
Palembang,30 Januari 2011.
"Mas sudah makan belum?. Jangan lupa salat ya Mas Yoki. "
"Iya dek.Muah,muah, muah. Mas cinta dan sayang sekali dengan adik. Hehehe.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala membukakan jalan bagi kita berdua,untuk bisa segera menunaikan sunnah Rasulullah."
" Aamiin ya robbal'alamin."
"Miss you adek. Adek ketiduran kah?.Kok balas pesan dari mas lama. "
"Adik sedang berbicara dengan ibu, mas."
"Oh begitu.Terus adik sedang berbicara apa dengan ibu?."
"Banyak yang di bicarakan mas. Mas sudah makan siang kah?.Mas sedang apa sekarang?."
"Sip,masnya sudah kenyang kok Dek Wulan. Nanti sore saja mas makannya.Adik saja yang makan duluan. Yah, sekali-sekali Dek Wulan makan siang lah. Tidak apa-apa kan Dek Wulan, untuk mengubah kebiasaan adik,yang tidak pernah makan siang. Ini mas sedang bersantai di kursi goyang. Oh ya, adik sendiri sekarang sedang apa?."
"Iya Mas Yoki. Saat ini adik sedang tidur-tiduran. "
"Oh.Sini mas usap punggung adi,sambil memeluk adik. Tetapi setelah itu adik tidur siang ya, sayang. Mas mohon sekali dengan teramat sangat pada adik. Supaya adik jangan merubah pikiran dan jangan pernah meninggalkan mas ya, Dek Wulan. Tolong ya Dek Wulan. Sungguh mas ingin menikah dengan Dek Wulan, dan menjadi suami adik serta menjadi bapak dari anak-anak kita. Karena mas sangat yakin,bahwa adik lah sosok yang mas mimpi-mimpikan selama ini. I love you adik."
"Mas adik mau."
"Dek Wulan mau apa?."
"Mau peluk mas nya. Hehehe.Love you too Mas Yoki. "
"Alhamdulillah, yang paling penting lagi mas sangat berharap. Dek Wulan menerima mas ,sebagaimana adanya diri mas. Muah,muah I love you Dek Wulan. Sebab mas nya tidak mau yang lain. Mas hanya ingin adik seorang,yang senantiasa berada di dalam hati dan kehidupan mas. Karena sekali cinta, akan tetap cinta. Muah. Mas janji akan selalu setia terhadap semua janji-janji, yang sudah mas pernah katakan kepada adik. Sehingga adik jangan pernah meragukan cinta dan kasih sayang, yang sudah mas berikan seutuhnya untuk adik seorang."
"Hmmm, iya Mas InsyaAllah. Mas sedang apa sekarang?."
"Saat ini mas sedang rebahan di tempat tidur juga. Ayo Dek Wulan,kita tidur siang."
"Iya mas, ayo. Adik juga sudah mengantuk. "
Sore harinya Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
" Maaf ya Dek Wulan. Tadi ketika adik sudah tidur siang. Mas tinggal mencuci motor. Adik sudah bangun kah?."
"Hmm, adik kirain Mas Yoki juga tidur siang. Adik baru saja bangun, mas."
"Maafin mas nya ya Dek Wulan.Soalnya ini mumpung mas sedang libur. Terus sekarang adik nya mau tidur lagi atau bangun."
"Adik mau tetap tidur-tiduran di tempat tidur mas. Ayo, mas tiduran juga. Mumpung sedang libur, kita istirahat kan tubuh kita untuk rileks, mas. "
"Sebentar ya Dek Wulan. Mas mau cici tangan dan kaki dulu ya, dik."
"Ok, Mas Yoki."
Setelah selesai mencuci tangan dan kaki. Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Mas nya sudah selesai mencuci tangan dan kaki. Sudah ayo, Dek Wulan sini.Mas peluk adik dan mas cium kening Dek Wulan.Muah..muah..muah. Mas sayang sekali dengan adik. "
"Wah, adik jadi rindu mas nya nih. Hehehe."
"Iya Dek Wulan.Mas juga begitu sangat merindukan adik. Rasanya mas sudah tidak tahan lagi, ingin hidup dan menjadi pendamping adik."
"Iya Mas Yoki. Mas Yoki sedang apa sekarang?."
__ADS_1
"Iya apa sayang, orang mas nya sedang peluk adik kok. Segala sesuatu nya itu pasti akan indah pada waktu nya . Dan yang terpenting sekarang, kita memantapkan hati juga pikiran.Supaya kita tetap selalu dalam satu frekuensi. Mas hanya untuk adik seorang, dan sebaliknya adik untuk Mas seorang. Mas sangat membutuhkan adik. InsyaAllah,mas akan selalu bersabar sampai batas kesabaran mas menipis dan habis. Mas mohon agar adik menjaga selalu hati adik. "
"InsyaAllah.Aamiin ya rabb. "
"Dek Wulan, jujur mas ingin serius dengan adik. Ya sudah, kita sudahan dulu curhatan nya ya dik. Sekarang Dek Wulan makan dulu ya, terus obatnya di minum. Mas mau belanja bulanan dulu. Oh ya, Dek Wulan mau nitip apa ke mas nya."
