
"Bu dua hari ini aku selalu bermimpi di kejar-kejar ular.
Dan ular yang mengejar ku itu seakan-akan ingin mematuk diri ku.
Apakah itu artinya adalah sebuah pertanda buruk bu?, " tanya ku pada ibu ku yang sedang memasak.
Ibu ku tersenyum pada ku sembari memasukkan ikan patin ke dalam panci, untuk memasak sayur pindang kesukaan ku.
"Itu artinya jodoh mu semakin dekat nak, " kata ibu ku.
"Apakah benar bu?,"tanya ku ragu.
Ibu ku pun menganggukkan kepalanya pelan. "Biasanya artinya memang seperti itu nakal. "
Aku terdiam memikirkan apa yang di katakan ibu ku.
Lalu Ibu ku melihat ke arah ku, sambil mengaduk sayur pindang ikan patin menggunakan centong sayur secara perlahan.
"Mengapa kamu diam nak?, " tanyanya.
Aku tersenyum kecil sambil berkata padanya. "Aku belum siap untuk menikah muda bu, jika itu arti dari mimpi ku. Karena masih banyak cita-cita yang belum ku gapai, " jelas ku pada ibu.
"Kita bisa berencana dan memiliki keinginan, tetapi semua yang terjadi atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Dan tidak ada yang dapat menghindar dari takdirNya, " jawab ibu menjelaskan pada ku.
Aku terdiam memandang ibu ku.
Beberapa saat kemudian ibu ku telah selesai memasak dan mengajak ku untuk duduk bersama di meja makan.
"Cepat atau tidaknya jodoh datang.
Yang terpenting kamu banyak berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Semoga kamu di berikan jodoh yang baik dan sayang juga bertanggung jawab terhadap diri mu. Karena tidak ada hal yang lebih membahagiakan di dunia ini.
Selain mendapatkan pasangan hidup yang mencintai kita dengan tulus dan ikhlas nak, " ucap ibu ku sambil mengusap kepala ku dengan penuh kasih sayang.
Aku mengangguk dan tersenyum kecil padanya.
Kemudian kami berdua makan siang bersama dengan sayur pindang ikan patin yang telah ibu ku masak dengan penuh cinta.
Senja pun tiba.
Dan menandakan telah terjadinya peralihan terang menjadi gelap.
Dimana sang surya telah kembali beristirahat.
Dan di gantikan sang bulan untuk memantulkan sinarnya di kegelapan malam.
Aku pun duduk menyaksikan acara kesukaan ku di televisi.
Sembari mengerjakan soal matematika pada sebuah buku tulis.
Tidak lama kemudian.
Telepon genggam milik ku berbunyi.
Ada pesan SMS yang masuk.
Aku masih tidak memperdulikannya.
Dimana diri ku masih tetap fokus menyelesaikan soal matematika yang begitu menyita otak ku untuk berpikir keras.
Hingga setelah nya jemari tangan ku pun meraih telepon genggam ku.
Karena rasa penasaran aku pun melihat pesan masuk.
Lalu melihat siapa geranagan yang mengirimi ku SMS.
Aku pun melihat pada layar telepon genggam milik ku.
Tertulis nama Mas Bimo yang nomornya sudah ku simpan.
"Oh rupanya Mas Bimo yang mengirim pesan, " kata ku pelan sambil memegang telepon genggam ku.
Setelah dua hari Mas Bimo baru membalas pesan dari ku.
Mungkin ia cukup sibuk dengan pekerjaannya pikir ku.
Ku buka pesan dari kakak sepupu ku itu.
-Maaf ini dengan siapa ya?.
Begitu bunyi pesan darinya.
Aku terkejut sekali membaca pesan dari Mas Bimo dengan kalimat seperti itu pada ku.
Mengapa Mas Bimo mengirimi ku pesan seperti itu.
Apakah ia tidak mengenali ku?.
Aku berpikir seraya menaikkan ke dua alis ku.
Mustahil?.
Pikirku jika Mas Bimo tidak mengenali diri ku.
"Tidak mungkin Mas Bimo tidak mengenali adiknya sendiri, "batin ku di dalam hati.
"Atau jangan-jangan Mas Bimo memang sengaja ingin mengerjai ku, " ucap ku pelan.
