
Palembang, 5 Januari 2011.
Hari ini Mas Yoki mulai mengirimkan pesan SMS padaku yaitu pada pukul 17:27:48.
-Adek.
-Iya ada apa Mas?.
Mas Yoki sudah mandi dan makan belum?.
-Tidak apa-apa mas hanya memanggil adek saja.
Alhamdulillah mas sudah dari tadi mandi dan makan. Mas langsung bergegas mandi karena tadi kehujanan.
Apakah di situ kalau sore hari sering hujan dek?.
-Disini kalau sore hari tidak hujan mas. Oh ya Mas Joki jangan lupa minum obat ya supaya tidak sakit.Soalnya Mas Joki kan tadi habis kehujanan.
-Alhamdulillah iya dek.
Tadi mas sudah minum obat kok.
Ya sudah mas salat magrib dulu ya.
Oh ya nanti adik hati-hati ya di jalan saat berangkat mengajarnya.
-MasYoki.
Apakah Mas Yoki sedang sibuk saat ini?.
-Ada apa adek?.
Tadi katanya adek hendak akan mengajar.
Sekarang mas sedang jalan-jalan di Malioboro.
Apakah adek ingin di belikan sesuatu?.
Atau mau menitipkan sesuatu?.
-Murid yang biasanya adik ajar minta libur hari ini mas.
Hahaha.
Mas Yoki bercanda saja. Kita kan berjauhan jadi adik tidak bisa nitip sesuatu ke mas.
Kadang aku masih berpikir mas dan tidak percaya.
Jika Mas Yoki itu bukan mas sepupu ku yang sedang mengerjai ku. Dan aku berpikir jika Mas Yoki adalah sebenarnya mas sepupu ku yang sedang berpura-pura menjadi orang lain.
- Aku kira sudah sampai di tempat adik mengajar.
Oh ya adek sedang apa sekarang?.
Oalah kok masih belum percaya sih adek pada mas.
Memang nama kakak adek siapa namanya?.
- Wulan sedang duduk mas.
Nama kakak sepupu adik adalah Mas Bimo.
-Mungkin perasaan adik saja kali.
Malah aku justru heran kenapa kok SMS adik dapat menyasar ke nomor ku ya.
-Iya mas aku juga tidak paham.
-Hehehe.
Tetapi apa pun itu aku tetap mensyukurinya saja.
Oh ya, kemarin alamatnya adek kok tidak ada nama kabupatennya ya.
-Memang bukan kabupaten mas tetapi kota.
Sepertinya Wulan sudah menulis jelas kota Palembang-Sumatera Selatan.
Alamatnya itu sudah sangat lengkap mas. Kenapa di syukuri mas?.
-Oh memang begitu ya.
Hello kenapa adek jadi sensi begitu sih.
Aku hanya bersyukur saja karena saat ini aku mempunyai teman atau adek baru.
-O..Begitu ya mas.
Aku tidak sedang sensi kok mas.
Aku biasa saja.
-Ehem aku menjadi tidak enak hati rasanya pada adek.
Apakah memang ada kata-kata ku yang menyakiti perasaan adek?.
-Tidak ada mas.
Tidak ada kata-kata mas yang menyakiti perasaan adik.
Mas Yokinya saja yang sensitif dan terlalu baik untuk mengerti dan menjaga perasaan orang lain.
- Ah adek jangan terlalu membiasakan diri memuji baik orang yang baru dikenal.
Biarlah penilaian Itu di simpan di dalam hati saja.
By the way, kalau boleh tahu saat ini adek sedang belajar apa?.
-Saat ini adik tidak sedang belajar kok mas.
Adik sedang santai.
- Apakah adik sudah makan?.
Oh ya bagaimana kabar tetangga adik yang kemarin sedang melahirkan di rumah sakit?.
-Adik belum makan mas sedang tidak berselera untuk makan.
- Oh begitu ya.
Kenapa adik kok tidak sedang berselera untuk makan?.
Apakah ada yang sedang adik pikirkan saat ini?.
Jika adik mau.
Adik boleh kok menceritakan masalah adik ke mas.
Barangkali saja mas bisa membantu memecahkan masalah adik.
Itu pun jika adik tidak keberatan dan mau bercerita kepada mas.
- Tidak apa -apa Mas Yoki.
Adik sedang bad mood dan kesel saja.
- Tetapi adik bisa kan menceritakan satu persatu hal yang membuat adik menjadi badan mood dan merasa kesal.
- Tidak apa-apa Mas Yoki.
Tidak penting kok.
-Ehem begitu ya.
Adik tidak mau ya menceritakan masalah adik ke mas.
Apakah mas menganggu waktu adik sekarang?.
-Mas tidak menganggu adik kok.
-Alhamdulillah syukur deh.
__ADS_1
Apakah adik bisa masak ?.
Kalau adik bisa memasak.
