
Palembang, 14 Januari 2011.
Meskipun baru dalam hitungan hari aku mengenal ### Mas Yoki.
Tetapi perasaan itu terus tumbuh dan semakin membuat kami menjadi dekat. Sesuatu hal yang sungguh tidak pernah dapat ku mengerti, begitu juga dengan Mas Yoki. Tanpa pernah kami berdua tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya pada akhir hubungan yang telah terjalin di antara kami berdu'a. Namun, satu hal yang ku tahu dan pasti perasaan nyaman itu ada di dalam diri ku, saat harus membagi semua rasa duka atau pun bahagia yang ku alami padanya.
Dia sungguh membuat ku merasa tidak sendiri dan sepi lagi, dalam kehidupan yang ku jalani saat ini.
Pagi ini sekitar pukul 06:15:13 jemari tangan ku sudah terasa gatal, untuk segera mengetik pesan padanya dan segera ingin tahu akan keadaannya.
-Assalamu'alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh Mas Yoki.
Dan pesan ku belum di balas olehnya.
Aku tidak menunggu sampai Mas Yoki membalas pesan ku, karena aku harus bersiap-siap untuk segera berangkat bekerja.
Hari ini aku sangat lelah sekali.
Sehingga baru dapat membuka pesan masuk dari Mas Yoki pada pukul 21:53:56.
Ada dua pesan masuk darinya.
Balasan pesan darinya yang ku kirim tadi pagi.
-Wa'alaikumussalam Warohmatulohi Wabarokatuh.
Iya Dek Wulan.
Pesan masuk dari Mas Yoki malam ini.
-Assalamu'alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.
Apakah Dek Wulan sudah pulang?.
Dan pesan masuk lagi darinya pada pukul 22:56:42.
Yang mana pesanan tersebut, baru ku buka pada tengah malam.
Karena sepulang kursus aku langsung ketiduran, sehingga tidak membalas pesan darinya.
-Ya sudah, jika Dek Wulan membalas pesan dari masnya.
Selamat tidur ya Dek Wulan.
Karena hari sudah malam, aku pun tidak membalas pesan darinya dan meneruskan menulis balasan surat ku untuk Mas Yoki.
Halaman pertama.
Palembang, 14 Januari 2011.
Pada hari Jum'at.
Assalamu'alaikum Warohmatulohi wabarokatuh.
Dear.. .Mas Yoki.
Sepi mengundang di balik malam.
Samar-samar cahaya bulan meredup. Remang membisu dalam kesendirian.
Di mana jasad ku menuntun jari jemari ku. Dan mengukir deretan kata di dalam metamorfosa alur hidup ku.
Untuk seorang makhluk adam yang bernama
" Yoki Manunggal Soewarno ".
Nama Lengkap ku: Wulandari
Konon banyak orang mendeskripsikan nama ku, sebagai orang yang hidup dalam keprihatinan.
It's according people to me.
Tetapi adik lebih sering di panggil dengan cukup nama Wulan saja.
Adik lahir di kota Boyolali, 6 Desember 1990.
Dimana hobi ku adalah membaca buku, menyendiri, menulis diary, menyanyi, menggambar dan termehek-mehek atau menangis.
Adik seneng menonton drama Asia dan mendengarkan lagu-lagu yang slow.
Serta makan chocolate and Ice cream, sebagai pembangkit mood ku.
Di kala kesedihan menyapa diri ku.
Dan aku kira cukup pengenalan dasar dari ku.
-------
Halaman ke dua:
Adik anak ke dua dari dua bersaudara.
Dimana alhamdulillah saudara adik adalah perempuan.
Kakak perempuan adik sudah menikah.
Dan sekarang sudah mempunya lima orang anak, yang bermukim di Bandar Lampung.
Kakak perempuan adik itu sudah menikah. Sejak umur kurang lebih empat belas tahun. Dan alhamdulillah rumah tangganya baik-baik saja.
