
Palembang, 19 Januari 2011.
Pukul 05:59:16 Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"I love you Dek Wulan. Apakah adek mengajar hari ini?, " tanya nya dalam pesan singkat yang ia kirimkan pada ku.
Namun, aku belum membalas pesan darinya. Karena telepon genggam milik ku masih tetap berada di dalam laci meja.
Dan barulah pada pukul 20:19:29 malam. Aku baru membalas pesan dari Mas Yoki.
"Maaf Mas Yoki. Adek baru membalas pesan dari mas. Tadi adek mengajar mas, dan selepas pulang dari mengajar. Adek langsung istirahat.
Oh ya, Mas Yoki sudah makan dan melaksanakan salat belum. "
Tanpa menunggu lagi.
Mas Yoki langsung membalas pesan dari ku.
"Alhamdulillah mas sudah melakukan itu semua adek. Ini mas juga barusan saja selesai makan. Oh ya, Dek Wulan sekarang sedang apa?. "
"Alhamdulillah. Adek sedang duduk setengah berbaring di tempat tidur,Mas Yoki. Mas Yoki apakah keadaan nya
baik -baik saja sekarang. "
"Alhamdulillah Dek Wulan. Masnya sehat dan dalam keadaan yang baik-baik saja kok dek. Ya, tadi untung nya mas membawa jas hujan, sehingga tidak kehujanan.
Oh ya, apakah Dek Wulan sudah meminum obatnya?. Terus apakah Dek Wulan masih sakit. "
"Adek sudah minum obatnya kok mas. Dan alhamdulillah keadaan adek sudah berangsur-angsur membaik. "
"Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa 'ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma'aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj'alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj'alil mauta roohatan lii min kulli syarrin.
Ya Allah ya Tuhan ku, perbaikilah bagi ku agamaku sebagai benteng urusan ku. Perbaikilah bagi ku, dunia ku yang menjadi tempat kehidupan ku.
Perbaikilah bagi ku akhirat ku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah ya Allah.
Kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagi ku, dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian ku sebagai kebebasan ku dari segala kejahatan. (HR. Muslim no. 2720).
Alhamdulillah syukur deh, jika kondisi adek mulai membaik. "
"Aamiin ya rabbal'alamiin. Itu do'a apa Mad Yoki. Oh ya, Mas Yoki juga sedang apa sekarang?. "
"Itu adalah do'a untuk memperbaiki urusan agama dan dunia Dek Wulan. Sekarang Mas sedang menonton televisi. Adek sedang apa sekarang?.
Oh ya, tadi Dek Wulan pulang jam berapa mengajar nya. "
"Adek pulang seperti biasa mas, jam lima lebih dan tiba di rumah sekitar jam setengah enam. Mas Yoki sedang menonton apa sekarang?.
__ADS_1
Sekarang adek sedang membaca buku, Mas Yoki. "
"Mas sedang menonton opera van java.
Adek sedang membaca buku apa saat ini?,"
"Buku novel Mas Yoki. "
"Oh, kalau mas boleh tahu. Itu garis besarnya tentang apa, novel yang sedang Dek Wulan baca saat ini. "
"Romansa percintaan Mas Yoki. "
"Terus pesan apa yang Dek Wulan dapatkan dari membaca buku novel itu. "
"Adek belum dapat pesannya Mas Yoki, sebab adek belum selesai membaca nya. Dan ini baru mau mulai beberapa bab awalnya. "
"Oh begitu. Tadi ibu masak apa dek?. "
"Masak pindang kerang Mas Yoki. "
"Ehem. Enaknya.
Dek Wulan tadi makan banyak tidak. "
"Tidak Mas Yoki. "
"Kenapa begitu. Mengapa adek tidak makan yang banyak?. Terus memangnya tadi adek makan berapa kali tadi. "
"Kok begitu sih dek. Memang nya kenapa Dek Wulan kok males-malesan untuk makan. "
"Adek lagi tidak enak untuk makan Mas Yoki. Mungkin bawaan masih kurang fit badannya. "
"Oke deh. Tetapi Mas berharap adek harus selalu menjaga kesehatan adek ya. "
"InsyaAllah iya Mas Yoki.
