulan belum makan mas.


Namun sepulang bekerja Wulan sudah makan.


Mas sedang apa sekarang?.


-Mengapa belum makan lagi dek?.


Nanti terkena sakit maag loh.


Saat ini Mas sedang menonton televisi bersama teman-teman kerja.


Memang malam ini adik menemani tetangga adik di rumah sakit atau kembali pulang ke rumah.


-Oh.


InsyaAllah adik pulang ke rumah mas.


Maaf ya mas kalau Wulan mengganggu waktunya mas.


-Adik Wulan tidak menganggu waktu mas kok.


Lagi pula di sini mas sedang santai sekali. Apakah sekarang adik sudah pulang ke rumah atau masih di rumah sakit?.


-Adik belum pulang ke rumah mas.


Wulan masih ingin melihat bayinya lahir mas.


-Pasti lucu sekali ya bayinya.


Oh iya aku sudah menulis surat untuk adik.


Kemungkinan besok sudah selesai.


Tetapi aku tidak mempunyai foto.


Bagaimana kalau fotonya lewat MMS saja?.


-Fotonya di kirim sekalian lewat surat saja mas.


Karena hal itu sudah sesuai dengan syarat perjanjian kita.


-Ya sudah nanti aku akan mengusahakan nya.


Tetapi jangan marah begitu ya dek.


-Wulan tidak sedang marah kok mas.


Apakah mas ikhlas melakukannya?.


-Alhamdulillah mas ikhlas lah.


Tetapi adik harus janji nanti cepat untuk membalas suratnya ya.


-InsyaAllah.

__ADS_1


Oh ya kalau boleh tahu Mas Yoki lahir tanggal berapa?.


-Tanggal 26 Januari.


Kalau adik lahir tanggal berapa.


-Tanggal 6 Desember.


-Berarti ulang tahun nya bulan kemarin dong.


Kalau boleh tahu permintaan adik di ulang tahunnya yang kemarin apa.


-Meminta kesehatan, kemurahan rezeki, keberuntungan, takdir hidup yang baik, dan kebaikan dunia akhirat.


-Wow berarti diborong semua ya do'anya.


Mas do'ain semoga cita-cita adek cepat di kabulkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Oh ya nanti adek pulang ke rumah jam berapa?.


-Belum tahu mas.


Terima kasih untuk do'anya mas.


Mas Yoki orang yang baik.


-Jangan selalu memuji seperti itu dek.


Biasa saja dek.


Oh ya adek naik apa tadi ke rumah sakitnya.


-Naik motor ramai-ramai di bonceng sama tetangga.


Oh ya Mas Yoki sekarang sedang apa kalau Wulan boleh tahu?.


- Iya nih mas sedang menonton film Rambo.


Kalau mas boleh saran lebih baik adik sekarang mencari makanan dulu.


Setidaknya untuk mengganjal perut adik darivpada masuk angin?.


- Tidak apa-apa mas nanti makan di rumah saja.


Tidak enak makan di sini di saat tetangga Wulan sedang dalam situasi berjuang mendampingi istrinya yang belum juga melahirkan.


Sehingga membuat dirinya terlihat sangat stress.


Tidak baik jika Wulan malah makan seperti tidak pantas saja.Dan kurang menunjukkan rasa empati dan simpati.


-Mulia sekali sih hati adik.


Tapi menjaga kesehatan juga penting loh. Minimal adik cari minum yang hangat-hangat deh.


Oh ya adik sekarang menggunakan jaket atau tidak?.


-Iya mas.


Terima kasih ya Mas Yoki sudah mengingatkan Wulan.


Alhamdulillah saat ini Wulan memakai sweater.


Bantu do'ain tetangga ku ya Mas Yoki. Semoga tetangga Wulan segera dapat melakukan persalinan tanpa kendala.


Dimana ibu dan bayinya selamat serta persalinannya diberi kelancaran juga kemudahan.


