
Halaman ke empat belas:
Ya, ibu memeluk Wulan.
Pelukkan.
Pelukkan dari seorang ibu yang telah lama pergi dari hidup Wulan.
Dan kini bisa Wulan rasakan lagi.
"Alhamdulillah ya Allah," ucap ku saat itu penuh dengan syukur kepada Allah.
Dimana bAllah Subhanahu Wa Ta'ala telah menjamah do'a-do'a Wulan.
Entah keajaiban apa yang membuat ibu dapat berubah.
Tetapi Wulan sangat bersyukur akan hal itu.
Senang dan gembiranya hati Wulan.
Karena sudah terlalu lama perasaan ini Wulan nanti kan.
Sejak dari itu, Wulan berusaha untuk bisa penuhi kebutuhan rumah tangga.
Agar ibu tidak kembali lagi pada jalan kesalahan yang penuh dengan dosa itu lagi.
Dan untuk mengisi kegiatannya, sekarang ibu berjualan jamu gendong keliling.
Sebenarnya Wulan tidak mau ibu berjualan.
Tetapi tidak apa-apa Wulan berpikir, jika itu adalah pekerjaan yang halal.
Supaya beliau bisa lebih menghargai hidup. Meskipun sulit.
Tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala harus tetap menjadi kiblat ibu.
Alhamdulillah dengan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Wulan mampu melunasi hutang-hutang ibu. Dan memberikan kehidupan yang lebih baik dari pada sebelumnya untuk ibu.
Dan setelah melihat perkembangan ini.
Kakak perempuan ku juga sering datang berkunjung ke Palembang dengan suaminya. Meskipun hubungan mereka belum berjalan dengan sangat baik.
Tetapi adik yakin Wulan bisa membuka jalan itu, untuk memperbaiki hubungan silaturahmi yang terputus antara ibu dan anak.
Sekarang ibu sakit-sakitan.
Wulan sangat sedih sekali.
Meskipun sekarang Wulan senang, karena Ibu sudah mau salat dan berubah tiga ratus enam puluh derajat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala terus bersama Wulan Mas Yoki.
Allah lah yang selalu menemani hari-hari panjang Wulan yang melelahkan, dan Dia pula lah yang menghapus semua kesedihan Wulan dengan kesabaran.
Ini hanya sebagian kisah pendek hidup Wulan Mas Yoki.
Jika Mas Yoki sering mengatakan jika adik pendiam, mungkin iya.
Halaman ke lima belas:
Karena semua proses hidup yang Wulan jalani, harus membuat Wulan tetap sendiri. Dimana tidak ada orang lain yang bisa menemani Wulan.
Jadi sebisa mungkin, Wulan harus berusaha untuk tetap berjalan sendiri.
Tanpa memberatkan orang lain dan siapa pun juga.
Sehingga sampai sekarang pun Wulan pun masih berjuang Mas Yoki.
Berjuang untuk menggapai impian adik.
Yah,pulang dari mengajar.
Adik melanjutkan sambil kursus Bahasa Inggris.
InsyaAllah,jika kursusnya sudah selesai.
Adik ingin sekali melanjutkan untuk kuliah malam.
Mas Yoki boleh berpikir ulang lagi kok, untuk bisa sayang dengan orang seperti adik.
Dengan semua latar belakang kehidupan Wulan.
Wulan itu bahkan tidak layak untuk bermimpi.
Agar mendapatkan seseorang yang baik untuk hidup adik.
Tetapi terkadang Wulan berpikir.
Apa akan ada suatu saat nanti seseorang yang peduli akan hidup Wulan.
Setelah mereka mengetahui jika Wulan itu, bukan seorang anak yang jelas statusnya atau asal usul nya.
Dari dulu sampai sekarang pun.
Wulan hanya ingin menempatkan posisi adik. Pada sikap yang tidak akan melukai orang-orang yang adik sayangi.
Yah,itu adalah proses hidup adik secara singkat Mas Yoki .
Apa pun, siapa pun, bagaimana pun ibu adik. Wulan akan tetap menyayangi nya, karena beliau memiliki perjuangan yang luar biasa keras nya, untuk membesarkan Wulan seorang diri .
