
Palembang, 6 Januari 2011.
Pukul 16:27:28 Mas Yoki mulai mengirim pesan pada ku.
-Adek sudah pulang bekerja belum.
Lagi-lagi pesan nya baru dapat ku buka setelah pulang bekerja sekitar jam lima lebih karena saat bekerja aku tidak pernah membawa telepon genggam milik ku.
-Adik baru pulang bekerja mas.
Mas Yoki sendiri apakah sudah pulang dari bekerja.
Ku balas pesan darinya lalu bergegas membersihkan badan ku yang sudah terasa gerah dan lengket.
Setelah selesai mandi aku pun mengambil Al-Qur'an untuk ku baca, sembari menunggu adzan maghrib berkumandang dan menantikan waktu berbuka puasa.
Tidak lama kemudian adzan pun berkumandang dan aku pun segera mengakhiri puasa ku.
" Bismillahirrahmanirrahim.
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah. Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah, " ucapku lirih dan pelan lalu meneguk sirup bunga rosela yang telah di buat oleh ibuku.
Ditemani ibu ku yang duduk di samping ku. Aku pun mulai menyantap makanan yang telah ku masak tadi pagi sebelum berangkat kerja dengan lahap sembari menonton televisi.
Pukul 19:39:02 Mas Yoki baru membalas pesan dari ku.
- Maaf adik.
Mas baru bisa balas pesan dari Dek Wulan karena barusan mas sedang di perjalanan menuju Solo.
Adik sedang mengerjakan apa sekarang.
Apakah adik sudah menunaikan salat isya?.
- Adik sedang mau mandi Mas Yoki. Alhamdulillah Wulan sudah menunaikan salat Isya Mas Yoki.
-Lho kok Dek Wulan baru mau mandi.
Memangnya Dek Wulan dari mana saja.
-Sebenarnya tadi Wulan sudah mandi Mas Yoki, tetapi karena kegerahan Wulan jadi ingin mandi lagi.
Sebab di sini udaranya sedang panas sekali. Apakah Mas Yoki sudah tiba di Solo?
-Alhamdulillah mas sudah tiba di Solo Dek Wulan.
-Alhamdulillah memangnya Mas Yoki dari mana.
-Dek Wulan sibuk sekali ya tadi.
Mas di panggil bos besar untuk meeting masalah pembukaan kantor cabang di Semarang Dek Wulan.
-Iya lumayan sibuk Mas Yoki.
Oh Mas Yoki dengan siapa saja ke Semarang nya.
Pasti Mas Yoki capek dan letih ya.
-Mas sendirian ke Semarang nya Dek Wulan.
Mas tidak capek kok Dek Wulan karena sudah terbiasa melakukan aktivitas seperti ini.
Adik sekarang mau belajar ya.
-Wulan saat ini tidak belajar Mas Yoki.
Wulan mau mandi sekalian mencuci baju.
Sudah dulu ya Mas Yoki.
- Andai kita dekat pasti mad bisa menitipkan mencuci baju mas kepada Dek Wulan.
Hehehe.
Iya deh Dek Wulan.
Silahkan di teruskan pekerjaannya.
Nanti jika pekerjaan Dek Wulan sudah selesai kita sambung obrolan kita lagi ya dek.
Selesai mandi dan mencuci pakaian.
Aku pun langsung merebahkan tubuh ku di atas ranjang tempat tidur sebentar.
Lalu aku meneruskan belajar lagi untuk membahas soal-soal yang akan aku ajarkan besok.
Kira-kira pada pukul 21:19:06 Mas Yoki mengirimkan SMS lagi pada ku.
-Apakah Dek Wulan belum selesai juga mencuci bajunya?.
Apa mau mas bantuin mencuci bajunya?.
-Alhamdulillah Wulan sudah selesai mencuci bajunya Mas Yoki.
Kenapa Mas Yoki mau bantuin adik mencuci baju?.
-Dek Wulan kalau kita dekat sih tidak usah di suruh atau di minta pasti mas akan membantu adek mencuci baju.
Oh ya sekarang adek sedang apa.