Maka dengan segera aku pun langsung membalas pesan darinya.
-Ini Wulan mas.
Dan pesan ku pun langsung di balas.
-Oalah kowe to ngik.
Iki nomor kamu sing anyar to.
Aku Yoki.
Saat membaca lagi pesan masuk dari Mas Bimo. Aku menjadi semakin bingung dan terkejut dengan kata-kata nya.
-Ngik itu siapa Mas?.
Yoki itu siapa?.
Aku pun semakin tercengang membaca pesan SMS dari Mas Bimo.
Maka dengan segera aku pun langsung membalas pesan darinya.
-Dan sejak kapan nama Mas Bimo berubah menjadi Yoki.
Kemudian SMS dari ku di balas dengan cepat.
-Piye tow.
Kowe pikun po loro to ngik.
Lha piye Solo kabare.
Aku berpikir sejenak.
Mengapa Mas Bimo mengirim pesan pada ku seperti ini.
"Apakah Mas Bimo benar-benar ingin mengerjai ku, " ucap ku pelan sambil berpikir.
Dengan berpikir sedikit keras aku pun membalas lagi pesan dari Mas Bimo.
-Maaf.
Apa benar ini Mas Bimo.
Saya Wulan adik sepupu Mas Bimo yang tinggal di Palembang.
Lalu dengan rasa penasaran yang teramat sangat.
Aku pun mencoba meneleponnya.
Maka sekali lagi aku di buat kembali terkejut dan sangat terkejut sekali.
Karena suaranya mirip sekali dengan suara Mas sepupu ku yaitu Mas Bimo.
Suaranya begitu kental dengan aksen Jawa yang khas di tambah suara beratnya agak serak-serak basah.
Dimana saat kami saling berbicara.
Ada pemikiran di dalam hati ku.
Jika aku sedang dikerjai mas sepupu ku itu.
Dan ia pun juga merasa sedang di kerjai temannya yang juga bernama Wulan.
Karena suara nya sangat mirip sekali dengan suara mas sepupu ku.
Untuk beberapa saat, kami berdua saling bersikukuh pada pendirian kami masing-masing.
Sehingga tercipta sedikit ketegangan akan anggapan di antara diri ku dan dirinya.
Hingga setelah berbicara dan menelisik lebih jauh.
Akhirnya kami pun saling terkejut.
Karena ternyata aku mengirim pesan pada orang yang salah.
Setelah menyadari akan hal itu.
Aku pun segera meminta maaf.
Dan berusaha untuk mengakhiri percakapan dengannya.
Karena perasaan malu ku yang sudah bersitegang dengannya.
Kemudian bergegas lah diri ku untuk mengecek nomornya, pada buku telepon ku. Aku pun menyesuaikan nomor mas sepupu ku, dengan nomor yang sedang ku hubungi saat ini.
Yup.
Ternyata benar aku salah sambung.
Dimana aku menekan angka yang salah pada nomor terakhirnya.
Mas sepupu ku bernomor telepon
+6285712345678.
Sedangkan nomor yang ku kirimi pesan adalah+6285712345679.
Hanya berbeda nomor pada ujungnya saja.
"Aduh. Mengapa aku bisa sampai salah sambung dengan seseorang, " ucap ku pelan.
Dengan segera aku pun mengirim pesan permintaan maaf padanya.
-Maaf Mas.
Benar saya salah sambung.
Lalu dia pun membalas pesan
ku.
-Oh iya tidak apa-apa.
Kalau boleh tahu sebenarnya kamu mau SMS siapa?.
-Saya mau SMS mas sepupu saya yang tinggal di Solo.
-Oalah begitu ya.
Memang Wulan asli mana sih.
-Saya asli orang Solo.
-Kalau boleh tahu Solonya di mana.
Terus sekarang Wulan sudah bekerja atau masih sekolah.
Aku terdiam melihat isi pesannya yang semakin ingin mengulik diri ku lebih jauh.
Awalnya aku merasa tidak suka dan merasa tidak nyaman akan pesan darinya.
Tetapi hati ku tanpa sadari ingin terus merespon dan menjawab pertanyaan dari setiap pesan, yang ia kirimkan pada ku. Hingga percakapan kami pun terus berlanjut dari pesan singkat ini.
