
Via turun dari taxi online yang ia tumpangi ketika sudah berada di depan rumah majikannya. ia masuk ke dalam dan tak lupa menyapa dua orang bertubuh gempal memakai pakaian serba hitam di depan rumah Daniel. via menyapa mereka dengan ramah dan tersenyum, pun dengan dua orang penjaga rumah daniel.Via di sukai banyak orang di rumah tersebut karena keramahannya kecuali satu orang gadis yang sangat membencinya yaitu sinta.
Sinta menganggap kehadiran via di rumah ini sangat mengancam posisi yang ia incar selama ini. Sinta yang awalnya di percaya Daniel untuk mengasuh kaniya kini tidak lagi semenjak ada via,itu membuatnya tak bisa lebih dekat lagi dengan Daniel. Ia akan melakukan segala cara untuk membuat via keluar dari rumah tersebut agar bisa mendekati Daniel lagi.
Ketika via masuk ke rumah mewah tersebut ia melihat kaniya duduk di atas perut seorang lelaki bertubuh tinggi dengan bulu-bulu halus di sekitaran pipi dan janggut. siapa lagi kalau bukan ayah sang baby. Lelaki itu memakai celana pendek dan kaos hitam polos, sepertinya kaos polos menjadi favorit majikannya tersebut. Daniel tiduran di sofa dengan kepala di pembatas sofa dan kaki yang ia tekuk,Kaniya terlihat riang duduk di perut sang ayah, bayi itu terus saja berceloteh dan tertawa riang karena daniel membuat lelucon dengan memanyun-manyunkan bibirnya.
kok tuan daniel ada di rumah..?
batin via.
Kaniya merentangkan kedua tangannya sambil berceloteh ketika melihat via. Daniel pun menoleh ke arah pandang putrinya.
"selamat siang tuan. " sapa via yang kini sudah berdiri di dekat Daniel dan kaniya.
"hi, kaniya,senangnya sama daddy ya. " imbuhnya lagi. bayi itu hanya tertawa riang.
Daniel bangkit dari tidurnya tanpa sepatah katapun melihat via berlalu menuju lantai atas namun saat via sudah menaiki beberapa anak tangga daniel memanggilnya.
"kamu siapkan perlengkapan kaniya. aku akan mengajaknya jalan-jalan. " titah daniel kepada via.
"baik tuan. " jawab via. keduanya saling bertatapan ketika bicara.
Setelah via berganti pakaian, ia kemudian menyiapkan perlengkapan kaniya untuk di bawa jalan. via memasukkan susu, termos, tisu basah dan kering, pempes juga pakaian ganti kaniya.tak lupa via juga memasukkan biskuit untuk kaniya. setelah di rasa siap via turun ke bawah dan meletakkan tas yang ia bawa di sofa.
"sudah tuan. " ucap via.
Daniel mengernyitkan dahinya melihat penampilan via. sedangkan via menatap bingung daniel.
apa ada yang salah..??
batin via.
"kenapa kamu tidak bersiap malah mengganti bajumu..? apa kamu menyuruhku untuk menjaga kaniya sendiri. " ucap Daniel dengan tegas.
Astaga via, Dasar bodoh kenapa ia tak kepikiran tentang itu. Dia kan pengasuh kaniya jadi dirinya harus ikut kemanapun kaniya pergi. Via merutuki kebodohannya, bisa-bisanya ia melupakan setatusnya saat ini.
Via tersenyum hingga menampilkan deretan gigi yang rapi seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal..
"hehe, maaf tuan." ucap via.
Via kemudian melangkahkan kakinya kembali menuju kamar untuk ganti baju.
•
Daniel dan via kini sudah berada di dalam mobil. Via duduk di kursi penumpang sebelah kemudi dengan memangku baby kaniya. sedangkan Daniel yang mengemudikan mobilnya sendiri. Baby kaniya terlihat senang di pangkuan via, karena via tak hentinya mengajak baby kaniya bicara dan memperlihatkan sesuatu yang menarik di jalanan yang mereka lewati, terkadang juga via menyanyikan lagu untuk kaniya membuat Daniel yang duduk di sebelahnya tersenyum-senyum melihat keakraban via dan kaniya.
__ADS_1
Mobil sedan milik Daniel berhenti di salah satu mall. Mereka bertiga turun dari mobil, tak lupa daniel mengambil stroller di bagasi mobil untuk kaniya sebelum masuk ke dalam mall.
Banyak pasang mata memandang ke arah mereka bertiga, pasalnya mereka seperti pasangan yang manis.
bagaimana tidak,,,,,,!!! dengan penampilan Daniel yang begitu mempesona memakai kaos warna putih tulang dan celana jeans warna putih bersih pun dengan snekersnya yang berwana senada,tak lupa kaca mata hitam yang melekat di kedua matanya membuat sosok Daniel Arta Lubis semakin di kagumi para kaum hawa.
Sedangkan via, gadis itu memakai kaos lengan panjang dengan motif belang berwana kuning yang ia masukkan bagian depan kaosnya ke celana jeans warna biru yang ia kenakan. Ia menarik sedikit rambutnya di kedua sisi kepala, kemudian ia jepit di bagian belakang. tak lupa tas slempang kecil yang ia kenakan untuk menaruh ponsel dan juga dompet.
