Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
Keras kepalanya Mas Yoki.


__ADS_3

Palembang, 7 Februari 2011.


Aku mengirimkan pesan pada Mas Yoki pada pukul12:33:27.


"Apakah Mas Yoki sudah makan dan salat?."


"Mas sudah melaksanakan salat dzuhur Dek Wulan.Tetapi makan nya nanti saja,karena mas masih kenyang.Oh ya, Dek Wulan sudah minum obat belum?. " 


"Beneran jika Mas Yoki masih kenyang?."


"Iya beneran Dek Wulan.Mas masih sangat kenyang sekali.Oh ya,ibu masak apa tadi Dek Wulan?."


"Ibu membuat tahu kupat mas."


"Ehem,pasti enak itu.Nanti lagi Dek Wulan makannya yang banyak,supaya adik cepat sembuh.Sebab Mas itu sangat mengkhawatirkan keadaan adik.Apalagi kalau adiknya sedang sakit seperti ini. Muah muah muah, Mas sayang sekali dengan Dek Wulan."


"Hmmm,apa iya Mas Yoki.Jika mas benar-benar sayang pada adik."


"Adik itu harus tahu kalau,mas itu memang sangat sayang sekali dengan adik.Jadi Dek Wulan harus cepat sembuh ya sayang. Ya sudah,sini adik istirahat di dadanya mas.Sembari punggungnya Dek Wulan.Mas usap pelan-pelan,dengan lembut sampai adiknya tidur ya.Hehehe."


"Hmm,tidak boleh Mas Yoki.Bukan muhrim.Nanti saja ya, jika sudah halal."


"Iya Dek Wulan.Ya sudah,sekarang adik tidur siang dulu ya.Supaya tubuh adiknya lekas fit dan pulih lagi."


Obrolan ku dan Mas Yoki terhenti.Dan pada pukul 14:30:12 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku. 


"Dek Wulan,ayo bangun dulu!.Sekarang adik makan lagi yuk.Nanti Dek Wulan bisa melanjutkan tidur siangnya lagi."


Namun,aku tidak membalas pesan dari Mas Yoki.Karena aku masih tidur siang. 


Kemudian,Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku. 


"Mencintai mu membuat diri ku menjadi damai. Dan memiliki mu adalah harapan terbesar di dalam kehidupan ku.Dimana aku ingin selalu ada di sisi mu.Pada saat engkau membuka kedua mata mu. Aku benar-benar sangat merindukan mu.Dan selalu merindukan diri mu.Dimana raga ini rasa nya ingin memeluk mu erat,dengan penuh cinta."


Mas Yoki lalu mengirimkan pesan lagi kepada diri ku,yang masih terlelap dalam tidur siang. 


"Ayo bangun terus makan dulu Dek Wulan!.Sini mas suapin ya.Sambil kecup mesra keningnya adik.Muah.Mas sayang sekali pada diri mu Dek Wulan."


Dan pesan beruntun lagi dari Mas Yoki,yang ia kirimkan kepada ku.Mungkin saat ini dia benar-benar merindukan diri ku. 


"Dimana di dalam kehidupan itu.Terkadang kita harus memutuskan sebuah keputusan penting,untuk perjalanan kehidupan kita. Yang mana,keputusan itu akan segera kita jalankan ke depannya.Sehingga, mas sangat berharap kepada Dek Wulan.Supaya adik jangan pernah meragukan akan keseriusan mas kepada adik ya."


Dan pesan terakhir darinya. 


"Hmm, adiknya pasti masih tidur siang ya.

__ADS_1


Enak sekali yang bisa tidur siang."


Pada pukul 15:40:30.Aku pun sudah terbangun,lalu aku mengambil telepon genggam ku dari atas meja.Dan melihat pesan masuk dari Mas Yoki.Yang langsung ku baca dan balas saat itu juga. 


"Maaf Mas Yoki, baru bisa membalas pesan dari mas.Sebab adik baru bangun tidur siang."


"Iya Dek Wulan.Mas kirain adik masih tidur siang.Ya sudah,sekarang adik siap-siap  untuk salat ashar."


"Adik sedang tidak salat mas.Mas sudah makan siang kah."


"Astagfirullah mas nya lupa,terus adiknya masih sakit tidak.Ini mas sedang makan siang Dek Wulan.Hehehe.Makan siang nya baru sore hari.Adik makan juga yuk. Makan yang banyak,supaya lekas sembuh."


"Nanti saja adik makannya Mas Yoki.Adik sedang tidak berselera untuk makan mas."


"Hmm,adiknya kok seperti itu sih.Harus di paksain Dek Wulan. Adik jangan tidak makan.Dek Wulan harus makan supaya adik cepat sembuh ya.Oh ya,adik sekarang sedang apa?.Andai saja Mas nya ada di situ.Pasti mas akan menyuapi dan menunggui adik sampai makanan nya habis."


