
Palembang, 5 Februari 2011.
Pukul 05.54 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Pagi selalu menawarkan kita akan kesempatan, harapan dan cinta. Selamat pagi Dek Wulan. Semoga hari ini aktivitas nya lancar."
"Selamat pagi juga Mas Yoki. Aamiin ya rabbal'alamiin.Begitu pula dengan Mas Yoki."
Setelah itu, tidak ada lagi obrolan yang terjadi antara diri ku dan Mas Yoki.Kami pun melakukan aktivitas masing-masing.
Pada pukul 17:26 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Selamat sore Dek Wulan.Bagaimana kondisinya adik sekarang?.Apakah adik sudah baikkan sekarang?."
"Alhamdulillah lumayan sudah membaik Mas Yoki."
"Dek Wulan sudah pulang bekerja kah saat ini?.Dan sekarang Dek Wulan sedang apa?."
"Adik sedang istirahat Mas Yoki."
Obrolan ku dan Mas Yoki tidak di lanjutkan lagi. Baru lah pada pukul 21:14 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi kepada diri ku.
"Dek Wulan.Adik sedang apa sekarang?."
"Adik baru selesai mandi mas."
"Lho, adiknya kok baru mandi sekarang."
"Iya mas, tadi selepas salat maghrib adik ketiduran.Karena adiknya sudah sangat kelelahan."
"Ya sudah, kalau begitu adik istirahat saja setelah ini dan tidur lagi ya. Supaya kondisi adik segera benar-benar sehat dan pulih kembali."
"Iya Mas Yoki. Selamat malam mas."
__ADS_1
"Selamat malam Dek Wulan. Mas sayang adik.Muah.Mimpi yang indah ya Dek Wulan."
---------
Palembang,6 Februari 2011.
Pukul 06:46 Mas Yoki mengirimkan pesan.
"Saat ini masnya sedang malas-malasan di tempat tidur.Sembari memikirkan Dek Wulan. Oh ya,adik sedang apa saat ini?."
"Adik sedang mau siap-siap untuk mandi Mas. Tetapi ini adik sedang menyapu rumah dulu. Sambil menunggu air nya panas."
"Hmm, adik belum mandi ya. Jika menyapu itu yang bersih ya Dek Wulan.Nanti jika tidak bersih,kata orang-orang nanti suaminya jenggotan lho Dek Wulan. Hehehe."
"Mitos itu Mas. Hehehe. Berarti jika adiknya menyapunya tidak bersih, suaminya jenggotan.Berarti suaminya bukan Mas Yoki dong.Kan Mas Yoki tidak jenggotan.Terus bagaimana itu?."
"Huahahahha.Iya deh, nanti mas akan melihat dulu.Jika adik menyapunya kurang bersih. Mas akan panjangin jenggot nya."
"Hmm, bisa saja mas nya."
"Iya Mas Yoki.Mas Hati-hati di jalan ya Mas."
Setelah itu, tidak ada percakapan lagi antara diri ku dan Mas Yoki.Hingga pukul 10:16 Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada ku.
"Dek Wulan sedang apa sekarang?.Adik tahu tidak.Jika saat ini,mas sekarang sedang berada di makam mantan Presiden Indonesia yaitu almarhum Bapak Soeharto di astana giri bangun. Ehem,hawanya sejuk sekali Dek Wulan."
"Wah,pemandangan nya pasti bagus ya mas.Oh ya, Mas Yoki sedang apa di sana?."
"Bukan hanya pemandangan nya saja yang indah Dek Wulan.Tetapi hawanya juga sangat sejuk sekali.Di sini mas sedang memasang reklame.Oh ya,Dek Wulan makannya yang banyak ya. Terus istirahat, supaya badannya fresh lagi.Oke, Dek Wulan."
"Iya InsyaAllah Mas Yoki, hati-hati bekerja ya."
Obrolan ku berhenti dengan Mas Yoki.
__ADS_1
Dan pada pukul 23:49 Mas Yoki mengirimkan pesan SMS kepada diri ku.
