
"Tuan lepaskan, saya bisa jalan sendiri."
Daniel tak menghiraukan rengekan gadis yang saat ini membuatnya kesal. Pria itu terus saja menarik tangan via menuju parkiran mobil. Dia begitu kesal karena via menghilang dan malah berduaan dengan lelaki yang tak di kenalnya. Daniel semakin kesal ketika menadapati gadis itu tengah mabuk.
"Masuk."
ucap daniel yang telah membuka pintu mobil sport miliknya.
Via mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit karena di tarik oleh daniel.
"masuk. " daniel mengulangi upacannya dengan menekankan kalimat tersebut.
Via terkejut, gadis itu menatap daniel yang sedang menatapnya dengan tajam. membuat gadis itu sedikit ketakutan melihat Daniel saat ini.
Daniel menutup pintu mobil ketika via sudah masuk ke dalam, lalu ia memutari depan mobilnya untuk masuk dan duduk di belakang kemudi. Pria itu melajukan mobil sport hitam miliknya, membelah jalan raya di malam hari.
Via merasakan kepalanya pusing,ia tak pernah meminum minuman berakohol sebelumnya. Gadis itu menyenderkan kepalanya di senderan dan memejamkan kedua matanya, sedangkan pria yang berada disebelahnya kini tengah di bakar emosi. Emosi atau cemburu..?? entahlah..
"aku sudah bilang untuk mengikuti semua kata-kataku, tapi kau malah menghilang dan berduaan bersama pria asing. " ucap deniel.
"maaf tuan, tadi saya bosan sendiri jadi saya berjalan-jalan dan pria yang tadi itu pak ivan dosen saya,kebeteluan juga ada disitu. " ucap via yang kini sudah kembali membuka kedua matanya.
"huh dosen..?? " ucap Daniel sinis.
"seorang dosen tidak akan membiarkan mahasiswanya minum minuman berakohol apalagi sampai pegang-pegang tangan segala. " imbuh daniel.
"maaf tuan, tapi tadi saya yang salah mengambil minuman, saya tidak tahu kalau itu minuman berakohol dan pak ivan tadi hanya membantu saya saja. "ucap via.
"kenapa kau terus saja membela lelaki itu..? kau menyukainya..?? ucap daniel dengan nada tinggi.
"tidak tuan tapi memang itu kenyataannya. " ucap via sedikit gemetar. gadis itu ketakutan melihat daniel yang sedang marah.
"Diam, aku tak mau dengar kau membela lelaki itu lagi. " ucap daniel. Viapun hanya diam.
kenapa dia sebegitu marahnya, ya Tuhan apa ku bilang.aku hanya akan menyusahkan kalau di ajak ke pesta mewah seperti itu.
batin via yang mengira dirinya menyusahkan daniel, gadis itu tak tahu jika daniel sekarang sedang cemburu.
"Tuan ini mau kemana..?? ini bukan jalan pulang. " ucap via ketika melihat daniel membelokkan mobilnya ke arah yang bukan menuju rumah Daniel.
__ADS_1
Daniel hanya diam,tak merespon ucapan via. Lelaki itu tengah di bakar cemburu melihat gadis pujaannya di pegang-pegang oleh lelaki lain walaupun hanya tangan yang di pegang tapi ia tak suka jika sesuatu miliknya di sentuh oleh orang lain.
Via pun kembali menatap jalanan yang sama sekali bukan menuju ke rumah mewah milik daniel. Gadis itu gelisah.
apa aku akan di buang..? ya Tuhan selamatkan saya.
batin via.
Setelah sekitar tiga puluh menit,mobil daniel memasuki area apartemen miliknya.
"turun" ucap daniel seraya melepas sabuk pengamannya kemudian turun dari mobil di ikuti oleh via yang juga turun dari mobil sport tersebut.
