Setumpuk Rindu Dalam Kata.

Setumpuk Rindu Dalam Kata.
salah paham.


__ADS_3

Palembang, 28 Januari 2011.


"Mas Yoki sudah melaksanakan salat subuh  belum."


"Ini mas baru saja selesai melaksanakan salat subuh, dek. "


Percakapan singkat ku dengan Mas Yoki sebelum memulai aktivitas kami berdua. 


Pukul 21:24:54 aku mengirimkan pesan pada Mas Yoki. 


" Assalamualaikum Mas Yoki.


 Mas sedang melakukan apa sekarang. 


Oh ya, Mas sudah salat dan makan belum."


" Wa'alaikumussalam Mas sedang pesta gorengan sama teman-teman,Dek Wulan. Ini syukuran pesta ulang tahun Mas kemarin.Hehehe.


Alhamdulillah ada rezeki sediki,dan bisa berbagi dengan teman-teman. Mas juga sudah salat dan makan kok Dek Wulan.


Oh ya, bagaimana hasil ujiannya adik di tempat kursus?. "


"Alhamdulillah hasilnya bagus dan sesuai harapan adik, Mas. 


Adik kehujanan saat pulang kursus Mas. 


Di tengah jalan hujan turun dengan tiba-tiba."


"Ya ampun. Terus bagaimana kondisi adik sekarang?. Lain kali adik bawa payung kecil di dalam tasnya atau sedia mantol hujan. Ehem, kasihan sekali adiknya. Adik langsung mandi air hangat ya. Supaya adik tidak sakit. "


"Iya Mas Yoki. Adik sudah mandi kok Mas. 


Mas sudah selesai belum pesta makan gorengan nya?. "


"Sudah Dek Wulan. Sekarang lebih baik Dek Wulan istirahat saja ya dek. Supaya badan adik fresh. Mas sayang sekali dengan Dek Wulan. "


"Iya Mas Yoki. InsyaAllah adik juga sayang masnya."


" Oke deh,adik. Mas percaya dan berharap sekali, jika adik tidak akan pernah meninggalkan mas dan menerima mas sebagaimana adanya. Baik dari kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri mas. I love you Dek Wulan."


"InsyaAllah, adik tidak akan meninggalkan Mas Yoki."


"Aamiin ya robbal' alamiin.Mas sangat sadar sekali, bahwa perjalanan kita itu masih sangat jauh sekali ke depannya. Tetapi apa pun itu rintangannya,mas sangat yakin. Bahwa hanya adik yang ada di dalam hati Mas. 


Tolong ya Dek Wulan,jangan pernah berpaling dari mas. Karena mas sangat menyayangi adik. Untuk itu,mas mohon dan sangat berharap besar. Semoga Dek Wulan sudi kiranya, untuk menjadi pendamping hidup mas. 


Meskipun tidak banyak yang mas bisa tawarkan ke Dek Wulan. Dengan hanya konsep kesederhanaan dalam hidup yang ingin mas praktikan bersama adik. Muach."


"Iya Mas Yoki, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempermudah jalan kita hingag menuju hubungan yang halal."


"Mas sangat mengerti sekali Dek Wulan. Semua yang mas tulis ini, mungkin hanya sebuah wacana belaka. Tetapi mas sungguh-sungguh mempunyai niat yang teguh. Untuk bisa merealisasikan apa yang mas ucapkan. Agar dapat hidup bersama dengan Dek Wulan selamanya,hingga maut memisahkan mad dan aduk. Miss you Dek Wulan."


Namun, aku sudah sangat mengantuk dan ketiduran. Sehingga aku tidak dapat membalas pesan dari Mas Yoki. 


"Apakah adik sudah mengantuk?."


"Hmm,adik pasti ketiduran.Karena tidak membalas pesan dari mas."


"Ya sudah tidak apa-apa,jika adik sudah mengantuk dan ketiduran. Selamat tidur ya Dek Wulan. Dan tolong mimpiin masnya ya, sayang. Muach."