-Jaga kesehatan ya dek.


Pasti aku bantu do'a.


Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala kasih keselamatan pada ibu dan bayinya.


Memang kondisi di sana seperti apa dek.


-Tegang dan panik Mas Yoki suasananya. Soalnya ibunya sudah kehabisan tenaga karena kebanyakan menangis dan jerit-jerit menahan rasa sakit.


Maaf aku SMS Mas Yoki terus ya.


Soalnya di sini aku bingung mau melakukan apa.


- Iya tidak apa-apa dek.


Memang sekarang seperti apa kondisi Ibu dan bayinya dek.


- Alhamdulillah Mas Yoki bayinya sudah lahir. Tetapi bayinya harus segera di bawa ke rumah sakit karena keadaan nya kritis.


Sebab bayinya terlalu lama di dalam kandungan sehingga terminum air ketuban kata bidan yang menanggani proses persalinannya.


Sekarang ini Wulan hendak pulang ke rumah mas.


- Ehem.


Semoga bayinya cepat melewati masa kritis. Adik jalan pulang ke rumah dengan siapa saja?.


Hati-hati di jalan ya dek.


- Aamiin ya robbal'alamiin.


Adik pulang rombongan bersama tetangga mas.


-Berarti ramai-ramai ya dek.


Memang apakah masih jauh perjalanan menuju rumah adik.


-Iya mas masih jauh.


- Pasti adik keletihan ya.


Lebih baik adik langsung tidur dan beristirahat saja.


- Iya mas.


Ya sudah ya mas nanti lagi SMSan nya. InsyaAllah nanti kalau adik sudah sampai di rumah kita sambung lagi mengobrolnya.


- Iya dek hati-hati di jalan ya dek.


Nanti kalau sudah tiba di rumah SMS mas ya.


Mas tunggu.


Tidak lama setelah tiba di rumah.


Aku pun langsung mengirimkan SMS pada Mas Yoki.


-Mas Yoki alhamdulillah Wulan sudah sampai di rumah.


Mas sudah mengantuk kah saat ini?.


- Mas belum mengantuk kok dek.


Pasti adik belum salat Isya ya.


- Alhamdulillah adik sudah mengerjakan salat mas. Selepas pulang kursus Wulan langsung salat Isya.


Karena salat itu adalah hal yang utama dan merupakan kebutuhan kita dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Sehingga tidak boleh di tunda. Sebab kita tidak pernah akn tahu sampai dimana umur kita tetap dapat terus berjalan.


Dan jika tiba-tiba Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengakhiri usia seseorang.


Saat dirinya telah melewatkan salat.


Itu akan menjadi dosa dan menakutkan bagi Wulan.


Soalnya salat adalah hal pertama yang akan di hisab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala setelah kita tiada.


Jadi menjaga salat itu sangat penting sekali bagi Wulan.


Rasanya perasaan dan pikiran Wulan tidak tenang jika kewajiban dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala belum di tunaikan.


-Kata-kata adik mengingatkan aku pada nenek di kampung.


Dimana beliau selalu berbicara seperti itu.


Apakah hari ini adik sudah menulis cerita di buku dirinya adik?.


-Belum mas.


Adik belum menulis cerita di buku diary milik adik.InsyaAllah nanti subuh saja adik menulisnya.


Mas.


-Ada apa adik.


-Kalau adik boleh mengetahuinya kata-kata adik yang mana yang sama seperti perkataan nenek Mas Yoki.


- Ya seperti yang adik katakan tadi.


Nanti di surat yang mas kirim untuk adik.


Mas ceritain semuanya tentang nenek mas. Kenapa adik menulis buku diarynya menunggu waktu subuh?.


Apakah adik kecapek'an?.


- Iya mas.


Adik kecapek'an.


Jika Wulan boleh tahu apakah Mas Yoki merokok.


- Itu kebiasaan buruk akibat pergaulan dulu. Pasti adik tidak suka dengan laki-laki yang merokok ya.


