
“Reina, kamu dipanggil oleh dosen. Entahlah, biar aku antar.”
Seorang mahasiswa yang merupakan kepercayaan dari salah satu dosen, ia langsung mengantar Reina untuk menemui dosen itu.
Reina tidak tahu alasan kenapa dirinya tiba-tiba di panggil untuk ke ruangan yang hanya boleh untuk dimasuki oleh dosen, dekan, dan rektor. Ruangan yang sering digunakan hanya untuk membahas hal yang memang harus dibahas, dan para mahasiswa ataupun mahasiswi dilarang untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Sementara itu
“Bagaimana pendapat kamu? bukankah anak yang bernama Reina itu sangat menggangu. Bahkan ada klub penggemar atas namanya, itu sungguh sangat kekanak-kanakan!” seorang dosen wanita berbicara, ia masih terlihat muda dan cantik.
Menurutnya, klub itu hanya ada untuk acara pamer kekayaan. Karena kebanyakan yang masuk ke klub itu adalah anak-anak konglomerat. Tapi, secara tak langsung dosen itu juga menyalahkan Reina karena ada klub atas namanya.
Universitas Reina saat ini, universitas itu adalah salah satu yang terbaik yang ada dinegaranya. Jadi, kebanyakan yang masuk adalah konglomerat yang kaya dan pintar, ada juga beberapa yang mendapat beasiswa seperti Reina, tapi hanya Reina saja yang sepertinya diperlakukan dengan sedikit istimewa dalam beberapa hal, sayangnya Reina tidak sadar akan hal itu semua.
“Bukankah itu semua bukan salah mahasiswi yang bernama Reina? dia tidak tahu dengan jelas apa masalahnya. Lagipula klub itu hanya ajang pamer saja, karena secara tidak langsung, mereka telah menggunakan nama Reina demi bisa memamerkan kekayaan,” kata Anaya.
Anaya adalah dosen wanita yang berpengalaman, ia juga tegas dan jeli dalam melihat situasi.
Aneh sekali rasanya jika hanya karena kesalahan orang lain, Reina harus menjadi korban. Bukankah Reina itu adalah murid yang sangat berbakat? jadi kenapa bisa masih banyak dosen ataupun dekan yang tidak suka padanya?
“Tapi Bu Anaya, jika mahasiswi bernama Reina itu keluar, ada baiknya juga untuk universitas ini. Karena, ini bukan masalah yang sepele jika sudah menyangkut nama baik universitas. ” Wanita yang bernama Tari itu terus berkomentar, ia memang tidak suka jika ada seseorang yang diagungkan selain dirinya.
“Iya itu memang benar, lagipula kenapa tidak kita bubarkan saja klub itu? bukankah itu mudah?”
“Tidak segampang itu Bu Anaya, anggota klub itu adalah anak orang kaya, apalagi orang yang sudah membangun klub itu adalah anak dari konglomerat yang terhormat dan terkenal. Rayyan, pamannya dia adalah salah satu dekan di universitas ini, 'kan? apa Anda tidak ingat? ”
__ADS_1
Rayyan, orang yang menjadi dalang dibalik masalah ini, awalnya Rayyan memang sengaja membangun klub itu hanya untuk ajang pamer saja, dan Reina ia jadikan sebagai bahan taruhan dimana jika Rayyan bisa mendapatkan Reina, ia akan menyombongkan itu pada temannya.
Kelebihan Reina dulu tidak menonjol, ia memang sangat pintar dan cantik, tapi Reina tidak menyukai jika kepintarannya itu ada yang tahu, hanya saja, Rayyan yang tahu tentang penilaian para dosen dan dekan yang menganggap Reina pintar, ia lalu memanfaatkan itu dengan menceritakan secara berlebihan pada teman-temannya, walau Reina memang sepintar itu.
Tujuan Rayyan tentu tak lain agar dia terlihat luar biasa karena bisa mendapatkan wanita seperti Reina. Tapi siapa sangka jika justru Rayyan malah benar-benar jatuh lebih dulu pada pesona Reina?
“Saya tahu itu, tapi bukankah itu tidak elit jika kita malah menyalahkan orang yang tidak bersalah?”
“Ada apa ini?” tanya Tama yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu. Ia yang merupakan bawahan kepercayaan Harry. Ia ditugaskan untuk menjaga universitas agar nama baiknya itu tetap terjaga.
