
Palembang,12 Februari 2011.
Pukul 16.50 Mas Yoki mengirimkan pesan. "Assalamu'alaikum.Apakah adik sudah pulang?.Bagaimana masih sakit tidak adiknya?."
Namun,pada pukul 17.32 aku baru bisa membalas pesan dari Mas Yoki.
"Wa'alaikumussalam Warohmatulohi Wabarokatuh.Maaf Mas Yoki,adik baru balas pesan dari Mas.Karena adik baru pulang bekerja,tadi adik jatuh di jalan."
"Iya Dek Wulan,tidak apa-apa.Dek Wulan jangan minta maaf,yang sakit apanya saja Dek.Waduh,kasihan sekali adiknya.Ada yang luka tidak Dek Wulan?."
"Tidak ada yang luka Mas Yoki. Kaki adik yang bengkak.Adik ketabrak motor tadi mas.Sekarang terasa nyeri dan sakit kakinya."
"Ya Allah Dek Wulan,kok bisa adik ketabrak.Di oleskan balsam atau minyak gosok saja ya Dek Wulan kakinya."
"Iya Mas Yoki sudah kok.Kaki adik sudah di pijat oleh ibu,dan diberikan minyak
Tidak tahu Mas Yoki.Qadarullah mas,entah mengapa saat akan menghindar.Kaki adik terasa sangat sulit di gerakkin.Mungkin karena panik dan kepala adik tadi juga pusing.Tetapi alhamdulillah adik masih selamat dan tidak apa-apa Mas Yoki.
Mas sudah salat ashar dan makan belum?."
"Mas sudah salat Dek Wulan,tetapi belum makan. Mas makannya nanti saja,sekarang mas sedang mijitin kakinya si Mbah.Adiknya sedang apa sekarang?.Adik istirahat saja ya.Mas jadi mengkhawatirkan adiknya saat ini."
"Adik sedang duduk meluruskan kaki.Seharusnya Mas makan dulu lho,nanti telat makan malah terkena sakit maag mas.Mas tidak usah mengkhawatirkan adiknya. Lagi pula adiknya tidak apa-apa kok mas,hanya bengkak di kaki dan pusing sedikit.Tetapi masih dapat di buat untuk berjalan."
"Iya Dek Wulan setelah ini InsyaAllah mas makannya.Lagi pula,tadi mas sudah di bikinkan rujak cingur sama ibunya mas. Jadi tidak apa-apa Dek Wulan.Adik jangan mengkhawatirkan masnya.Karena yang paling penting adalah adiknya dapat menjaga kondisinya dengan baik.Mas itu sungguh sayang adiknya,dan tidak ingin adiknya kenapa-napa.Coba saat ini kita dekat.Mas pasti akan langsung datang menemui adik,dan memastikan jika keadaan adiknya memang baik-baik saja,seperti yang adik katakan saat ini.Huft,mas mencemaskan adiknya."
"Iya Mas Yoki. Bagaimana kabar dan keadaan keluarga Mas Yoki di kampung?. "
"Alhamdulillah keadaan seluruh anggota keluarga masnya baik-baik saja.Tetapi hanya mbahnya yang capek,soalnya seharian membantu memasak untuk acara syukuran."
"Alhamdulillah jika begitu.Ya sudah,Mas Yoki. Adik mau mandi dulu ya mas.Adik mau siap-siap untuk mengajar les privat nya.
__ADS_1
"Iya Dek Wulan.Seharusnya adik libur dulu mengajar les privat nya.Melihat kondisi adik yang seperti itu.Tetapi adiknya tetap memaksa dan bersikeras.
Ya sudah, mas hanya bisa berdo'a untuk keselamatan adiknya saja dari sini. Meskipun mas sungguh mencemaskan diri mu Dek Wulan.Huft,nanti kalau mengajar les privat,hati-hati di jalan ya Dek Wulan.Soalnya Laskar Wong Kito lagi berpesta penuh kegembiraan."
"Mas Yoki tahu dari mana?."
"Hehehe,prediksi masnya.Sebab bolanya menang.Biasanya nanti pasti ada pawai di jalan.Adik hati-hati ya nanti berangkat nya."