- Iya mas.


Adik tidak suka dengan laki-laki yang mempunyai kebiasaan merokok.


-Iya mas paham apa yang adik pikirkan.


Namun bukan perkara mudah untuk bisa lepas dari rokok.


Dulu mas pernah mencoba untuk berhenti merokok.


Tetapi kebiasaan itu kambuh lagi. Adik tidak suka ya.


-Iya.


Karena kebiasaan merokok itu adalah kebiasaan yang tidak baik dan bersifat mubazir serta sia-sia.


Itu menurut pendapat Wulan mas.


Maaf ya mas jika Wulan berbicara seperti itu.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 00.01.57.


Tetapi aku dan Mas Yoki masih menikmati obrolan kami melalui SMS.


- Iya Adik Wulan santai saja.


Mas itu adalah tipe orang yang terbuka kok.


Bukan itu saja adik.

__ADS_1


Mas sebenarnya juga sadar kok jika kebiasaan merokok itu bisa merusak kesehatan.


Tetapi untuk melepaskan diri dari ketergantungan merokok itu butuh waktu yang lama.


Dan hal yang bisa mas lakukan sekarang adalah sedikit mengurangi akan kebiasaan merokok itu.


- Wulan do'ain semoga Mas Yoki bisa segera terbebas dari candu merokok.


Dan dapat menjalani pola kehidupan yang sehat dan bermanfaat.


-Aamiin ya rabbal'alamiin.


Apa yang sedang adik lakukan sekarang?.


-Adik sedang berbaring di tempat tidur.


Apakah Mas Yoki sudah merasa mengantuk?.


-Mas belum mengantuk adik.


Apakah adik sudah bersiap-siap ingin tidur?.


-Tidak juga mas.


Apakah benar jika Mas Yoki belum merasa mengantuk?.


Kalau Mas Yoki belum mengantuk.


Apakah Wulan boleh bertanya sesuatu pada Mas Yoki?.


-Mas benar masih belum merasa mengantuk kok adik.


Lagi pula saat ini mas sambil menonton berita olahraga di televisi.


Memangnya adik punya pertanyaan apa untuk mas.


-Apakah benar yang Mas Yoki katakan.


Dan apakah Mas Yoki tidak merasa bosankah mengobrol dengan Wulan.


-Silahkan bertanya adik.


Dan tanyakan saja apa yang ingin adik tanyakan.


InsyaAllah mas tidak merasa keberatan dan merasa bosan.


Anggap saja saat ini kita sedang saling bertukar pikiran.


Oke.


Ayo silahkan tanya mas!.


-Apakah benar adik di perbolehkan untuk bertanya pada Mas Yoki.


-Iya sangat boleh adik.


Mas sangat mengizinkan dan membolehkan nya.


-Baik terima kasih Mas Yoki.


Menurut Mas apa arti ibu buat Mas Yoki?.


Dan apakah penting atau seberapa pentingnya sosok ibu untuk kehidupan MasYoki.


-Ya penting sekali adik.


Karena ibu selalu memberikan support di kala aku sedang down.


Apalagi sekarang hanya seorang ibu yang miliki di dunia ini.


Dimana aku akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat beliau kecewa dan sedih.


-Pertanyaan berikutnya adalah berapa saudara yang Mas Yoki miliki?.


Kalau boleh tahu saudara mas laki-laki atau perempuan saudara nya.


-Kebetulan tiga-tiganya laki-laki semua.


-Kedua adiknya Mas Yoki apakah sudah bekerja atau masih sekolah.


-Yang nomor dua baru lulus SMA tahun kemarin dan sekarang kerja di Surabaya. Terus yang nomor tiga masih kelas dua SMP.


-Lho kenapa Mas Yoki tidak bekerja di Surabaya saja.


Kan lebih dekat dari tempat tinggal mas daripada di Jogja kan jauh.


Lagi pula mas kan bisa dekat dengan ibu dan adik Mas.