Sampai usia pernikahannya sudah menginjak ke tujuh belas tahun.
Nah,dari pernikahan kakak perempuan adik inilah.
Yang menjadi awal hijrahnya my little family's ke kota empek-empek ini.
Adik lahir di Jawa.
Dimana masa kanak-kanak adik.
__ADS_1
Sepertinya tidak terlalu menyenangkan, layaknya pada anak-anak umumnya.
Adik dapat mengatakan hal tersebut.
Karena ada beberapa faktor yang melatarbelakangi nya yaitu:
Waktu umur adik berusia delapan tahun.
Adik pernah tenggelam di sungai, bahkan sampai dua kali.
Tempat tidur adik pernah terbakar, karena obat nyamuk.
Dan alhamdulillah adik selamat.
Kurang lebih umur empat tahun.
Adik harus menjalankan operasi besar pada kaki kiri adik.
Karena pada saat itu, kaki adik kejatuhan sepeda motor.
Yang mengakibatkan pergelangan tulang kaki adik patah.
Sehingga harus di operasi.
Dimana rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang.
Adik juga pernah di kejar-kejar orang gila, pada saat pulang dari TK.
Karena begitu ketakutannya adik sampai masuk rumah orang.
Dengan memanjat jendela rumahnya, dan bersembunyi sampai sore hari.
Dimana saat itu, semua keluarga adik panik dan cemas mencari keberadaan adik.
Itu hanya sepintas gambaran hidup adik saja Mas Yoki.
Ughh.
Untuk memulai cerita kehidupan tentang Wulan.
--------
Halaman ke tiga:
Sejak lahir di dunia ini hingga sekarang.
Adik tidak pernah melihat atau pun mengenal, bahkan di berikan kesempatan sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun tidak.
Untuk dapat sekali saja memandang wajah ayah adik.
Awalnya, semua aduk kira biasa saja. Meskipun semua orang di sekitar adik, memiliki seorang figure ayah dalam hidupnya. Dan adik hanya memiliki seorang ibu.
Hal itu sudah membuat adik bersyukur.
Tetapi dengan berjalannya waktu. Pertanyaan demi pertanyaan terus menghinggapi pikiran adik.
Apa itu ayah?.
Siapa ayah adik yang sebenarnya?.
Kenapa?.
Kenapa Wulan tidak pernah mengenal sosok itu dalam kehidupan ini?.
Yah, semua itu adalah pertanyaan yang selalu muncul di dalam benak Wulan.
Mas Yoki.
Jujur Mas Yoki adalah satu-satunya orang yang mungkin akan benar-benar mengetahui semua hal tentang diri adik.
Semua hal yang adik takutkan dan sembunyikan selama ini.
Kurang lebih dua puluh tahun.
Adik harus hidup dalam kebohongan dan ketakutan.
Mas Yoki tahu.
Hidup adik itu tidak seindah seperti yang Mas Yoki pikirkan selama ini.
Karena sampai sekarang pun.
Jujur adik tidak pernah benar-benar mengetahui.
Siapa ayah biologis adik yang sebenarnya.
Sesuatu kebenaran yang menyakitkan dan perih untuk di terima.
Semua seperti sudah terancang di dalam sistem pikiran ku.
Untuk benar-benar meyakini ucapan ibu dan kakak perempuanku.
__ADS_1
Bahwa ayah adik benar-benar meninggal dunia.
Padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Ibu adik ### mungkin bukan termasuk seseorang yang baik di mata siapa pun.
Tetapi bagi adik sendiri.
Seburuk apa pun keadaan dan tabiat ibu adik.
Ibu adalah seorang yang wajib adik sayang dengan ketulusan dan keikhlasan.
Sampai kurang lebih tiga tahun yang lalu.
Adik harus mengetahui kenyataan terburuk dalam hidup adik ,Mas Yoki.
Jika adik.
Astaghfirullah, adik adalah seorang anak yang terlahir tanpa status pernikahan.