-Adik sedang belajar Mas Yoki.
Apakah Mas Yoki sudah makan?.
-Tadi sore mas sudah makan Dek Wulan.
Oh ya suratnya sudah mas kirim tadi siang.
Tadi Dek Wulan buka puasa jam berapa.
-Habis adzan adik langsung buka puasa Mas Yoki.
Kalau jam buka puasa nya adik lupa karena tidak melihat jam tadi.
Mas makan sama apa?.
-Iya Dek Wulan.
Mas habis membeli mie goreng.
Tadi adek di masakin apa sama ibu untuk berbuka puasanya.
-Ibu memasak sayur pindang ikan patin, lalapan,sambal dan es coklat.
Tidak baik lho Mas Yoki jika makan mie terus. Mas Yoki tidur di mana.
-Terus mas harus makan apa Dek Wulan.
Lha wong mie goreng itu makanan favoritnya kaum perantau lho Dek Wulan.
Hehehe.
Di Solo kan pabriknya mie Dek Wulan.
Mas menginap di mess-nya.
Sayur pindangnya enak tidak Dek Wulan.
-Alhamdulillah enak sekali Mas Yoki.
Soalnya kan masakan Wulan sendiri sehingga rasa masakannya sesuai selera Wulan.
Hehehe.
Wulan kepedean banget ya mas.
Apakah Mas Yoki pernah makan ikan patin?.
-Alhamdulillah akhirnya adik mengaku juga kalau adik itu bisa masak.
Hehehe.
Mas pernah makan ikan patin tetapi hanya digoreng saja.
-Oo.. Besok Mas Yoki apakah mau ke Semarang lagi.
- Masih belum tahu Dek Wulan.
Mungkin besok mas mau survei ke Semarang.
Adek sedang belajar ya.
- Iya Mas Yoki.
Adik sedang belajar.
Apakah Mas Yoki sudah selesai makan mie nya?.
__ADS_1
-Mas belum makan mienya Dek Wulan.
Soalnya mienya baru hendak di masak sama teman-teman.
Adek sedang belajar apa?.
-Biasa Mas Yoki adik sedang belajar matematika.
Apakah Mas Yoki bisa matematika?.
-Ya bisa sedikit-sedikit Dek Wulan.
Hari ini ada kejadian apa yang menghiasi buku diarynya adek.
-Rahasia.
Mie nya apakah sudah matang Mas Yoki.
-Ini mas hendak bersiap-siap untuk makan mie gorengnya.
Kalau begitu mas makan dulu ya Dek Wulan.
InsyaAllah nanti jika mas sudah selesai makan kita sambung lagi obrolan kita.
Oke Dek Wulan.
-Iya Mas Yoki selamat makan.
-Oke Dek Wulan.
Obrolan ku dan Mas Yoki pun terhenti.
Dimana aku pun langsung melanjutkan belajar ku lagi.
Dan pada pukul 23:12:11 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
-Apakah adik mau tidur.
-Tidak Mas Yoki.
Adik masih belajar.
Apakah Mas Yoki sudah selesai makan mie gorengnya?.
-Mas kirain adek sudah mau siap-siap untuk tidur.
Ini mas baru saja selesai makan mie gorengnya.
Mas juga mana bisa tidur Dek Wulan soalnya mas baru selesai makan.
Apakah adek masih belajar?.
-Iya Mas Yoki adik masih belajar
Memangnya kenapa Mas.
- Tidak apa-apa mas hanya ingin bertanya saja pada Dek Wulan.
Apakah adek tidak merasa capek dan lelah kok belajarnya sampai malam begini?.
- InsyaAllah tidak Mas Yoki.
Lagi pula belajar kan sudah menjadi keharusan bagi ku dalam menjalani pekerjaan yang ku jalani saat ini Mas Yoki.
-Iya mas mengerti Dek Wulan.
Tetapi adek juga harus menjaga kesehatan Dek Wulan.
Oh ya tangannya yang habis jatuh kemarin masih sakit atau tidak sekarang.
-Masih sakit Mas Yoki.
Memangnya kenapa Mas Yoki.
