
Palembang, 22 Januari 2011.
Pagi ini sebelum berangkat untuk bekerja aku berpamitan dengan Mas Yoki dengan mengirimkan pesan padanya.
"Mas Yoki, adek berangkat kerja dulu ya. "
Dan Mas Yoki langsung membalas pesan dari ku.
"Oke Dek Wulan. Hati-hati di jalan ya dek. "
Aku kemudian berangkat bekerja, begitu pula dengan Mas Yoki yang melakukan aktivitas nya juga.
Pada pukul 18:07:06 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Selamat sore Dek Wulan. Adek jangan lupa makan dan minum obat ya dek. "
"Iya mas. Mas Yoki juga jangan lupa makan."
"Iya Dek Wulan. I love you. Nanti jika adek berangkat untuk mengajar private, jangan lupa berdo'a dan hati-hati di jalan ya dek. "
"Love you too Mas Yoki. Hari ini adek tidak mengajar les private, mas. Soalnya muridnya mau pergi. "
"Oh begitu ya. Terus adek setelah ini akan melakukan aktivitas apa?. "
"Di rumah saja mas. Adek mau belajar sambil istirahat. Mas Yoki hendak ingin pergi keluar kah. "
"Ehem begitu ya. Memang nya mau pergi kemana Dek Wulan. Lha, disini sedang hujan deras sekali. Andai saja kita dekat, pasti Mas akan main ke rumah adek."
"Hehehe. Iya Mas. Ya sudah Mas kita salat maghrib dulu yuk. "
"Oke Dek Wulan."
Seperti biasa obrolan ku dan Mas Yoki terhenti, dan kami melakukan aktivitas masing-masing.Aku pun tidak ingin menganggunya, karena mungkin saat ini ia sedang tidur. Dimana Mas Yoki mengatakan, jika disana sedang hujan deras. Pasti menjadi waktu yang enak dan nikmat untuk beristirahat juga tidur. Itu persangkaan ku padanya, sebab aku juga larut dalam mengerjakan soal. Yang terus memaksa diri ku untuk fokus.
Hingga pada pukul 21:49:38 Mas Yoki mengirimkan pesan kepada diri ku.
"Ketika harapan ku perlahan membentuk sebuah bulatan tekad. Dimana untuk bisa menjadi satu dengan diri mu. Namun, semua teruji oleh jarak yang terbentang.
Tetapi, satu keyakinan yang membuat ku bertahan.
Adalah harapan yang berusaha untuk ku jadikan pasti dan nyata.
Bahwa suatu saat Sang Khalik akan mempertemukan kita.
Dimana raga dan jiwa akan berjumpa.
Dan kerinduan ini akan terwujud, untuk bertemu kepada si pemilik nya.
Meskipun aku tidak tahu, kapan itu akan terjadi. "
Saat membaca pesan dari Mas Yoki.
__ADS_1
Aku tahu bahwa ia merindu dalam tumpukkan perasaan nya, yang membelenggu dirinya.
Namun, aku berusaha untuk mengalihkan pikiran akan perasaan galaunya. Supaya tidak semakin membuat dirinya tenggelam, di dalam rasa rindu yang tidak berujung.
"Mas sudah makan dan salat isya. "
"Alhamdulillah sudah Dek Wulan.
Mungkin saat ini, di kepala mas terdapat banyak jutaan tanda tanya yang tumpah ruah. Rasanya hati dan pikiran ingin sekali, membenamkan akan niat baik kita.
Tetapi keyakinan terus membara mengikuti kata hati. I need you Dek Wulan. "
"Saat ini Mas Yoki sedang apa?. "
"Saat ini Mas sedang duduk santai di bale dengan termenung, sambil memandang langit yang masih gelap.
Setelah hujan deras berhenti mengguyur.
Apakah adek sudah selesai belajarnya?. "
"Adek masih belajar Mas. Bale itu apa Mas Yoki?. "
"Bale itu adalah tempat yang di gunakan untuk berkumpul. Yang terbuat dari dari bambu dan atapnya terbuat dari alang-alang.
Oh ya, ibu tadi masak apa Dek Wulan?. "
"Oh begitu, terus mas termenung sendiri begitu. Awas lho mas nanti di ganggu setan, kalau banyak termenung. Apalagi ini sudah malam. Ibu tadi masak rendang ati sapi. "
"Tadi adek makan banyak tidak.
Mas tidak sendirian kok. Ini sambil menonton televisi, yaitu menonton pertandingan sepak bola. Tetapi tidak bisa fokus. Karena mas selalu kepikiran adek terus. Mas rindu adek. "
"Iya adek tahu. Mending rasa rindunya di salurin untuk banyak berdzikir dan berdo'a. Karena hanya dengan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, hati akan menjadi tenang mas . "
"Iya Dek Wulan. Obatnya sudah di minum belum dek. Oh ya, adek sekarang sedang apa?. "
"Sudah Mas, masak adek di suruh minum obat terus. Adek sedang santai Mas. "
"Iya Mas tahu Dek Wulan. Maksudnya mas adek sedang tiduran atau sedang duduk-duduk santai saat ini. "
"Adek sedang duduk setengah berbaring mas. Mas Yoki sudah mengaji belum."