Gadis itu sedikit gelisah, ia tahu jika ia di bawa ke apartemen. Pikirannya kembali ke kejadian ketika daniel menciumnya waktu itu. Ia takut daniel akan melakukan hal seperti itu lagi, bahkan lebih. Daniel berdiri di samping pintu mobil tempat via duduk,menunggu gadis itu untuk keluar.
"ekh tuan, lebih baik saya pulang saja kasihan kaniya nanti tidak bisa tidur kalau bukan saya yang nidurin" ucap via,ia hendak pergi meninggalkan daniel namun ketika ia membalikkan badan tangannya kembali di tarik oleh daniel.
"jangan coba-coba lari dariku. " ucap daniel seraya manarik tangan via masuk ke dalam gedung apartemen.
Daniel menuju lift dan menekan angka 19 di tombol samping pintu lift tersebut kemudian masuk kedalam setelah pintu lift terbuka.
"Tuan biar saya jalan sendiri saja. " ucap via mencoba melepaskan tangannya dari genggaman daniel,namun lelaki itu hanya diam saja tak merespon.
pintu lift terbuka, daniel melangkahkan kakinya menuju pintu apartemennya dan dengan segera menekan password. sedangkan via masih meringis kesakitan menahan lengannya yang digenggam kuat oleh daniel.
ya tuhan kenapa dia membawaku ke apartemennya, apa yang harus aku lakukan.
batin via.
Daniel melepaskan genggaman tangannya di lengan via ketika sudah berada di dalam kamar apartemennya,tak lupa ia mengunci pintu. Lelaki itu membuka jas dan dasi melemparnya ke sembarang arah. Kancing kemeja di bagian lengannya ia buka, dan ia berjalan maju ke arah via. membuat via semakin ketakutan dan memundurkan langkahnya hingga ia membentur lemari.
"tu-tuan mau apa...?"ucap via gemetar.
"tolong jangan macam-macam" imbuhnya lagi seraya menyilangkan tangannya didepan dada.
Lagi-lagi daniel tak menghiraukan ucapan via, ia terus berjalan maju hingga jarak di antara mereka sangat dekat. kini lengan kanan daniel sudah berada di sisi kepala via.
Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah via membuat jantung via semakin berdetak lebih cepat.
"tu-tuan tolong jangan begini. " ucap via seraya memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"apa kau takut?" ucap daniel berbisik di telinga via.
Via merasakan darahnya berdesir ketika hembusan nafas daniel mengenai telinganya. Gadis itu memejamkan matanya kuat-kuat.
"tu-tuan. "
Via semakin ketakutan, jantungnya serasa mau lepas dari tempatnya.
Daniel tersenyum puas melihat gadis yang berada di hadapannya itu. Ingin sekali ia melahap habis gadis kecilnya saat ini.
"apa kau ingin aku menciummu..?? " ucap daniel yang saat ini sudah kembali menegakkan badan dan menurunkan lengannya dari lemari.
Via membuka matanya lalu menoleh ke arah daniel. Gadis itu mengerjapkan matanya.
"minggirlah,kau menghalangiku. aku mau mengambil handuk. " ucap daniel.
viaaa bodoh sekali kau ini,,, apa yang kau fikirkan sih...?
batin via.
Via merutuki kebodohannya, ia malu sekali saat ini. ingin rasanya ia menghilang sekarang juga dari tempat ini.
"apa kau benar-benar ingin kucium..?? " lagi danil mengulangi ucapannya,membuat via beringsut minggir seketika.
"ekh, maaf tuan. " ucap via sebelum ia berlari menuju pintu.
Gadis itu mencoba membuka pintu namun sayang pintunya terkunci.
"tuan-"
"duduk diam di sini atau kau akan benar-benar ku cium. aku akan mandi sebentar. " daniel memotong ucapan via seraya mengambil handuk kemudian menuju kamar mandi.
Via menghela nafas, kemudian duduk di sofa yang mengahadap ke jendela.
apasih maunya orang itu..??
selalu membuatku spot jantung.
kenapa juga harus di suruh menunggu di kamar bukan di luar..?
__ADS_1
via bergumam sendiri tak jelas.