
Palembang, 31 Januari 2011.
Pukul 17:27:48 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Selamat sore, Dek Wulan. Apakah Dek Wulan sudah pulang bekerjanya?."
"Alhamdulillah. Adik baru saja sampai di rumah, mas. Mas Yoki sudah pulang bekerja juga kah?, "
"Belum dik. Mas belum pulang bekerja,ini mas masih di proyek.
Ya sudah, jika begitu adik langsung mandi dan siap-siap untuk buka puasa ya ,dik."
"Iya Mas Yoki."
"Seiring kebersamaan yang kita jalani. Maka semakin tumbuh rasa sayang,yang terus menyeruak di luar batas kontrol kita. Terutama pada diri mas sendiri ,yang di mana tanpa mas sadari. Hubungan ini terus memberi tekanan psikis bagi jiwa kita berdua,dan khususnya mas. Namun, meski dengan ketidakberdayaan yang mas miliki saat ini . Mas sangat berharap sekali. Jika adik akan selalu menjaga hati adik di sana. Supaya semua yang sudah kita awali ini, akan berujung dengan kebahagiaan.
Mas sayang sekali dengan Dek Wulan."
Obrolan kami pun berhenti dan melakukan aktivitas masing-masing. Pada pukul 18:00:33.
Aku mengirimkan pesan kepada Mas Yoki:
"Mas Yoki. "
" Ada apa dek Wulan?."
"Mas nya baik-baik saja kah, saat ini?. "
"Mas nya saat ini hanya bisa pasrah Dek Wulan. Tanpa tahu akan bagaimana ujung dari hubungan kita ini. Huft....Tetapi apa pun itu mas sangat berharap. Hal yang terbaik untuk kita berdua. Saat ini seolah diri mas terduduk lemas dan tidak berdaya, menahan kerinduan yang teramat sangat pada diri mu, Dek Wulan. Dimana sambil melihat keindahan senja yang terus berlalu pergi, tanpa kehadiran mu di sisi ku. Matahari sudah tenggelam, dan
berganti dengan cahaya bulan, yang sebentar lagi hadir memamerkan kebahagiaannya. Kesabaran mas yang tersisa dan harapan besar hati mas, seakan-akan melengkapi kesendirian ini.
Dimana do'a yang mas selalu panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Seperti bagaikan tameng diri saja. Ibarat sebagai bentuk kepercayaan hati, untuk menipu diri. Agar mas kuat menahan kerinduan ini.
Namun, perlahan kekuatan itu pun semakin menipis. "
"Semangat Mas Yoki. Percayakan semuanya pada rencana Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jika memang kita berdua, di takdirkan untuk bersama. Percayalah, Allah akan mempertegas kita berdua di waktu dan di saat yang tepat. Jadi, Mas Yoki tidak perlu risau. Dan perbanyaklah berdzikir dengan mengingat Allah. Sebab hanya dengan mengingat Allah, hati kita akan tenang. "
"Beruntung sekali, aku dapat bertemu dengan sosok seperti Dek Wulan, yang membangkitkan ku dari keterpurukan yang menebal ini. Tetapi hubungan kita ini masih sangat terbentur dengan jarak.
Namun, sungguh aku selalu bersyukur. Karena sosok yang kuidam-idamkan itu, memang ada. Yaitu Dek Wulan.
Adik sedang apa sekarang?.
Adik Mas nya siap-siap untuk bekerja dulu ya."
"Adik sedang tidur-tiduran Mas Yoki. "
"Oh ya. I love you dek Wulan. Mas berangkat dulu ya,dik.Miss you Dek Wulan.Baik-baik ya sayang, dan adik tidurnya jangan malam-malam ya. Miss you so much adik. "
"Iya Mas Yoki. Hati-hati di jalan ya Mas.
Love you too, Mas Yoki. "
__ADS_1
Obrolan ku dan Mas Yoki pun berakhir pada pukul 23:01:49. Dimana Mas Yoki harus bekerja lembut dan berangkat ke luar kota.
-----
Palembang, 1 Februari 2011.
Pukul 04:12:19
Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Ayo bangun Dek Wulan!
Salat subuh dulu yuk, "ajak Mas Yoki melalui pesan singkat yang ia kirimkan pada ku. Pada pukul 04:14 :51.
Pesan pertama dari Mas Yoki belum ku respon. Hingga ia mengirimkan pesan lagi pada ku.
" Ayo adik nya bangun dulu, terus ambil air wudhu dan kita salat berjamaah.
Mas gendong ke kamar mandi ya.
Ayo, Dek Wulan naik ke punggungnya mas."
"Adik sudah bangun dan salat subuh, mas. "
"Adik nya pasti tidur lagi nih, sehabis salat subuh."
