
Palembang, 10 Januari 2011.
Aku dan Mas Yoki membuat janji untuk berpuasa sunah Senin-Kamis bersama.
Waktu menunjukkan pukul 18:25:56 Mas Yoki mengirimkan pesan.
-Assalamu'alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh. h
Hati-hati kalau berangkat kursusnya ya Dek Wulan.
-Wa'alaikumussalam warohmatulohi wabarokatuh.
Iya Mas Yoki.
Jangan lupa salat Mas Yoki.
Mas Yoki buka puasa sama apa.
-Iya Dek Wulan.
Ini mas baru buka puasa dengan nasi gudeg. Dek Wulan jangan lupa makan ya.
-Iya Mas Yoki.
InsyaAllah siap.
Obrolan ku dan Mas Yoki berakhir, karena aku akan segera berangkat kursus.
Waktu menunjukkan pukul 22.25.35 dan Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
-Assalamu'alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.
Dek Wulan sudah pulang kursus.
Namun, aku pun belum membalas pesan dari Mas Yoki, karena aku kelelahan dan langsung berbaring di ranjang tempat tidur.
-Eehem.
Dek Wulan pasti ketiduran lagi ya.
Ya sudah, Tidak apa-apa Dek Wulan.
Selamat tidur ya Dek Wulan.
Waktu menunjukkan pukul 23.35.09.
Aku pun baru membalas pesan dari Mas Yoki.
-Maaf adik baru balas pesan dari Mas Yoki. Tadi telepon genggamnya adik sedang di cash.
-Iya Dek Wulan.
Mas kirain tadi Dek Wulan sudah tidur.
-Apakah Mas Yoki sudah salat?.
-Alhamdulillah Dek Wulan, mas sudah melaksanakan salat.
Oh ya, Dek Wulan sekarang sedang apa.
-Wulan sedang rebahan Mas Yoki.
Kalau Mas Yoki sendiri sedang apa sekarang.
-Ini mas baru selesai meeting dengan bos.
Oh ya Dek Wulan.
Apakah suratnya mas sudah sampai dek?.
-Suratnya Mas Yoki belum sampai mas.
- Loh.
Masak sih Dek Wulan.
Alamat yang Dek Wulan berikan pada mas itu.
Alamat rumah atau alamat tempat Dek Wulan kerja.
- Iya Mas Yoki.
Beneran suratnya belum sampai.
Mas Yoki kok tidak percaya sih.
Yang adik berikan itu adalah alamat rumah adik, Mas Yoki.
- Kenapa ya?.
Jika melalui via pos pasti lama sekali.
Ibu tadi masak apa Dek Wulan.
-Ibu tadi masak sayur asem, ayam goreng, ikan asin dan sambal terasi mas.
Mas Yoki mengirimkan suratnya pakai kilat khusus tidak mas.
- Iya Dek Wulan.
Mas pakai kilat khusus lah mengirimkan suratnya.
Enak tidak Dek Wulan masakan ibu tadi.
- Alhamdulillah masakan ibu memang paling enak dan selalu lezat kok Mas Yoki.
Apakah Mas Yoki sudah membeli Al-Qur'an?.
-Mas belum membeli Al-Qur'an Dek Wulan.
Ini saja mas masih bolak-balik kota Solo dan Jogja.
InsyaAllah, nanti jika mas tidak sedang sibuk.
Mas akan membeli Al-Qur'an deh .
Apakah Dek Wulan sudah tidur?.
-Semoga lelahnya Mas Yoki menjadi lillah karena Allah Ta'ala.
__ADS_1
Pasti Mas Yoki capek ya mas.
-Aamiin ya rabbal' alamiin.
Mas tidak capek kok Dek Wulan.
Kerja seperti ini sudah biasa untuk mas. Malah dulu pekerjaan nya mas tambah lebih sulit dari sekarang ini.
Oh ya, Dek Wulan pulang jam berapa tadi.
-Adik pulang sekitar jam spuluhan lebih Mas Yoki.
Memangnya dulu Mas Yoki kerja dimana.
-Ya kerja perusahaan marmer ini juga Dek Wulan.
Tetapi kan dulu kerjaannya tidak langsung, ujung-ujungnya bisa seperti sekarang ini. Semua berawal dari gaji kecil atau kerja kasar dulu.
Alhamdulillah sekarang lebih baik.
Apakah Dek Wulan sudah makan lagi?.
-Iya Mas Yoki.
Hidup itu memang berproses dan tidak ada yang instan.
Sehingga dalam setiap perjalanannya, prosesnya itu mengajarkan kita untuk tidak congkak saat berada di atas, dan tidak menjadi hina saat kita berada di bawah. Intinya semua keadaan itu harus selalu di syukuri.
Karena semua nya ada keberkahan dan hikmahnya masing-masing.
Alhamdulillah adik sudah makan tadi mas.
Masak jam segini adik makan lagi Mas Yoki. Hehehe.
-Iya Dek Wulan.
Hidup itu terasa banyak seni nya.
Kalau kita berangkat dari hal-hal kecil atau dari bawah, agar suatu saat kalau kita berada di atas kita tidak melupakan sejarah kehidupan kita.
Tadi Dek Wulan kemana?.
Kok SMS dari mas lama sekali di balasnya.
-Hehehehe.
Maaf Mas Yoki tadi adik ketiduran.
-Kenapa?.
Dek Wulan kecapekan ya.
Terus sekarang kok Dek Wulan tidak tidur.
-Iya Mas Yoki.
Hari ini adik capek sekali.
Sekarang kan adik sedang SMSan dengan Mas Yoki, jadi tidak menggantuk lagi.