Gadis itu mendorong stroller mengikuti daniel yang berada di depannya. sesekali Daniel melihat ke belakang, memastikan Via dan kaniya masih mengikutinya. Hingga langkah daniel berhenti di sebuah toko boneka.
Kaniya nampak begitu riang melihat boneka-boneka yang terpajang rapi di toko tersebut.
"kamu pilih. " ucap Daniel kepada via.
"kenapa saya tuan. " ucap via.
"pilih saja mana yang menurutmu bagus,lebih dari satu nggak papa. " ucap Daniel lagi
"baik tuan. " ucap via.
Via melihat-lihat boneka bersama kaniya,sesekali gadis itu mendekatkan boneka yang iya pilih ke kaniya membuat bayi perempuan itu tertawa riang. Hal itu tak luput dari pandangan seorang lelaki yang kini duduk di sofa tunggu toko boneka tersebut. Daniel semakin menyukai via yang begitu pintar membuat kaniya bahagia.
Via kesulitan mengambil boneka yang berada di rak paling atas hingga ia sedikit meloncat namun tak kunjung bisa meraihnya. Namun sebuah lengan kekar tiba-tiba meraih boneka kucing yang ingin ia ambil. seketika via menoleh kearah orang yang menjulurkan tangannya ke atas itu dan mendapati daniel berada sangat dekat dengannya.
deg deg deg
berada begitu dekat dengan majikan yang rupawan bak malaikat seperti ini pasti akan membuat siapa saja terlena.
Oh astaga via sepertinya kamu harus mengompres wajahmu dengan es batu. xixixi
Daniel menatap via yang juga tengah menatapnya. manik mata kedua insan itu saling bertemu. Daniel melihat ke arah bibir tipis milik via.
bagaimana rasanya bibir itu jika ku cecap pasti sangat manis.
batin daniel.
Mereka saling menatap hingga tak menghiraukan karyawan toko dan beberapa pengunjung lain yang tengah memandangi mereka sekaligus berbisik-bisik.
Kaniya yang berada di samping mereka berdua pun berceloteh membuyarkan tatapan Daniel dan Via.
Daniel dan via saling membuang muka, membalikkan badan masing-masing. keduanya menjadi canggung dengan situasi saat ini.
"ayo kita bayar. " ajak daniel kepada via seraya berjalan menuju kasir.
Via mengekori Daniel di belakangnya.
__ADS_1
Daniel melangkahkan kakinya menuju salah satu butik yang berada di mall tersebut. nampak beberapa orang karyawan membungkuk kepada daniel. Daniel bicara kepada salah satu karyawan toko tersebut,entah apa yang ia bicarakan via tak mendengar karena ia kini sibuk memegangi botol susu yang berada di mulut kaniya. bayi itu terlihat haus sekali hingga dengan cepat menghabiskan sebotol susu formula yang di pegangi via.
Salah satu karyawan butik menghampiri via yang kini tengah duduk di sofa. ia mengajak via untuk ikut bersamanya. Via nampak bingung ia kemudian menatap Daniel yang berada tak jauh dari posisinya duduk.
"ikutlah. " ucap daniel.
Akhirnya via mengikuti karyawan butik tersebut.
Karyawan tersebut mengajak via ke ruang ganti di ikuti dengan satu karyawan lainnya yang memegang baju. emm sepertinya itu bukan baju biasa.
Karyawan toko membantu via mengganti pakaiannya dengan gaun,ia mencoba gaun pertama dan mengajak via keluar menemui daniel. Daniel nampak terpesona namun ia kurang suka dengan tali gaun yang terlalu kecil.
Hingga akhirnya karyawan toko tersebut mengganti gaun lagi. gaun kedua, ketiga yang via coba masih belum pas di mata Daniel.Via menghela nafas lelah.
apasih maunya orang itu..? kenapa juga menyuruhku mencoba semua gaun ini jika dia mau membelikan ini untuk pacarnya. kenapa tidak mengajak pacarnya langsung saja. apa dia mau memberikan kejutan untuk pacarnnya. aahh lelah hayati.
batin via.
Via keluar dengan gaun ke empat gadis itu menggunakan gaun berwarna putih model sabrina begitu pas di tubuh gadis kecil itu begitupun dengan sepatu yang berwarna senada. Daniel membuka kacamatanya, terpesona dengan via saat ini.
Cantik sekali gadis pujaannya itu.
"Bagaimana tuan. " ucap karyawan toko membuyarkan lamunan daniel.
"ekh, iya yang ini saja. " ucap Daniel.
Setelah melakukan pembayaran akhirnya Daniel dan via menuju mobil untuk pulang.
Via kembali duduk di sebelah Daniel namun kaniya duduk di belakang menggunakan car seat karena bayi itu sedang tertidur.
selama perjalanan pulang hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil yang mereka tumpangi.
Hingga suara perut via yang begitu keras membuat daniel seketika menoleh menatap via. Gadis itu memejamkan kedua matanya sambil memukul dahinya, merutuki perutnya yang tak bisa di ajak kompromi.
dasar cacing sialan.
batin via.
"hehe maaf tuan. " ucap via seraya tersenyum kuda.
"Bilang kalau kau lapar." ucap Daniel cuek. padahal ia sedang menahan tawa.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...