"Entah sampai kapan. Aku akan mampu menahan semua kerinduan,yang semakin membumbung tinggi ini.Sampai kapan?.
Ya Tuhan,sampai kapan?."
Mas Yoki lalu mengirimkan pesan lagi pada ku yang kedua.
"Sejenak aku pun terdiam dari hiruk pikuk rutinitas ku.Dimana dalam diam ku,terlintas sosok yang teramat sangat ku damba dalam pikiran ku. Dan kini, semakin kita melangkah.Aku semakin yakin,jika diri mu adalah sosok yang ku cari selama ini."
Belum selesai aku membaca pesan dari Mas Yoki.Namun, dirinya telah mengirimkan pesan lagi kepada diri ku.
"Tidak akan pernah habis rasanya, aku terus membayangkan diri mu. Meskipun pikiran sesat datang menyelinap dan seolah-olah berkata,untuk mematahkan tekad ku. Apakah mungkin untuk kita berdua akan bertemu?.Namun, semua itu tidak aku hiraukan sama sekali. Karena aku sungguh yakin akan diri mu."
Pesan beruntun selanjutnya dari Mas Yoki,yang belum sempat aku balas.
Ingin rasanya untuk segera mengakhiri hubungan ini,dengan suatu ikatan sakral.Yang berisikan janji suci antara kita berdua.Untuk seiya, selatan,dan selaras dalam langkah yang di rahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala."
"Aamiin ya rabbal'alamiin," balas ku.
Kemudian,Mas Yoki menghubungi diri ku.Dimana banyak hal yang kami bicarakan,mengenai pemikiran dan hubungan kami. Dan tanpa terasa percakapan ku dengan Mas Yoki melalui sambungan telepon,terjadi cukup lama hingga, pukul 00.01.Karena hari sudah semakin malam,maka kami pun mengakhiri percakapan kami berdua.Lalu,Mas Yoki mengirimkan pesan lagi kepada diri ku.
"Sederhana,muda usia,matang keimanan,cantik dan mempunyai tujuan hidup yang mulia.Kamu itu perempuan yang sempurna di mata mas, Dek Wulan.
Ya sudah, sekarang kita tidur yuk Dek Wulan.Besok kita kan kerja, sekaligus menjaga kondisi kesehatan kita."
"Iya Mas Yoki."
Obrolan ku dan Mas Yoki malam itu pun berakhir.Dengan perasaan rindu yang semakin bergelayut di hati kami masing-masing.Mata ku terasa sulit untuk terpejam.Dimana bayang-bayang akan rasa rindu,terus menyergap dalam sanubari.Aku pun bangun sebentar dari tidur ku,untuk mengambil foto Mas Yoki.Kemudian,aku pun kembali berbaring di atas ranjang tempat tidur ku.Sembari memandangi potret dirinya dalam foto berukuran 4x6 yang sedang ku pegang,dengan tangan kanan ku.
Huft,ku hembus kan napas pendek.Setidaknya untuk mengobati kerinduan ku pada Mas Yoki.
"Ya Allah,jika memang engkau takdir kan. Mas Yoki untuk menjadi jodoh ku,maka dekatkan lah kami dengan cara yang terbaik menurut Mu.Dan bila Mas Yoki, bukan lah jodoh ku. Maka jauhkan lah dirinya dari ku. Sebelum perasaan yang tumbuh di dalam hati ku menjadi semakin dalam kepada nya.Aku menggantungkan segala asal,keinginan,hasrat dan juga rindu ku pada-Mu Ya Rabb.Karena aku tahu hanya Engkau lah tempat sebaik-baiknya bergantung dari segala keinginan dan keterputusasaan, yang membelenggu diri ku,"batin ku di dalam hati.
__ADS_1
Aku terus membasahi lisan ku dengan dzikir.Supaya hati ku menjadi tenang,dan setan tidak menguasai pikiran juga hati ku.
Aku memang mencintai Mas Yoki.Tetapi, aku ingin tetap menjaga perasaan cinta ini. Hingga memang Mas Yoki benar-benar layak mendapatkan nya, saat dirinya memang di takdir kan untuk menjadi suami ku.