Kemudian, Mas Yoki berusaha menghubungi diri ku.
Hingga akhirnya, Mas Yoki pun mengirimkan pesan SMS lagi kepada ku yaitu pada pukul 00:34:25.
-Oke.
Memang kenapa sih telepon genggam nya Dek Wulan.
-Tidak tahu Mas Yoki.
Mungkin jaringannya jelek kali Mas Yoki. Kalau begitu, adik yang coba telepon Mas Yoki saja.
Siapa tahu bisa terhubung.
-Iya Dek Wulan.
Mas sangat menunggu telepon dari Dek Wulan.
Namun, saat aku menghubunginya pun juga sulit untuk tersambung.
Lalu aku pun mengirimkan SMS pada Mas Yoki.
-Nomor nya Mas Yoki juga sulit untuk di hubungi kok mas.
-Masak sih Dek Wulan.
Mas juga begitu.
Setiap mas menelpon Dek Wulan, pasti selalu nada sibuk.
-Sama Mas Yoki.
Wulan juga tidak bisa menghubungi Mas Yoki.
-Aduh.
Bagaimana ini Dek Wulan?.
Mas Yoki terus mencoba untuk menghubungi diri ku hingga pukul 02:19:18.
Tetapi tetap saja tidak bisa tersambung.
-Ehmmm.
Ternyata sulit sekali masuknya.
-Ya sudah Mas Yoki.
Kita tidur saja yuk mas.
Sebab ini juga sudah malam sekali.
-Oke Dek Wulan.
Selamat tidur ya Dek Wulan.
Jangan lupa mimpiin mas nya ya.
-InsyaAllah Mas Yoki.
__ADS_1
InsyaAllah di sambung besok lagi ya Mas Yoki ngobrolnya.
-Iya Dek Wulan.
Dan semoga mimpi kita bersatu selamanya, segera di hijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Aamiin ya rabbal'alamiin.
I love you Dek Wulan.
-Aamiin ya Rabb.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghijabah do'a Mas Yoki.
-Muach.
Aku hanya ingin Dek Wulan yang menjadi bidadari penyelamat ku.
Aamiin ya rabbal'alamiin.
-Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melindungi dan menjaga hati kita berdua dalam tuntunanNya, juga keridhoan Nya. Aamiin ya rabbal'alamiin.
-Aamiin ya rabbal'alamiin.
Dan engkau selalu limpahkan rahmat dan berkah agar hubungan kami ini mendapat ridhoMu.
Dengarlah do'a dari hamba mu ini Ya Allah.
-Aamiin ya rabbal'alamiin.
I love you Mas Yoki.
-I love you too, sayangnya mas.
Pada pukul 02:34:22 obrolan ku dan Mas Yoki melalui SMS pun berakhir.
Aku pun langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan qiyamul lail, seraya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agar menuntun jalan ku untuk selalu dalam jalan kebenaran, akan hubungan ku dengan Mas Yoki yang terjalin semakin dekat.
Meskipun kami berdua tidak pernah saling bertemu dan mengenal....
***
Palembang, 11 Januari 2011.
Aku dan Mas Yoki tidak saling berkirim SMS. Dimana pada hari ini.
Ia lebih sering menghubungi diri ku melalui sambungan telepon.
Banyak hal yang kami berdua bicarakan.
Termasuk kerinduan yang menjalar di dalam hati.
Menjadi terasa sedikit terobati di kala suara nya menggema menembus indra pendengaran.
Meskipun hanya melalui sambungan telepon genggam.
Perkenalan yang singkat dengan cara yang tidak terduga..
Membawa perasaan kami berdua semakin dekat dari hari ke hari.
Dimana kekuatan dari sebuah rasa yang bernama cinta itu.
Selalu kami landaskan dan serahkan pada kekuasaan Nya.
***
Palembang, 12 Januari 2011.
Hari ini karena kesibukkan diri ku dan Mas Yoki.
Kami berdua tidak terlalu intens berkirim pesan.
Hanya dua kali Mas Yoki mengirimkan pesan SMS untuk ku.
Namun, aku sudah terlelap tidur karena kelelahan.
-Assalamu'alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.
Apakah Dek Wulan sudah pulang mengajarnya?.
Pesan dari Mas Yoki masuk pada pukul 21:55:25.
-Mungkin Dek Wulan sedang kecapek'an.
Ya sudah, selamat tidur ya Dek Wulan.
Dan itu adalah pesan kedua dari Mas Yoki yang masuk pada pukul 23:09:08.
***
Palembang, 13 Januari 2011.
Pada hari ini surat dari Mas Yoki sudah tiba.
Aku merasa sangat senang dan bahagia sekali.
Karena Mas Yoki memenuhi permintaan ku.
Entah kenapa?.
Dan entah mengapa aku menjadi gundah gulana.
Dimana tanpa pernah ku inginkan dan sadari.
Perasaan ini sungguh-sungguh mengalir untuk nya.
Masih dengan perasaan berdebar.
Aku pun terus memandangi surat dari Mas Yoki, yang sudah lama ku nantikan.
Ku hembuskan napas perlahan dan mengambil segelas air dingin dari lemari pendingin, untuk membuat diri ku merasa nyaman dan tenang.
Beberapa kali ku bolak-balik amplop berwarna putih dengan isi surat yang tampak mengembung besar, mungkin karena tulisan nya terlalu banyak.
Aku pun masih memandangi amplop yang berisi surat dari Mas Yoki.
Sambil bersandar di ranjang tempat tidur ku, dan melafazkan basmallah dengan perlahan dan pelan.
Aku mulai membuka amplop dan mengeluarkan surat dari dalamnya.
__ADS_1