"Iya Mas Yoki. Mas sendiri sudah makan belum. Adik tidak menitip apa-apa mas.
Ya sudah, Mas Yoki hati-hati ya. "
"Mas sudah makan tadi, Dek Wulan.
Oke adik. Terima kasih untuk perhatian nya ya Dek Wulan. Memang stok cemilan nya adik masih banyak kah?.
Coklat nya adik masih ada atau sudah habis."
"Stok cemilan adik masih ada kok mas, termasuk coklat juga masih ada. Mas sudah salat ashar kah?."
"Alhamdulillah mas sudah baru saja selesai salat. Oke deh.Mas sayang adik. Mas sudah tidak kuat menahan kerinduan ini. Mas sangat butuh untuk bertemu dengan adik."
" Sabar Mas Yoki. Sini adik cubit pipinya, supaya rindu nya terobati."
"Ikh Dek Wulan sukanya mencubit mas.
Adik nakal.Ayo kita salat maghrib dulu, dik!. Nanti di lanjutkan lagi mengobrolnya. Miss you Dek Wulan."
" Iya Mas Yoki. Miss you too,mas."
Percakapan diri ku dan Mas Yoki pun berakhir. Dan di lanjutkan lagi ba'da isya.
"Tidak mas. Terima kasih mas, adik juga sedang makan bersama ibu. Ayo kita makan sama-sama Mas Yoki. "
"Ehem begitu ya. Memang ibu masak apa?."
"Ibu masak gulai daun singkong dan ikan bawal goreng, mas.Setelah makan jangan merokok ya, Mas Yoki."
"Insya Allah Dek Wulan. Adik makan yang banyak ya. I love you Dek Wulan."
"Love you too, mas. InsyaAllah, mas. "
Sekitar tiga puluh menit kemudian. Setelah selesai makan. Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Dalam prestasi boleh lah kita meniru orang yang beradadi atas kita.Tetapi, dalam hidup kita harus melihat orang yang beradaptasi di bawah kita. Agar jiwa kita itu terbiasa untuk selalu rendah hati. Apakah Dek Wulan sudah selesai makannya?."
"Alhamdulillah, adik baru saja selesai makannya mas. Oh ya, Mas Yoki sedang apa sekarang?. "
"Sebentar ya Dek Wulan, mas sedang menonton pertandingan sepakat bola.Tanggung bolanya kurang sedikit lagi."
"Iya mas. Mas Yoki sudah salat Isya belum?. "
"Jarak yang jauh. Mungkin kata-kata itu lah yang menjadi penghalang, untuk kita bertemu. Tetapi mas bertahan, karena mas yakin. Suatu hari nanti kita pasti akan bertemu. Iya adik, mas sudah salat isya. Tetapi, mas belum mandi.Hehehe.Tadi adik makan nya banyak tidak. "
"Adik makan nya sedikit mas.Kok belum mandi sih mas. Ini sudah malam lho. Katanya orang-orang tidak boleh mandi malam- malam, nanti terkena sakit rematik."
"Lho kok begitu sih. Adik harus sehat.Jangan sampai sakit, nanti kalau adik nya sakit. Mas nya pasti sedih sekali. Ya adik, sebentar lagi mas nya mandi deh. Soalnya mandi nya harus bergantian, dengan teman-teman yang lain.
Nitip baju seragam nya mas boleh tidak, untuk adik cuciin. Hehehe. "
__ADS_1
"Oh begitu. Ya tidak apa-apa. Nanti jika Mas sudah menjadi suami adik. Pakaian seragam kerja nya adik cuciin. "
"Wah,jadi tidak enak hati deh Mas nya. Tidur di temenin, makan di suapin, mandi bareng. Sungguh wanita idaman Mas nya. I love you,sayang.Muah.
Adik sedang apa sekarang?. "
"Adik sedang menyetrika pakaian, Mas."
" Ya sudah, adik terusin saja menyetrika pakaian nya. Mas sayang sekali dengan Dek Wulan. Mas sedang menunggu giliran mas untuk mandi,sambil mencuci pakaian ini."
"Iya Mas Yoki mandi dan mencuci pakaian nya yang bersih ya."