Aku lalu membalas pesan darinya.
-Mengapa mas bertanya seperti itu.
-Tidak apa-apa hanya cuma ingin bertanya saja.
Sekalian berkenalan tetapi kalau Wulan keberatan ya maaf.
Ya sudah seperti itu saja.
Maaf saya sudah mengganggu waktu kamu. Terima kasih.
Dan entah mengapa aku pun terus merespon pesan darinya.
Pada hal aku merupakan pribadi yang tidak suka berinteraksi.
Khususnya dengan lawan jenis yang tidak ku kenal.
Karena aku memiliki sikap yang sangat tertutup.
Malam itu perasaan ku tiba-tiba merasa nyaman saat membalas pesannya.
Sesuatu perasaan yang sama sekali tidak ku mengerti.
Dan perasaan itu seolah membius ku untuk selalu merespon pesannya.
-Saya sudah bekerja.
Dan saat ini mengajar di bimbingan belajar di dekat rumah.
Saat ini saya tinggal di Palembang.
Dengan merantau ikut kakak perempuan saya yang menikah dengan orang asli Palembang dan Bangka.
Meskipun asli orang Solo tetapi saya jarang pulang ke Solo.
Mas sendiri apakah sudah bekerja.
-Kalau aku bekerja di Perusahaan Marmer Solo.
Tapi saat ini aku di tempatkan di Jogja. Kenapa kok kamu jarang pulang ke Solo.
-Ibu saya sudah senang dan betah tinggal di Palembang.
Kalau boleh tahu berapa umur mas.
-Oh begitu ya.
Umur ku 25 tahun.
Memangnya kenapa kamu menanyakan umur ku.
Kalau Wulan sendiri berapa umurnya.
-Tidak apa-apa.
Mas saya hanya bertanya saja.
Saya masih berumur 20 tahun.
Oh ya maaf mas jika menganggu kita akhiri saja SMS nya.
-Masih muda ya.
Wulan tidak mengganggu kok.
Lagi pula aku sedang menonton televisi.
Wulan sedang apa.
-Wulan sedang mengerjakan soal matematika di rumah.
-Wah.
Kebetulan Wulan kok tidak keluar sama pacarnya.
Hehehehehe.
-Saya tidak punya pacar mas dan tidak ingin pacaran.
InsyaAllah jika cocok dan sudah bertemu seseorang yang tepat ingin langsung menikah saja.
Dan mas sendiri kenapa tidak jalan dengan pacarnya.
-Kalau aku masih sendiri dulu menunggu instruksi dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Oh begitu ya.
Kalau aku di sini seorang perantau dan aku asli orang Jawa Timur.
Kalau mas boleh tahu.
Memang laki-laki seperti apa sih yang Wulan cari.
-Yang jelas seiman dengan ku, bertanggungjawab, baik agamanya dan memiliki perilaku yang soleh dan terpuji dalam segala hal.
Selebihnya kalau untuk fisik itu relatif dan tidak mutlak.
Dimana ia akan mencintai diri ku.
Seperti seseorang yang memejamkan kedua matanya.
Namun, tidak membuat cintanya buta dalam mencintai diri ku.
Dan caranya mencintai ku.
Seperti seseorang yang menutup kedua indra pendengarannya.
Tetapi tidak membuatnya egois dan mengabaikan norma dan petuah yang ada.
-Aku setuju dengan Wulan.
Wah kelihatannya Wulan sudah siap menikah muda nih.
Hehehe.
-Kenapa mas kok bilang seperti itu.
Oh ya ,apakah mas tinggal di Jogja bersama keluarga Mas.
__ADS_1
-Maaf.
Mas hanya bercanda saja.
Maaf ya kalau aku salah berbicara.
Ya, aku di sini tinggal sendirian untuk mencari sesuap nasi.
Seluruh keluarga ku ada di Jawa Timur.
-Oh begitu.
Kalau boleh tahu mas berapa bersaudara.
-Aku tiga bersaudara.
Dan aku anak pertama.
Kalau Wulan sendiri berapa bersaudara.
-Saya hanya dua bersaudara dan saya anak bungsu.