Namun, aku tidak membalas pesan dari Mas Yoki. Dan melanjutkan tidur ku. Sebab badan ku kurang sehat.
Dan pada pagi harinta. Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Ketika mentari pagi perlahan menampakkan diri. Sontak semua makhluk bumi menyambut nya, dengan satu harapan dan sebuah rasa penuh keyakinan.
Dan kali ini pun, aku juga tidak membalas pesan dari Mas Yoki. Karena telepon genggam ku juga sedang bermasalah.
Pukul 17:13:32 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Selamat sore cantik. Bagaimana kabarnya hari ini,dik ?."
Namun, aku juga belum bisa membalas pesan dari Mas Yoki. Karena telepon genggam ku masih bermasalah. Barulah pada pukul 21:25:50.Telepon genggam ku dapat menyala lagi. Sehingga aku dapat membaca semua pesan dari Mas Yoki. Begitu juga dengan banyaknya panggilan tidak terjawab darinya. Agar tidak membuat Mas Yoki merasa khawatir dan cemas.
Maka aku pun segera membalas pesan darinya.
"Apakah Mas Yoki sudah makan dan salat?. Maaf adik baru bisa balas pesan dari Mas sekarang. "
" Sudah Dek Wulan. Kenapa dik?. Apakah telepon genggamnya adik bermasalah lagi kah?. Soalnya dari tadi mas Hubungin adik, tidak bisa terhubung begitu. "
"Iya Mas Yoki, telepon genggam nya adik sedang bermasalah lagi. "
"Adik sedang apa sekarang?. Ya sudah, kita tidur yuk dik. Dek Wulan mau tidur di mananya mas. Tetapi,adik janji dulu.
Kalau adik harus peluk mas nya sampai pagi, ya. Soalnya tanpa pelukan adik. Dingin sekali rasanya. Hehehe.
Nanti mas nya usap punggung adik, dengan mesra dan penuh perasaan kasih sayang. Sambil mas kecup kening adik nya.
I love you,Dek Wulan.
__ADS_1
Ya sudah, sekarang malam ini biarkan tubuh kita saling bercanda. Agar kita lekas dapat beristirahat.Mas sayang sekali dengan Dek Wulan.Muah..muah.
Tidur sekarang yuk, Dek Wulan."
"Iya Mas Yoki. "
Obrolan kami pun berakhir.
-------
Palembang, 2 Februari 2011.
Pukul 18:06:44 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Selamat sore Dek Wulan. Apakah Dek Wulan sudah pulang bekerja?.Oh ya, Dek Wulan jangan lupa makan ya. Dan tolong makan yang banyak ya, dik."
"Selamat sore juga Mas Yoki. Ini adik baru pulang kerja, Mas. InsyaAllah, iya Mas Yoki.
Mas sedang apa sekarang?. "
"Ini mas sedang mencari makan. Soalnya mas lembur gantiin sopir yang sedang sakit."
"Oh, Mas menyetir juga. Ya sudah, Mas Yoki hati-hati ya. "
"Iya Dek Wulan. Bukan hanya menjadi sopir saja. Tetapi plus mandorin teman-teman sekalian. Karena deadline besok harus kelar."
"Oh ya sudah, Mas Yoki kerjanya yang semangat dan hati-hati ya. Mas sudah makan belum?. "
" Ini mas nya sedang makan nasi pecel dan teh hangat. Adik mandi dulu. I love you Dek Wulan.Muah."
"Iya Mas Yoki. Tetap semangat kerjanya. Semoga lelah mu menjadi lillah, dan Mas Yoki senantiasa di berikan kesehatan selalu."
"Iya terima kasih do'a dan supportnya, ya Dek Wulan. Mas sayang sekali dengan Dek Wulan. Ya sudah, adik mandi dan salat. Terus makannya yang banyak ya.
Miss you cantik."
"Adik sedang di jalan mas. Mau berobat ke dokter lagi. "
"Ya Allah, Dek Wulan sakit lagi ya.
Ya sudah hati-hati di jalan, dik."
"Iya Mas Yoki."
Pukul 21:39:34 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Apakah adik sudah pulang?."
Namun, aku belum membalas pesan dari Mas Yoki. Karena setelah berobat ke dokter. Aku langsung beristirahat.
Pada pukul 23:05 :42 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Ya sudah ,adiknya istirahat ya biar cepat sembuh. Mas tidak mau adik sakit terus. Karena Mas sayang sekali dengan Dek Wulan."
Pada pukul 23:19:15 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
__ADS_1
"Selamat tidur ya Dek Wulan.
Mas do'a kan,semoga Dek Wulan cepat sembuh. Aamiin ya rabbal'alamiin. "