"Adik sedang duduk santai Mas Yoki."


" Oh ya sudah,kalau begitu. Mas mau melanjutkan pekerjaan dulu ya Dek Wulan. InsyaAllah nanti mas SMS lagi.Adik jangan lupa istirahat ya.Lantunan do'a ku selalu ku panjatkan untuk mu. Supaya adik cepat sembuh dan sehat seperti sedia kala."


"Aamiin ya rabbal'alamiin.Terima kasih untuk do'anya Mas Yoki.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga senantiasa memberikan kesehatan pada diri Mas Yoki. Aamiin ya rabbal'alamiin.Hati-hati bekerjanya Mas Yoki."


"Iya Dek Wulan.Mas sayang adiknya. "


Obrolan ku dan Mas Yoki pun terjeda,karena Mas Yoki harus melanjutkan pekerjaannya. Sementara itu, aku pun bergegas memasak air panas untuk mandi.


"Di sini mas selalu memanjatkan do'a untuk mu,Dek Wulan.Pada setiap hembusan nafas mas.Dimana mas hanya bisa berandai-andai.Yang pertama-tama,mas ingin dapat melihat adik."


Pesan kedua dari Mas Yoki,yang ia kirimkan pada ku. 


"Mereka berbincang romansa.Dimana diri ku hanya bisa melihat itu dari kejauhan indra penglihatan ku.Mendadak rasa cemburu datang menyergap hati ku.Ketika mereka merelasikan kasih sayangnya.Dan aku hanya mampu terpaku memandang kehangatan cinta mereka.Saat  mereka memperlihatkan kemesraannya.Diri ku pun hanya dapat terdiam dalam lamunan ku. Kini aku merasa sangat lemah tidak berdaya,dan hanya berharap besar  pada mu Dek Wulan.Sebab engkau lah tumpuan hidup ku saat ini.Tolong ya Dek  Wulan.Jadikan lah diri ini,untuk menjadi seseorang yang mampu membahagiakan mu. Sungguh Dek Wulan,seakan batin ini begitu terombang-ambing oleh asmara. Raga ku pun seakan lemah.Dimana jiwa ini terasa bagai terhantam deburan kisah, yang tidak pernah indah.Tetapii dengan kehadiran mu,sungguh membuat hidup ini menjadi bergairah.Terima kasih sekali Dek Wulan,karena engkau sudah hadir di dalam kehidupan ku yang sepi dan kelam."


"Mas Yoki sedang apa saat ini?.Huft,pesan nya dalam sekali ya."


"Saat ini Mas sedang berandai-andai saja Dek Wulan.Mas sedang membayangkan, tentang apa yang selama ini kita perbincangkan.Semoga semua nya dapat segera  terealisasikan,ya Dek Wulan."


"Hmm, Mas Yoki dimana sekarang?.Ingat mas jangan banyak termenung,itu tidak baik."


"Iya Dek Wulan.Mas sedang duduk di depan mess.Mas hanya merasa berat menahan rindu ini,yang semakin tidak terbendung pada adik.Oh ya,adik sudah makan yang banyak belum?."


"Apakah Mas Yoki sudah pulang bekerja?. 


Sebentar lagi adik makan mas."


"Alhamdulillah mas nya sudah pulang Dek Wulan.Hmm,adik sampai-sampai tidak ingat dengan mas nya."

__ADS_1


"Bukannya tidak ingat dengan mas nya.Tetapi adik tidak ingin menganggu mas yang sedang bekerja.Hmm,jika Mas Yoki rindu kepada adik.Mas langsung datang saja ke Palembang.Sekaligus melamar adik.Hehehehe."


"Hmm,mas maunya sih begitu.Tetapi mau bagaimana lagi Dek Wulan.Saat inu,keluarga mas di desa sedang banyak sekali membutuhkan uang,untuk biaya hidup mereka.Terutama ibu mas. Mas hanya dapat mengalah dulu saat ini.Dengan menahan kerinduan mas pada adiknya yang jauh di sana. Semoga Dek Wulan mengerti keadaan mas,yang menjadi tulang punggung keluarga.Dimana Mas hanya bisa berharap.Semoga semua harapan dan keinginan Mas untuk dapat bertemu adik, dan menjadkan Dek Wulan sebagai istri Mas dapat segera terjadi. Ughh, dan sungguh betapa bahagianya hati ini. Jika  hal itu benar-benar nyata.Saat ini jauh dan rindu.Mungkin dua kata itu yang menjadi tembok tebal dalam hubungan kita.Tetapi Mas percaya Dek Wulan.Suatu hari yang indah itu pasti akan datang,dan merobohkan tembok yang memisahkan kita berdua.Mas sungguh sayang sekali Dek Wulan.Dimana mas  juga berjanji, untuk tidak akan berhenti mencintai dan menyayangi adik."