Tetapi kakak perempan saya sudah menikah dan tinggal menetap di Bandar lampung.
-Oh.
Berarti di rumah Wulan hanya tinggal dengan bapak dan ibu saja dong.
Oh iya.
Wulan punya resolusi apa di tahun 2011 ini.
-Saya hanya tinggal dengan ibu saya saja mas.
Ayah saya sudah meninggal dunia dari sejak saya lahir ke dunia ini.
Bahkan saya tidak pernah melihatnya sekali saja selama hidup saya.
-Loh kita sama dong.
Tapi kalau bapak ku meninggal setahun yang lalu.
-Saya turut berbela sungkawa atas meninggalnya bapak mas.
Semoga bapak mas di beri tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala .
Dan mas senantiasa di berikan kesabaran juga keikhlasan.
Atas kepergian almarhum bapak mas.
-Yup.
Terima kasih ya Wulan.
Memang hanya ikhlas dan tabah yang jadi pondasi hidup ku.
Sambil terus berjuang untuk bisa melanjutkan hidup.
Oh ya, Wulan punya resolusi apa di tahun 2011.
-Kalau mas sendiri apa resolusi nya di tahun ini.
-Balik bertanya nih Wulan.
Kalau aku lebih mengevaluasi kesalahan di tahun kemarin.
Agar kedepannya lebih baik lagi.
Dan aku juga ingin mempunyai hubungan serius.
Mudah-mudahan, yang insyaAllah aku bisa membangun rumah tangga di tahun ini.
Kalau Wulan sendiri bagaimana resolusinya di tahun ini.
-Kalau aku lebih ingin dapat membahagiakan ibu ku.
Dan menjalani kehidupan ini dengan ikhlas, sabar tanpa pernah mengeluh.
Intinya lebih menjadi manusia yang bertawakal dan semakin istiqomah di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
-Wow.
Mantep banget resolusinya.
Apakah mas boleh meminta alamat facebooknya Wulan.
-Aku tidak punya Facebook mas.
-Mengapa Wulan tidak punya Facebook?.
Oh ya.
Besok Wulan masuk bekerja apa masih libur.
-Aku tidak suka dan tidak pernah punya facebook mas.
Bahkan juga tidak berkeinginan mempunyai facebook.
Bagi ku tidak penting dan buang-buang waktu.
Karena berteman bisa dengan siapa saja tanpa melalui jejaring sosial.
Lagi pula, aku juga tidak terlalu suka jika kehidupan ku terlalu di ketahui orang lain. Hidup ku adalah milik ku.
Dan tidak ada kesempatan bagi orang lain untuk mengetahuinya .
Termasuk juga teman dekat yang berteman dengan diri ku.
Tanpa seizin dari diri ku.
Tidak boleh mereka mengetahui hal pribadi diri ku.
-Wah.
Meskipun baru sebentar kenal sama kamu. Ternyata banyak pelajaran hidup yang bisa aku ambil.
Kamu mengajar di bimbingan belajar apa.
-Bimbingan belajar untuk anak pra Tk hingga SMP mas.
-Selain belajar aktivitas kamu apa lagi Dek Wulan.
-Selepas mengajar di bimbingan belajar ba'da maghrib saya kursus bahasa Inggris.
Di tambah sambil mengisi waktu dan mengumpulkan uang tambahan.
Yaitu dengan mengajar les private.
Aku berharap dapat melanjutkan pendidikan ku lagi ke bangku universitas.
-Semoga semua planing mu itu terlaksana Dek Wulan.
Aamiin ya rabbal'alamiin.
Kalau aku bekerja sambil belajar.
Seperti belajar mengenai cara-cara berwirausaha dari orang sekitar.
Berarti cita-cita Wulan tinggi sekali dong.
Memang nya Wulan ingin jadi apa sih.
-Dulu cita-cita ku ingin menjadi dokter tetapi makin kesini.
Aku ingin dapat membangun sekolah gratis bagi anak-anak yang tidak mampu.
Agar mereka dapat melanjutkan pendidikan nya.
Sebab sangat menyakitkan sekali rasanya.
Saat kita memiliki kemampuan untuk belajar tetapi terhalang oleh biaya.