"Oh begitu,iya Mas Yoki. "
Pukul 21.28 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
Pesan pertama.
"Apakah Dek Wulan sudah pulang mengajarnya?."
Pesan kedua.
Aku tidak dapat membalas pesan dari Mas Yoki,karena diri ku belum pulang dari mengajar les privat.Dan setelah pulang dari mengajar les privat.Aku pun langsung membuka telepon genggam milik ku.Untuk melihat apakah ada pesan masuk dari Mas Yoki.Begitu mengetahui ada dua pesan masuk dari Mas Yoki.Aku langsung membalas pesan SMS darinya.
"Maaf Mas Yoki.Adik baru pulang dari mengajar les privat nya."
"Alhamdulillah. Oh, mas kirain adik ketiduran."
"Mas sedang apa sekarang?. Bagaimana acara syukurannya Mas Yoki?.Apakah berlangsung lancar?."
"Acaranya itu besok Dek Wulan.Sekarang ini di rumah sedang ramai sekali oleh anggota keluarga besar mas.Dimana mereka semua sedang lembut membuat aneka jajanan kue. Adik sudah makan belum?."
"Oh,Mas Yoki ikut membantu membuat kue ya.Wah,hebat.Salut adik dengan masnya.
Alhamdulillah,adik sudah makan tadi sebelum mengajar les privat mas.Sekalian minum obat."
__ADS_1
"Hahaha,yang tepat itu masnya ikut icip-icip kue Dek Wulan.Memang kepala dan kakinya adik masih sakit ya?."
"Iya Mas Yoki. Adik jatuh tadi,karena kepala adik pusing.Mas sedang apa sekarang?."
"Masnya sedang bercanda dengan adiknya mas.Adik sedang apa sekarang?."
"Adik sedang tiduran Mas Yoki.Awas bercanda dengan adiknya,jangan berlebihan Mas Yoki.Ya sudah,adiknya istirahat dulu ya Mas.Selamat malam Mas Yoki."
"Iya Dek Wulan.Selamat malam. Love you Dek Wulan.Mas sayang sekali dengan adiknya,dan berharap adik akan menjadi pendampingan mas.Aamiin ya rabbal'alamiin."
Namun,tiba-tiba Mas Yoki menghubungi diri ku.Untuk memastikan keadaan ku benar-benar dalam keadaan yang baik-baik saja.
Aku pun sekaligus memberitahu kan kepada Mas Yoki.Jika kiriman buku diary,novel dan cokelat darinya telah ku terima.Mas Yoki pun merasa senang,karena apa yang telah dia berikan kepada ku.Telah sampai pada ku.
Aku pun mengucapkan terima kasih kepada Mas Yoki.Dan melanjutkan mengobrol panjang lebar dengan nya lagi.Setelah itu,Ibu Mas Yoki pun ikut berbicara pada ku juga.
Dimana malam ini. Aku pun banyak mengobrol langsung dengan ibu Mas Yoki.
Meskipun,hanya melalui sambungan telepon genggam.Tetapi aku tidak tegang dan grogi.Justru aku merasa nyaman dan seperti sudah kenal lama sekali,dengan ibu Mas Yoki.
Aku pun hanya dapat berharap dan berdo'a.
Semoga Mas Yoki memang Allah Subhanahu Wa Ta'ala peruntukkan bagi diri ku.Karena diri ku juga sangat menyayangi Mas Yoki.
Setelah mengakhiri percakapan dengan Mas Yoki dan ibunya.Aku pun kembali tiduran, sambil membaca surat yang di kirimkan Mas Yoki pada ku,bersamaan dengan barang yang ia berikan pada ku.
Tanpa terasa sudah satu setengah bulan,hubungan ku dan Mas Yoki terjalin.
Dimana kami tidak pernah bertemu sekali pun,selama hati kami masing-masing untuk memutuskan menjalin hubungan yang serius.
Semakin aku mengenal dirinya,perasaan yakin itu terus menguat untuknya.
__ADS_1
Aku hanya dapat terus menerus berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, untuk selalu membimbing ku dalam menjalani hubungan ini.Dengan harapan yang semakin besar dan mantap,untuk melangkah pada jenjang pernikahan.