"Hmm,InsyaAllah Mas Yoki.Jujur adik belum dapat sepenuhnya percaya dengan apa yang Mas katakan.Sebab,itu hanya sebuah perkataan dan belum ada tindakan yang nyata.Adik mengerti apa yang Mas katakan,karena adik juga sama-sama menjadi tulang punggung keluarga.Namun,bedanya di sini Mas Yoki adalah seorang laki-laki dan adik seorang perempuan.Dimana laki-laki yang harus menunjukkan keseriusan akan perkataannya itu.Terlepas dari kewajiban nya.Semoga Mas Yoki paham dan mengerti akan hal itu.Yah,jika mas ingin hubungan kita berkembang.Setidaknya ada tindakan positif yang dapat mas lakukan.Jika tidak mampu,mas perbanyak berdzikir dan berdo'a.Supaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengendalikan rasa rindu mas kepada adik. Ya sudah Mas Yoki.Adik makan dulu ya."


"Iya Dek Wulan.Mas masih kenyang,sekarang adik makan saja dulu. Mas tidak akan pernah lelah dan letih untuk selalu menyayangi dan mencintai adik.Mas nya hanya terus membayangkan.Seandainya semua nya dapat divpercepat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Dan sambil menunggu hari itu datang,sekarang mas hanya dapat banyak-banyak berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala saja.Iya Dek Wulan.Semoga mas kuat dan mampu untuk mengupayakan hati dan pikiran ini. Supaya tetap sabar. Ya sudah,adik makan yang banyak ya.Mas nya maupergi ke toko buku dulu ya."


"Iya Mas Yoki hati-hati di jalan.Mas ke toko buku mengenakan celana panjang atau pendek?. "


Namun,Mas Yoki tidak langsung membalas pesan dari ku.Baru lah pada pukul 18.53 Mas Yoki membalas pesan dari ku. 


"Baik Dek Wulan.Mas mengenakan celana pendek,nanti kalau sudah sampai rumah saja mas ganti memakai celana panjang."


"Wah,kenapa terbalik seperti itu Mas?."


"Hahaha.Apaan sih Dek Wulan,orang celana panjang nya mas itu masih basah adik ku sayang."


"Oh begitu.Mas belum pulang kau dari toko buku?."


"Belum Dek Wulan.Sebentar lagi ya Dek Wulan,mas pulang nya.Muah muah."


Pada pukul 21:20 Mas Yoki mengirimkan pesan SMS lagi kepada diri ku.


"Lapor Dek Wulan.Mas sudah pulang. Sekarang mas sedang makan.Di karenakan mas sudah tidak betah dengan perut yang menyanyi-nyanyi keroncongan dari tadi."


"Iya,silahkan makan Mas Yoki."


"Terima kasih ya Dek Wulan.Adiknya baik sekali sih,kalau tidak keberatan. Adik mau tidak mas cium pipinya?.Hehehehe."


"Tidak Mas Yoki."


"Beneran nih.Nanti adik menyesel loh.Soalnya ini lagi promo loh,Dek Wulan. Coba Dek Wulan pikir-pikir dulu deh."


"Tetap adik tidak mau."


"Bagaimana penawaran saya bu?.Hmm,pasti ibu salah persepsi deh.Pada hal ciuman saya itu sudah mengandung perasaan 25%,kasih sayang 40%,plus cinta 35%.Bagaimana Bu?.Apakah ibu masih tidak tertarik untuk mencoba dulu?.Dan tolong mikirnya jangan kelamaan ya bu.Hehehe."


"Berhenti bercanda nya Mas Yoki."


"Iya Deh.Ya sudah,sekarang mas telepon adik ya."


Mas Yoki pun lalu menghubungi diri ku. Banyak hal yang kami bicara kan.Hingga timbul perselisihan akan pemikiran kami berdua,yang tidak tersinkronisasi dalam frekuensi yang sama.Pada pukul 23.02 Mas Yoki memutuskan untuk mengakhiri percakapan kami berdua.Kemudian,ia pun mengirimkan pesan pada ku. 


"Maafin mas nya Dek Wulan.Tetapi jujur mas itu bingung sekali,dengan jalan pikiran adik saat ini.Sehingga akan lebih baik jika saat ini.Adik memikirkan secara matang-matang. Akan keputusan terbaik apa yang akan adik ambil dengan kondisi adik sekarang ini."

__ADS_1


Aku pun hanya membaca pesan dari Mas Yoki dan tidak membalasnya.Lalu aku pun bergegas menuju ranjang tempat tidur ku,dan merebahkan diri ku dengan perasaan kesal. 


__ADS_2