-----


Palembang, 29 Januari 2011.


Hari ini obrolan ku dan Mas Yoki di mulai pada pukul 08:18:49.


"Selamat pagi Mas Yoki. Apakah Mas Yoki sudah bangun?."


"Selamat pagi juga Dek Wulan. Mas sudah bangun kok. Adik pasti yang baru bangun ya. Ayo cepat bangun dek!. Terus mandi."


"Adik sudah bangun dari tadi Mas Yoki.


Mas sedang apa sekarang?."


"Oh,mas kirain adik sedang malas-malasan di tempat tidur. 

__ADS_1


Ini mas sedang bersiap mau mandi.


Tetapi mas harus menyelesaikan mengepel lantai kamar dulu."


"Oh ya sudah, mas lanjutkan saja dulu bersih-bersih kamarnya. Adik mau mencuci pakaian dulu, mas.Pasti Mas mau nitip di cuciin pakaian nya juga kan. Hehehe."


"Alhamdulillah Dek Wulan. Mas sudah selesai mengepel lantainya. Hehehe. 


Adik tahu saja ,kalau mas mau nitip mencuci pakaian."


"Tetapi masnya yang mengecuknya ya, adik hanya bantuin merendam pakaian nya saja. "


" Yah Dek Wulan, sama saja itu ujung-ujungnya mas nya juga yang harus mengucek  pakaian. Ya sudah deh. Biar mas sendiri saja yang mencuci pakaiannya besok. Adik silahkan melanjutkan untuk mencuci pakaian nya.


Setelah mencuci pakaian adik ingin melakukan apa?."


"Setelah selesai mencuci pakaian. Adik mau memasak ,Mas Yoki. Mas mau adik masakin sekalian tidak. "


" Mas mau sekali lah di masakin oleh Dek Wulan. Masaknya yang enak ya Dek Wulan. Terus jangan ke asinan. Kata orang-orang jika masaknya ke asinan. Berarti bentar lagi akan menikah dan bertemu jodohnya. Hehehe. "


"Bisa saja Mas Yoki. Ya sudah Mas mandi dulu. Adik mau melanjutkan mencuci pakaiannya."


"Siap Dek."


Setelah selesai mandi dan aku juga sudah selesai mencuci pakaian dan memasak. 


Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku. 


"Mas makan dulu ya Dek Wulan.


Hmmm, rasanya pasti enak sekali masakannya Dek Wulan.Mas tidak menyangka, ternyata adik itu pintar masak juga. Wah, sekarang mas menjadi tambah sayang sekali dengan adik. "


"Wah, bisa saja Mas Yoki memujinya. Ini gombalan apa beneran nih. "


"Beneran lah Dek Wulan. 


Dek Wulan Mas pingin.. "


"Pingin apa Mas Yoki?. "


"Pingin apa Mas Yoki. Ayo cepat kasih tahu mas. Jika tidak adik cubit lho, pipinya Mas Yoki. "


"Aduh.Adik jangan cubit mas. 


Mas itu ingin cepat-cepat menjadikan adik, sebagai pendamping hidupnya mas."


"Aamiin ya rabbal'alamiin. "


----


"Selamat sore Dek Wulan. Jangan lupa makan yang banyak ya dek. Terus nanti hati-hati berangkat mengajarnya. I love you Dek Wulan."


"Hari ini adik tidak mengajar private mas. Yang di ajar sedang minta libur dulu.Mas sedang apa sekarang?. "


 Namun, Mas Yoki baru membalas pean ku pada pukul 20:29.


"Maaf ya Dek Wulan. Mas baru bisa membalas pesan dari adik. Kenapa yang di ajar kok minta libur terus?. "


" Iya tidak apa-apa Mas Yoki. Yang adik ajar sedang banyak urusan mas. Mas sudah salat Isya belum. "


"Mas belum salat Isya, Dek Wulan. Karena di mess nya mas sedang mengadakan pesta bakar ayam, dengan bos nya mas. Apakah adik sudah makan?."


