
Palembang, 8 Februari 2011.
Pukul 02.54 pagi hari pesan SMS masuk dari Mas Yoki.Yang ternyata setelah malam hari.Aku dan Mas Yoki sedikit berselisih.Mas Yoki melanjutkan kerja lemburnya.
"Mas sudah pulang Dek Wulan. MasyaAllah Tabarakallah,betapa cantiknya bidadari ku di waktu sedang terlelap.Hmm,sehingga aku tak kuasa membangunkannya.Muah muah muah.Mimpi yang indah ya Dek Wulan. Mohon maafkan atas sikap keras mas semalam ya Dek Wulan.Mas sungguh menyayangi mu Dek Wulan."
Pesan kedua dari Mas Yoki,yang masih penuh dengan candaan nya.
"Nanti jika adik bangun dari tidur,dan mencari keberadaan mas.Masnya tidur di ruang tamu mess ya Dek Wulan.Soalnya mas bau keringat,setelah pulang bekerja.Hehehe.Muah muah muah. Mas sayang sekali dengan Dek Wulan."
Namun,pada pagi harinya setelah aku bangun.Diri ku pun tidak langsung membalas pesan dari Mas Yoki.
Pada pukul 18.16 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Dek Wulan, masnya baru pulang bekerja.Dan sekarang ini mas sedang makan es krim,dan mas belum mandi juga makan.Hemmm,sebentar lagi mas lembur lagi bekerjanya.Apakah adik sudah pulang bekerjanya?.Dek Wulan jangan lupa makan ya.Dan tolong balas pesan dari mas.Kita lupakan perselisihan akan debat pemikiran kita semalam ya Dek Wulan.Mas yang salah, dan mas meminta maaf kepada Dek Wulan.Tolong maafkan masnya ya Dek."
Tidak berapa lama kemudian.Aku pun membalas pesan dari Mas Yoki.
"Adik sekarang sedang makan,Mas Yoki."
Dan Mas Yoki pun langsung membalas pesan dari ku,dengan tetap menyisipkan kalimat candaan nya pada ku.
"Alhamdulillah,akhirnya Dek Wulan membalas pesan dari Mas.Mohon maafkan atas sifat kerasnya mas ya Dek Wulan.Mas itu tidak ingin kehilangan adik,dan benar-benar ingin serius menjalani hubungan ini.
Sehingga saat adik terdengar ogah-ogahan,menanggapi keseriusan dari masnya.Mas menjadi merasa,jika adik seperti tidak serius dengan masnya.
Eehem,sini mas suapin adik makan ya. Tetapi Dek Wulan makan nya harus habis dan banyak. Oh ya,setelah adik selesai makan.Dek Wulan mau tidak bantuin mencuci baju masnya.Hehehe."
"Iya tidak apa-apa,"balas pesan ku padanya.
"Wah,jadi tidak enak nih.Kalau begitu biarkan masnya saja yang mencuci pakaian. Lagi pula mas tidak terlalu capek kok Dek Wulan.Mas hanya mengantuk sedikit saja. Hehehe.Adiknya sudah makan belum?."
"Hmm,masnya kurang konsentrasi.Kan tadi adik sudah mengatakan kepada masnya.Jika adik sedang makan. Ckck,masnya tidur dulu saja jika mengantuk.Bahaya jika bekerja lembur,masnya masih mengantuk.
Oh ya,adik berangkat kursus dulu Mas Yoki."
"Iya siap Dek Wulan.Adik nya hati-hati di jalan ya, muah muah."
Pukul 22.45 Mas Yoki mengirimkan pesan.
"Apakah Dek Wulan sudah pulang dari kursusnya?."
"Sudah Mas Yoki."
"Terus sekarang adik sedang apa?."
"Adik sedang rebahan di tempat tidur.Mas sedang apa sekarang?.Masih bekerja atau santai?."
"Kenapa Dek Wulanan tidak belajar?.Ini mas baru perjalanan pulang dari lembur. Apakah adik sudah makan?."