-Aduh kasihan adiknya Mas.
Lebih baik Dek Wulan belajarnya di atas tempat tidur saja sambil kakinya di selonjorin atau di luruskan.
Luka bekas jatuhnya apakah adik sudah beri betadine.
-Alhamdulillah sudah adik beri betadine pada luka bekas jatuh.
Kenapa Mas Yoki malah menyukurin.
- Siapa juga yang nyukurin Dek Wulan.
-Mas itu merasa sedih saja kalau tahu Dek Wulannya sakit.
-Mas Yoki sedang apa?.
-Ini lagi mengobrol dengan teman-teman di mess.
-Oh Wulan menganggu Mas Yoki ya.
Kalau Wulan menganggu Mas Yoki lebih baik SMSan nya kita akhiri saja mas.
-Iya tidak lah Dek Wulan.
Dek Wulan sama sekali tidak menganggu mas.
Lagi pula mas dan teman-teman hanya mengobrolkan pembicaraan yang ringan saja.
-Mas.
-Apa Dek Wulan?.
Apakah Dek Wulan sudah merasa mengantuk?.
-Adik belum merasa mengantuk Mas Yoki.
-Lah terus apa dong Dek Wulan.
Katakan pada ku masak sama masnya pakai rahasia-rahasiaan segala sih Dek Wulan.
Memang masnya membuat adik kesal.
Atau mas menyebalkan buat adik.
-Tidak apa-apa Mas Yoki.
Wulan hanya memanggil Mas Yoki saja.
Apakah Mas Yoki masih mengobrol dengan teman-temannya Mas?.
-Alhamdulillah mas sudah tidak mengobrol lagi dengan teman-teman mas.
Saat ini mas sedang lagi di kamar.
Memangnya kenapa Dek Wulan.
-Tidak apa-apa Mas Yoki Wulan cuma bertanya saja dengan Mas Yoki.
Apakah Mas Yoki sendirian di kamar?.
Jika boleh aku ingin bertanya sesuatu ke Mas Yoki.
Tetapi jika di izinkan oleh Mas Yoki tentunya.
-Iya Dek Wulan mas sendirian di kamar.
Soalnya di sini banyak kamar kosong karena banyak yang pulang kampung.
Oh ya tadi adek mau bertanya apa?.
Silahkan Dek Wulan mengajukan pertanyaan adik pada mas.
InsyaAllah dengan senang hati akan mas jawab pertanyaan dari adik.
-Menurut Mas Yoki enak tidak mas tidur di mess-nya.
- Nah itu dia Dek Wulan.
Kalau kita memang niat dari rumah untuk merantau.
Apa pun kondisi atau keadaan kita di tanah rantau.
Kita harus merasa enak dan nyaman meskipun tempat dan keadaannya kurang nyaman.
- Oh Mas Yoki sudah mengantuk belum.
Mas sedang apa sekarang.
-Tidak Dek Wulan.
Mas belum merasa mengantuk sebab mad sedang memikirkan sesuatu.
-Memangnya apa yang Mas Yoki pikirin.
__ADS_1
-Ada deh.
Coba adik tebak sendiri saja.
-Aku tahu Mas Yoki lagi mikirin apa.
Hehehe.
-Memang apa yang sedang mas pikirkan.
Kalau adek tidak bisa mengatakannya berarti adek bohong.
Dan obrolan kami pun terhenti, karena aku begitu fokus menyelesaikan soal-soal dan materi yang akan ku ajarkan besok.
Namun pada pukul 00:00:55 Mas Yoki mengirimi ku SMS lagi.
- Jawab dulu Dek Wulan pertanyaan dari mas tadi.
- Wulan tidak tahu Mas Yoki.
-Hahaha.
Tadi bilang tahu ke masnya.
Apakah Dek Wulan sudah selesai belajarnya?.
-Hehehehe.
Tadi adek pura-pura sok tahu saja Mas Yoki.
Hehehe.
Iya Mas Yoki adik masih belajar.
Kenapa Mas Yoki?.
-Ehem.
Ya sudah lain kali saja deh.