"Adik sudah makan mas. Seharusnya Mas Yoki salat Isya dulu, baru ikut membakar ayam. Salat itu kewajiban yang sangat penting, dan tidak boleh di tunda mas. 


Jadi, alangkah lebih baik. Jika Mas Yoki melaksanakan salat dulu. Lagi pula, salat juga tidak lama. Sekitar sepuluh atau lima belas menit, juga sudah selesai. 


Apakah mas sudah selesai membakar ayam nya?. "


"Iya Dek Wulan. Ini mas sudah selesai membakar ayam nya.Kalau begitu,sambil menunggu bumbunya masak semua. Mas mau salat Isya dulu ya Dek Wulan."


"Iya mas, silahkan. "


Selesai mengerjakan salat Isya. 


Mas Yoki langsung mengirimkan pesan pada ku lagi. 

__ADS_1


"Sekarang Dek Wulan sedang apa?."


"Adik sedang menonton Mas. Mas Yoki sudah selesai salatnya?. "


"Sudah dong. Dek Wulan sekarang menonton apa?. Memangnya malam minggu begini. Dek Wulan tidak ada yang ngapelin kah?."


'Adik sedang menonton drama Korea di DVD mas. Oh ya, ayam nya belum matang dari tadi ya Mas. 


Wah, kalau Wulan mau ada sih yang mau datang ke rumah. Tinggal Wulan bukain pintu saja. Orangnya sedang gitaran di depan rumah, dengan teman-temannya. 


Hehehe."


"Mas sudah selesai membakar ayam nya dek. Hanya tinggal menunggu bumbunya saja, supaya lebih meresap. 


Hehehe. Mas hanya bercanda saja kok Dek Wulan.Nanti jika memang ada yang beneran ngapelin Dek Wulan.  Masnya bawain celurit saja, karena Mas sayang sekali dengan Dek Wulan. Hehehe."


"Waduh kok jadi seram begitu, sampai membawa celurit segala."


"This is it ayam lodho with lalapan, sudah siap untuk di santap. Adik mau tidak?. Sini Mas suapin adek ya. Hehehe. Maksud mas,bawa celurinya cuma ingin mencari n rumput di dekat rumah adik saja kok.Hahaha."


"Adik sudah kenyang mas. Silahkan Mas Yoki makan dulu saja. "


"Alhamdulillah.Terima kasih ya Allah. Telah engkau limpah kan rizkiMu,untuk hari ini. 


Mas sambil makan dulu ya Dek Wulan.Apakah adek masih menonton drama Korea?."


"Iya mas Yoki. Silahkan Mas makan dulu. Adik sedang tidur-tiduran mas, sambil nonton drama Korea. Mas makan dengan siapa saja di sana?."


"Kenapa adiknya tidur-tiduran?.Apakah adiknya kecapekan?.Ini mas sedang  makannya bersama teman-teman. sambil bercanda dengan mereka tentunya."


"Tidak apa-apa,adiknya ingin tidur-tiduran saja. Ingat ya Mas Yoki.Tetapi jangan sambil merokok, setelah makan ya mas. Ingat kesehatan mas."


"Hehehe.Hanya satu batang saja, tidak apa-apa kan dek. Soalnya jika habis makan, tidak enak mulutnya. Jika tidak merokok. "


"Jika Mas Yoki memang benar -benar sayang dan serius dengan adik. Mas tidak akan merokok, walaupun hanya satu batang saja."


"Baik Dek Wulan. Mas makan permen saja.Apakah adik sudah makan?.


