Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
Saran ibu.


__ADS_3

Palembang, 25 Januari 2011.


Telepon genggam milik ku berbunyi, dimana aku sedang bersiap untuk mandi. Dan waktu menunjukkan pukul 04:40:38.


Maka aku pun segera mengambil telepon genggam milik ku. Setelah ku lihat ternyata Mas Yoki yang mengirimkan pesan pada ku. Aku lalu duduk membaca pesan darinya. 


"Hidup ini terlalu singkat untuk kita lewati bersama orang yang salah. Tetapi hidup ini terasa panjang dan bermanfaat. Jika kita melewatinya bersama orang yang tepat. Dan Mas berharap semoga Mas adalah orang yang tepat di hati Dek Wulan. Karena dengan diri mu, aku bahagia. Dan dengan diri mu ku temukan kekuatan cinta. Bersama mu aku sangat berharap, agar dapat melewati semua ujian kehidupan ini. Sungguh Dek Wulan, kehadiran mu mampu menghipnotis mata hati ku. Dan menjerat semua nafsu jiwa ku, lalu mengurung ku dalam keindahan hati mu. Muach. Mas kangen sekali dengan Dek Wulan. 


Maaf ya dek, semalam mas mengantuk sekali. Karena Mas sangat kecapekan, setelah dari luar kota. Ayo bangun dan salat subuh adek!, " ucap Mas Yoki saat mengirimkan pesan SMS pada ku. 


"Adek sudah bangun dari tadi Mas, dan adek sudah melaksanakan salat subuh.


Ini adek mau siap-siap untuk mandi, " balas ku. 


"Oh begitu. Terus sekarang adek sedang apa?. "


"Adek sedang membalas pesan dari Mas Yoki."


"Oh ya sudah, kalau begitu adek silahkan mandi. Mas mau melanjutkan tidur dulu ya. Soalnya mas masih sangat mengantuk sekali. I love you Dek Wulan."


"Iya mas. Love you too."


Pada sore hari sekitar pukul 17:29:12.


Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku. 


"Adek jangan lupa untuk makan yang banyak ya dek. Terus hati-hati waktu berangkat kursusnya. Mas do'a in semoga adek dapat menyelesaikan soal-soal ujiannya. Love you dek. "


"Iya.Aamiin ya rabbal'alamiin. Terima kasih Mas Yoki. Ya sudah, mas Yoki ayo kita salat maghrib dulu."


"Iya siap Dek Wulan. Hati-hati di jalan nanti ya Dek Wulan. Semoga ujiannya lancar. Mas sayang Dek Wulan."


"Iya terima kasih Mas. Adek juga sayang masnya. "


-----


Palembang, 26 Januari 2011.


Tiba-tiba telepon genggam ku rusak dan tadi mati sendiri.Rasanya sedih sekali.padahal hari ini Mas Yoki ulang tahun. Namun, alhamdulillah telepon genggam nya akhir bisa menyala lagi. 


Aku bahagia sekali. Rasanya jika telepon genggam ku mati. Aku seperti kehilangan sesuatu, yang membuat ku menjadi frustasi. Karena hanya melalui telepon genggam aku dan Mas Yoki dapat saling berkomunikasi. 

__ADS_1


Baru pada pukul 23:34:25 aku dapat mengirimkan pesan lagi pada Mas Yoki. 


"Mas,maaf tidak bisa membalas pesan dari mas. Hampir seharian telepon genggam adek rusak dan tidak menyala."


"Lho kok bisa rusak Dek Wulan. Memang kenapa dek.Mas sedih sekali tahu. Karena sulit sekali untuk menghubungi adek. Bagaimana ceritanya kok telepon genggam adek bisa rusak."


"Adek tidak tahu Mas Yoki. Namanya juga barang Mas, mahluk hidup saja bisa meninggal. Apa lagi hanya barang. Mungkin sudah waktunya untuk ganti.


"Iya Dek Wulan. Adek sedang apa sekarang?. "


"Lho kok adek tidak membalas pesan mas. Apakah telepon genggam adek rusak lagi?, "


Namun, aku belum membalas pesan Mas Yoki. Karena aku baru mandi. 


"Maaf Mas Yoki, adek baru membalas pesan Mas. Tadi adek sedang mandi. "


"Ya dek. Tadi setelah membaca pesan dari adek, jika telepon genggam adek rusak. Mas langsung lemas serasa tidak mempunyai tenaga. Adek kenapa kok mandi sampai malam begini."