"Belajar nya libur dulu,adik sedang capek. Adik sudah makan tadi sore. Lho mas sedang di perjalanan pulang.Berarti sedang menyetir mobil dong. Lebih baik fokus menyetir nya Mas Yoki. Dan tidak usah SMS adik dulu,bahaya untuk keselamatan nya Mas Yoki. "
"Iya Dek Wulan. Kebetulan temennya mas, yang mas suruh bergantian menyetir mobil. Sehingga mas bisa sms-an dengan adik.Oh ya,ibu tadi masak apa Dek Wulan?."
"Ibu masak sayur bening ayam dan ikan goreng.Mas pasti tidak mandi ya?. "
"Yeh,orang mas mau berangkat kerja lembur tadi,mas sudah mandi Dek Wulan.Kenapa bau kecutnya mas kecium sampai ke tempat nya adik ya.Hehehe.Adik sedang apa sekarang?."
"Hehehe,iya Mas Yoki.Tidak hanya kecium,tetapi juga sangat menusuk di hidung. Hehehehe.Just kidding Mas Yoki.Adik sedang memikirkan sesuatu."
"Hahaha,tidak apa-apa Dek Wulan.Mas justru suka,jika adik bisa bercanda dengab masnya.Sehingga obrolan kita tidak kaku.Oh ya,jika masnya boleh tahu.Adik sedang memikirkan apa sih?."
"Adik sedang memikirkan apa ya?.Hehehe.Coba Mas Yoki tebak.Oh ya, mas sudah makan atau belum?."
"Mas sudah makan Dek Wulan,Tetapi mas lapar lagi ini.Memang kenapa kok adik sampai memikirkan sesuatu?.Hehehe, kalau tebakkan mas tidak meleset dan sangat percaya diri.Dapat mas katakan,juka adik sedang memikirkan masnya.Benar tidak Dek Wulan?.Mas sangat kepedean sekali ya Dek Wulan, hehehe. "
"Hmm,iya adik sedang memikirkan masnya."
"Terima kasih ya Dek Wulan. Mas sangat beruntung sekali,karena dapat perhatian dari adiknya.Muah muah. Mas sayang sekali dengan Dek Wulan.Ya sudah,adik tidur duluan saja ya."
__ADS_1
"Iya Mas Yoki."
Pukul 00:21 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.Dimana aku sudah terlelap dalam tidur.
"Dek Wulan,Masnya sudah pulang dan sampai mess. Mas juga langsung tidur, karena matanya mas sudah tidak kuat dan tidak bisa dikompromi lagi.Mas sayang sekali dengan Dek Wulan.Selamat malam sayang ku.Mimpi yang indah ya Dek Wulan."
---------
Palembang, 9 Februari 2011.
Pukul 17.18 ada pesan masuk dari Mas Yoki.
"Izinkan aku melepas penat,walaupun untuk sejenak dengan lelap di bahumu.Oh ya,Dek Wulan sedang apa sekarang?."
Pkul 18.07 aku baru membalas pesan dari Mas Yoki,setelah tiba di rumah.Dan selesai membersihkan diri.
"Adik sedang duduk Mas Yoki.Soalnya beberapa menit yang lalu, adik baru tiba di rumah. Karena hujan tiba-tiba turun dengan derasnya,sehingga adiknya kehujanan."
"Hehehe,tetapi adiknya basah tidak. Kasihan adiknya mas.Ya sudah,adik sekarang mandi dan keramas. Supaya tidak sakit kepalanya adik,karena adik habis kehujanan."
"Adik sudah mandi mas. Mas sedang apa sekarang?."
"Ini mas sedang akan siap-siap lagi,untuk mandorin teman-teman bekerja.Mas kirain adiknya belum mandi.Adik pasti capek sekali ya.Baiklah jika begitu sayangku mas mandi dulu.Tetapi sebelum mandi.Mas ingin memeluk adik dulu,dan mencium adik.Muah muah.InsyaAllah Dek Wulan adalah dunia akhiratku."
