Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
Menjadi dekat.


__ADS_3

Palembang.


Senin, 3 Januari 2011.


Setelah berkirim pesan dengan Mas Yoki. Aku merasa dekat dengan dirinya dan nyaman berteman dengannya.


Selepas salat subuh aku pun sengaja mengirimkan pesan padanya.


Untuk mengetahui apakah dia sudah bangun dan melaksanakan salat atau belum.


-Assalamu'alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.


Sudah bangun salat subuh Mas Yoki?.


Namun, ia tidak langsung membalas pesan dari ku.


Dan pada pukul 06:36:44 Mas Yoki baru membalas pesan dari ku.


- Wa'alaikumussalam.


Maaf mas telat balas pesan dari adek. Soalnya tadi habis salat subuh mas langsung mencuci pakaian.


Jadi mas tidak mendengar kalau ada SMS dari adek.


Apakah adek sudah berangkat mengajar?.


Tetapi aku sudah berangkat mengajar di bimbingan belajar dan tidak membawa telepon genggam ku.


Aku tahu jika Mas Yoki membalas pesan dari ku yaitu setelah aku pulang kerja pada sore hari.


Dimana aku langsung memeriksa pesan masuk pada telepon genggam milik ku.


Setelah pulang mengajar.


Lelah pada diri ku terasa memudar saat mendapatkan SMS darinya.


-Sore adek. Apakah adek sudah pulang bekerja?.


Dan aku pun langsung membalas pesan darinya.


-Alhamdulillah sudah Mas.


Oh ya Wulan mau mandi dulu ya mas.


Karena sebentar lagi adzan maghrib.


Wulan ingin persiapan untuk berbuka puasa.


-Iya dek.


Pukul 18:01:10 Mas Yoki mengirimi ku pesan lagi.


Tentunya setelah diri ku selesai berbuka dan melaksanakan salat maghrib.


Aku dan Mas Yoki pun saling berkirim SMS kembali.


-Buka puasa dengan lauk apa dek.


-Sayur asem pande, daun singkong rebus dan es cincau jeruk nipis.


Apakah Mas Yoki sudah mandi?.


-Ehem enaknya.


Aku sudah mandi.


Emang kenapa dek.


Apakah mas akan di ajak adek jalan-jalan ya?.


-Tidak Mas Yoki.


Adik hanya bertanya saja.


Lagi pula mana bisa jalan-jalan kita kan berjauhan mas.


-Hehehe.


Mas hanya bercanda saja.


Oh ya sekarang adik akan mengajar les private ya?.


Adek berangkat jam berapa.


-Iya, sebentar lagi mas.


Ini adek mau berangkat mas dan lagi mau siap-siap.


Ya sudah SMS-an nya di sambung nanti lagi ya Mas. Wulan takut telat.


-Oke dek.


Setelah pulang mengajar les private.


Aku langsung membersihkan diri dan berganti pakaian lalu melaksanakan salat isya.

__ADS_1


Kemudian aku duduk sebentar sambil meminum es cincau dari lemari es.


Begitu selesai aku langsung mengecek telepon genggam milik ku yang memang tidak ku bawa saat mengajar les private.


Aku pun langsung melihat apakah ada pesan masuk dari Mas Yoki untuk ku.


Dan benar pukul 22:07:36 Mas Yoki mengirimi ku pesan.


-Apakah adek sudah pulang mengajar?.


-Adik sudah pulang dari mengajar mas.


Mas sedang menunggu Wulan pulang mengajar ya?.


-Loh kok Wulan tahu.


Memang Wulan naik apa barusan pulang mengajar les private.


-Wulan mengajar les privatenya dengan berjalan kaki mas.


Tempat Wulan mengajar les private dekat dari rumah soalnya.


Mas Yoki sudah makan dan salat.


-Oh begitu ya.


Alhamdulilah mas sudah makan dan salat tadi.


Apakah adek lapar lagi ?.


-Tidak mas adek masih kenyang.


Mas Yoki sedang apa sekarang?.


-Loh biasanya malam kan lapar lagi kalau paginya puasa.


Ini lagi menonton film Laskar Pelangi.


Adek sendiri sedang apa.


-Adek sedang menulis di buku diary.


Oh ya Mas Yoki apakah ngekost.


-Mas tidak ngekost dek.


Alhamdulillah kebetulan di sini sudah di sediakan mess.


Adek sedang menulis apa?.


Wah berarti adek rajin sekali nulis diary ya.


-Di rumah saja mas membaca buku.


-Wah enak ya.


Mengapa adek tidak berrmain dengan teman-temannya?.


-Wulan sudah capek mas.


Bermain dengan teman juga menghabiskan waktu dan tidak ada faedahnya mas.


Kalau hanya nongkrong-nongkrong tidak jelas.


-Iya juga sih apa yang adek katakan.


Kalau aku sudah tidak seperti dulu yang sering kumpul dengan teman-teman.


Paling kalau aku keluar hanya bermain futsal.


Oh ya kalau boleh tahu adek pernah pacaran tidak.