"Jujur dek, mas ngajinya tidak dari awal. Karena jam kepulangan kerjanya mas itu tidak pasti dan tidak menentu.
Sehingga saat ini mas, baru bisa membaca surat Yasin dan surat Waqiah saja. InsyaAllah mungkin jika pekerjaan mas, sudah sedikit lebih longgar. Mas akan usahakan untuk membaca Al-Qur'an dari awal. "
"Iya mas. Oh ya, tadi berarti mas kerjanya kehujanan ya?. Apakah mas baik-baik saja kondisinya saat ini?. "
"Iya Dek Wulan, tadi masnya memang kehujanan. Dan alhamdulillah keadaan mas baik-baik saja juga sehat -sehat saja kok.
Hanya saja sekarang mas sedang merenggangkan otot-otot mas, yang sudah seharian dari pagi hari. Hanya di habiskan di atas sepeda motor dan berjalan.
__ADS_1
Oh ya, Dek Wulan sendiri capek tidak. "
"Sabar ya Mas Yoki. InsyaAllah, jika kita nanti sudah halal dan berjodoh. Jika mas capek akan adek pijitin. Adek nggak capek mas, hanya lelah saja. "
"Ehm, andai saja itu bisa terjadi sekarang. Sungguh betapa bahagia dan beruntung nya mas. Oh ya, obatnya adek apakah sudah habis?. "
"Obat nya tinggal beberapa kali minum lagi mas. Oh ya, kalau mas otot-otot nya kamu mending mas olesin balsam. Supaya otot-otot nya menjadi rileks dan tidak kaku."
"Bagaimana kondisi adek sekarang?. Apakah sudah merasa enakan dan jauh lebih baik?. Mas tidak suka memakai balsam. Karena nanti jika suka di oles balsam, nanti bisa kecanduan."
"Ya tidak apa-apa mas, kan tidak setiap hari. Memakai balsam nya saat sakit saja.
Alhamdulillah, keadaan adek sudah lebih baik mas."
"Hahaha, tidak akh dek. Nanti malah bukan beras lagi yang di beli, tetapi justru membeli balsam terus. Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. Tolong adek jaga kesehatan selalu ya dek."
"InsyaAllah iya mas. Mas Yoki juga jaga kesehatan mas juga ya. Terima kasih untuk perhatian nya mas. "
"Iya dek. Mas hanya ingin selalu menghibur hati adek dan menjadi orang yang selalu dapat membahagiakan adek. InsyaAllah. "
"Aamiin ya rabbal'alamiin. Terima kasih atas niat baik mas Yoki terhadap adek."
"Iya Dek Wulan. Mas berharap ke depan nya kita dapat selalu merawat hubungan ini. Dengan sebaik-baiknya.
Huh, andai adek benar-benar mengetahui perasaan mas saat ini.
Sungguh, mas ingin menyegerakan apa yang sudah menjadi niat mas.
Yaitu untuk bisa melanjutkan hubungan ini, agar dapat di ridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Serta menjadi halal di hadapan Nya. "
"Aamiin ya rabbal'alamiin. I love you Mas Yoki."
"I love you too Dek Wulan. Anggap saja ini semua adalah ujian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Meskipun kita di pisahkan oleh jarak. Tetapi, InsyaAllah hati kita akan selalu dekat. Jujur, adek adalah tumpuan hati mas saat ini.Dan harapan besar mas.
Tolong ya dek. Adek jangan pernah merubah keadaan ini. Meskipun mas banyak memiliki kekurangan dari fisik dan sifat-sifat yang mas miliki.
Adek... Adek.. Muach.. Muach.
I love you Dek Wulan.
Ehem, mas jadi ingin tahu harapan adek tentang hubungan kita ini apa. "
"InsyaAllah iya mas. Harapan adek tentang hubungan ini. Yah sama seperti keinginan dan harapan mas. Dimana cinta dalam pernikahan yang sakral dan halal, adalah bukti cinta yang sebenarnya. Bukan karena nafsu tetapi totalitas pengabdian akan penyempurna ibadah. Sekaligus mengharapkan ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala."
"Aamiin ya rabbal'alamiin. InsyaAllah, mas akan berusaha semampu dan sebisanya untuk dapat mewujudkan semua harapan adek. Meskipun banyak kekurangan yang terdapat pada diri mas. Mas sayang sekali dengan Dek Wulan titik. "
"Iya mas. InsyaAllah adek juga akan selalu berdo'a, supaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempermudah niat baik kita."
"Iya Dek Wulan sama. Mas akan memperjuangkan cinta kita ini. Mas ingin adek menjadi orang pertama yang akan mas selalu lihat. Saat mas membuka mata di pagi hari, selamanya. Muach.. Muach.
Tolong adek selalu yakin, bahwa semua akan indah pada waktunya. Dimana kerapuhan adek semakin memacu adrenalin mas, untuk bisa mewujudkan semua harapan adek dan mas menjadi nyata.".
__ADS_1
Tidak lama setelah itu Mas Yoki menghubungi diri ku. Tanpa kami sadari obrolan kami terus berjalan hingga pukul 03:40:30.
Dimana sambungan telepon kami berdua terus menyala, sementara aku dan Mas Yoki sudah ketiduran karena mengantuk.