Dan aku merasakan hal itu.
-Mulia sekali cita-cita mu.
Berarti Wulan harus lebih fokus dan serius lagi belajarnya.
Oh iya, besok Wulan masuk bekerja jam berapa.
Mengapa sekarang Wulan belum tidur.
-Saya masuk bekerja jam tujuh mas.
Aku sedang belajar membahas soal dulu saat ini. Sebelum besok aku ajarkan pada anak-anak saat di bimbingan belajar.
-Oh begitu ya.
Mas kirain Wulan memiliki kebiasaan tidur sore, sehingga tidurnya larut malam.
Kalau aku kebiasaan tidur jam dua belas ke atas.
Kalau sepulang kerja aktivitas Wulan apa saja.
-Kursus bahasa Inggris dan mengajar les privat.
Dan sekarang sambil mengerjakan soal.
-Lumayan sibuk juga ya aktivitas Wulan. Berarti sekarang aku sedang menganggu belajar Wulan ya.
Oh ya, kalau mas bosan SMSan sama aku. Mas boleh kok SMSan nya di sudahi saja.
Wulan tidak apa-apa.
Siapa tahu mas ingin beristirahat.
-Aku pikir aku mengganggu Dek Wulan.
Aku tidak bosan kok SMSan dengan Wulan.
Malah aku senang sekali.
Karena aku mempunyai teman baru yang punya obsesi tujuan hidup yang terarah.
-Oh.
Boleh tidak aku tanya sesuatu.
-Mmmm.
Oke.
Memangnya Wulan mau bertanya apa. Pertanyaan nya tentang apa.
Terus hukumanya apa kalau tidak bisa jawab.
-Tentang penafsiran atau pilihan hidup.
-Oke.
Tetapi dengan satu syarat.
Jawaban penafsiran atau pilihan hidup itu dari kacamata ku sendiri ya.
Kalau deal.
Langsung saja berikan pertanyaannya pada mas.
-Baik.
Mas pilih bunga lotus atau berlian.
- Pilih bunga lotus.
Karena bunga itu suatu perlambang kasih sayang kita terhadap seseorang yang kita sayangi.
Kalau barang-barang itu kan hanya bersifat materi belaka.
Ya, meskipun aku tahu materi penting.
Tetapi materi bukan pondasi segala-galanya, untuk menjalani suatu hubungan yang hakiki.
- Kenapa mas yakin pilih bunga lotus.
- Maaf ya Dek Wulan.
Aku tidak tahu alasan lain dari pilihan ku, yang mungkin kurang berkenan dalam pemikiran mu.
Tapi jawaban ku tetap bunga lotus .
Meskipun beda dari bunga yang lain, tapi dia tetap bunga yang wajib diperhatikan.
Juga sangat membutuhkan perawatan yang khusus dari kita.
-Pertanyaan berikutnya kalau menurut Mas Yoki.
Bagaimana cara kita menilai seseorang care atau tidaknya pada kita.
- Kita menilai seseorang itu care pada kita dari bentuk perhatian atau supportnya pada setiap aktivitas kita.
Sehingga menimbulkan saling percaya terhadap pasangan kita.
Karena aku selalu berusaha memegang, semua kata-kata yang di ucapkannya.
- Oh ya, terus kalau boleh tahu memangnya apa resolusi Mas Yoki pada tahun ini?.
- Pertama, aku minta selalu di tebalkan rasa keimanan dan ketakwaan.
Kedua, pengen menjadi pemimpin rumah tangga yang bisa memimpin anggota keluarganya.
Hingga ke surganya Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Lalu yang ketiga, aku minta di sisa umur ku ini. Supaya aku bisa berguna bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
-Lalu, jika seandainya ada permintaan yang ingin Mas Yoki minta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan belum pernah dilakukan.
Kira-kira apa yang ingin Mas Yoki minta.
-Aku ingin membahagiakan almarhum bapak ku sebelum beliau dipanggil olehNya.
Karena aku dulu termasuk anak yang agak bandel.
-Oh begitu.
Dan kalau menurut Mas Yoki.
Apakah Mas Yoki percaya dengan keajaiban?. Terus tolong berikan juga alasannya.