Selanjutnya dan seterusnya beliau akan tetap menjadi sosok yang akan Wulan sayangi dan cintai.Bahkan sampai kapan pun juga.
Apa yang bisa aku katakan kepada diri mu.
__ADS_1
Wahai engkau tumpahan segala asa ku yang terbelenggu.
Apalah yang bisa aku berikan kepada mu.
Wahai arahan hati ku kini menuju.
Selain deretan cerita kesedihan, dari perjalanan kehidupan ku.
Maka pantaskah hati ini mendapatkan kasih mu.
Halaman ke enak belas:
Adik pernah dekat dengan orang Palembang.
Namanya Raden Muhammad Sultan Sulaiman.
Saat itu, umur adik kurang lebih tiga belas tahun.
Adik masih duduk di kelas dua sekolah menengah pertama.
Saat itu Kak Sultan, umurnya kurang lebih dua puluh satu tahun.
Rumahnya tidak jauh dari rumah adik tinggal. Awalnya adik bisa dekat sama dia, karena teman adik berusaha untuk nyomblangin dan mendekatkan kita berdua.
Adik dan Kak Sultan tidak pernah mengatakan perasaan sama-sama suka.
Tetapi adik dan Kak Sultan menjalani saja kedekatan pertemanan kami.
Hingga kurang lebih satu tahun hubungan kedekatan kami bertahan.
Yah,kalau di bilang seperti cinta monyet, mungkin iya.
Karena dia adalah laki-laki, dan seseorang yang pertama kali banyak mengisi hati adik kala itu.
Dimana perasaan itu tetap terjaga di dalam hati dan diam, tanpa pernah mengatakan kata cinta.
Kalau di bilang sayang dengan Kak Sultan.
Ya adik ada perasaan khusus untuknya.
Karena secara tidak langsung, dia juga selalu membuat adik dapat tertawa dalam kesedihan yang adik rasakan.
Sampai jauh dari Kak Sultan.
Wulan tidak pernah ingin mencoba membuka hati lagi dan dekat dengan siapa pun juga.
Wulan bersyukur karena Kak Sultan dapat hadir di dalam hidup Wulan.
Karena selama ini, Kak Sultan selalu berperan seperti sosok kakak untuk Wulan.
Meskipun tidak sepenuhnya semua berjalan lancar. Dimana saat Wulan sendiri dan sedih. Dia selalu menemani Wulan.
Tetapi terkadang sifat egois dan kekanak-kanakannya yang muncul seketika, juga membuat adik jadi sebal pada nya.
Yang tidak bisa dia tinggalkan.
Dan itu menjadi poin berharga untuk adik, segera mengakhiri hubungan kedekatan kami,yaitu dengan menjauh darinya.
Apalagi saat ibu tahu jika Wulan dekat dengan dia.
Ibu marah-marah, karena Kak Sultan bukan laki-laki yang baik menurut ibu.
Ibu dapat mengatakan hal tersebut, karena beliau juga mengetahui tentang kebiasaan buruk nya itu.
Sebenarnya Wulan tidak terlalu ambil pusing. Lagi pula,saat itu Wulan masih sekolah menengah pertama, terus kalau pun untuk pacaran pasti tidak mungkin.
Karena Wulan juga tidak mau.
Wulan pun juga tidak serius dengan dirinya.
Yah.
Wulan pikir benar juga, apa yang ibu katakan.
Lagi pula, Wulan juga ingin fokus dan belajar dulu.
Sehingga, hubungan kami setelah itu menjauh dan berakhir juga.
Setelah itu Wulan tidak pernah dekat lagi dengan Kak Sultan.
Meskipun ia sering berusaha untuk tetap mendekati adik dengan berbagai caranya.
Tetapi adik tetap menghindari nya.
Setelah itu ada seseorang cowok juga namanya Sultan Wijaya Kusuma.
Dia bilang sudah suka dengan Wulan sejak lama dan sudah lama sekali katanya.
Terus dia menembak Wulan dengan mengungkapkan perasaannya di depan teman-teman Wulan dan temannya.
Saat itu Wulan sangat shock pastinya Mas Yoki.
Tetapi Wulan saat itu menerima dia, bukan karena Wulan suka dengan dirinya.
Supaya dia jangan sampai malu di depan orang.