Jenis masakan apa saja yang bisa adik masak?.
-Kenapa memangnya mas?.
- Sip.
Tidak apa-apa mas hanya bertanya saja.
Apakah adik bisa memasak atau tidak?.
Tolong di jawab adik.
- Oh.
Apakah mas dapat memberitahukan adik apa alasan Mas Yoki bertanya seperti itu?.
-Mas senang saja kalau melihat perempuan yang dapat memasak.
-Terus.
-Adik jawab dulu pertanyaan dari mas tadi.
Apakah adik bisa memasak atau tidak?.
-Yah nanti Mas Yoki bisa melihat sendiri saja kalau kita bertemu.
-Ehem begitu ya.
Terus kapan kira-kira kita bisa ketemu.
-Adik tidak bisa menjawab pertanyaan dari mas.
Tetapi apakah bisa kita bertemu ya mas.
-Di dunia ini apa sih hal yang tidak bisa terjadi.
Jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah mengizinkan dan mentakdirkan kita bertemu.
InsyaAllah pasti pertemuan kita akan benar-benar terjadi.
Betul tidak dek perkataan mas.
-Iya mas betul apa yang mas katakan.
Apakah Mas Yoki suka makan sayur pare?.
-Mas tidak terlalu suka makan pare dek.
Tetapi jika di paksa untuk di suruh makan ya mas mau saja.
Namun, dengan hanya ukuran porsi yang sangat sedikit saja.
Sebab jika kebanyakan mas takut akan muntah.
Memangnya kenapa adik bertanya seperti itu?.
Pasti adik suka makan pare ya.
-Tidak apa-apa Mas adik hanya bertanya saja.
Iya Mas Yoki.
Adik memang suka sekali makan sayur pare.
Karena pare adalah termasuk sayur favorit adik.
Apakah Mas Yoki bisa berenang?.
- Mas tidak ingin menjawab pertanyaan yang adik ajukan supaya adik menjadi penasaran.
Hehehehe.
Mas tidak ingin mengatakan bisa atau tidak masnya berenang.
Nanti saat Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempertemukan adik dan Mas.
Apakah mas bisa berenang atau tidak.
Adik pasti sangat penasaran kan.
Hehehehe.
- Aduh.
Mas Yoki di tanya kok malah jawaban nya berputar-putar sih.
-Hehehe.
Begitu saja adik kok sudah sewot dan ngambek sih.
Dulu mas bisa berenang dek tetapi sekarang mas sudah jarang berenang.
-Berarti sekarang Mas Yoki sudah tidak bisa berenang lagi dong.
-Nah itu dia adik.
Sampai saat ini mas belum pernah mencoba lagi untuk berenang.
Oh ya kalau adik sendiri bisa berenang atau tidak.
-Adik tidak bisa berenang mas.
Oleh sebab itu adik bertanya kepada mas dengan harapan mas bisa berenang.
Hmm.
Jika Mas Yoki tidak bisa berenang.
Bagaimana Mas Yoki akan menolong adik jika adik tenggelam.
-Terlepas dari bisa atau tidaknya mas berenang,tetapi jika melihat adik tenggelam. InsyaAllah pasti akan mas menolong adik. Jadi adik tolong santai saja ya.
-Hahaha.
Adik jadi terharu mendengarnya.
Tetapi jika kita sama-sama tidak bisa berenang jadi kita sama-sama tenggelam dong.
-Tidak lah adik.
Mas pasti akan berusaha untuk menyelamatkan diri dan juga menyelamatkan adik. Terlepas dari bisa atau tidaknya mas bisa berenang atau tidak.
InsyaAllah mas pasti akan berikhtiar sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri kita.
Memangnya adik suka main air ya?.
-Adik tidak suka main air kok mas memangnya adik anak kecil.
-Ehem ya nanti kita belajar bersama saja ya.
Hehehehe.
-Ya tidak boleh lah mas kita belajar berenang bersama.
Kita bukan muhrim lho.
-Maksud mas kita belajarnya berbeda kolam dan tempat.
Tetapi jika kita di takdirkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadi pasangan suami istri baru kita belajar satu kolam ya.
Hehehehe.
Oh ya.
Apakah adik sudah mengisi buku diary adik hari ini?.
-Adik belum menulis di buku diary hari ini mas.
__ADS_1
-Ya kalau menurut adik perkenalan kita berkesan di tulis saja ya.
Kalau mas boleh tahu kejadian berkesan apa saja yang adik alami hari ini.
-Oh begitu ya.
Begini Mas Yoki tadi saat pulang dari mengajar.
Ada beberapa anak bermain petasan dan dengan sengaja juga penuh kejahilan.
Anak-anak tersebut melemparkan petasannya ke Wulan.
Sehingga Wulan sampai jatuh.
- Ehem.
Apakah adik tidak bisa menghindarinya?.
