Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
Setia menemani.


__ADS_3

Palembang, 3 Februari 2011.


Pukul 05.00 aku mengirimkan pesan pada Mas Yoki. 


"Apakah Mas Yoki sudah melaksanakan salat subuh?. "


"Alhamdulillah, sudah Dek Wulan. Ini barusan saja mas selesai mengerjakan salat subuhnya."


Setelah itu obrolan kami berhenti. 


Pada pukul 12:30:05 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku. 


"Cantik, sedang apa sekarang?. "


Namun, aku tidak membalas pesannya. 


Pukul 21:11 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku. 


"Dek Wulan sedang apa sekarang?. "


Karena tidak kunjung aku membalas pesan dari Mas Yoki. Sehingga Mas Yoki menghubungi ku. 


Aku dan Mas Yoki terus bercakap-cakap melalui sambungan telepon genggam, hingga pukul 22:36.


Setelah itu, Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku. 


"Mungkin itu secara garis besarnya saja, hal itu yang sudah mas sampaikan melaui sambungan telepon.Tetapi menurut mas, Dek Wulan itu perfect sekali. Sungguh mas sangat  berharap sekali. Adik akan mau menerima kondisi mas apa adanya. Jujur mas itu mungkin bukan tipe orang, yang suka menjanjikan sesuatu hal yang serius atau sakral pada setiap perempuan yang pernah mas temui. Tetapi sejak mas kenal dengan Dek Wulan lah. Mas mempunyai niat tulus, yang ingin sekali hidup bersama Dek Wulan.


Terima kasih ya Dek Wulan, untuk waktunya hari ini.


Tetapi yang jelas mas tidak mempunyai niat sedikit pun untuk main-main atau mempermainkan perasaan Dek Wulan. Mas hanya berharap, jika Dek Wulan adalah wanita terakhir di hati mas. Miss you Dek Wulan."


"InsyaAllah, adik percaya semua perkataan Mas Yoki. Dan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala lah. Adik menggantung kan kepercayaan ini. 


Mas Yoki adik sambil makan ya. Mas mau di suapin tidak. "


"Ya mau lah Dek Wulan.Sini mas nya saja yang menyuapi adik. Iya sini, Dek Wulan naik di paha nya Mas ya. Nanti setiap kali mas menyuapi adik. Mas akan mendarat kan ciuman di keningnya adik. Oke,sayang. Ayo, sekarang Dek Wulan makan yang banyak ya.


 Muah..muah..muah."


"Hehehe, iya Mas Yoki. "


"Mas mungkin tidak bisa menjanjikan kemewahan hidup untuk mu. Bila Dek Wulan menjadi pendamping hidup mas. Tetapi mas yakin dengan hidup bersama adik. Kehidupan  mas akan lebih bermakna sekali. Dimana harapan terbesar mas saati ini, adalah ingin bertemu dengan adik sesegera mungkin. Dan mengenalkan Dek Wulan kepada seluruh anggota keluarga mas. Karena mungkin dengan hal itu, mas bisa menunjukkan bukti keseriusan mas dalam menjalani hubungan ini. 

__ADS_1


Dapat kenal dan bisa dekat dengan Dek Wulan. Merupakan sebuah anugerah terindah dalam hidup mas. Yang mungkin nantinya akan membuat mas, lebih semangat lagi menjalani rutinitas kehidupan ini. Terima kasih ya Dek Wulan,karena sudah mau menerima mas apa adanya.


Terima kasih Dek Wulan. Mas hanya ingin Dek Wulan saja, yang menjadi bidadari penyelamat bagi dunia akhirat mas."


"Aamiin ya rabbal'alamiin. InsyaAllah Mas Yoki."


"Semoga apa yang di yakinin oleh Dek Wulan dan mas. Menjadi suatu kebenaran sikap untuk menuju ridho-Nya. Dimana mas juga akan berusaha sekuat tenaga, untuk bisa menjadi seseorang yang di harapkan Dek Wulan,dengan menjadi seorang pria yang sebaik-baiknya di dalam kehidupan adik. "


"Iya Mas Yoki."


Obrolanku dan Mas Yoki melalui pesan singkat SMS pun berakhir pada pukul 23:18.


------


Palembang, 4 Februari 2011.


Pukul 18.53 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku. 


"Assalamu'alaikum.


Apakah Dek Wulan sudah pulang bekerja nya?."


Bunyi pesan masuk pertama yang Mas Yoki kirimkan kepada ku hari ini. 


"Syukur deh. Bagaimana kondisi Dek Wulan sekarang?. Apakah sudah membaik atau masih sakit ?."