Tetapi setelah semua orang pergi.
Ya, Wulan jelasin saja ke dia langsung, kalau Wulan tidak bermaksud untuk menerima dia.
"Jika sesuatu hubungan yang di landasi karena keterpaksaan itu tidak baik ," ucap Wulan padanya saat itu.
Tetapi dia nya tidak mau mengerti dan bertambah memaksa adik untuk tetap menerima cintanya.
__ADS_1
Halaman ke tujuh belas:
Sebenarnya kalau di pikir Wulan juga kasihan sama dia. Coba saja kalau adik di posisi dia. Pasti sakit sekali.
Tapi bagaimana.
Alhamdulillah, dengan berjalannya waktu.
Dia akhirnya mau mengerti.
Walaupun sempat tidak mau berbicara dengan Wulan.
Kalau zaman sekolah lucu saja.
Ada sampai teman laki-laki Wulan.
Hingga ada adik kelas datang ke rumah, dengan alasan untuk menanyakan pekerjaan rumah atau tidak mengerti pelajaran.
Dan meminta adik untuk mengajarinya.
Terkadang sampai mereka membawa coklat, bunga, permen, buah dan lain-lain.
Yah, itu berbagai alasan mereka.
Hanya untuk sekedar ingin dekat dengan adik saja.
Itu hanya sebagian kecil cerita adik, Mas Yoki. Dulu adik mempunyai banyak teman laki-laki. Dimana umurnya jauh lebih dewasa semua dari pada adik.
Tetapi mereka semua sudah adik anggap seperti kakak bagi adik sendiri.
Sampai suatu hari, mereka salah menafsirkan dan mengartikan sikap adik.
Sampai mereka bilang suka dan sayang pada adik. Dan terlebih-lebih ada yang sudah punya pacar, sampai pacarnya musuhin adik.
Karena merasa cemburu pada adik.
Setelah adik pikir-pikir.
Sepertinya adik tidak usah berteman lagi saja dengan mereka.
Dari pada nanti adik bertambah pusing saja.
Maka dari itu.
Adik sudah jarang berteman dengan orang-orang dekat rumah adik.
Walaupun hanya beberapa orang saja sih, yang masih berteman dengan adik.
Sekarang adik lebih sering menghabiskan waktu adik di rumah saja, yaitu dengan membaca buku dan lain-lain.
Tetapi terima kasih ya Mas Yoki.
Karena Mas Yoki sudah hadir dan datang di hidup adik.
Terima kasih karena Mas Yoki.
Sudah memberikan sebuah perasaan hangat dalam kesepian Wulan.
Halaman ke delapan belas:
Senyum hati ku tersenyumlah.
Gelak hati ku , gelak lah tertawa.
Dan jangan pernah meragu untuk bahagia.
Yang mana duka ku, akan segera pergi menghilang.
Aduhai, di kulum hati yang sepi nan sunyi.
Walaupun hati ku rasakan retak dan luka.
Benar mawar kembang melur mengurai indah, dengan kelopak merekah merah.
Dimana anak dara sedang duduk termangu, seorang diri dalam kesepian penantian nya.
Di kenang orang sekali pun ia tiada pernah, hingga ia berkecil hati dalam nelangsa deritanya.
Oh,
Ke manakah pergi mencari sang surya yang bersinar?.
Ketika hujan badai membasahi tubuh tak berdaya ini.
Jikalau tubuh terkuyup dan pintu hati tertutup.
Kala seseorang datang duduk dalam sanubari.
Dan menyemai benih cinta kerinduan.
Yang tak pernah di harapkan oleh hati.
Meskipun itu hanya mimpi.
Semoga apa yang telah adik tulis dalam surat ini. Menjadi kebijakan Mas Yoki untuk mendeskripsikan hidup adik, dalam hati Mas Yoki.
Dan menjadi bahan pertimbangan Mas Yoki, untuk mencintai adik.
Aku bukanlah matahari atau pun rembulan yang bersinar rupawan, untuk membasuh birahi mu.
Tapi aku hanyalah bunga teratai, yang tumbuh hidup di rawa berlumpur.
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Surat ini selesai adik tulis pada tanggal 16, Januari 2011 di Palembang.
__ADS_1
Wulan.