-Aku percaya keajaiban itu ada.
Tetapi kita juga harus melakukan sesuatu yang positif ,agar bisa memancing keajaiban itu muncul untuk kita .
Bukan hanya duduk diam saja dan menunggu keajaiban itu muncul.
-Oh ya, terima kasih ya Mas Yoki.
Karena sudah mau menjawab pertanyaan yang Wulan ajukan.
-Sama-sama.
Aku tidak tahu semua jawaban ku tersebut benar atau tidak .
Tetapi aku menjawab semua itu jujur dari hati dan pikiran ku.
Karena aku punya niat di awal tahun ini.
Aku ingin awali dengan sebuah kejujuran.
-Mas Yoki sudah mengantuk belum.
-Belum mengantuk.
Memangnya kenapa Dek Wulan.
-Tidak apa-apa.
Wulan hanya bertanya saja kepada Mas Yoki.
Wulan do'a kan semoga apa yang Mas Yoki harapkan.
Dan yang menjadi resolusi Mas Yoki tahun ini.
Agar dapat segera dihijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala .
Dan terima kasih karena mas Yoki,
mau menjadi teman mengobrol ku.
-Aamiin ya robbal 'alamin.
Bagiku kenal sama siapa pun oke -oke saja. Asalkan kita saling membangun, untuk kebaikan bukan sebaliknya.
Maksud dari semua pertanyaan tadi itu apa sih Dek Wulan.
-Bukan apa-apa Mas Yoki.
Aku hanya ingin bertanya saja.
Dan ingin mengetahui bagaimana cara berpikir Mas Yoki.
Juga ingin tahu pandangan hidup Mas Yoki.
-Oh begitu ya.
Hanya kamu yang bisa menilai aku orangnya seperti apa.
Oh ya.
Bagaimana kalau aku panggil Wulan adik saja, terus Wulan panggil aku Mas saja.
Dari pada kita ribet-ribet harus memanggil nama.
Bagaimana?.
Apakah Dek Wulan setuju?.
-Iya Mas Yoki boleh.
Tanpa terasa aku dan dirinya terus berbalas pesan SMS, hingga waktu sudah menunjukkan pukul 00:00:37.
Semua mengalir.
Tanpa aku sendiri tidak dapat berhenti,untuk saling mengobrol lewat pesan singkat dengan dirinya.
Cukup lama aku terdiam.
__ADS_1
memikirkan diri ku yang menjadi nyaman secara tidak langsung padanya.
Padahal selama ini, aku termasuk orang yang sulit dekat dengan orang lain,termasuk laki-laki.
Telepon genggam ku pun bergetar lagi .
Dimana pesan darinya kembali masuk.
Aku pun meraih telepon genggam ku.
Dengan cepat aku pun langsung membaca pesan darinya.
- Apakah adik sudah mengantuk?.
- Adik belum mengantuk mas.
Memangnya kenapa mas.
- Tidak apa-apa.
Kok barusan balas sms dari mas simpel sekali dan lama.
Sebenarnya aku mau bertanya kepada Dek Wulan.
Tetapi tolong jawab yang jujur ya.
Apa benar adik tahu nomornya Mas dari salah pencet atau salah sambung .
Soalnya akhir-akhir ini ,banyak yang lagi jahilin dan mengisengi aku.
- Iya benar mas.
Aku salah pencet nomor ke nomor mas.
Kan sudah aku kasih tahu ke mas .
Kenapa Mas Yoki tidak percaya.
-Tidak Dek Wulan.
Bukannya mas tidak percaya.
Mas hanya ingin memastikan nya saja.
InsyaAllah sekarang mas percaya kok.
Ya sudah, tidak usah di bahas lagi.
Adek sekarang sedang apa.
Pasti sedang tidur- tiduran ya.
- Iya.
Kok mas bisa mengetahuinya.
Kalau mas pasti sedang di luar rumah ya.
- Tidak lah.
Ya Wulan pasti tahu lah.
Masak sudah malam begini mas masih di luar rumah.
Libur dua hari ini ,Dek Wulan bermain atau pergi ke mana saja dek?.
- Wulan tidak kemana-mana mas hanya di rumah saja.
Baik.