"Kondisi adik alhamdulillah sudah membaik, Mas. "


Lalu obrolan kami pun berhenti. Dan pada


pukul 19.20 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku. 


" Ketika malam datang membawa seribu impian. Yakinlah dimana kebahagiaan akan berada di sana. Dan ketika pagi datang dengan sejuta harapan. Yakin lah hari itu akan berjalan dengan sangat indah. Dimana ketika orang yang paling kita sayangi, tidak ada di samping kita. Yakin lah dia akan selalu menyayangi mu, dan merindukan mu."


"Mas Yoki. "


"Iya Dek Wulan,ada yang bisa mas pangku Dek?."


"Hmm, mas nya bercanda terus."


"Terus adik nya mau nya apa?."


"Mau ketemu Mas Yoki. Bisa?. "

__ADS_1


"InsyaAllah bisa. Ayo,adik nya cepetan ke sini. Mas nya sudah siap untuk memangku adik. Ayo adik!.Ayo cepetan!. Jangan malu-malu Dek Wulan."


"Hmm, tuh kan. Mas Yoki bercanda terus."


"Hehehe, maaf Dek Wulan. Kalau tidak di bawa santai. Nanti malah galau terus, karena terbawa kerinduan yang teramat sangat, kepada Dek Wulan. Oh ya, Dek Wulan sedang apa sekarang?. "


"Adik nya sedang tidur-tiduran,mas."


"Ya sudah, adik istirahat saja ya. Tubuh adik pasti kelelahan setelah seharian mengajar. Masih akan mengusap keningnya adil, lalu mencium nya. Hingga adik tertidur."


"Tidak boleh Mas Yoki. Belum halal lho. "


" Oh begitu ya. Oke Dek Wulan. Anggap saja ini latihan, sebelum adik menjadi istrinya mas.Hehehe."


"Hmm, Mas Yoki bisa saja ngeles nya. "


"Mas sangat berharap besar. Atas semua  yang sudah kita bicarakan. Agar semuanya dapat segera terealisasikan. Jujur Dek Wulan, mas sudah ingin sekali cepat menikah dengan Dek Wulan.


Mas juga sangat berharap sekali. Dek Wulan juga cepat sembuh, karena mas sangat mengkhawatirkan kondisi adik akhir-akhir ini. Dan mas sangat sayang sekali dengan Dek Wulan."


"Aamiin ya rabbal'alamiin. Iya Mas Yoki. Terima kasih untuk do'a nya. "


"Sama -sama Dek Wulan. Mas juga rindu sekali dengan adik. Dimana terkadang rasa nya, mas tidak sabar ingin segera bertemu dengan adik secepatnya. Lekas sehat dan segera pulih ya Dek Wulan.


Mas rasa nya tidak tega melihat adik sakit."


"InsyaAllah iya Mas Yoki. Terima kasih untuk perhatian nya, Mas. "


"Adik yang sabar ya, mungkin ini ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala. Mas sayang sekali dengan adik. Iya sama-sama Dek Wulan. Mas ingin berbagi rasa dengan Dek Wulan. Karrena bagi mas, adik bukan sosok asing lagi di kehidupan mas. 


Dimana adik adalah pilihan hati mas. 


I love you Dek Wulan."


"Love you too Mas Yoki. Mas juga harus menjaga kesehatan dengan  sebaik-baiknya ya di sana. 


Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala, senantiasa memberikan kesehatan kepada Mas Yoki. "


"Aamiin ya rabbal'alamiin.Terima kasih Dek Wulan. Mas ingin sekali menjalani sisa hidup ini,bersama adik. 


Meskipun mas tahu. Masih ada banyak sekali kekurangan di dalam diri mas. Tetapi mas sangat berharap, bahwa adik akan mau menerima mas apa adanya."


" InsyaAllah iya Mas Yoki. Adik pun juga demikian, masih banyak memiliki kekurangan. Kita sama-sama berbenah diri ya mas. Sehingga, saat Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempertemukan kita berdua. Kita telah sama-sama menjadi insan yang penuh dengan kebaikan, dan saling memantaskan diri masing-masing. Untuk menutupi segala kelebihan dan kekurangan, yang ada pada diri kita masing-masing. "

__ADS_1


"Iya Dek Wulan. Mungkin saat ini memang mas tidak ada di samping adik. Tetapi mas akan menemani adik nya. Hingga Dek Wulan terlelap tidur nya.  Semoga cepat sembuh, dan besok kondisi nya segera pulih serta dapat tersenyum lagi ya Dek Wulan. Mas sayang sekali dengan Dek Wulan. "


__ADS_2