"Siap Dek Wulan. "
Tiga puluh menit kemudian. Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
" Apakah adik sudah selesai menyetrika pakaian nya?.Oh ya,sekarang adik sedang apa? "
" Adik sedang mau cium pipi mas. Kira-kira bau wangi tidak ya, setelah mas mandi.
Adik sudah selesai menyetrika pakaian, mas."
"Hehehe, sekarang Dek Wulan sudah pintar sekali menggoda mas nya.
Jujur mas itu sudah tidak bisa dan tidak sanggup lagi. Serta tidak mampu untuk memendam rasa kerinduan ini.Karena rindu ini, terasa begitu sangat berat sekali.Andaikan ada doa-doa mas yang di kabulkan Tuhan. Mas ingin sekali cepat bertemu dengan adik titik.
Sebab semakin hari mas kenal dengan adik. Maka semakin menggebu rasa ingin bertemu Dek Wulan.
Mungkin jika tidak ada kebutuhan dalam waktu dekat ini. Mas akan menemui Dek Wulan di sana. Adik nya yang sabar ya.
Mas paham akan betapa bahagia nya hati mas nya. Kalau waktu itu datang, dan entah sampai berapa lama mas bisa menahan kerinduan ini.
Sungguh Dek Wulan,mas sangat tersiksa dengan keadaan ini. Dan hanya kehadiran adik lah, yang bisa membebaskan mas dari belenggu kerinduan yang teramat sangat menyiksa diri mas ini.
Miss you Dek Wulan."
"Iya Mas Yoki. Mas yang sabar dan banyak berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Perbanyak lisan mas untuk berdzkir dan mengingat Allah. Karena hanya dengan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka hati kita akan dapat menjadi tenang."
"Iya Dek Wulan. Mungkin hanya khayalan yang dapat mas asah, untuk merawat hubungan ini. Meskipun terkadang mas ingin semua ini dapat menjadi nyata. Karena mas ingin sekali serius dan menjalani kehidupan berumah tangga bersama adik. Mas sungguh sudah tidak kuat adik, menahan kerinduan ini terlalu lama lagi. Ughhh...Sekarang mas hanya bisa memasrahkan pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, untuk segala sesuatu nya.
Bukan karena mas tidak ingin menemui adik di sana. Tetapi semua karena keterbatasan mas. Mohon do'a dan pengertian dari adik, akan keadaan mas saat ini, ya Dek Wulan."
"Iya Mas Yoki. Adik juga tidak memaksa untuk mas datang ke Palembang.Mas fokus saja terlebih dahulu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga Mas Yoki. Karena itu kewajiban mas yang lebih utama. Lagi pula, jika kita memang di takdirkan berjodoh dan bersama. Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala, akan membuka juga mengatur pertemuan kita. Tanpa pernah kita duga, sebab rencana Allah Subhanahu Wa Ta'ala lebih indah dan baik. Dari persangkaan kita sebagai manusia biasa. "
"Iya Dek Wulan.Mas mengerti,tetapi sebagai laki-laki seharusnya mas lah yang menemui adik. Sekaligus untuk membuktikan keseriusan mas terhadap adik. Tetapi mas tidak bisa melakukannya,karena mas masih mempunyai urusan keluarga yang tidak bisa mas tinggalkan sekarang. Mas sungguh memasrahkan semuanya kepada adik dan mas menurut saja."
"Tetap semangat mas. Jika hanya mas sebatas datang saja ke Palembang. Itu tidak membuktikan jika mas memang serius dengan adik. Tetapi, jika mas datang dan melamar adik, untuk meminta adik menjadi istri mas. Itu baru lah mas serius dengan adik. Semoga Mas Yoki dapat benar-benar melakukan itu. Karena pembuktian cinta yang tertinggi itu adalah pernikahan. "
"Aamiin ya robbal'alamin. InsyaAllah Dek Wulan. Hanya do'a ketulusan dan keikhlasan yang hanya mas bisa berikan kepada adik. Sungguh, saat ini mas seolah-olah tidak mempunyai daya dan upaya lagi. Jujur seharian tadi. Mas terus berpikir,bagaimana caranya agar kita bisa bertemu. Dan sampai sekarang mas masih tidak dapat menemukan jawaban nya.Mas sayang sekali dengan adik.
Ya sudah,sekarang adik tidur ya.
Selamat tidur ya princess ku. Muah.
Biarkan sejenak mas melepaskan kepenatan pada diri dan pikiran mas nya. Setelah seharian tadi ,mas hanya berpikir tentang pertemuan kita. Please, jangan tinggalin mas nya ya Dek Wulan. "
"InsyaAllah Mas Yoki. Selamat malam dan tidur, mas. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala membalut keresahan di hati mu, dengan ketenangan. "
"Aamiin ya robbal'alamin. Terima kasih adik. "
__ADS_1