Iya Dek Wulan. Mas tahu karena tidak cukup untuk membuktikan perasaan atau keseriusan kita, dalam menjalin suatu hubungan tidak hanya sebatas wacana atau ucapan saja. Tetapi juga butuh tekad bulat dan keyakinan hati dan pikiran yang mumpuni.Dek Wulan, so far you are star in my heart. "


"Adik sudah makan mas. Mas sedang apa sekarang?. "


"Mas sedang santai sambil menonton televisi. Adiknya sekarang sedang apa?."


"Adik sedang makan kuaci sambil nonton dengan ibu. Mas Yoki mau kuaci tidak?. "


"Enak nya. Mas nya mau saja makan kuaci.Asalkan  yang membuka kulit kuacinya Dek Wulan. 


Kok menonton dan makan kuaci nya sama ibu. Memangnya adik dan ibu sedang berbicara apa?."


"Tidak apa-apa Mas Yoki. Quality time saja dengan ibu, mas. Ibu sambil memijat kepala adik, soalnya tadi adik jatuh di jalan."


"Loh kenapa adiknya jatuh lagi?. Apakah memang kepalanya adik masih pusing?. Kok adik masih sakit begitu sih. Mas menjadi khawatir dengan keadaan Dek Wulan.Besok-besok jika adik merasa sakit. Lebih baik adik berhenti dulu. Jangan memaksakan diri untuk terus berjalan.Coba adik periksain lagi ke dokter. Supaya sakitnya bisa di obati. Mas nya tidak ingin sesuatu ditutup-tutupin. 


 Karena mas percaya akan sebuah keterbukaan. Yang menjadi kunci dalam menjalani suatu hubungan. "


"Iya Mas Yoki maaf, bukan adik bermaksud untuk menutup-nutupi. Adik tidak ingin membuat Mas Yoki khawatir dan cemas saja,serta menganggu Mas Yoki. "


"Ya sudah tidak apa-apa. Anggap saja tidak ada kejadian apa-apa. Sekarang Dek Wulan istirahat saja. Supaya sakitnya cepat sembuh ya, dik.Hal itu sama sekali tidak mengganggu Mas." 


Kemudian, Mas Yoki menghubungi diri ku. Untuk menanyakan keadaan ku yang sebenarnya. Tetapi karena aku merasa pusing, jadi diri ku kurang serius menanggapi pembicaraan kami berdua. 


Dan aku pun segera meminta Mas Yoki, untuk mengakhiri percakapan kami. Ternyata Mas Yoki sedikit tersinggung dan salah paham, akan sikap ku.Dan membuat ku menangis, karena ucapan nya. 


Hingga Mas Yoki mengirimkan pesan pada ku, akan ungkapan perasaannya yang sedikit kecewa pada ku. 


"Mas  ingin jika setiap kali kita teleponan. Adik dapat menghargai sedikit lah. Tentang apa yang sedang kita bicarakan.Soalnya hanya itu saja, yang bisa memperkuat hubungan kita. Jika adiknya saja ogah-ogahan. Ya wallahualam.Mas berharap tangisan adik ini yang terakhir kalinya. Sebab mas tidak menginginkan ada air mata lagi di wajah Dek Wulan. Karena, sungguh mas sangat sayang sekali dengan adik. Dimana mas mempunyai keyakinan yang sangat besar sekali terhadap diri adik. Bahwa sosok Dek Wulan lah yang mas cari selama ini. Dan mas akan memperjuangkan cinta ini, hingga adik benar-benar menjadi istri mas.Miss you Dek Wulan. 


Semoga adik memahami ucapan dan sikap mas saat ini, yang sangat mengkhawatirkan keadaan adik. Karena saat ini kita berjauhan dan di pisahkan oleh jarak. I love you Dek Wulan. "


Setelah membaca pesan dari Mas Yoki. 


Aku pun terdiam dan tidak membalas pesan darinya. 


Ku letakkan telepon genggam di dalam laci meja. Dan aku pun beranjak menuju ke ranjang tempat tidur. Kemudian, merebahkan diri di atasnya. 

__ADS_1


__ADS_2