Oh ya, Mas Yoki apakah suka mengerjakan puasa Senin-Kamis.
- Mas tidak terbiasa mengerjakan puasa Senin-Kamis.
Adek pasti suka puasa Senin-Kamis ya.
Wah, jadi iri aku.
- Ya udah.
Ayo, besok kita puasa Senin-Kamis bareng mas.
Kebetulan kan besok adalah hari Senin.
- Wah,adek tidak bilang dari tadi.
Tahu begitu Mas kan bisa membeli nasi buat sahur.
Kalau sekarang mana ada warung buka Dek Wulan.
Mungkin Minggu depan mas bisa puasa bareng Dek Wulan.
Maaf ya Dek Wulan.
- Oh ya ,tidak apa-apa Mas Yoki.
Lagi pula, kenapa Mas Yoki harus minta maaf.
Mas Yoki kan tidak salah.
Aku puasa tidak pernah sahur mas.
karena sudah menjadi kebiasaan.
-Kalau mas tidak bisa puasa jika tidak sahur Dek Wulan.
Bagaimana ya sudah jadi kebiasaan dari rumah.
Kalau mau puasa harus sahur dulu.
Lagi pula, sahur saat puasa juga sunah Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam.
Insya Allah ,Minggu depan kita puasa bareng ya Dek Wulan.
Oh iya, apakah mas boleh meminta foto adek.
Tetapi mas tidak memaksa loh.
-Boleh Mas Yoki.
Tetapi ada syaratnya mas.
Bagaimana?.
Apakah Mas Yoki setuju dan mau?.
-Syaratnya apa'an dek?.
Harus sekarang kah memenuhi syaratnya.
-Mas mau atau tidak.
-Iya mas mau Dek Wulan.
Tetapi tolong beri tahu dulu mas syaratnya apa.
-Baik.
Kalau Mas Yoki mau mendapatkan foto Wulan.
Syaratnya Mas Yoki harus mengirimkan surat pada ku.
Dimana yang isi suratnya tentang pengenalan diri.
Semua hal tentang diri Mas Yoki secara keseluruhan ,juga tentang keluarga Mas Yoki. Dan panjang suratnya minimal tiga ribu kata. Tidak boleh di ketik dan harus di tulis tangan. Bagaimana?.
Apakah Mas Yoki bersedia dan mau?.
-Oke mas mau.
Tetapi mulai sekarang kita bangun kepercayaan dan saling terbuka ya.
Mas minta apa pun yang terjadi.
Adek harus balas surat dari mas ya.
Kalau deal.
Tolong mas di beritahukan alamat adik ya.
Maulah memenuhi syarat adek.
Mas tidak ingin kenal dengan orang setengah-setengah.
Lebih baik kita saling terbuka dari pada sembunyi-sembunyi.
Bagaimana menurut adek.
-Baik Mas Yoki.
Wulan juga setuju.
-Kan tadi Dek Wulan sudah bilang ke mas.
Untuk menulis surat dengan kata-kata tentang diri mas sendiri.
Nah, di situ mas ingin adik juga begitu balasannya.
Dek Wulan mengertikan dengan maksudnya mas.
Aku pun lalu membalas alamat tempat tinggal ku padanya.
-Nama:Wulan
Alamat:Jalan Teratai Muda blok 12 no. 31 RT. 04 RW 04.
Kelurahan: 24 ilir.
kecamatan:Bukit Kecil.
Palembang-Sumatera Selatan.
Kode pos:30435.
Jangka waktu menulis suratnya dalam tiga hari ya Mas Yoki.
-Nama lengkap adek mana.
Maksudnya tiga hari itu.
Saat suratnya sampai di tangan adik atau mengirim suratnya.
-Ditulis Wulan saja sudah cukup mas.
Tiga hari itu rentang waktu Mas Yoki menulis surat .
Jadi, Mas Yoki usahakan.
Sebelum tiga hari suratnya, sudah tiba di kediaman rumah adik.
- Kenapa mas tidak boleh mengetahui nama lengkapnya adik?.
Oke.
Kalau adik pengennya begitu.
Tapi nanti kalau suratnya sudah tiba.
Mas juga kasih waktu satu Minggu buat adik balas suratnya itu.
Bagaimana?.