Dan yang lebih menyakitkan lagi Mas Yoki.
Semua itu tidak pernah ada yang mau menceritakannya kepada Wulan.
Entahlah, apa memang karena ibu dan kakak perempuan adik ingin menutup aib tersebut.
Atau bermaksud untuk tidak membuat adik menjadi bersedih, akan kebenaran itu.
Sampai sekarang ibu dan kakak perempuan adik.
Tidak pernah dan tidak berkeinginan, untuk memberikan alasan kebohongan yang mereka lakukan.
Selama ini kepada diri ku.
---
Halaman ke empat:
Ibunya Wulan memang memiliki perilaku negatif.
Tetapi semua itu tidak pernah memudarkan rasa sayang adik untuk menyayangi beliau. Apa adanya dan dengan tulus.
Hubungan Ibu dan Kakak perempuan adik memang tidak pernah akur.
Terkadang adik lah yang harus selalu menempatkan hati adik, dalam posisi yang sangat sulit.
Ibunya adik memiliki kebiasaan yang sangat buruk dan terkutuk di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Beliau menjalin hubungan dengan pria-pria tanpa status yang sah.
Dan Mas Yoki pasti tahu akan hal itu.
Dimana hal itulah yang mendorong kakak perempuan adik, untuk mengajak hijrah ibu dan adik ke kota Palembang.
Kota asal tempat kakak perempuan adik dan suaminya menetap, dan menjalani kehidupan rumah tangganya.
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke Bandar Lampung.
Dan meninggalkan adik juga ibu di tanah asing perantauan.
Dengan bermaksud dan bertujuan agar dapat menata kehidupan ibu yang lebih baik lagi.
Intinya kakak berharap ibu dapat berubah.
Dari kecil saat semua anak-anak seusia ku menikmati masa keemasan mereka.
Dengan bermain penuh gelak tawa, dalam rasa bahagia yang kegirangan dan lepas, saat bermain dengan teman-temannya.
Namun, semua itu berbanding terbalik dengan kehidupan Wulan.
Semuanya harus berevolusi.
Begitu sukar menata kepribadian Wulan.
Untuk lebih peka dalam merespons terhadap semua kesalahan yang terlihat, terdengar dan teraba oleh jasad ini.
Ya, Mas Yoki.
Jiwa ku harus di tempa untuk menjadi sesosok pribadi orang dewasa.
Yang memiliki pikiran bijak dalam jangka waktu instan dan periodik.
Ibu memang bukan orang yang memiliki perilaku baik.
Dan hal inilah yang membuat renggang hubungan silaturahmi antara Ibu dan kakak perempuan ku.
Sampai tiba di kota Palembang pun.
Perilaku ibu makin menjadi.
Hal ini juga di perparah sikap acuh dan arrogant kakak perempuan ku,beserta keluarga mertuanya.
Yang semakin membuat ibu merasa sendiri dan terkucilkan di tanah perantauan.
Entah kenapa.
Kakak perempuan adik begitu berubah sekali sifatnya, saat aku dan ibu tinggal bersama dirinya.
Setali tiga uang, bagai dayung bersambut. Sikap itu pun di balas pula dengan ke acuhan dan kemarahan ibu.
Yah, ibu menikah lagi dengan seorang pria yang sudah memiliki istri.
Dengan alasan ia hidup sendiri dan di asingkan oleh kakak perempuan ku sendiri.
Saat itu Wulan baru menginjak kelas satu Sekolah Dasar.
Ah, jika di ingat-ingat itu adalah masa paceklik dalam hidup Wulan.
Masa terburuk dan paling suram dalam perjalanan tumbuh kembang adik.
Sebagai seorang anak yang seharusnya mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang.
__ADS_1
Tetapi hanya ada air mata dan kepedihan, yang senantiasa mengiringi pertumbuhan adik. Untuk melewati hari demi hari bertambah nya usia adik.