-Kepinginannya sih begitu tetapi karena UMR-nya di Surabaya rendah.


Jadi aku memutuskan untuk tetap di kerjaan sekarang.


Apalagi aku sudah hampir lima tahun di kerjaan ini.


Lagi pula di kediaman mas di Jember.


Ibunya mas tinggal bersama nenek dan adik- adik dari almarhum bapak.


-Oh begitu.


Kalau boleh tahu sejak kapan Mas Yoki sudah bekerja di marmer.


-Dari tahun 2006 mas sudah bekerja di marmer.


InsyaAllah nanti penjelasannya lebih jelas lagi pada surat yang mas tulis untuk adik. Hehehe.


-Baik mas.


Berapa tinggi badan Mas Yoki?.


-Sekitar 168 centimeter. Kalau adik berapa tingginya?.


-Coba Mas Yoki tebak.


-Ya kemungkinan tinggi adik sekitar 165 centimeter ya.


-Tebakkan mas salah.


Hihihi.


Menurut Mas apakah aku tinggi sekali atau tidak.


- Tidak terlalu sih kalau menurut mas.


Soalnya aku belum tahu adik.


Ayo kasih tahu mas dan sekalian kasih tahu mas berat badannya adek ya.


- Tinggi badan adik 170 centimeter mas dan berat badan adik sekitar 48 kilogram.


Oh ya kalau boleh tahu rambut Mas Yoki panjang atau pendek.


- Lumayan tinggi juga ya.


Kalah dua centimeter aku.


Tetapi kenapa kok berat badan mas lebih unggul lima kilogram daripada adik ya.


Hehehe.


Kalau rambut mas sih pendek saja.


- Mas kita sudahan dulu ya SMSan nya . Wulan sudah mengantuk.


- Oke.


Mas juga sudah mengantuk.


Selamat tidur ya adik.


Semoga bermimpi indah.


Good sleep have nice dreams.


- Iya sama-sama mas.


Dan terima kasih untuk waktunya hari ini.


- Maaf adik seperti nya ada yang kelupaan tuh.


Kasur, bantal dan guling.


Tolong jagain adik ku ya.


-Hahaha.


Bisa saja Mas Yoki.


Terima kasih buat waktunya Mas Yoki.


- Alhamdulillah iya sama-sama adik.


Oh ya kalau tidak keberatan adik boleh kok mimpiin mas.


Hehehe.


Mas terlihat berharap sekali ya.


Hahahaha.


- Kalau bisa ya mas.


Ya sudah mas selamat malam MasYoki.


Semoga Mas Yoki selalu dalam penjagaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


-Terima kasih adik.


Ya sudah adik ayo kita tidur sekarang dan sms-nya di teruskan besok lagi.


Obrolan kami pun berakhir pada hari ini.Dimana raga ku dan dirinya terlelap dalam buaian selimut malam.


Dalam harapan baru yang secara perlahan mencatatkan sejarah cerita perjalanan kisah kami berdua.


Tanpa sepengetahuan ku dan juga dirinya.


Angin malam pun terus berhembus pelan dan membelai langit malam yang begitu tenang pada malam ini.


Dimana diri ku dulu adalah seorang perempuan yang pendiam dan tertutup. Namun secara perlahan menjadi berani membuka hati ku untuk seseorang dan berbagi dengannya.


Sebagai teman mengobrol dan bercerita dalam dimensi dunia elektronik.


Dimana kenyamanan dan pola pikir yang ia berikan.


Sedikit banyak memiliki satu frekuensi resonansi dengan diri ku.


Sehingga secara tidak langsung tanpa ku sadari.


Kedekatan kami membuat diri ku semakin dekat dengan dirinya, begitu pula juga dengan dirinya yang menjadi dekat dengan diri ku.


Aku pun terpejam membenamkan diri ku dalam malam panjang yang hangat dan damai.

__ADS_1


__ADS_2