-Tidak bisa mas.
Karena kejadiannya sangat cepat sekali.
Tanpa dapat adik duga dan perkirakan.
-Terus siapa yang menolong adik.
Makanya lain kali adik jika berjalan di lihat dulu keadaan di sekitarnya.
Jika ada anak sedang menyalakan petasan alangkah lebih baik jika adik berhenti dulu.
-Tidak ada yang membantu adik saat terjatuh mas.
Adik bangun sendiri.
Jika adik berhenti maka anak-anak itu akan bertambah menjahili adik.
-Aduh kasihan sekali adiknya mas.
Apakah di Palembang efek tahun barunya sampai terasa sampai sekarang ya dek?.
-Sepertinya iya mas.
- Berarti orang di sana kaya-kaya semua ya dek.
Sampai-sampai uangnya banyak di bakar untuk bermain petasan.
Oh ya apakah lukanya adik sudah di berikan obat?.
- Adik belum mengobati luka adik mas.
Nanti saja mas.
Lagi pula lukanya tidak terlalu parah.
- Makanya adik tinggal di sini saja.
Supaya nanti mas bisa mengobati lukanya adik dan mas juga dapat mengantar jemput adik ke tempat kerjaan.
Apakah adik mau?.
- Hahahaha.
Apa yang Mas Yoki katakan kemungkinan itu bualan saja.
Betul atau tidak Mas Yoki.
-Ya tidak mungkin lah Mas membual adik. Masak mas tega membual kepada adik.
-Apakah Mas Yoki sudah makan?.
-Alhamdulillah mas sudah makan adik.
Ini mas baru saja habis selesai makan nasi goreng buatan teman-teman.
Oh ya adik sendiri sekarang sedang apa?.
-Adik sedang bersiap-siap untuk tidur mas. Oh ya Mas Yoki.
SMSan nya sudahan dulu ya mas.
Wulan sudah sangat mengantuk dan sekarang juga sudah malam.
- Sip.
Baik adik.
Waktu sudah menunggu pukul 00:51:03.
Tidak lama kemudian Mas Yoki menghubungi diri ku untuk mengucapkan selamat malam. Tetapi obrolan kami malah berlanjut.
Dan tiba-tiba telepon genggam milik ku mati karena baterainya habis.
Maka aku pun segera menghubungkan telepon genggam milik ku ke charger.
Saat telepon genggam ku menyala karena dalam pengisian daya baterai.
Aku pun segera memeriksa pesan masuk.
Dan benar ternyata Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
-Ya kok mati telepon nya dek.
-Tadi baterai telepon genggam adik habis mas.
Oh ya mas SMSan nya kita akhiri saja ya Mas Yoki.
Sebab aku sudah sangat mengantuk sekali mas.
-Oke adik.
InsyaAllah obrolan dan SMSan nya kita lanjutkan besok saja ya.
Selamat tidur ya adik.
-Iya mas.
Terima kasih untuk pengertian dan waktunya sebab Mas Yoki mau mengobrol dengan Wulan.
Kemudian Mas Yoki membalas pesan ku dengan nomor lain yaitu +62813987654321.
-Iya adik.
Mas justru sangat senang sekali dapat mengobrol dengan adik.
Baik melalui pesan singkat atau melalui sambungn telepon.
Maaf ya adik pulsa im3 mas habis sehingga mas membalasnya dengn nomor mas yang lain.
Aku sudah tidak lagi membalas pesan dari Mas Yoki.
Karena telepon genggam ku sedang di isi daya baterainya.
Tepat pada pukul 01:11:32 obrolan kami pun berakhir.
Dimana aku masih berbaring di ranjang tempat tidur ku dengan perasaan aneh yang tidak ku mengerti.
Kurang lebih sudah tiga hari aku mengenal Mas Yoki.
Tetapi kedekatan ku yang terjalin dengannya terasa begitu erat dan intens.
Aku hanya terus berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Semoga kedekatan ku dengan Mas Yoki merupakan sesuatu yang mendapatkan ridho-Nya.
Huft.
Aku menghembuskan napas pendek untuk membuat perasaan ku merasa lebih nyaman dan tidak tegang.
Aku tidak tahu akan apa yang terjadi selanjutnya, tetapi sepenuhnya aku menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah.
Sebab karena rencana-Nya aku menjadi dekat dengan Mas Yoki, dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga yang akan menuntun kedekatan diri ku dan Mas Yoki dalam hubungan yang penuh kebaikan dan penuh dengan bimbingan Nya.
__ADS_1
Harapan ku adalah semoga diri ku tidak salah melangkah dalam mengenal dirinya.
Sebab aku menjalin hubungan pertemanan dengan seseorang yang tidak pernah ku lihat dan ku kenal sebelumnya, itu pinta ku kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebelum memejamkan mata ku untuk tidur.