Mas takut menganggu konsentrasi Dek Wulan yang sedang belajar.
Apakah Dek Wulan masih belajar ?.
-Wulan masih belajar Mas Yoki.
Kan tadi Wulan sudah memberi tahu kepada Mas Yoki.
InsyaAllah Mas Yoki tidak menganggu.
Aku malah berterima kasih pada Mas Yoki karena sudah menemani Wulan menyelesaikan soal-soal yang sedang Wulan bahas.
-Iya sama-sama Dek Wulan.
Dek Wulan kita mengobrol yuk.
-Boleh Mas Yoki.
Tetapi kalau Wulan kurang fokus saat kita mengobrol melalui sambungan telepon.
Harap di maklumi dan maaf ya Mas Yoki soalnya Wulan masih fokus untuk menyelesaikan soal matematika.
-Oke Dek Wulan.
Aku pun terus menyelesaikan soal-soal yang ku kerjakan, sambil menunggu telepon masuk dari Mas Yoki.
Namun, setelah ku tunggu juga tidak ada panggilan masuk darinya.
Hingga pesan SMS dari Mas Yoki masuk kembali pada pukul 00:31:50.
-Kok aneh ya nomor Dek Wulan tidak bisa di hubungi.
-Ya sudah Mas Yoki.
Biar Wulan yang mencoba menelepon Mas Yoki.
-Oke Dek Wulan
Mas tunggu deh.
Tetapi saat ku hubungi nomor Mas Yoki juga tidak bisa tersambung.
Dan akhirnya aku meletakkan telepon genggam milik ku di atas meja belajar ku dan kembali fokus untuk menyelesaikan soal-soal.
Tidak lama kemudian Mas Yoki pun mengirimi ku pesan lagi pada pukul 00:55:19
-Ya sudah kalau Dek Wulan mengantuk.
Dek Wulan tidur saja.
-Wulan belum mengantuk Mas Yoki.
Saat ini Wulan masih menyelesaikan belajar.
Mas Yoki lalu menghubungi ku lagi tetapi tetap tidak bisa tersambung sehingga membuatnya mengirimkan SMS lagi pada ku.
-Kok dimatiin sih Dek Wulan.
Terus mas hubungi juga tidak bisa.
-Ya sudah Mas Yoki.
Wulan coba yang telepon Mas Yoki sekarang ya.
-Oke Dek Wulan.
Mas tunggu ya.
-Maaf Mas Yoki.
Nomor Mas Yoki tetap tidak bisa di hubungi juga.
-Bisa kok Dek Wulan.
Apa memang jaringannya yang error ya Dek Wulan.
-Iya kali Mas Yoki.
Mas.
-Apa Dek Wulan?.
-Mas.
-Iya adek.
Ada apa Dek Wulan.
-Mas.
-Dek Wulan.
-Ada apa Mas Yoki.
-Dek Wulan kok memanggi mas terus sih. Mas itu sedang menunggu teleponnya Dek Wulan.
-Nomor Mas Yoki tidak bisa di telepon Mas.
- Mas juga sama Dek Wulan berkali-kali aku coba menelepon Dek Wulan tetap tidak bisa juga terhubung.
Dek Wulan sedang apa sekarang.
- Rebahan di atas tempat tidur mas.
Mas Yoki sedang apa?.
-Sama seperti Dek Wulan.
Mas juga sedang rebahan di tempat tidur. Bagaimana kalau kita tidur saja Dek Wulan.
-Iya Mas Yoki setuju.
Lagi pula aku juga sudah sangat mengantuk sekali.
-Ya sudah selamat tidur ya Dek Wulan. Semoga mimpi indah dan tolong jangan lupa untuk mimpiin masnya ya.
-InsyaAllah Mas Yoki.
-Iya Dek Wulan.
Ya sudah sekarang kita tidur ya.
InsyaAllah besok kita sambung lagi obrolan kita.
Obrolan kami pun berakhir pada pukul 01:31:48.
Aku pun lalu memejamkan kedua mata ku karena rasa kantuk yang begitu sangat mendera.
__ADS_1