"Aamiin ya rabbal'alamiin."
Setelah beberapa menit kemudian Mas Yoki mengirimkan pesan lagi pada diri ku.
"Dek Wulan,Mas pamit dulu ya untuk mengantarkan teman mas membeli telepon genggamnya.Sekalian mas berangkat kerja lembur lagi.Oh ya,Dek Wulan mau menitip apa?."
"Tidak usah Mas Yoki.Ya sudah,Mas hati-hati di jalan.Adiknya juga mau langsung tidur selepas salat Isya. Tidak enak habis kehujanan tadi."
"Baik Dek Wulan,love you."
--------
Palembang,10 Februari 2011.
Setelah mengobrol cukup lama hingga pulsanya habis.Kemudian,Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Mas itu sayang sekali dengan Dek Wulan
Dan mas itu sangat takut sekali kehilangan adik.Tolong jangan pernah tinggalin masnya ya Dek Wulan.Sebab mas ingin serius dengan adik.Mas ingin menjadi suami adik, dan mas berharap adik dapat menerima mas."
"InsyaAllah Mas Yoki."
"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih ya Dek Wulan.Huft.Tetapi kapan ya semua rencana dan keinginan mas,untuk mewujudkan semua itu dapat terwujud.Hehehe."
"Banyak berdo'a dan berikhtiar lebih besar lagi."
"Iya Dek Wulan,itu pasti mas akan lakukan. Ya sudah selamat tidur ya Dek.Jangan lupa mimpiin masnya ya. Love you Dek Wulan."
"InsyaAllah Mas Yoki. Love you too,mas."
--------
Palembang,11 Februari 2011.
Mas Yoki mengirimkan pesan pada pukul 03.32.
"Mas tidak tega bangunin adiknya,yang sedang tidur.Muah,mas sayang sekali dengan Dek Wulan."
Aku yang sudah bangun dan telah selesai melaksanakan salat tahajud.Mendengar suara bergetar dari telepon genggam milik ku.Dan setelah ku lihat,ternyata pesan dari Mas Yoki.Lalu ku balas pesannya segera.
"Mas baru pulang dari lembur bekerja ya mas.Adik sudah bangun dari tadi,dan baru selesai melaksanakan salat tahajud.Mas sedang apa sekarang?."
"Iya Dek,mas baru pulang dari lembur. Kebetulan di sini tuh dingin sekali udaranya. Saat ini mas sedang mengoleskan minyak kayu putih pada tubuh mas.Oh ya,Dek Wulan siap-siap untuk salat subuh dulu saja ya."
"Di sini belum adzan subuh Mas Yoki."
__ADS_1
"Mas juga belum kedengaran adzannya.Ya sudah,mas mau membersihkan badan dulu ya Dek Wulan."
"Iya Mas Yoki."
Obrolan kami terhenti.Lalu pada pukul 06.25Mas Yoki mengirimkan pesan pagi pada ku.
"Dek wulan sedang apa sekarang?."
"Adik mau siap-siap berangkat bekerja Mas Yoki. Mas sudah sarapan belum?."
"Wah,tadi mas bangunnya kesiangan.Jadi mas langsung mandi,dan sekarang Mas sudah berangkat menuju ke terminal.Nanti sekalian saja di jalan. Mas mencari sarapannya.Adik nanti hati-hati ya kalau berangkat bekerjanya. Muah,love you Dek Wulan."
"Love you too.Iya Mas Yoki,sama-sama. Kenapa Mas Yoki ke terminal?. "
"Mas hari ini pulang kampung Dek Wulan naik bus.Ada acara syukuran."
"Oh begitu.Ya sudah,Mas Yoki juga hati-hati di perjalanan menuju kampung halaman masnya ya."
"Oke Dek Wulan,selamat beraktifitas sayang."