Mas Yoki juga harus selalu menjaga kesehatan Mas juga ya. "
"Iya Dek Wulan. Mas mengatakan demikian, karena mas sayang sekali dengan Dek Wulan. Dan mas tidak ingin jika sampai adek sakit seperti ini. Karena mas sangat mengkhawatirkan dan mencemaskan keadaan Dek Wulan. "
"Iya Mas Yoki. Terima kasih untuk perhatian yang mas berikan kepada adek ya mas. "
"Sip, adek ku sayang. Satu yang adek harus tahu, yaitu tentang betapa seriusnya mas dalam hubungan dengan adek saat ini.
Dan mas sangat berharap besar, yaitu akan selalu bersama Dek Wulan dalam melewati sisa kehidupan ini. "
"Aamiin ya rabbal'alamiin. "
__ADS_1
"Mas sangat berharap, suatu saat nanti ketika kita bertemu dan memulai cerita kita. Di suatu tempat yang baru. Mungkin saat ini mas hanya bisa berdo'a. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala membuka jalan untuk kita berdua. Agar bisa memulai untuk memperbaiki jalan kehidupan kita.
Yang InsyaAllah akan senantiasa selalu berpondasi pada jalan kebenaranNya. "
"Aamiin Ya Mujibassailin. Perkenankanlah ya Allah kabulkanlah pinta kami berdua. "
"Aamiin Allahumma Aamiin. Kabulkanlah Ya Allah kabulkanlah permintaan kami.
Masa lalu kita bukanlah menjadi acuan masa depan kita Dek Wulan. Dimana kita berdua akan selalu optimis, dengan menata masa depan bersama.
Oh ya, apakah Dek Wulan masih membaca buku?. "
"Iya Mas Yoki sambil SMS an dengan mas."
"Percayakan hati mu pada ku Dek Wulan. Sungguh mas ingin sekali menjalani masa depan mas bersama dengan adek.
Karena sungguh mas yakin, Dek Wulan lah wanita yang mas idam-idamkan selama ini."
"Terima kasih Mas Yoki.
Mas. "
"Iya sama-sama Dek Wulan. Ada apa Dek Wulan?. "
"Adek jadi kangen dengan Mas Yoki. "
"Sama Dek Wulan. Mas juga kangen dengan adek. Muach... Muach.. Muach. Tolong jangan pernah tinggalin mas ya Dek Wulan."
"InsyaAllah Mas Yoki. "
"Terima kasih Dek Wulan. Mari kita ubah rasa rindu ini. Sebagai pelecut semangat bagi kita berdua. Untuk tetap terus berdo'a dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Supaya kita berdua di beri kemudahan olehNya, dalam rencana indah Nya untuk mempertemukan kita berdua. "
"Iya Mas Yoki. "
"Mas mohon adek harus percaya. Jika mas itu sangat serius sekali dengan Dek Wulan. Dimana mas akan memperjuangkan perasaan ini sampi adek menjadi yang halal untuk mas. I miss you Dek Wulan. "
Namun, aku tidak membalas pesan dari Mas Yoki. Karena aku sudah ketiduran.
Hingga Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku.
"Apakah Dek Wulan sudah tidur?. "
Mas Yoki sepertinya mengetahui jika aku ketiduran. Dan setelah itu Mas Yoki tidak mengirimkan pesan lagi pada ku.
Aku benar-benar sudah mengantuk dan kelelahan, setelah meminum obat yang membuat kedua mata ku semakin lengket dan meminta diri ku untuk terpejam.
Satu hal malam ini yang ku tahu, jika Mas Yoki terus berusaha meyakinkan diri ku.
__ADS_1
Bahwa dirinya tidak memperdulikan latar belakang ku, dan mencintai ku apa adanya.
Tanpa memandang bibit, bobot dan bebet dari latar kehidupan ku.