"Tidak apa-apa mas, adek kegerahan. Udaranya panas sekali disini. Adek mandi menggunakan air hangat kok mas."


Mas Yoki lalu menghubungi ku hingga pukul 00:09:02.Namun, sebelum kami pergi untuk tidur. Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku. 


"Terima kasih untuk semua do'a yang adek panjatkan untuk mas, di hari ulang tahun mas ini dek. Mas tambahkan satu lagi. 


''Sama-sama Mas Yoki. Aamiin ya rabbal'alamiin. Ayo Mas kita tidur sekarang. Ini sudah malam."


"Wajah mu selalu di benak ku. Dan senantiasa menghiasi setiap detik nafas ku. Engkau bersemayam pada jiwa ku. Dimana jantung ku berdenyut atas nama mu. Dan aliran darah ku mengalir karena mu. Raga ku terurai untuk terus memikirkan mu, sayang. 


Selamat malam dan mimpi yang indah ya dek. Muach. Mas sayang adek. "


Kemudian, kami pun mengakhiri obrolani dan segera tidur. 


-----


Palembang,27 Januari 2011.


"Ayo adek sedang apa sekarang?."


Pesan dari Mas Yoki pada pukul 18:24:35.


"Muach.Mas sayang adek banget."

__ADS_1


"Ehem, adek kok diam sih. "


"Tidak apa-apa mas. Adek hanya sedang memikirkan Mas Yoki saja. "


"Mas juga teramat tersiksa dengan keadaan sekarang ini. Mas ingin cepat bertemu adek dan memulai semuanya bersama adek. Muach."


"Mas sudah buka puas belum."


"Alhamdulillah sudah dek, mas lega setelah buka puasa. Oh ya, adek hati-hati berangkat kursusnya. "


"Hari ini adek tidak pergi kursus mas."


"Oh mas kirain adek hari ini kursus.


Trisno iki duduk mung dolanan. Kabeh mau amergo kahanan. Sing jaluk amrih kesabaran. Moga Allah Subhanahu Wa Ta'ala paringi kasembadan. 


Pasti adeknya ketiduran lagi ya. "


"Hahaha, adek tidak tidur mas. Adek sedang menanyakan arti dari pesan yang Mas Yoki kirim untuk adek. "


"Ealah,adek kok sampai nanya ke ibu. Nanti mas akan jelasin panjang di kali lebar di kali tinggi. Apakah adek sudah makan?."


"Sudah mas. "


"Memang adek sudah mengerti artinya."


"Belum sepenuhnya Mas Yoki, baru sedikit paham artinya."


"Hahaha.Memang ibu jelasin apa kepada adeknya. "


"Ya artinya Mas. "


"Mbah aku punya cerita. Saat ini aku tidak sendiri. Ibu dengarkanlah aku. Akan ku bawa pulang kekasih hati ku. Dia lah seseorang yang akan mengisi hidup ku. Dan melupakan semua keresahan yang terjadi. "


"Iya Mas. Ini ibu godain adek terus. "


"Memang nya ibu godain adek apaan. "


"Iya ibu mengatakan, jika adek jangan terlalu percaya dengan perkataan Mas. Sebab adek belum pernah bertemu dengan Mas. Bahkan tidak mengetahui secara detail kebenaran akan sikap asli Mas yang sesungguhnya. Karena apa yang adek dengar, belum tentu sama dengan apa yang akan nanti adek lihat. Pun sebaliknya apa yang adek lihat  belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya. Ibu meminta adek untuk lebih berhati-hati Mas. Karena tidak ada yang pernah tahu, kesungguhan dan juga kebenaran hati seseorang. Sebab dalam nya hati itu tidak dapat di lihat oleh indra penglihatan seseorang. "


"Siiplah, benar sekali apa yang ibu katakan. Dan Mas juga setuju dengan apa yang ibu katakan kepada adek. Soalnya semua ini, hanya via SMS. Tetapi tidak ada salahnya, jika kita mengendalikan hati dan meminta petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala. InsyaAllah semua yang terbaik untuk kita berdua.Karena tidak bisa di pungkiri, bahwa indra penglihatan kita juga harus di libatkan untuk memutuskan suatu hal yang sakral. Mas sayang sekali dengan adek. "

__ADS_1


Tiba-tiba obrolan ku dengan Mas Yoki terhenti. 


__ADS_2