Tentu sebagai seorang yang dipercayai dan menjabat sebagai rektor di universitas itu, ia adalah orang yang memiliki jabatan tertinggi di sana.
“Tuan Tama,” kata Tari dan yang lain cukup terkejut saat melihat kedatangan Tama yang merupakan rektor di universitas.
Sebagai dosen yang masih single sama seperti Tama, diam-diam Tari memiliki perasaan pada rektor muda itu, hingga ia tersenyum canggung dan sedikit malu-malu.
Padahal pertemuan ini hanya untuk para dosen saja, walau tidak ada yang berani melarang Tama.
“Saya ingin mendengar dengan jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, bisa jelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi? ”
Tari tentu terkejut dengan hal itu, biasanya Tama adalah orang yang tidak menganggap penting masalah seperti ini. Tapi, apa karena berita ini telah tersebar jadi berita itu sampai pada Tama juga?
“Ini benar-benar sangat merugikan menurut saya. Saya tidak tahu apa alasan para mahasiswa dan mahasiswi membuat sebuah klub penggemar layaknya anak kecil. Awalnya klub penggemar itu hanya ada satu, dan di klub itu kebanyakan adalah laki-laki yang sangat menggemari anak bernama Reina itu. Tapi semakin ke sini, klub yang hanya awalnya satu semakin banyak.”
Karena klub penggemar itu diatas namakan atas nama Reina, maka saat ada klub penggemar baru Reina yang akan disalahkan. Karena klub itu berdiri lebih dulu dibandingkan klub yang lain.
__ADS_1
“Tapi tuan, klub penggemar itu bukan hanya atas nama Reina saja, karena kini klub penggemar, jadi ada juga yang disukai perempuan. Tentu yang digemari oleh perempuan itu adalah laki-laki, jadi apakah Marvel dan Marvin perlu untuk dipanggil juga?”
Marvel da Marvin adalah mahasiswa baru, mereka cukup terkenal akhir-akhir ini karena ketampanannya dan kepintarannya. Apalagi, mereka adalah pemain basket yang ahli sejak mereka masih SMP.
“Hey, klub mereka tidak berdiri lama, baru beberapa bulan saja. Sedangkan klub Reina itu sudah cukup lama, hanya saja tidak ada masalah sehingga kita tidak bisa menindak hal itu lebih lanjut.”
“Anda salah Bu Tari, justru meski klub itu telah lama, bukankah sudah ada beberapa dosen dan dekan yang menegur agar klub itu dibubarkan? lagipula alasan klub ini akhir-akhir ini terkenal karena ada pembullyan, bukan begitu? dan jika tidak ada masalah ini, mungkin klub ini tidak akan terkenal?”
“Kalau begitu kita akan menunggu keputusan dari pemilik universitas. Saya tidak bisa untuk mengeluarkannya secara sembarangan.”
...*****...
“Paman, apa sudah Anda lakukan apa yang saya minta?” tanya Rayyan pada pamannya itu.
“Seperti yang kamu minta, permasalahan klub ini sedang menjadi pembahasan para dekan dan dosen akhir-akhir ini. Tapi sayangnya kita perlu menunggu keputusan dari pemilik universitas.”
“Apa memang separah itu masalahnya?”
Rayyan tidak tahu separah apa kasus pembullyan yang sedang terjadi akhir-akhir ini, dan itu terjadi karena klub yang seharusnya tidak ada.
“Kamu bodoh! untuk apa dulu kamu membangun klub atas nama Reina! jika tidak karena paman, mungkin kamu yang kini terancam dikeluarkan. Lagipula anak klub kalian telah membully salah satu mahasiswi pintar, hingga dia kini berada di rumah sakit jiwa. Entahlah, kamu tanya langsung saja pada teman-teman kamu yang telah membully anak pintar itu.”
Sebenarnya, bukan dari klub penggemar Reina saja yang sering berbuat hal-hal melewati batas, di klub lainnya juga sama.
Sebagai ketua dari klub itu, Rayyan memang sering melihat pembullyan yang terjadi di klubnya. Tapi selama ini, ia menutup ha itu dengan baik, hingga tidak ada yang tahu akan hal itu. Dan saat bersama dengan Reina saja, Rayyan berpura-pura baik.
__ADS_1
*****
* Note: Klub di sini semacam perkumpulan gitu, nah kebetulan Klub yang Rayyan bangun adalah perkumpulan anak orang kaya.