-Adik tidak pernah pacaran mas tetapi adik pernah dekat sama seseorang.


-Terus ceritain dong ke mas tentang kedekatan adik dengan seseorang itu.


-Apa yang harus di ceritakan.


-Ya kisah kedekatan nya itu atau sekarang masih berhubungan ya ?.


-Maaf mas hal itu tidak bisa di ceritakan karena itu adalah privasi adik.


Sudah tidak dekat lagi mas karena di larang dekat ibu dengan dia.


Intinya dia laki-laki yang tidak baik karena di lingkungan tempat tinggal ku banyak anak-anak yang tidak benar.


-Lalu Mas Yoki sendiri apakah sudah memilki pacar.


-Kalau aku hampir satu tahun ini jomblo.


Dulu putus gara-gara dirinya suka dengan cowok lain.


Memang kenapa kok tidak di restuin ibu. Apakah memang dosa ya kalau menceritakan apa adanya?.


Jangan kan di Palembang di Jogja pun banyak sekali yang seperti itu adek.

__ADS_1


Aku sedang ingin sekali menemukan seseorangyang cantik hatinya.


Yang serius dan bisa jadi partner di dunia dan akhirat ku.


Memang sulit sekali.


Tetapi aku yakin sosok seperti itu ada.


-Aku do'ain semoga Mas Yoki segera menemukan perempuan idaman nya itu.


-Aamiin ya rabbal'alamiin.


Kalau adek sendiri cowok yang seperti apa yang adek idam-idamkan.


-Kalau tidak salah Wulan pernah memberitahu kepada Mas Yoki.


Intinya sama seperti perempuan umumnya.


-Iya Mas tahu tetapi adek kan punya bayangan tersendiri tentang sosok pria itu. Nah yang mas tanyakan itu.


-Ya sesuai yang di berikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala saja.


Sebab Dia lebih mengetahui mana yang terbaik buat Wulan.


-Kok seperti pasrah begitu sih.


Mas menjadi penasaran nih.


Peristiwa atau kegiatan apa aja yang di tulis di diary adek hari ini?.


-Tidak pasrah mas.


Lagi pula kenapa harus mengebu-ngebu. Nanti jika sudah jodohnya akan datang sendiri di waktu yang tepat.


Karena setiap orang sudah Allah Subhanahu Wa Ta'ala persiapkan pasangan hidupnya masing-masing.


Jadi tidak usah terlalu memikirkan pacaran atau hal-hal lain yang akan menambah dosa saja dan membuang -buang waktu saja.


Banyak sekali mas tidak bisa di ceritakan.


-Ehem bener juga apa yang adek katakan.


Lagi pula lama-lama pacaran hanya menambahkan dosa.


Kalau menurut Mas jika sudah merasa cocok langsung menikah saja.


Itu lho mas penasaran isi diary adek hari ini.


-Kalau penasaran mas lihat daja sendiri.


-Ya mana kelihatan adek.


Memang adek menulis apa saja untuk hari ini .


-Banyak sekali mas dan maaf ini privasi sehingga tidak bisa di ceritakan dengan orang lain.


-Ehemmm.


Kok sampai segitunya sih.


Ya sudah tidak apa-apa jika adek keberatan.


Obrolan ku dan dirinya pun berakhir tepat saat jam menunjukkan pukul 23:22:11.


Aku pun tidak lagi membalas SMS nya dan menyelesaikan menulis di buku diary ku.


Lalu melakukan kebiasaan diri ku sebelum menjelang tidur yaitu mengambil air wudhu.


Namun, mata ku juga belum dapat terpejam. Hingga akhirnya aku pun mengambil Al-Qur'an dan membacanya.


Hening dan damai yang ku rasakan saat lantunan ayat-ayat suci mengalir membasahi lisan ku.


Aku terus menikmati tadarrus Al-Qur'an ku.


Dimana rasa lelah dan keletihan yang menyergap diri ku perlahan memudar dari pundak ku.


Tidak lama setelah itu ibu ku pun terbangun dari tidurnya.


Lalu mengusap punggung ku dan berbisik lembut.


"Nak sudah malam, sebaiknya kamu lekas tidur. Besok kamu masih bekerja kan, " pinta Ibu ku.


"Iya bu sebentar lagi. Wulan selesai kan dulu membaca Al-Quran nya.


Lagi pula Wulan belum mengantuk, " jawab ku pelan.


Ibu ku tersenyum dan mengusap kepala ku pelan, "Iya nak tetapi kamu juga harus menjaga kesehatan ya."


Aku mengangguk dan tersenyum pada ibu ku yang berlalu dari hadapan ku.


Tidak lama kemudian setelah selesai membaca Al-Quran.


Aku pun membaca do'a dan merebahkan diri ku di atas ranjang tempat tidur ku untuk melepaskan rasa lelah ku pada hari ini.


Mata ku memandang ke arah langit-langit kamar ku.

__ADS_1


Aku pun mematuhi perkataan ibu ku dan bergegas tidur.


Dan akhirnya mata ku terpejam perlahan sembari memeluk guling kesayangan ku.


__ADS_2