Setelah pulang dari bekerja.Aku pun langsung mengirimkan pesan pada Mas Yoki.
"Assalamu'alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.Apakah Mas Yoki sudah sampai di kampung halaman masnya?."
"Wa'alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh.Alhamdulillah mas sudah sampai tadi jam tiga sore Dek Wulan. Apakah adik sudah pulang bekerja?."
"Alhamdulillah,adik baru sampai di rumah dari pulang bekerja mas.Oh ya,Mas Yoki sudah makan dan salat belum?."
"Alhamdulillah mas sudah melaksanakan salat ashar.Tetapi makannya belum,soalnya mas masih kenyang.Adik sendiri pasti belum mandi dan makan ya kan?."
"Tentu adik belum mandi dan makan Mas Yoki.Adik kan baru tiba di rumah.Ya sudah,kalau begitu adiknya mandi dulu ya mas."
"Iya Dek Wulan,mandinya yang bersih dan wangi ya.Supaya enak waktu mas mencium adiknya.Hehehe."
Aku tidak membalas pesan dari Mas Yoki,karena diri ku langsung menuju kamar mandi.
Dan setelah maghrib.Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Setelah salat maghrib,adik langsung makan ya sayang.Saat ini,mas sedang memperkenalkan sosok adik dengan ibunya mas."
"Wah,adik jadi malu mas."
"Mengapa adiknya malu sih.Jangan malu sayang.Lagi pula adik kan sudah berhasil membuat anak jejakanya jatuh cinta setengah mati kepada adik. Saat ini,ibunya mas langsung berbincang-bincang dengan mas,sambil menggoreng kerupuk untuk acara besok.Ya sudah,Dek Wulan makan dulu ya."
"Iya Mas Yoki.Mas tidak makan juga."
"Hehehe,tanggung kurang sedikit lagi kerupuknya matang Dek Wulan.Mas mau makan juga,tetapi mas sedang menunggu kerupuknya.Makanya Dek Wulan cepat ke sini.Nanti biar bisa bantuin ibunya mas, hehehe."
"InsyaAllah mas.Ya sudah,adik makan dulu ya Mas Yoki."
"Iya Dek Wulan,makan yang banyak ya."
Pukul 21.11 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Mas sudah selesai membantu ibu menggoreng kerupuknya.Sekarang mas sedang berpindah berbicara dengan komandan perang,yaitu si mbah putri. Sembari memijit kakinya mbah.Dek Wulan sedang apa sekarang?."
"Adik baru selesai membaca Al-Qur'an. Oh ya,mas sudah salat Isya dan makan belum?."
"Mas sudah salat Isya Dek Wulan,tetapi mas belum makan.Soalnya kalau sudah bertemu dengan keluarga besar,bawaannya kenyang terus.Hehehe."
"Mas nya mengingatkan adik untuk makan, tetapi masnya malah belum makan sampai sekarang.Hadewh.Mas nya baik-baik saja kan?."
"Hehehe,iya Dek Wulan.Masnya itu tidak apa-apa Dek Wulan.Mas peluk adik nya ya.Untuk melepaskan kerinduan masnya."
"Awas nanti di sana Mas Yoki malah salah peluk lho.Hehehe."
"Mas ingin sekali segera dapat menjadikan adik,sebagai istrinya mas.Mungkin karena mas sudah terlalu sayang sekali kekad Dek Wulan.Sehingga rasanya mas tidak dapat menahan kerinduan ini,untuk segera memilikimu Dek Wulan.Baiklah sekarang adik tidur dulu ya.Mas akan memeluk adik sampai kapan pun juga.Karena bagi mas, adik lah berlian kebahagiaan untuk mas, dan jangan pernah tinggalin masnya ya Dek Wulan."
"Aamiin ya rabbal'alamiin. InsyaAllah Mas Yoki.Ya sudah,adik tidur duluan ya mas.
__ADS_1
Mas jangan tidur malam-malam,dan jangan lupa makan."
"Siap sayang ku."