Apakah adek setuju?.
- InsyaAllah,adik setuju Mas Yoki.
- Ya sudah, kalau begitu mas kasih waktu tiga hari.
Dari adik kirim suratnya mas.
Bagaimana dek?.
- InsyaAllah Mas Yoki.
Mas Yoki ikhlas kan memenuhi syarat yang Wulan ajukan.
Atau Mas Yoki merasa di repot kan.
-Mas ikhlas melakukan semua itu Dek Wulan. Asalkan adek juga memegang kesepakatan, yang sudah kita buat bersama.
Mas tidak merasa di repotkan kok.
Santai saja adek.
-Alhamdulillah, kalau begitu Mas Yoki.
- Kalau boleh tahu adek kesehariannya berkerudung kah?.
-Adek belum berkerudung mas.
- Loh, kenapa kok tidak pakai kerudung.
Apa masih belum siap dek.
- Iya mas.
Wulan belum siap mengenakan kerudung Mas Yoki
- Oh begitu ya.
Biasanya adek berangkat mengajar jam berapa?.
- Jam tujuh Mas.
Ya sudah mas ini sudah malam.
Wulan mau tidur dulu soalnya Wulan sudah mengantuk.
- Oke Dek Wulan.
Selamat tidur ya Dek Wulan.
Jangan lupa berdo'a dulu.
- Iya pasti Mas Yoki.
Terima kasih Mas Yoki sudah mau membalas pesan ku .
Sekaligus menjadi teman baru ku yang menyenangkan.
- Oke.
Sama-sama Dek Wulan.
Mas mengucapkan terima kasih juga atas waktunya Dek Wulan.
Sebab Dek Wulan mau berbalas pesan singkat dengan mas.
Obrolan ku dan dirinya melalui SMS pun selesai pada malam itu.
Kemudian, aku mengambil buku diary ku dan menggoreskan tinta pena ku.
Palembang.
Minggu, 2 Januari 2011.
Tadi ada orang salah sambung.
Eh, lebih tepatnya aku yang salah sambung ke nomornya.
Hal itu terjadi , gara-gara Wulan salah pencet ke nomor Mas Bimo.
Tetapi justru menyasar ke nomor orang lain.
Dan tidak tahu kenapa.
Jantung ku berdegup dan berdebar banget sama orang ini.
Namanya: Yoki
umurnya :25 tahun
Dia asli orang Jawa Timur dan sekarang tinggal di Jogjakarta dan bekerja di Perusahaan marmer.
Orangnya asyik dan tidak tahu kenapa dia nyambung saja, saat mengobrol dengan diri ku.
Dan dia itu seperti satu frekuensi ,dengan apa yang Wulan pikirkan.
Hingga tidak terasa aku dan dia SMS-an, sampai jam setengah dua malam.
Karena begitu mengalirnya kenyamanan kami berdua dalam mengobrol.
Mungkinkah.
Dan entahlah.
Apakah mungkin memang karena kami merasa nyaman satu sama lain.
Aku masih terus memikirkan akan hal itu.
Kemudian dia meminta Wulan memanggil dirinya Mas, dan dia memanggil Wulan dengan panggilan adik.
Alasannya untuk kenyamanan kami saat mengobrol agar tidak menjadi canggung.
Lalu Mas Yoki mau meminta foto Wulan.
Yah, Wulan kasih syarat saja.
Kalau dia mau mendapatkan foto Wulan.
Dia harus mengirimkan surat ke Wulan.
Dan di tulis tangan minimal tiga ribu kata. Akhirnya dia mau memenuhi syarat Wulan.
Ya Allah.
Semoga ini adalah hubungan yang baik antara aku dan dirinya.
Selalu bimbing dan lindungi diri ku Ya Rabb. Dan tuntunlah Wulan dalam kebenaran dan petunjukMu.
Semoga engkau selalu menunjukkan hal-hal yang baik, dan jalan yang benar kepada ku. Dan jauhkan diri ku dari hal-hal buruk ,juga orang yang berniat jelek pada ku.
Aku menutup buku diary ku dan meletakkannya pada rak buku ku lagi.
Kemudian,aku menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
__ADS_1
Lalu berdo'a dan tidur.